Raya Salsabila wanita yang memiliki IQ di bawah rata-rata, membuat nya menjadi Bully-an teman-temannya, Ia jatuh hati pada seorang Elvano yang memiliki IQ di atas rata-rata, sehingga ia membuat dirinya merasa seakan seperti langit dan Bumi, siapa sangka ia akan menikah dengan pria idamannya itu karena perjodohan , Pernikahan yang sama belum Elvano bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Entah apa yang merasuki Raya, kini Raya lebih banyak diam. Tentu itu membuat Devan cemas. Ini bukan Raya yang ia kenal, Tentu ... Devan langsung menatap El, satu-satunya alasan keceriaan Raya tidak ada hari ini.
Hari ini, seperti biasa, soal yang El berikan pada Raya semalam, banyak yang keluar di ujian hari ini, Kadang Raya merasa heran dengan sosok El, Sejenius itu kah dia, sehingga ia bisa menebak soal mana yang akan masuk dalam ujian.
Hari ini adalah hari kepindahan El dan Raya kerumah sederhananya.
Awalnya Papanya El ingin memberikan sebuah apartemen, Hanya saja ... Raya yang periang dan suka berteman, tidaklah cocok dengan suasana Apartemen yang sepi. Raya malah meminta sebuah rumah sederhana saja, agar tidak terlalu lelah dalam membersihkan nya.
[ Aku tidak apa-apa, calon kakak ku, Aku hanya lelah saja, Kau tahu ... dia menyiksaku dengan mata pelajaran setiap malam,] balas Raya pada pesan Devan
[ Kau jangan terlalu malam tidur nya Kalau begitu, jaga kesehatan itu juga lebih penting,] pesan Devan
[ Ya ... aku tahu, kau kan tahu sendiri, buku dan tulisan adalah musuhku, karena itulah aku selalu metasa lelah oleh mereka, beda denganmu dan dirinya, Yang mana menjadi kan buku sebagai teman kalian,] balas Raya dengan Emoji yang tertawa
Tanpa Raya sadari, Mereka sudah sampai di depan rumah yang sudah orang tuanya siapkan, Awalnya ... El ingin mengontrak, agar ... orang tuanya tidak mengeluarkan uang banyak, hanya saja ... Mamanya Raya juga mengeluarkan uang, Mereka bukanlah anak dari orang kaya, Hanya saja ... mereka di katakan orang mampu.
"Kalian yang memilih hidup seperti ini, Disini tidak ada Ac, tapi Papa sudah menyediakan kipas angin," ucap Papanya El
"Ini sudah cukup buat kami, Pa ... Terimakasih untuk Mama dan Papa, dan juga Mama Ratih," ucap El
"Kenapa harus bilang Terimakasih, Kalian anak kami, Apa kalian fikir kami tidak sedih kalian memilih hidup terpisah dengan kami, El ... Raya a.nak Mama satu - satunya, Jika ia salah, nasehati dia, Kalian masih anak-anak, Tapi karena keegoisan kami, Kalian harus terikat dengan ikatan pernikahan," ucap Mamanya Raya
"Jangan kasari Raya," pinta Mama Ratih pada El
"El, tidak akan pernah melakukan hal itu padanya, Kalian yang telah memilih hubungan ini, Kalina harus yakin dengan hubungan ini, Kalian yang sudah memberikan aku tanggung jawab, maka aku akan berusaha memenuhi tanggung jawab itu," ucap El pada Mama Ratih
"Mama percaya El, Terimakasih ... dan Maaf," ucap Mamanya Raya menggenggam tangan El dengan air mata yang sudah bercucuran.
Raya adalah segalanya bagi Mamanya, Cinta nya Raya pada El lah yang membuat Mamanya setuju dengan rencana sahabat nya itu. Raya yang sudah hampir tiga tahun selalu menceritakan tentang sosok El, Raya yang sudah hampir tiga tahun mengejar cintanya El, membuat Mamanya bertekad menikahkan putrinya dengan orang yang ia cintai, meski Mamanya Raya belum tahu akan perasaan El pada Raya.
Semuanya pun berkumpul di rumah sederhana itu, Orang Tua El juga sudah menyiapkan segala kebutuhan masak Raya dan El.
Saat usia di paksa harus dewasa sebelum waktunya, Maka rasa tertekan kadang kita rasa. Meski ... El santai dalam menjalani rumah tangga itu.
Malam telah tiba, El seperti biasa memberikan Raya soal serta jawaban agar di hafalkan.
"Kalau lelah istirahat lah, !" ucap El saat melihat Raya yang terlihat begitu mengantuk, bahkan kepala Raya hampir terbentur meja karena kantuknya.
Raya dan El tertidur sekamar, hanya saja ... mereka berjauhan saat di ranjang. El sebisa mungkin tidur di paling tepi, begitu juga dengan Raya, Meskipun Raya begitu menginginkan El, tapi untuk masalah ranjang, Raya belum berani juga.
Keheningan tercipta saat mereka sama-sama membelakangi tubuh masing-masing
Pagi menyambut dengan begitu ceria, Raya berusaha bangun sepagi mungkin, agar bisa memasak untuk sarapan pagi.
Terlihat Raya begitu serius memasak, El yang melihat Raya tidak ada di kamar, El pun mencarinya, Namun ... saat ia keluar dari kamar nya, Ia mencium bau masakan yang membuat perut nya berbunyi.
El tersenyum kecil lalu melangkah menuju kearah dapur kecil, Dimana ia melihat sang istri nya sedang sibuk masuk, dengan celana pendek dan kaos oblongnya, serta rambut yang di ikat sembarangan keatas, hingga menampilkan leher putihnya,
El menyendekap kan tangannya kedepan dadanya, seraya bersandar ke dinding. Menatap tingkah Raya yang terlihat sibuk dengan masakan yang ada di wajan, El menebak itu adalah nasi goreng.
"Ehem" akhirnya ... El tak tahan agar tak bersuara.
"Eh, El ... kau sudah bangun, tunggulah sebentar, Nasinya sudah siap," ucap Raya dengan kebingungan.
"Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya El seraya berdiri di samping Raya
"Tidak ada, hanya siapkan piringnya saja," ucap Raya, seraya mematikan kompor nya.
Benar saja ... El mengambil dua piring, untuk dirinya dan Raya. Raya meletakkan nasi goreng di piring itu, lengkap dengan irisan timun dan telur mata sapinya.
"Maaf ... kalau kau tidak suka," ucap Raya saat melihat El hanya menatap nasi goreng itu.
"Makanlah, dan segera lah bersiap," ucap El seraya menyendok kan nasi kedalam mulutnya, benar saja ....satu kunyahan, El sudah merasakan nikmatnya masakan Raya.
Raya memperhatikan setiap raut wajah El.
"Kau tidak akan kenyang hanya dengan menatap ku," ucap El tanpa melihat kearah Raya, Seketika Raya langsung fokus dengan sarapan nya. setelah itu, merekapun selesai.
"Mandilah, biar aku yang mencuci semua ini," ucap El
"Tidak usah, aku bisa ... " ucap Raya
"Jangan membantah, Sudah jam 6 lebih," ucap El seraya mengambil piring kotor dari tangan Raya, Tentu saja ... Raya langsung pergi dari dapur dan segera membersihkan diri, Menyiapkan seragam El dan dirinya di ranjang.
Saat El masuk kedalam kamarnya, Ia melihat dua seragam diatas ranjang tidur nya, Ia tersenyum geli, seraya menatap pintu mamar mandi yang masih tertutup.
'Kenapa menggemaskan sekali,' bathin El, Saat El masih senyum - senyum , pintu kamar mandi itu terbuka, Terlihat Raya yang hanya melilitkan handuk di tubuhnya, membuat El yang melihat nya menelan salivanya, Raya tidak ingat bahwa sekarang ia tinggal dengan seorang pria yang berstatus suaminya.
"Asa ... " terima Raya saat menyadari El Menatap nya.
"Kenapa kau disini, bukankah kau masih ada di dapur," ucap Raya seraya membalikkan tubuhnya
"Keluarlah dulu, aku mau ganti baju," ucap Raya
"Ckkk ... kita suami-istri, bukankah itu yang kamu incar dalam pernikahan ini," cebik El seraya melangkah menuju ke kamar mandi.
Terlihat Raya yang membelalakkan matanya mendengar ucapan El.
walaupun sakit hati saat saat raya
mengabaikan perasaan Devan
tapi ujung-ujungnya El menjadi suaminya/Wilt/
walaupun sakit hati saat saat raya
mengabaikan perasaan Devan
tapi ujung-ujungnya El menjadi suaminya
Lanjutkn thor
Jangan lama ya thor
aku tunggu setiap hari,tp gk kunjung update