Seorang pemuda bernama Li Hao tiba-tiba saja dipindahkan ke daratan asing tanpa mengetahui alasan yang jelas.
Sebuah layar tiba-tiba saja muncul di hadapannya, dia diberikan sebuah System yang bisa membuatnya menjadi kuat dalam waktu singkat.
Namun, tidak ada satupun penjelasan yang menjelaskan alasan Li Hao dipindahkan. System yang diberikan padanya seperti sebuah program tanpa adanya kehidupan, dan ia harus menjelajahi daratan asing tersebut untuk bisa bertahan hidup.
Apakah Li Hao mampu bertahan hidup di daratan yang bukan dunianya lagi, dan mencari tau alasan kenapa dirinya dipindahkan?
Baca terus novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XERA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benang Elemen Api
Keesokan harinya.
Li Hao mulai membuka mata dan menemukan langit-langit kamarnya, ia bangun dan turun dari atas kasurnya.
“Sudah jam berapa ini?” Li Hao melihat ke arah jendela kamarnya, dan mendapati langit yang cerah. “Ah, sudah pagi ternyata...”
Li Hao menguap usai berkata demikian, ia sedikit tersentak saat mendengar suara ketukan pintu rumahnya.
“Sepertinya Xia Zhan sudah datang,” Li Hao bergumam, dan kemudian berjalan keluar dari kamarnya. “Saatnya mempelajari elemen.”
Li Hao membuka pintu rumahnya dan alisnya sedikit mengerut ketika menemukan seorang pemuda berusia 20 tahun-an sedang berdiri sambil membawa nampan yang di atasnya terdapat makanan.
“Hm, apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Li Hao penasaran.
“Apakah Anda menanyakan tentang Xia Zhan?” pemuda itu bertanya untuk memastikan.
Li Hao mengangguk untuk menanggapi pertanyaan tersebut.
“Xia Zhan mempunyai sebuah urusan yang tidak bisa dia hindari. Jadi mulai saat ini, saya yang akan menggantikan tugasnya...” jelas Pemuda tersebut sambil tersenyum.
“Ah, begitu.” Li Hao mengangguk beberapa kali, lalu mengambil nampan makanan itu. “Terima kasih.”
“Sama-sama...” Pemuda itu menjawab. “Kalau begitu, saya izin pamit dahulu.”
Li Hao hanya mengangguk dan membiarkan pemuda itu pergi, ia sejenak diam dan sedikit menyayangkan kepergian wanita itu. “Yah, sudahlah. Setidaknya dia sudah mengajariku dasar-dasar untuk memanifestasikan elemen.”
...****************...
Setelah sarapan pagi, Li Hao berdiri di tengah ruang tamu. Ia menarik napasnya dalam-dalam sebelum menghembuskannya secara perlahan lewat mulut. Matanya kemudian terpejam dan ia mulai memfokuskan diri untuk mencari benang elemen miliknya.
Beberapa saat kemudian, Li Hao akhirnya bisa menemukan sebuah Benang berwarna merah yang mengeluarkan hawa panas. Ia mengangkat tangannya ke depan, lalu mengaliri Qi-nya dalam jumlah tertentu.
Pada saat yang sama Li Hao membayangkan sebuah bola api, dan langsung merasakan hawa panas dari atas telapak tangannya. Mata Li Hao perlahan terbuka, dan ia terkejut saat menemukan sebuah bola api yang ukurannya sebesar telapak tangan.
“Luar biasa...”
Jantung Li Hao berdetak lebih kencang dari biasanya, sulit baginya untuk mengekspresikan kekagumannya saat ini.
Li Hao perlahan menarik tangan kanannya itu, dan mendekatkan bola api tersebut ke wajahnya, “Ini benar-benar api...”
Li Hao melenyapkan bola api di tangannya itu, dan tersenyum puas. “Aku kurang lebih sudah mengetahui cara menggunakan elemen. Sekarang, haruskah aku mengaktifkan keempat elemen lainnya?” Li Hao memegang dagunya, dan ia berpikir keras.
Selang beberapa waktu, Li Hao menggeleng pelan sembari menghela napasnya melalui mulut. “Lebih baik mengaktifkannya setelah keluar dari sekte ini.”
Li Hao merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi padanya jika orang lain mengetahui kalau dirinya mempunyai lima elemen sekaligus. Pastinya berbagai masalah akan menimpa dirinya, dan itu bisa saja membahayakan nyawanya.
“Sebaiknya aku berburu untuk meningkatkan levelku, aku memerlukan statistik poin yang banyak agar bisa menambahkannya ke Qi dan naik tingkat ke ranah Qi Refinement,” Li Hao bergumam, dan kemudian bersiap-siap untuk pergi ke luar.
...****************...
Setelah menuruni gunung, Li Hao diam sejenak karena bingung harus memilih hutan kiri atau kanan. Ia memejamkan mata dan akhirnya memutuskan untuk memasuki hutan sebelah kiri.
Li Hao memasuki kawasan hutan yang cukup dalam, lalu mulai memburu Spirit Beast yang ditemuinya. Li Hao hanya menggunakan tinju sebagai senjatanya, ia tidak menggunakan pedang Iblis Malam karena itu terlalu menarik perhatian dan bisa saja membuatnya masuk ke dalam lubang masalah.
...****************...
Selama satu minggu lebih, Li Hao terus berburu di hutan dan levelnya yang tadinya berada di angka 54 sekarang sudah naik menjadi ke angka 71.
Saat ini di rumah sementaranya, Li Hao duduk bersila di atas kasur sembari melihat layar statusnya.
[ Nama: Li Hao
Umur: 18 Tahun
Level: 71
Basis Kultivasi: Forging Qi bintang 8
Statistik
Strength: 99 Vitality: 31
Agility: 71 Qi: 50
SP: 115 ]
“Aku berburu hampir 16 jam sehari, dan sisanya kugunakan untuk makan dan tidur. Tetapi levelku hanya bertambah 17 saja, itu sedikit membuatku frustasi,” Li Hao berkata dengan suara pelan, “Meskipun begitu, kekuatanku akan bertambah secara signifikan dengan semua SP ini.” Li Hao tersenyum tipis. “Besok aku akan keluar dari sekte ini. Setelah itu, akan kutambahkan sebagian besar SP-ku pada Qi. Sepertinya sudah saatnya untuk meningkatkan basis kultivasiku...”
Li Hao kemudian menghabiskan hari terakhirnya untuk membaca beberapa buku pengetahuan tentang dunia ini yang belum sempat dibacanya.
...****************...
Waktu berlalu begitu cepat, ini adalah hari di mana Li Hao keluar dari sekte Gunung Empat Pedang.
Di luar gerbang asrama, Li Hao saat ini sedang berhadap-hadapan dengan Gong Da. Keduanya sedang mengobrol sembari mengucapkan beberapa kata perpisahan.
“Kalau begitu, saya pamit dulu, Paman.” Li Hao menangkupkan kedua tangannya dengan badan yang sedikit membungkuk.
Gong Da mengangguk pelan, dan tersenyum tipis. “Ya, Berhati-hatilah. Semoga keberuntungan menyertaimu...”
“Terima kasih, Paman.” Li Hao ikut tersenyum, lalu melanjutinya. “Ah, apa aku boleh menanyakan sesuatu?”
“Silahkan...”
“Setelah aku keluar dari wilayah sekte ini, apakah orang-orang yang mengawasiku akan berhenti?” tanya Li Hao penasaran.
Gong Da tertawa pelan sebelum menjawab, “Tentu saja mereka akan berhenti, tugas mereka hanya mengawasimu selama tinggal di sekte ini. Jika mereka melanggarnya, maka kematian yang akan menunggu mereka.”
“Kematian?” Li Hao menelan ludahnya dengan kasar, ia pikir jawaban dari pria paruh baya di depannya ini sedikit berlebihan.
Gong Da yang melihat sedikit keterkejutan di wajah Li Hao kembali tertawa pelan. “Suatu saat nanti, kau pasti akan mengetahui sisi gelap dari dunia ini, Nak.”
Li Hao tersenyum pahit sebelum mengangguk pelan. “Baiklah, Paman. Aku pergi dulu.”
Gong Da mengangguk dan melihat pemuda itu berbalik lalu menuruni gunung melewati tangga yang menjadi jalan satu-satunya.
...****************...
Setelah keluar dari wilayah sekte Gunung Empat Pedang, Li Hao langsung bergerak ke arah barat dan tujuannya saat ini adalah kota Shaoyang.
Selama di perjalanan, Li Hao tidak menemukan banyak masalah. Ia terkadang bertemu dengan beberapa Spirit Beast yang menghadang jalan, dan tentu saja ia membunuh mereka semua dengan mudah.
Di padang rumput yang luas, Li Hao sedang beristirahat di bawah pohon yang cukup besar. Pohon tersebut adalah satu-satunya pohon yang tumbuh di sekitar sana, dalam jangkauan tiga kilometer dari posisi Li Hao sekarang, tidak ada satupun pohon yang tumbuh selain pohon itu.
“Sepertinya yang dikatakan oleh paman Gong Da benar, orang-orang yang mengawasiku sudah berhenti mengikutiku sejak aku keluar dari wilayah sekte,” gumam Li Hao pelan. “Apakah aku harus menambahkan statistiknya sekarang? Kurasa bukan ide yang bagus jika aku menambahkannya saat berada di kota Shaoyang.”
Li Hao terdiam sejenak untuk memikirkan hal itu. Setelah melakukan beberapa pertimbangan, ia memutuskan untuk menambahkan statistiknya di tempat ini.
Layar status terbuka dan Li Hao bisa melihat jumlah poin SP-nya, ia tidak mengatakan apapun dan mulai menambahkannya pada Qi.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.