Adel dan Vano adalah orang asing yang tidak saling mengenal dan mereka harus terjebak dalam sebuah pernikahan yang disebabkan oleh sebuah perjanjian ibunya dan sahabat ibunya di masa Sekolah.
"Kita menikah bukan atas dasar cinta,kenapa kita harus sama seperti pasangan yang lain?,kamu boleh mengambil peran istri hanya di depan orang tua kita saja, setelah itu kamu bebas melakukan apapun sesuai keinginan kamu,aku tidak akan ikut campur selagi itu masih dalam batas wajar. Dan satu lagi jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadiku"kata Vano
Mendengar ucapan Vano ,hati Adel sedikit nyeri entah pernikahan macam apa yang akan dia jalani nantinya.
Hingga di awal pernikahan Vano tidak juga menyadari kalau dirinya mulai menyimpan rasa dengan istrinya.
Siapa diantara mereka yang ternyata mulai jatuh cinta duluan,,,,,yuk lanjut baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dik Cinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Honeymoon 7
Di perusahaan Baskara,
Perusahaan Baskara adalah perusahaan milik keluarga Ayu yang di pimpin oleh Baskara ayah dari Ayu.
Ayu adalah anak tunggal dari Baskara dengan istrinya. Tapi istrinya telah meninggal karena melahirkan putrinya itu.
Dan hingga sekarang Baskara masih setia menduda, karena terlalu mencintai sang istri dirinya tidak berniat untuk menikah lagi melainkan hanya ingin fokus membesarkan putrinya .
Kini ayu menghampiri ruangan sang papa untuk menanyakan tentang pernikahan Tuan muda Nugraha yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu.
Tanpa mengetuk pintu Ayu menerobos masuk ke ruang kerja papanya.
"Papa...!" Panggil Ayu sambil menghambur memeluk papanya (tuan Baskara).
"Ayu kamu bisa nggak bersikap sopan. Kalau mau masuk itu ya ketuk pintu dulu. Meskipun ini ruangan papa tapi papa tetap punya privasi nak, untung aja tadi cuma ada papa sendiri, kalau ada tamu kan kurang pantas kalau kamu bersikap seperti tadi."
"Iya Pa maaf, tadi itu Ayu buru-buru mau menanyakan sesuatu sama Papa."
"Memangnya kamu mau tanya apa?, sebegitu pentingnya sampai kamu lupa ketuk pintu?"
"Iya Pa ini masalah penting banget, ini menyangkut masa depan putri papa ini."
"Memang ada masalah apa Yu?"
"Begini Pa, Papa tau kan kalau Ayu itu suka sama tuan muda Nugraha?"
"Iya papa tau, terus kenapa?, bukannya papa sudah bantu kamu buat deketin beliau, dengan memberikan proyek kerjasama itu untuk kamu handle?"
"Iya, tapi masalahnya bukan itu Pa, Papa tahu nggak kalau tuan muda Nugraha itu sudah menikah?"
"Menikah?, Setahu papa tuan muda Nugraha itu masih singel Yu, apalagi menikah." Kata Baskara sambil mengingat-ingat.
"Beliau sudah menikah Pa, beberapa hari yang lalu beliau melangsungkan pernikahannya."
"Kamu tahu darimana kalau beliau sudah menikah?, papa saja gak tau beritanya dan papa juga nggak dapat undangannya."
"Pertama kali Ayu tahu berita itu dari tuan Kevin asisten beliau Pa pas meeting tadi pagi. Awalnya Ayu memang nggak percaya, tapi setelah ayu menyuruh seseorang menyelidiki masalah ini ternyata benar kalau tuan muda Nugraha memang sudah menikah."
"Kalau memang berita itu benar, kenapa tidak di liput di media?"
"Acara pernikahannya itu dilakukan secara private, dan cuma dihadiri kerabat terdekat dan pejabat penting saja Pa."
Baskara menganggukkan kepalanya Mendengar penjelasan putrinya itu.
"Terus Pa, menurut penyelidikan anak buah ku, beliau itu menikah karena terpaksa menerima perjodohan dari orang tuanya."
"Jadi maksud kamu, beliau tidak membuat pesta besar-besaran karena tidak ingin mempublikasikan pernikahannya gitu?" Tebak Baskara.
"Benar sekali Pa, aku merasa tuan muda Vano tidak menyukai istrinya itu, makanya tidak mau mempublikasikan pernikahannya."
"Terus sekarang mau kamu apa?"
"Aku maunya Papa bantu aku buat lebih dekat lagi sama beliau."
"Tapi kan beliau sekarang sudah beristri Yu,"
"Tapi mereka kan gak saling cinta Pa,"
"Darimana kamu tau kalau mereka gak saling cinta?"
"Kalau mereka saling mencintai mereka pasti akan mempublikasikan pernikahan nya Pa, lha ini malah kebalikannya, coba papa pikir masuk akal nggak?"
"Iya juga ya."
"Papa sayang kan sama Ayu?"
"Kalau soal itu ya jelas dong papa sayang banget sama kamu, kamukan anak kesayangan papa satu-satunya."
"terus Papa mau kan bantu Ayu?"
"Oke. Papa akan berusaha untuk bantu kamu dekat dengan beliau."
"Makasih Papa, ayu sayang banget sama Papa." Kata Ayu sambil memeluk Baskara.
"Iya papa juga sayang sama Ayu, apapun akan papa lakukan kalau itu menyangkut kebahagiaan putri papa." Ucap Baskara dengan menyambut pelukan putrinya.
Di vila
Adel dan Vano kini sedang bersantai di taman samping vila.
Dengan ditemani beberapa makanan ringan mereka duduk disalah satu gazebo yang ada di taman sambil menikmati pemandangan ikan yang berenang di kolam.
"Mas, ternyata nyantai disini asyik juga ya,"
"Iya sayang, apa kamu suka tinggal disini?"
"Suka banget mas, tempatnya indah begini, siapa yang gak suka coba?"
"Apa kamu gak ingin jalan-jalan, mumpung kita masih disini?"
"Aku mau jalan-jalan lagi Mas, aku mau beli oleh-oleh buat ibu, mama, papa sama teman ku Novi, boleh kan mas?"
"Boleh dong sayang, apa sih yang gak buat kamu. terus kapan kita mau pergi?"
"Gimana kalau sekarang aja mas?"
"Emang sakitnya sudah sembuh?" Tanya Vano.
"Udah mendingan kok Mas, tadi aku udah kasih obat lagi."
"Kalau udah sembuh, nanti malam sudah bisa di pakai dong ya?" Goda Vano.
"Apaan sih, yang di pikiran Mas Vano itu mulu deh,"
"Ya wajar dong Yang, namanya aja baru merasakan sekali pastilah masih penasaran pengen merasakannya lagi dan lagi."
"Mas tau nggak, kemarin-kemarin itu ya aku sempet berpikir kalau Mas Vano itu gak suka perempuan karena sikap Mas yang dingin banget sama aku."
"Enak aja! Kamu ngatain suami kamu suka sesama jenis gitu?"
"Hehehe... Ya habisnya sikap Mas dingin banget kayak kulkas."
"Awas kamu ya, entar malem nggak akan mas biarin kamu tidur nyenyak!" Kata Vano sambil menggelitik pinggang Adel.
"aaaahhhh... Udah mas geli tau!" Tawa Adel pecah.
"Sayang jangan mendesah dong, kamu tau nggak ******* kamu itu membuat mas jadi ingin makan kamu lagi."
"Siapa sih yang mendesah, Mas Vano aja tu pikirannya yang mesum terus!" Gerutu Adel.
"Habisnya istriku ini gemesin sih."
"Terus ini jadi nggak katanya tadi mau beli oleh-oleh?" Tanya Vano.
"Ya jadi dong Mas, yaudah aku mau siap-siap dulu." Kata Adel berlalu meninggalkan Vano.
"Sayang suami tampanmu jangan di tinggalin dong." Teriak Vano mengejar istrinya.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Bali yang buka 24 jam.
Disana tersedia berbagai macam makanan khas Bali, souvernir, pakaian, dan masih banyak lagi.
Saat sibuk memilih souvernir Adel merasa ada seseorang yang memperhatikan, saat Adel menoleh ke samping dirinya tak sengaja melihat seorang pria yang berbaju hitam sembunyi di balik rak tempat souvernir.
"Itu orang siapa ya?, kok lihat aku langsung sembunyi gitu, apa jangan-jangan orang tadi orang jahat yang sengaja ngikutin kami dari tadi, atau memang hanya kebetulan aja ya?" Gumam Adel pelan (tapi masih bisa dengar oleh Vano).
"Maksud kamu orang siapa sayang?" Tanya Vano sambil celingukan.
"Oh itu tadi disitu aku merasa ada yang memperhatikan mas tapi pas aku lihat, orang itu terus sembunyi kan aneh mas." Jawab Adel sambil menunjuk tempat di rak tempat souvernir.
"Masa sih sayang, perasaan kamu aja kali, inikan memang tempat umum jadi wajarkan banyak orang asing disini."
"Iya juga ya Mas."
"Gimana udah selesai belum belanjanya?"
"Udah cukup. Yuk ke kasir jangan lupa Mas vano yang bayar ya?"
"Oke sayang. Tapi sebagai gantinya entar malam kamu yang mimpin pertempuran kita ya?"
"Tapi aku kan gak bisa Mas," rengek Adel.
"Nanti Mas ajarin, oke sayang?" Tanya Vano dengan senyum di wajah tampannya.
"Terserah!" Jawab Adel cemberut.
"Jangan cemberut gitu dong nanti cantiknya ilang Lo."
"Biarin wleee..."
Setelah cukup memilih oleh-oleh untuk di bawa pulang, Vano segera membayar ke kasir. Sebelum pulang mereka kini beristirahat di salah satu cafe di sana.