NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Pelakor / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:898.3k
Nilai: 5
Nama Author: Herazhafira

Amelia seorang pramugari cantik yang terpaksa menikah dengan Tuan Ergan karena sebuah kesalahan. Dia terpaksa merahasiakan pernikahannya karena sebuah alasan yang ternyata itu dimanfaatkan oleh Ergan dengan menjadikannya sebagai istri kedua.

Tentu saja istri Ergan tidak terima, dengan berbagai cara ia mencoba menyingkirkan Amelia.

Apakah Amelia akan mempertahankan pernikahannya dengan Ergan?
Dan mampukah Amelia bertahan dengan statusnya sebagai pelakor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herazhafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajak Makan Malam

"Kak." Brian menyapa Ergan sambil menepuk punggungnya lalu duduk di kursi.

"Hmm.. jangan memaksaku bertahan. Aku yang menjalaninya dan merasakannya. Sudah tidak ada kebahagiaan disana. Aku seperti hidup sendiri didalam rumah yang besar. Hatiku sudah dihancurkan olehnya. Ini sudah keputusanku. Biarkan aku memilih jalanku sendiri dan menata hatiku suatu saat nanti." Tegas Ergan tahu apa maksud kedatangan adiknya.

"Apapun yang menurut Kakak baik, aku mendukung keputusan kakak. Aku hanya kasihan dengan Aqilah, jangan sampai dia kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya." Tulus Brian.

"Itu tidak akan terjadi. Sampai kapanpun, Aqilah putri kesayangan Kakak. Sebenarnya Kakak pergi dari rumah karena tidak ingin Aqilah menyaksikan pertengkaran kami. Aku tidak ingin masalah kami mempengaruhi perkembangan mental dan psikologisnya." Jelas Ergan.

Brian menghela napas berat, dia pikir setelah berkeluarga dengan orang yang kita cintai, kita akan bahagia selamanya, apalagi setelah memiliki anak, namun melihat apa yang terjadi pada kakaknya, dia berpikir masalah yang datang disetiap orang berbeda-beda, berat atau kecilnya tergantung bagaimana orang itu menyikapinya.

Rumah tangga Ergan dan Rania yang tampak bahagia dari luar ternyata menyimpan banyak rahasia dan luka selama empat tahun. Ergan sudah mencoba bertahan namun kesabarannya juga ada batasnya.

"Ternyata dalam berkeluarga cinta saja tidak cukup Yan, Kejujuran dan sering berkomunikasi dengan pasangan itu lebih penting, dan Kakak tidak mendapatkan itu dari Rania. Dia menyimpan masalahnya sendiri tanpa bicara denganku dan menutupi kebohongan yang satu dengan kebohongan yang lainnya. Aku lelah, Yan! aku juga butuh pendamping hidup yang mengerti aku." Pasrah Ergan kemudian menghela napas berat.

"Sabar Kak." Singkat Brian.

"Jangan cepat menikah seperti Kakak, kenali baik-baik wanita yang akan kau nikahi nantinya, jangan sampai kamu gagal seperti Kakak." Pesan Ergan dengan bijak, "Tapi aku sendiri akan menikah dengan gadis yang baru aku kenal. Apa mungkin aku tidak gagal lagi? semoga saja." Batin Ergan.

"Iya Kak, trimakasih nasihatnya, aku akan selalu mengingat itu." Balas Brian.

Brian melihat jam diponselnya kemudian berdiri untuk pergi.

"Mau kemana?" Tanya Ergan.

"Ketemu calon pacar. Aku pergi dulu ya?" Pamit Brian. kemudian memperhatikan Aqilah yang asik bermain air sambil makan.

"Pergilah." Ujar Ergan kemudian menghampiri Aqilah lebih dekat dan duduk disampingnya.

Sebelum pergi, Brian memperhatikan Aqilah yang asik bermain air sambil makan.

"Om sini, temenin Qila main." Panggil Aqilah sambil melambaikan tangannya dari atas kebawah.

"Maaf Sayang, nanti aja mainnya, Om harus pergi sekarang." Tolak Brian dengan lembut.

"Ya.. Om Iyan nggak asik." Aqilah merajuk dengan mengerucutkan bibirnya.

"Mainnya sama Papa aja, biarkan Om Iyan pergi." Bujuk Ergan.

"Ya udah deh! Qia mainnya sama Papa aja, Tapi besok ajak aku jalan-jalan ya Om?" Pasrah Aqilah masih dengan raut wajah kecewa.

"Iya."

"Janji?"

"Janji."

Aqilah mengangguk kemudian membiarkan Brian pergi dari sana.

Saat diruang tamu, Andreas, Karisma dan Rania masih ada disana. Mereka melihat Brian mengambil kunci mobil yang tergantung di dinding.

"Mau kemana kamu." Tanya Andreas.

"Aku ada janji dengan temen Pah." Jawab Brian gugup.

"Nggak ikut makan malam dengan keluarga? mumpung ada Ergan, batalin aja janji kamu." Tanya Andreas kembali.

"Nggak pah, aku makan malam disana aja, nggak enak karena aku sudah janji lebih dulu." Jawab Brian.

"Emangnya kamu janjian dengan siapa?" Sela Karisma.

"Sama.. temen Mah." Jawab Brian.

"Temen yang kamu ceritain tadi? kenapa nggak panggil kesini aja, Masakan Mama cukup kok jika panggil satu tamu lagi." Semangat Karisma.

"Tapi.."

"Nggak ada tapi-tapian. Jemput dia dan bawa kesini. Mama tunggu kalian datang." Ujar Karisma tak terbantahkan.

Akhirnya Brian mengalah, ia mengendarai mobilnya menuju Cafe Bravo tempanya janjian dengan Amelia.

Brian menghubungi Amelia kembali namun Amelia tidak mengangkatnya.

Saat tiba di Cafe, Brian tidak menemukan Amelia didalam. Apa Amelia ingkar janji? atau lupa kalau malam ini mereka janjian? akhirnya Brian menunggunya diluar Cafe.

Lima belas menit kemudian Amelia turun dari taksi online kemudian menghampiri Brian setelah membayarnya. Amelia tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih, membuat Brian yang tadinya sudah sempat kesal karena menunggu, akhirnya ikut tersenyum.

"Maaf, aku telat karena nungguin taksi onlinenya, apa kamu sudah lama?" Sapa Amelia saat berdiri di depan Brian.

"Lumayanlah satu jam. Aku akan memafkan kamu dengan satu syarat." Jawab Brian sedikit berbohong.

"Syarat?" Amelia berpikir sejenak sambil mengernyitkan keningnya, "Apa syaratnya?"

"Aku akan memaafkanmu, jika kamu ikut denganku." Ujar Brian.

"Kemana?"

"Makan malam di tempat lain. Selera makanku sudah hilang disini karena terlalu lama menunggu." Jelas Brian.

"Oke, tapi dimana?"

"Dirumahku." Singkat Brian.

"Rumah kamu?"

"Ya."

"Nggak ah! aku nggak mau merepotkan, lagian aku malu dengan keluarga kamu."

"Nggak apa-apa, hanya makan malam biasa untuk menyambut kedatangan ku, itu aja. Aku janji, setelah makan, aku langsung antar kamu pulang. Gimana?"

Amelia kembali berpikir. Baginya makan malam dimana saja tidak masalah. Yang terpenting, dia harus makan bersama Brian agar urusan mereka cepat selesai.

"Baiklah, tapi jangan lama-lama ya?"

"Iya, janji cantik." Semangat Brian kemudian membuka pintu mobilnya yang terparkir disampingnya.

Amelia masuk kedalam mobil Brian, duduk dikursi depan kemudian Brian menutup pintu. Brian pun menyusul duduk dikursi kemudi. Ia mendekati wajah Amelia membuat Amelia gugup dan bersandar dikursi.

Mereka saling bertatapan dengan jarak yang begitu dekat. Jantung Brian mulai berdetak lebih kencang, ia dapat mencium aroma parfum vanila yang keluar dari tubuh Amelia, membuatnya merasa nyaman dengan posisinya saat ini, hingga terdengar bunyi 'klik' tanda seat belt Amelia telah terpasang.

Brian mundur dan kembali memperbaiki posisi dusuknya. Ia jadi salah tingkah, begitupun dengan Amelia. Menetralkan detak jantungnya agar normal, kemudian menghela napas dengan pelan.

"Sudah siap?" Tanya Brian.

Amelia hanya mengangguk karena masih gugup dengan kejadian yang hampir saja membuat bibir mereka bersentuhan. Ia tiba-tiba mengingat Ergan, jika Ergan dalam posisi itu, dia pasti sudah menciumnya saat itu juga.

Brian mulai mengemudikan mobilnya menuju rumah. Amelia hanya diam membuat suasana menjadi canggung. Brian yang dasarnya tidak bisa diam mulai melirik wajah Amelia.

"Ngomong-ngomong sudah berapa lama jadi pramugari?" Tanya Brian ragu-ragu bertanya karena tidkaq tahu bahan pembicaraan macam apa yang dapat membuat Amelia bicara.

"Hampir dua tahun." Jawab Amelia membuat Brian tersenyum senang.

"Wow... lumayan lama juga, pasti sudah banyak kota yang kamu datangi dong? sudah pergi kemana aja?" Brian kembali bertanya.

"Mmm... Singapore, Kuala Lumpur, Dubai, kalau di Indonesia, Jakarta, Kendari, Sorong, Surabaya, dan Bali." Jawab Amelia sambil berpikir mengingat kemana aja jadwal penerbangannya.

"Banyak juga ya..! coba aja dulu aku jadi pilot, aku sudah membawa kamu pergi kemana pun aku terbang." Goda Brian.

Amelia menoleh lalu terkekeh, "Ternyata, selain pemaksa, kamu pintar ngegombal juga ya? Aku yakin, pasti pacar kamu banyak." Ejek Amelia.

"Aku masih jomblo tau. Aku tidak suka ngegombal. Aku hanya suka menyenangkan hati wanita sesuai dengan fakta. Kamu percaya nggak, kalau aku bilang, kamu gadis kedua yang aku rayu?"

"Nggaklah..!" Jawab Amelia sambil geleng-geleng kepala.

.

.

Bersambung.....

1
Veronika Theresia Sihombing
Lumayan
Veronika Theresia Sihombing
Kecewa
Nina Joanna
Istri orang Pras...
Evy
bakal rame nih ceritanya...bisa panjang urusannya.Adek Kakak suka sama satu cewek..
SisAzalea
booking
yuni ati
Keren/Good/
Shifa Burhan
pantas kah yang dilakukan amelia dan pras ini

pantas kah amelia dibilang wanita baik2, saat dia tau statusnya istri tapi dia pergi berduaan dan happy2 dengan lelaki lain, membuat moment spesial dengan lelaki lain, bisa dibilang dia kencan dengan lelaki lain, pantas dia dibilang istri yang paham agama

pantas pras disebut lelaki baik2, udah tau istri orang, dia bawah pergi berduaan, seolah2 kencan membuat moment indah, pantas pras disebut lelaki paham agama

yang mirisnya author membenarkan semua kelakuan kedua manusia ini, kalau author bawa agama, terutama agama islam, belajar lebih baik lagi

dalam islam kelakuan amelia dan pras ini sudah termasuk dilaknat, dosa sangat besar, dan bisa membuat fitnah yang sangat kejam

kita anggap ini bagian dari konflik, anggap pras dan juga amelia manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan, tapi kalau author paham agama, author akan tegas perbuatan mereka salah, mereka harus dibuat menyesal dan mengaku salah dan minta maaf


saran untuk author belajar lagi kalau bawa2 agama,
Nurul Syahriani
Jarak nya cuma 3 kata bisa beda daddy dan papa
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
sherly
gila Karmen kok bisa sih
sherly
emang hrs gt Mel balik Ama suami
sherly
lagian cinta Ama istri org yg blm jls statusnya.. ngapain situ ngambek dih gelo
sherly
Pras ngajak nikah kok kayak mau introgasi karywn ngk ada maniz2nya
sherly
hadew kasian ergan.. gitulah nasib kalo poligami ngk tuntas
sherly
wow.. tp mama ergan kok gt sih
sherly
deal aja Mel biar si aan omes diem...
sherly
Tirta bisa dpt bonus nih
sherly
pasangan ngk tau diri, yg satu pacar sok peduli pdhl buaya, yg satu ngaku sahabat tp ular ngk nyangka kalian berdua keturunan reptil... hahahaha
sherly
astaga ergan pandai bersandiwara juga
sherly
waduh di Abang dah mau ajak nikah eh si adeknya msh mau pdkt .. cie Amel jd rebutan ABG adek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!