NovelToon NovelToon
Pacarku Ternyata Adikku

Pacarku Ternyata Adikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Cinta Terlarang
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Noya Clarissa

Namaku Yuta Mayasaki, aku mempunyai seorang pacar bernama Giza, gadis cantik yang merupakan madona sekolah SMA Jayakarta.

Suatu hari saat aku pulang sekolah, Ayahku yang seorang duda membawa pacarnya dan juga seorang gadis yang merupakan anak dari pacarnya.

Namun saat aku melihat penampilannya... ya, benar sekali, anak dari pacar ayahku itu adalah Giza.

Bagaimana hubunganku dengan Giza seterusnya? Apakah masih boleh kita berpacaran walaupun kita kakak adik? Bukankah ini cinta terlarang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noya Clarissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.19 Rhythm Game

"R-rhythm game ...?"

Giza memiringkan kepalanya dengan ekspresi bertanya-tanya. Yah ... tentu saja dia akan merasa bingung dengan apa yang barusan aku katakan. Tidak semua orang pernah mendengar atau tahu apa itu rhythm game.

Singkatnya, rhythm game adalah sebuah permainan yang mengharuskan pemainnya menekan sebuah tombol sesuai arahan dan ketukan dari sebuah lagu.

Tentunya, aku tidak tahu apakah jenis permainan seperti ini akan cocok untuk GIza mainkan, tetapi menurutku ini adalah pilihan yang paling aman dari semua yang terbesit dipikiranku.

Terlebih lagi, ini adalah salah satu permainan yang memerlukan waktu untuk menguasainya. Dan ini akan menjadi keuntungan bagiku jika GIza benar-benar tertarik untuk menguasainya, karena itu berarti aku bisa selalu menghabiskan waktu setelah pulang sekolahku bersamanya.

Walau sebenarnya aku juga belum terlalu menguasainya sih ....tapi bohong.

"Iya ... aku akan mengajarimu cara bermain rhythm game."

Setelah itu kami berdua berjalan menuju salah satu mesin permainan terdekat. Lalu aku memilih lagu yang mudah untuk dimainkan dengan tingkat kesulitan terendah untuk Giza. Ngomong-ngomong, aku memilih lagu "Yoru ni Kakeru" yang dinyanyikan oleh Yoasobi.

"Jadi ... coba kamu lihat lingkaran ini. Kamu hanya perlu menekan lingkaran itu sesuai dengan ketukan lagu yang ada."

"Uhm ... begini ... eh!?"

Dia terlambat menekannya.

Yah... ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan bagi orang awam seperti Giza. Aku memaklumi hal itu...

"Sini, biar aku bantu."

Aku mengambil inisiatif untuk membantunya belajar bermain permainan itu. Namun, reaksi yang kudapatkan berbeda dari yang kupikirkan.

Hum...? Apa aku melakukan suatu hal yang salah?

Dari raut wajahnya, aku bisa menilai bahwa ada suatu hal yang salah dari Giza. Bagaimana tidak, wajahnya itu bukan kompor, kan? Lalu kenapa bisa wajahnya memunculkan warna merah menyala seperti api?

"Giza, apa kamu sedang tidak enak badan?" tanya aku seraya menempelkan punggung tanganku ke dahi Giza.

"Umm ... tidak ... tapi ...."

Badannya bergetar, dia terlihat seperti ketakutan ... atau mungkin itu yang kupikirkan.

"Kamu ... aku tahu kita sudah melakukan hal yang lebih dari ini, namun jika kamu melakukannya tanpa rasa malu ... aku akan kewalahan, tau?"

Sambil menyatakannya dengan ekspresi cemberut, Giza memalingkan pandangannya dari mataku dan sedikit mundur menjauhi diriku.

Lalu, beberapa detik kemudian aku baru tersadar ....

Gila! Kenapa aku bisa melakukan hal seperti itu dengan alaminya!

Seriusan, tadi itu terasa sangat alami sampai-sampai aku tidak menyadarinya. Hal yang ada dipikiranku sejak tadi hanyalah aku yang ingin membantu dan mengajari Giza bermain permainannya.

Jadi ini ya yang orang lain sebut dengan 'percaya diri'.

Aku melepaskan genggaman tanganku dari Giza. Yah, ini sih sudah terlambat, tapi apa boleh buat, kan?

"Maafkan aku, Giza."

Aku menundukkan seluruh tubuhku layaknya seorang pelayan restoran yang sedang menyambut pelanggannya saat di pintu masuk. Aku benar-benar merasa bersalah karena telah membuat GIza merasakan malu yang sangat mendalam. Yah ... jika saja aku menjadi dirinya, aku pasti akan merasakan hal yang sama..

"Anu ... b-bukan berarti aku tidak menyukainya ya!"

Masih aja tsundere nih anak!

Aku melakukan tanggapan di kepalaku. Tapi jika aku boleh jujur, itu adalah salah satu sifat yang aku suka darinya. Bukankah kalian juga merasa begitu?

Giza kembali mendekat ke arah mesin game itu dan mulai kembali menyentuh pengontrolnya.

"Kalau begitu, mohon bantuannya ..., Yuta."

***

Setelah sekitar 30 menit aku mengajari Giza cara kerja dari permainan itu, sekarang aku melihat dirinya menikmati waktunya sendiri,

Lagu yang sedang dimainkan olehnya saat ini adalah "Guren no Yumiya", Jika kau tanya aku, lagu ini cukup sulit dimainkan jika kamu memilih mode "Hard" di tingkat kesulitannya. Tapi, Giza memainkannya dengan mudah seraya bernyanyi kecil menikmati alunan ketukan dari lagu tersebut.

Dia benar-benar menyukainya ....

"Yuta! Bukankah permainan ini sangat seru?!"

Matanya bersinar layaknya sebuah bintang. Dia berhasil menyelesaikan lagu itu dengan akurasi 95 persen. Itu sangat bagus bakan untuk pemula sepertinya.

"Syukurlah kamu menyukainya."

Aku memberinya tepuk tangan yang cukup meriah. Ini agak memalukan sih karena aku menarik beberapa perhatian pengunjung yang ada di tempat ini.

"Hey, Yuta, ayolah ikut bermain denganku~"

Giza tersenyum lebar seraya menarik tanganku ke hadapan mesin bermain itu.

"Eh ...? Maksudnya, kamu ingin mengajakku berduel di game ini?

Dia serius ...?

Aku sempat memikirkannya untuk beberapa saat. Bukannya aku sombong, tapi aku ini salah satu pemain terbaik, loh? Terlebih lagi, haruskah aku mengalah untuknya? Atau aku hancurkan saja dirinya? Iblis-iblis kecil perwujudan dari diriku mulai bermunculan di pikiranku.

Saat aku kembali menatap wajah Giza, dia terlihat seperti ingin sekali bermain bersamaku. Dan wajah itu ... ya, wajah itu adalah wajah 'percaya diri'

"Umm ... baiklah," jawabku seraya mengambil posisi untuk bermain.

"Ingat ya, Yuta, kamu tidak boleh menahan diri saat melawanku, Kamu harus tunjukkan kemampuan aslimu dalam bermain game ini.

Giza menunjuk ke arah wajahku dengan ekspresi yang sangat serius. Gadis ini ... dia sepertinya benar-benar ingin mengalahkanku.

"Baiklah, jika itu mau kamu maka bersiaplah."

Aku sedikit meregangkan tanganku dan leherku. Rasanya seperti aku ingin mengikuti turnamen permainan. Entah kenapa aku merasa sangat tertarik untuk melawan Giza juga.

Setelah beberapa detik, permainan dimulai. Kali ini, aku yang memilih lagunya. Judul lagu yang aku pilih adalah "Kaibutsu" yang dinyanyikan oleh Yoasobi.

Kenapa aku memilih lagu ini? Sebenarnya tidak ada alasan khusus. Lagu ini tidak terlalu mudah untuk dimainkan, tetapi juga tidak terlalu sulit untuk dimainkan. Aku sengaja memilih ini karena masalah keadilan. Aku tidak mau menang dari GIza hanya karena mekanik-ku lebih hebat di permainan ini.

Sepanjang lagu, aku sempat curi-curi pandang ke arah Giza. Dirinya terlihat sangat menikmati lagunya. Dan juga, sekarang kita masih dalam skor yang seimbang, loh? Yah, walaupun dia memilih tingkat kesulitan "Hard" dan bukan "Master". tetap saja ini adalah hal yang harus dibanggakan dari dirinya.

Setelah beberapa saat, outro dari lagu itu terdengar. Ini menandakan bahwa kami telah selesai berduel dalam lagu ini dan ....

"Ah~, sayang sekali, andai saja aku tidak melakukan kesalahan saat di akhir lagu."

Giza menghela nafasnya dan terlihat sedikit kecewa. Namun, aku merasa dia cukup puas atas duel kami.

"Aku kagum dengan kamu, Giza. Kamu bahkan hampir menyamaiku akurasi dan skorku hanya dalam waktu sehari. Apakah kamu sangat menikmatinya?"

"Mhm~, permainan ini ... aku sangat menyukainya! Apalagi, aku bisa memainkannya bersama kamu, Yuta."

GIza mengangguk kegirangan menunjukkan keimutan dirinya yang tidak ada duanya itu. Gadis ini benar-benar pacar idaman semua lelaki.

"Lain kali, kita bermain kesini lagi ya, Yuta~."

Giza mencondongkan badannya sambil tersenyum secara menggoda ke arahku. Dia ini ... apakah dia tidak sadar dia telah melakukan sesuatu yang dapat membangkitkan hasrat seorang lelaki sepertiku? Tapi tidak dipungkiri lagi bahwa ini adalah pemandangan yang sangat bagus.

"Tentu saja, Giza"

Aku tersenyum ke arahnya seraya menggenggam tangan kecilnya itu.

"Kalau begitu, ayo kita sudahi sampai sini. Lagipula, ini sudah mau malam."

"Baiklah~."

Kami berduapun pulang bersama ke rumah kami. Bisa kubilang, hari ini adalah hari yang lumayan menyenangkan bagi diriku.

1
kazuha
bags
Noya Clarissa: makasih udah baca~! /Smile/
total 1 replies
s e n j a✨
mampir di karyaku dong kakak....
diriku adalah masa depanku
setetes air diujung ranting
terjebak dalam masa lalu

happy Reading ❤️
Nurnazeerah: sanja menypa
total 1 replies
𝐈𝐜𝐡𝐢𝐧𝐨𝐬𝐞
ada ga sih novel kek gini, percintaan kakak dan adik
Nurnazeerah: YUNICHl
total 3 replies
@suara-pemimpi
cerita nya mirip banget sama anime "mamaha no tsurego ga moto kano" iya, gak si?
Rizki Amelia: aku tau apa
total 1 replies
ALBEDO
Hmm
lia: /Smile//Smile//Shame//Casual//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/e1
wq
eq
.
total 1 replies
ALBEDO
Menarik
Rizki Amelia: ajar dia utk dapat
total 1 replies
ALBEDO
Mantap
dewi ayu 12
kenapa adiknya sendiri aja gk tau
Ririn Danayanti
gak masalah bukan adek kandung
Keho
menjengkelkan gk pernah up lebih dari 6 bulan
Egib: rekomendasi cerita lain kak, Widan Den - Janji Musisi
total 1 replies
nurvaizatul karimah
😄😄😄
Hendra Hendra kepingoi
masa takut SM kecoak 🤣
Rizki Amelia: emang gak sempurna
total 1 replies
Hendra Hendra kepingoi
hehehe😇
Rizki Amelia: korang dengar
total 1 replies
Hendra Hendra kepingoi
sblm knl knpa TDK bertanya asal ny .
kn kasian pacarin adik sendiri🥹
sweet❤️
Semangat thor
Noya Clarissa: Makasih~ tungguin terus update-nya yah :p
total 1 replies
aylyn
kok ngak disambung lagi sih
Noya Clarissa: sudah dilanjut ya~
total 1 replies
X_xlynn
bagus
CRYING_BOY
up dong thor
Asthrophile
up lagi dong thorr..
Bintang Ladys
hal yu takutkan, ialah bad/sad ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!