NovelToon NovelToon
Pergilah Mas

Pergilah Mas

Status: tamat
Genre:Poligami / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:167.1k
Nilai: 4.5
Nama Author: Ayuk Noy

Aku tidak akan memaksamu untuk tetap tinggal bersamaku, jika di hatimu sudah tidak ada lagi aku. Aku tidak akan pernah memintamu kembali jika kamu sudah memilih untuk pergi.
Mungkin itulah gambaran yang cocok untuk menggambarkan sesosok wanita. Yang mana suaminya lebih memilih wanita lain dibandingkan tetap bertahan disisinya.
Lebih memilih menjadi ayah orang lain, daripada menjadi ayah untuk anaknya sendiri.
Siti seorang wanita biasa, yang tidak bekerja karena, lebih memilih menjadi ibu rumah tangga.
Apa yang sebenarnya terjadi ?
jangan lupa ikuti terus kisahnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuk Noy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Ketika hari ini sudah pagi Arya pun membangunkan Hanan untuk segera mandi dan bersiap-siap mengantarkannya kembali ke rumah orang tua Siti karena hari ini Arya akan kembali ke rumahnya, meskipun sebenarnya berat tapi mau bagaimana lagi nanti jika liburan sekolah tiba dia akan kembali ke sini untuk menjemput Hanan dan membawanya untuk berlibur ke rumahnya.

Setelah semuanya siap akhirnya Arya pun mengantarkan Hanan kembali ke rumah kakek dan neneknya.

"Assalamualaikum" Arya dan Hanan mengucapkan salam ketika sampai di depan pintu rumah orang tua Siti yang masih tertutup.

"Waalaikumsalam, mari masuk nak Arya" ucap ibu Samsiah yang membukakan pintu dan mempersilahkan Arya untuk masuk

"Maaf buk, aku gak bisa mampir mungkin lain kali saja buk. Soalnya aku sudah di tunggu dan akan segera berangkat, aku titip Hanan ya buk, nanti bulan depan aku ke sini lagi untuk menjemput Hanan untuk berlibur bersama ku. Titip salam sama bapak dan yang lainnya ya buk" ucap Arya sembari mencium punggung tangan sang ibu mertua.

Hanan yang melihat papanya akan kembali pergi membuat matanya berkaca-kaca dan dia pun langsung berlari masuk ke dalam dalam kamarnya. Arya yang melihat Hanan berlari masuk ke dalam merasa bersalah namun mau bagaimana lagi jika dia terus tinggal di sini bagaimana dengan restorannya Arya melihat ke arah ibu Samsiah seolah-olah meminta izin untuk menyusul Hanan ke dalam dan ibu Samsiah pun mengangguk dan mempersilahkan Arya untuk menyusul Hanan.

Sesampainya di dalam kamar Arya melihat Hanan sedang menangis sambil berbaring di atas kasur.

"Anak papa kenapa menangis?" Arya bertanya sambil mengelus kepala belakang sang putra dan membawanya ke dalam gendongan.

"Papa di sini saja ya, aku gak mau pisah sama papa lagi!" Hanan mengutarakan isi hatinya kepada sang papa.

Sungguh hati Arya begitu sakit mendengar permintaan sang putra tapi dia tidak tau harus berbuat apa.

"Sayang papa harus bekerja, jika papa di sini bagaimana papa bisa bekerja kalau papa gak kerja terus gimana caranya papa mendapatkan uang untuk jajan jagoan papa ini" ucap Arya sambil mencolek hidung putra yang begitu dia sayangi.

"Terus kapan papa ke sini lagi?"

"Nanti kalau kamu sudah libur sekolah papa akan menjemput kamu dan kita akan bermain bersama selama liburan, bagaimana?" Arya mencoba membujuk sang putra.

"Tapi kamu harus rajin sekolahnya ya dan jangan nakal, dengerin apa kata mama dan juga nenek, kalau nanti kamu sudah libur sekolahnya kamu telepon papa aja Ok"

Hanan mengangguk dalam menghapus jejak air matanya.

"Ya sudah sekarang papa pulang dulu, ingat kalau kamu sudah libur sekolahnya jangan lupa telepon papa"

"Ya papa, aku akan langsung menelepon papa nanti"

Setelah sang putra sudah mau di tinggal akhirnya Arya kembali memasuki mobil yang akan membawanya kembali pulang ke rumahnya yang dulu selalu ada suara tawa dari sang anak kini berubah menjadi sunyi.

Arya melambaikan tangannya begitu pun sang putra yang ikut melambaikan tangannya.

...****************...

Di sisi lain kota Lilis bekerja di sebuah kafe setelah melihat kertas pengumuman yang ada di depan kafe tersebut, anaknya Zia di titipkan kepada tetangganya yang ada di sebelah kontrakannya namun tetap di bayar perbulannya, dan Lilis pun memilih meninggalkan sang putri karena untuk membawanya bekerja itu tidak lah mungkin. Lilis memang bahkan sangat menyayangi Zia namun dia selalu melakukan kesalahan yang berdampak kepada anaknya.

Sang pemilik kafe menerima Lilis karena Lilis mengatakan bahwa suaminya sudah meninggal sedangkan dia harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan juga sang anak, Lilis tidak lah salah sepenuhnya karena suami pertamanya memang sudah meninggal bukan, karena merasa iba akhirnya pemilik kafe menerimanya bekerja paruh waktu agar malamnya Lilis bisa menemani anaknya, namun tanpa sang pemilik kafe ketahui jika malamnya Lilis bekerja di sebuah klub malam sebagai pelayan juga, tapi Lilis senang bekerja di klub malam karena gajinya lebih besar dari dia bekerja di restoran selama ini.

Malam harinya Lilis sudah bersiap untuk bekerja di klub malam dengan kembali menitipkan Zia kepada tetangganya.

Malam ini Lilis merasa begitu lelah karena malam ini begitu ramai pengunjung tapi apa mau di kata karena ini memang pekerjaannya.

Di kulub malam memang sudah hal lumrah jika mereka yang bukan suami istri berciuman bahkan lebih dari itu karena ini memang tempatnya bagi orang-orang yang ingin melampiaskan nafsu.

Lilis di minta oleh seorang bartender untuk mengantarkan minuman kepada salah satu pengunjung yang sedang duduk sendirian karena dia tidak mau di temani oleh siapa pun. Lilis pun langsung mengantarkan minuman tersebut tanpa banyak bertanya kepada bartender karena baginya cepat di menyelesaikan pekerjaannya maka akan cepat pula dia pulang untuk beristirahat. Bau alkohol tercium di seluruh ruangan ini dan dari setiap mulut pengunjung karena mereka semua adalah penikmat alkohol meskipun mereka sudah tau dampak buruknya bagi kesehatan yang terpenting mereka tengang setelah meminumnya itulah yang selalu di katakan oleh mereka. Ketika sampai di tempat yang di tuju Lilis Pun langsung meletakkan minuman tersebut.

"Ini minumannya tuan"

"Hem" hanya itu yang keluar dari mulut lelaki tersebut, setelah meletakkan minuman di atas meja Lilis kembali ke tempat bartender tadi karena dia nyaman mengobrol dengan bartender tersebut yang bernama Riko.

"Kenapa Lis, capek ya?"

"Hu uh capek, malam ini banyak banget yang datang gak ada habis-habisnya dari tadi." Lilis meletakkan kepalanya di atas meja yang ada di depannya.

"Namanya juga kerja, gak kerja maka gak dapat duit, trus kalau gak dapat duit gak bisa makan namanya juga hidup" Riko sang bartender pun sebenarnya juga merasa lelah namun mau bagaimana lagi inilah pekerjaannya jika tidak kerja bagaimana dia bisa mendapatkan uang, jika dia tidak punya uang siapa yang akan memberi makan adik dan juga ibunya.

Riko bukanlah orang berada dia harus bekerja keras untuk bisa membiayai sekolah adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMP dia tidak ingin sang adik berhenti sekolah dan juga harus memberi ibunya uang agar dapur mereka tetap berasap sehingga mereka bisa makan. Ya, Riko hanya tinggal bersama ibu dan juga sang adik setelah ayahnya meninggal ketika dia masih sekolah SMA dulu sehingga dia harus bekerja keras untuk menyambung hidup mereka.

Dan karena adik perempuannya lah membuat Riko tidak mau mempermainkan hati wanita karena dia percaya karma itu pasti berlaku padahal jika Riko mau di tempatnya bekerja sekarang yang sebagai seorang bartender bisa mendapatkan uang dengan menjadi simpanan tante-tante atau apalah yang bisa menghasilkan banyak uang namun dia tidak mau melakukan itu, dia takut jika karena ulahnya maka akan berdampak kepada adik satu-satunya.

"Nanti aku akan mengantarkan mu pulang, aku takut jika kamu pulang sendirian karena sekarang waktunya orang-orang beristirahat hanya orang-orang yang... kamu sendiri taulah"

Lilis mengangguk dia paham apa yang di maksud oleh Riko, dia pun selalu takut pulang sendirian.

"Lis, sebaiknya kamu berhenti saja kerja di kafe karena jika kamu bekerja di kafe maka waktu istirahat mu akan berkurang dan waktu kamu bersama anak mu juga bisa hilang! Memang mencari uang adalah tugasmu namun jangan sampai kamu kehilangan waktu bersama anakmu jangan sampai dia merasa lebih nyaman bersama orang lain ketimbang ibunya sendiri"

Lilis membenarkan ucapan Riko selama ini dia selalu sibuk mencari uang tanpa ada lagi waktu untuk sang putri.

"Baiklah nanti aku pikirkan saranmu, sekarang ayo kita kembali bekerja."

Mereka pun bekerja kembali, tanpa merasakan kantuk karena ini sudah hal yang biasa bagi mereka.

1
Dewi 1234
nama nya sitin atau tiara..baru mulai ydh salah
Titik Martiyah
serakah banget lilis..juga gila hormat...
Yati Syahira
rasain arya,lakor dibuang juga akhirnya
Yati Syahira
btar juga hartanya ikut sitibpergi arya bodoh demi batu kali dan pecahan kata ,tinggal ancurnya
Yati Syahira
laki ama temen bejat
Surati
bagus
white lily
rian🤣
Sri Watigustami
makan tu kasian,demi janda sampai merelakan mnjadakan istrinya. dasar laki2 otak udang.
Dwi Fadilah
Luar biasa
Lynda Rahman
pengajaran sudah terlepas kata tiada kata undur
Vivi Bidadari
Jadi galau nih aku mau nya rujuk sama Siti kasihan Hanannya, tapi apa Siti mau rujuk lagi🤔

Akhirnya Aurhor juga yg putuskan semuanya ... jadi bisa aku 😅
Vivi Bidadari
Pelajaran yg teramat mahal Arya menyesal pun tdk ada ada gunanya keluarga mu hancur krn kecerobohan mu Siti sdh pernah mengingatkan tapi kamu abaikan atas nama kasihan nah sekarang kasihan pada dirimu sendiri
Vivi Bidadari
Beda kelas kamu Lilis janda murahan minim akhlak sementara Siti janda terdepan ... 😅😅😅

Nikmati Arya akibat perbuatan mu memungut janda tapi membuat istri jdi janda krn ulah janda murahan
Vivi Bidadari
Biarkan Arya menyesal dari arti kata kasihan
Vivi Bidadari
Janda yg tau diri sdh dikasihani malah melunjak
Elnayana Adima Tanone
Kecewa
Friska Oktaviana
buat ajah jablay lilis kecelakaan trus lumpuh dan buta biar dia insyaf
Ayuk Noy
hihihi🤭🤭🤭
Ayuk Noy
🤭🤭🤭
Dewi Purwanti
waaah bakalan terjadi cinta segiempat nieh🙈🙈🙈
Ayuk Noy: terima kasih sudah mampir dan mau baca cerita aku kak🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!