Chen Mo terlahir kembali di dunia kultivasi dengan sebuah sistem yang awalnya dianggap rusak dan tak berguna. Namun, seiring perjalanannya, ia menemukan bahwa sistem itu sebenarnya adalah Sistem Pemurnian Langit—warisan kuno yang bertujuan menjaga keseimbangan energi dunia.
Dengan fondasi yang disempurnakan secara unik, Chen Mo melewati berbagai tantangan: memenangkan kompetisi, masuk sekte terkuat, mengungkap rencana jahat organisasi kegelapan, hingga akhirnya memahami misi sejatinya. Ia tidak hanya berjuang untuk menjadi kuat, tapi juga mempelajari bahwa kekuatan sejati terletak pada keseimbangan, bukan penaklukan.
Cerita ini mengikuti perjalanannya dari pendatang tak dikenal hingga menjadi penjaga keseimbangan yang dihormati, melintasi alam yang lebih luas dan memegang tanggung jawab menjaga harmoni seluruh alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK SISTEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1: HARAPAN PALSU SELAMA TIGA TAHUN
BAB 1: HARAPAN PALSU SELAMA TIGA TAHUN
Aliran sungai mengalir tenang di kaki Gunung Awan Hijau.
Airnya yang jernih memantulkan langit biru serta bayangan pepohonan yang bergoyang pelan tertiup angin. Di kejauhan, beberapa murid Sekte Awan Hijau sedang berlatih, sementara suara pedang yang membelah udara sesekali terdengar dari lapangan latihan.
Di atas sebuah batu besar di tepi sungai, seorang pemuda duduk diam sambil memandangi pantulan wajahnya sendiri.
Namanya Chen Mo.
Murid luar Sekte Awan Hijau.
Tingkat kultivasinya masih berada di Tingkat Pemula Dasar.
Di sekte yang memiliki ribuan murid, kekuatan seperti itu nyaris tidak layak disebut.
Namun, bukan itulah alasan suasana hatinya buruk.
Masalah sebenarnya adalah sebuah layar transparan yang melayang tepat di depan matanya.
【Kesalahan Sistem】
【Modul Inti Tidak Ditemukan】
【Fungsi Tidak Tersedia】
【Silakan Hubungi Administrator】
Chen Mo menatap layar itu beberapa saat.
Tulisan yang sama.
Tidak berubah sedikit pun selama tiga tahun.
Ia akhirnya mengembuskan napas panjang.
"Sudah tiga tahun...."
【Kesalahan】
"Aku tahu."
【Kesalahan】
"Tidak perlu terus mengingatkanku."
【Kesalahan】
Urat di pelipis Chen Mo berkedut pelan.
Kadang-kadang ia benar-benar merasa sistem ini sengaja mengejeknya.
Tiga tahun lalu, setelah mengalami kecelakaan di dunia modern, ia bereinkarnasi ke dunia kultivasi.
Saat pertama kali mendengar suara sistem di kepalanya, ia begitu gembira hingga hampir menangis.
Ia mengira dirinya akhirnya menjadi tokoh utama.
Naik tingkat dengan cepat.
Menemukan harta karun.
Menguasai dunia.
Namun, harapan itu hancur bahkan sebelum sempat berkembang.
Kurang dari satu menit setelah sistem aktif, yang muncul bukan panel status.
Bukan hadiah pemula.
Bukan pula teknik kultivasi langka.
Melainkan...
Pesan kesalahan.
Dan pesan itu tidak pernah berubah sampai hari ini.
"Tahukah kau?"
Chen Mo menyandarkan tubuhnya ke batu besar di belakangnya.
"Aku pernah berharap kau akan membaik setelah satu minggu."
【Kesalahan】
"Lalu aku berharap setelah satu bulan."
【Kesalahan】
"Setelah satu tahun."
【Kesalahan】
Chen Mo mendongak menatap langit.
"Sekarang aku cuma berharap kau tidak meledak saat aku sedang tidur."
Beberapa detik berlalu.
Chen Mo mengira sistem akhirnya memilih diam.
Namun tiba-tiba tulisan baru muncul.
【Kemungkinan Meledak Tidak Diketahui】
Tubuh Chen Mo langsung menegang.
"...Apa?"
Ia duduk tegak seketika.
"Apa maksud 'tidak diketahui'?"
【Kesalahan】
"Jangan bercanda soal beginian."
【Kesalahan】
"Kau baru saja memberiku alasan untuk tidak bisa tidur malam."
【Kesalahan】
Chen Mo menutup wajahnya dengan telapak tangan.
"Serius... kadang aku benar-benar tidak tahu kau ini rusak atau memang sengaja ingin membuat hidupku lebih menyedihkan."
Saat itu, suara tawa tiba-tiba terdengar dari belakang.
"Jadi kau berbicara sendiri lagi."
Chen Mo bahkan tidak perlu menoleh.
Ia sudah mengenali suara itu.
Zhang Hu.
Sesama murid luar Sekte Awan Hijau.
Pemuda bertubuh kekar itu berjalan mendekat sambil membawa pedang kayu hijau di punggungnya. Senyum tipis di wajahnya memperlihatkan rasa puas yang sulit disembunyikan.
"Aku melihatmu dari jauh." Zhang Hu terkekeh. "Kau benar-benar mengobrol dengan udara kosong."
Chen Mo melirik sekilas.
"Aku sedang berbicara dengan seseorang yang lebih pintar darimu."
Zhang Hu langsung mengerutkan kening.
"Di mana orang itu?"
"Tidak ada di sini."
Zhang Hu spontan menoleh ke kiri dan ke kanan, seolah benar-benar mencari orang yang dimaksud.
Beberapa detik kemudian, wajahnya membeku.
Barulah ia sadar kalau dirinya sedang diejek.
Wajahnya langsung menghitam.
"Kau berani mengejekku?"
Chen Mo mengangkat bahu.
"Aku hanya menyampaikan fakta."
Zhang Hu mendengus dingin.
Namun tak lama kemudian, sudut bibirnya kembali terangkat. Jelas ada sesuatu yang ingin dipamerkannya.
"Aku baru saja berhasil menembus Tingkat Pemula Menengah."
Nada suaranya dipenuhi kebanggaan.
"Bahkan Kakak Senior yang mengawasi latihan bilang bakatku cukup bagus."
Chen Mo mengangguk santai.
"Itu bagus."
Hanya dua kata.
Tidak lebih.
Senyum Zhang Hu sedikit memudar.
"Kau tidak iri?"
Chen Mo berpikir sejenak, seolah benar-benar mempertimbangkan pertanyaan itu.
"Lumayan."
Mata Zhang Hu langsung berbinar.
Namun kalimat berikutnya membuat senyumnya membeku.
"Aku iri karena seseorang dengan wajah sepertimu bisa naik tingkat lebih cepat dariku."
Wajah Zhang Hu kembali menghitam.
"Itu penghinaan."
"Itu pengamatan."
"Itu tetap penghinaan."
"Kau bebas menafsirkannya."
Rahang Zhang Hu mengeras.
Kalau bukan karena aturan sekte yang melarang murid saling menyerang tanpa alasan, ia pasti sudah mencabut pedangnya saat itu juga.
"Teruslah bermimpi, Chen Mo." Zhang Hu mendengus. "Dengan bakatmu, kau akan tetap menjadi murid luar sampai tua."
Setelah mengucapkan itu, ia berbalik dan melangkah pergi.
Chen Mo bahkan sempat melambaikan tangan ke arah punggungnya.
"Hati-hati jangan sampai tersandung ego sendiri."
Langkah Zhang Hu langsung bertambah cepat.
Entah karena kesal atau malu, ia sama sekali tidak berniat membalas lagi.
Chen Mo terkekeh pelan sebelum kembali merebahkan tubuhnya di atas batu besar.
Tatapannya kembali mengarah ke langit yang cerah.
Tiga tahun.
Sudah tiga tahun ia hidup di dunia ini.
Bakat biasa.
Kultivasi lambat.
Tidak punya latar belakang kuat.
Dan sistem yang lebih mirip barang rongsokan daripada bantuan.
Kalau benar ada perlombaan memilih tokoh utama paling menyedihkan, ia yakin dirinya setidaknya bisa masuk tiga besar.
Saat pikiran itu baru saja terlintas, suara mekanis tiba-tiba bergema di dalam kepalanya.
【Ding】
Tubuh Chen Mo langsung membeku.
Matanya membelalak.
Selama tiga tahun...
Itu adalah suara yang belum pernah ia dengar.
Ia bahkan sempat mengira dirinya salah dengar.
Beberapa detik berlalu.
Layar transparan di depannya berkedip pelan.
Tulisan-tulisan lama yang selama ini memenuhi layar perlahan menghilang, digantikan oleh pesan baru.
【Anomali Terdeteksi】
【Lokasi: Hutan Kabut Gelap】
Jantung Chen Mo berdetak semakin cepat.
Tangannya tanpa sadar mengepal.
Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, sistem akhirnya menunjukkan sesuatu yang berbeda.
Meski hanya dua baris sederhana, itu sudah cukup membuat harapan yang hampir padam kembali menyala.
Tulisan berikutnya kembali muncul.
【Peluang Aktivasi Sistem: 0,01%】
Chen Mo terdiam.
Angka itu sangat kecil.
Begitu kecil hingga hampir mustahil.
Namun...
Itu tetap lebih baik daripada nol.
Setidaknya sekarang ia tahu masih ada secercah kemungkinan.
Layar kembali berkedip.
【Misi Sementara Terbentuk】
【Pergi ke Hutan Kabut Gelap】
【Hadiah: Tidak Diketahui】
Chen Mo menatap tulisan itu cukup lama.
Lalu perlahan berdiri.
Tatapannya mengarah ke pegunungan di kejauhan, tempat kabut tipis mulai turun menyelimuti lereng-lereng hutan.
Hutan Kabut Gelap.
Wilayah itu dikenal berbahaya bagi murid luar. Banyak orang memilih menghindarinya kecuali benar-benar memiliki alasan.
Namun kesempatan seperti ini mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.
Jika ada kemungkinan sistemnya bisa diperbaiki...
Sekecil apa pun peluangnya...
Ia akan mencobanya.
Tanpa ragu lagi, Chen Mo melangkah menuju gerbang sekte.
Langkahnya jauh lebih cepat daripada biasanya.
Yang tidak ia sadari, sepasang mata diam-diam mengikuti kepergiannya.
Di bawah pohon willow yang bergoyang pelan tertiup angin, seorang gadis berpakaian putih berdiri dengan tenang.
Lin Qingyue.
Salah satu murid paling berbakat di generasi muda Sekte Awan Hijau.
Tatapannya mengikuti sosok Chen Mo yang semakin menjauh.
Biasanya pemuda itu selalu terlihat santai, seolah tidak memiliki tujuan yang jelas.
Namun hari ini berbeda.
Langkahnya tegas.
Tatapannya juga berbeda.
Seolah ia akhirnya menemukan sesuatu yang selama ini dicari.
Lin Qingyue sedikit mengernyit.
Entah mengapa, ia merasa perubahan itu bukan sekadar kebetulan.
Sementara itu, Chen Mo terus berjalan menuju Hutan Kabut Gelap.
Semakin jauh ia melangkah, semakin tebal kabut yang menyelimuti jalan setapak di depannya.
Pepohonan mulai tampak samar.
Suasana di sekelilingnya perlahan berubah sunyi.
Kabut putih keabu-abuan menelan pandangannya sedikit demi sedikit.
Kesempatan yang telah ia tunggu selama tiga tahun akhirnya muncul.
Namun...
Apakah itu benar-benar sebuah kesempatan?
Atau hanya lelucon baru dari sistem rusaknya?
Kabut perlahan menelan sosok Chen Mo.
Dan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, roda takdirnya mulai bergerak.
,kayak nya gw GK kebaca atau lupa deh