Di jaman kerajaan, Putri Lexi adalah istri kesayangan kaisar Qin, karena kasih sayang kaisar Qin terhadap putri Lexi mumbuat para selir iri. Puncak kemarahan para selir adalah ketika putri Lexi akan di angkat menjadi permasuri. Dengan dendam yang membara para selir menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh putri Lexi. Pembunuhan pun terjadi namun jiwa putri Lexi time travel ke era modern dimana jiwanya masuk ke tubuh bernama Lexiani yang selalu di bully karena tubuhnya yang subur. Akan kah putri Lexi bisa bertahan di era modern ??
Kalo penasaran yuuuk simak novel ini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cucu Nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melancarkan Trik
Jordan seperti anak TK yang akan mendapatkan hadiah permen, dia terburu buru ingin bertemu dengan gadis pujaannya.
Sang informan sudah memberitahu kalo gadis pujaannya sedang berada di restoran hotpot. Para pengawal sangat bingung dengan tuannya yang mau datang ke tempat restoran yang bukan levelnya Jordan.
Namun para pengawalnya tidak banyak bertanya agar tuannya tidak marah.
Keadaan restoran hotpot pada saat ini agak ramai, jadi para pengawal sebagian melangkah duluan dari tuannya dan sebagian melindungi tuannya di bagian belakang dan sisi kanan kirinya.
Kedatangan mereka membuat sedikit heboh, karena Jordan membawa pengawal yang lumayan banyak. Mereka tak habis pikir mengapa orang kaya mau datang ke tempat hotpot yang sederhana ini.
Nama Jordan sangat di kenal di kota Jiang, karena kekayaannya yang tidak akan abis oleh 7 turunan. Juga terkenal dengan ketampanan dan kepiwaiannya pemimpin perusahaan yang semakin berkembang.
Mereka yang sudah tahu tentang Jordan pasti tidak akan mencari masalah dengannya. Kebetulan yang mempunyai restoran itu tahu tentang Jordan.
Pemilik restoran itu sangat bangga di datangi oleh Jordan, dia langsung mengatur sederet meja untuk di kosongkan buat Jordan.
Jordan tersenyum pada pemelik restoran itu, dia memberi kode ucapan terimakasih dengan cara menganggukan kepalanya.
Sang pemilik restoran membalas mengangguk dan tersenyum bahagia karena di datangi orang top seperti Jordan.
Jordan langsung melirik gadis pujaannya sedang asyik menikmati makanan hotpotnya dia lalu pura pura duduk di deretan meja samping barisan gadis pujaannya.
Saat jordan akan duduk tiba tiba dirinya ada yang me manggil
" paman "
Jordan tersenyum bahagia, triknya berhasil, dia langsung menghampiri gadis pujaannya.
Jordan : eeh Lexi ternyata ada disini ...
Lexi : hehehe iya paman, aku kira tadi siapa, ternyata paman datang bersama badut badutnya.
Jleeeb semua pengawal terdiam mendengar mereka di panggil Badut.
" kurang ajar bocah ingusan itu memangil kita badut badut, apa bocah ini tidak tahu kalo kita pengawal tuan ucap Dean dalam hati, tangannya sedikit mengepal karena menahan amarah.
Jordan : hahahaha panggilanmu lucu pada Dean dan teman temannya, aku setuju mereka di panggil badut.
" aduuuuh tuan.. apaan sih malah setuju kita di panggil badut," rutuk Tito dalam hati dia sedikit kesal pada lexi yang berani memanggil badut.
Dera : Lexi, siapa pria ganteng yang menyapamu ?
Lexi : ooo iya Dera kenalkan, ini Jordan.. paman ini kenalkan Dera sahabatku.
Jordan : halloo kenalkan saya Jordan sambil mengulurkan tangannya pada Dera. Dera menyambut tangan Jordan dengan senang.
Lexi : paman, gimana kalo makan bergabung disini ? Biarkan badut badut paman di meja samping.
Jordan : baiklah saya akan gabung berasamamu.
Lalu dia bicara pada Dean dan Tito " kalian pesan makanan bergiliran ucapnya. Tito dan Dean pun mengangguk dia pasti akan bergiliran makannya agar tuannya bisa aman dan selamat.
Dera : Tuan Jordan mengapa kamu mau di panggil paman oleh Lexi ?
Jordan : aku sebenarnya tidak mau, tapi dia memanggilku paman berkali kali jadi aku sudah terbiasa .
Dera : hahaha baiklah aku juga akan memanggilmu paman kalo begitu.
Jordan : jangan, kamu tidak boleh... hanya Lexi saja yang boleh memanggilku paman yang lain tidak boleh.
Dera merasa kesal bibirnya jadi cemberut.
Lexi yang melihat sahabatnya cemberut, dia jadi tak tega dia lalu bicara.
Lexi : sudahlah jangan cemberut lagi, di depanmu aku tak akan memanggilnya paman, aku akan memanggilnya om.
Jordan dan pengawal lainya menyemburkan makanan yang ada di mulutnya mereka terkejut mendengar ucapan Lexi, bukankah panggilan om dan paman itu artinya sama?
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
Jangan lupa like dan comentnya...