indra dan nimmy pasangan yang dijodohkan oleh orang tuanya sebelum mereka lahir, indra tidak menyukai nimmy karna indra sendiri anak seoarang bos terkaya yang ada di kotanya yang membuatnya sangat sombong sedangkan nimmy hanya anak yang hidup serba pas pasan.
orang tua indra bersahabat baik dengan orang tua nimmy
Yukk simak ceritanya 😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita ariany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
sesampainya di kamar, nimmy mengganti pakaian dan duduk di sofa.
"bagaimana janji yang tadi " pinta indra yang menagi janji saat membuat puisi tadi siang.
"apa boleh sekarang " pinta indra yang saat itu memeluk nimmy dari belakang.
"Mmmm ini kan belum malam Mas, aku mau keluar ahhh mau ke kamar lidya " nimmy yang langsung keluar kamar mencari alasan.
nimny pun masuk ke kamar lidya dan tampaklah lidya yang sedang berdiri di depan cermin sambil mencoba beberapa baju yang dibeli di mall tadi.
"yang itu bagus lidya " suara nimmy yang tiba tiba mengagetkan lidya saat itu.
"ihhh kakak menggetkanku saja " jawab lidya yang melanjutkan tingkahnya berdiri didepan cermin dan berputar putar yang membuat nimmy tersenyum.
"kak nimmy tidak tidur " tanya lidya heran
"kakak masi belum mengantuk " jawab nimmy
"yang ini aku akan memakainya di acara sekolah kak, bagus tidak " lidya yang saat itu menunjukkan baju sejenis gaun berwarna biru muda dan ada tali pita di bagian perut.
"Mmmm sepertinya yang itu kurang cocok di tubuhmu karna terlalu ketat " kata nimmy yang saat itu menilai baju yang dipakai adiknya itu.
sedangkan dikamar indra masih belum tidur, ia masih menunggu nimmy kembali ke kamar.
indra memainkan ponselnya sambil menunggu nimmy, ia bersandar di dinding kasur.
sudah 1 jam indra memainkan ponselnya, tetapi nimmy belum juga kembali ke kamar, indra pun inisiatif untuk ke kamar lidya saat itu.
tok... tokk.. tokkk
indra yang saat itu mengetuk pintu kamar lidya.
"kak indra ngpain kesini " tanya lidya heran yang saat itu membuka pintu kamarnya dan melihat indra yang mengetuk pintu.
"tentu saja aku mencari kakak ipar mu " jelas indra yang saat itu nyelonong masuk ke kamar lidya.
"kak nimmy biarin disini dulu kak, lagian kami belum selesai bicara tau " kata lidya yang saat itu marah melihat kakaknya masuk dan menyuruh nimmy kembali ke kamar.
indra tidak memperdulikan ocehan adiknya itu, ia tetap memegang tangan nimmy untuk kembali ke kamar.
"besok kita lanjutin ngobrol ya " nimmy yang saat itu mengedipkan matanya dan pergi keluar kamar lidya karna tangannya ditarik oleh indra.
lidya cemberut dan kesal karna belum selesai ia meminta saran kapada kakak iparnya itu, indra sudah menyuruhnya kembali ke kamar.
lidya pun menutup pintu kamarnya kembali.
"leo kamu ganteng banget sii " lidya yang saat itu membuka ponselnya melihat profil foto leo yang ada di Facebook.
leo adalah kakak kelasnya, lidya sudah menyukai leo sejak masuk ke SMA.
Ayah Leo pengusaha juga sama seperti Pak bimo, tetapi lidya semenjak masuk SMA ia mengaku kepada teman_temannya bahwa orang tua lidya hanya pekerja buruh pabrik .
ia tidak mau dipandang sombong oleh teman_temannya.
teman lidya disekolah juga orang biasa saja, pekerjaan orang tua mereka hanya petani dan ada juga yang bekerja di pabrik sebagai buruh.
di sekolah lidya termasuk anak biasa saja, tidak terlalu pintar dan juga tidak bodoh.
ia bersahabat baik dengan ayu, umi, dan dina.
mereka bertiga teman yang baik dan tulus menurut lidya.
tidak seperti teman semasa SMP .
dulu sewaktu SMP lidya berteman dengan orang_orang kaya tetapi menurut lidya mereka mau berteman dengannya karna lidya anak orang kaya saja.
leo sendiri kakak kelas lidya, mereka satu sekolah di SMA pelita harapan.
lidya menyukai leo mulai awal masuk SMA dan leo kakak pembina pramuka, lidya termasuk salah satu dari anggotanya.
sesampainya di kamar , nimmy melepaskan tangannya.
"kamu kenapa harus jemput segala sih mas " nimmy yang saat itu melihat indra dengan tatapan cemberut dan kesal.
"aku dari tadi menunggumu untuk kembali, tapi kenapa kamu lama sekali " jawab indra saat itu.
"ya kan kamu bisa saja tidur duluan kan mas, kenapa harus menungguku " tanya nimmy yang tidak mengerti maksud dari indra.
"apa kamu lupa dengan perjanjian puisi itu, ayo tunggu apalagi cepat buka semua bajumu" pinta indra pada istrinya itu.
"o iya aku lupa "dalam hati nimmy saat itu.
nimmy yang saat itu membelalakkan matanya dan melotot karna indra menyuruhnya membuka baju ia menutup dadanya dengan tangan dan menyilangkan kedua tangannya.
" enggak mau ah, malu "jawab nimmy saat itu.
" kamu sudah berjanji ayoo. "indra yang saat itu menarik nimmy ke ranjang dan nimmy pun terlentang .
" aku sedang datang bulan mas,, iya datang bulan "nimmy pun beralasan.
" kamu kan sedang hamil mana mungkin datang bulan hahah "indra pun tertawa saat mendengar jawaban nimmy.
karna tidak tahu mencari alasan apalagi , nimmy pun hanya pasrah dengan indra yang melepaskan baju juga menindih nya.
indra mencumbu nimmy dengan penuh hasrat malam itu.
sedangkan nimmy hanya diam dan pasrah dengan suaminya yang memperkosanya dengan buasnya.
"bagaimana sayang, apa kamu menyukainya " tanya indra saat itu yang berbisik di telinga nimmy.
nimmy hanya diam dan memejamkan matanya.
sesekali ia membuka matanya melihat indra yang tersenyum senang.
setelah beberapa jam mereka bertempur hingga 5 kali berturut-turut hingga indra mengeluarkan cairan putih beberapa kali ,akhirnya mereka berdua pun tertidur pulas malam itu.
keesokan paginya hujan turun dengan derasnya hingga beberapa jam.
nimmy yang saat itu bangun lebih awal dibanding indra melihat kearah jendela dan menutupnya kembali karna angin yang kencang membuat percikan air hujan masuk ke kamar mereka.
tokk.. tok.. tokk
"indra... nimmy buka pintunya sayang" bu susanti yang saat itu mengetuk pintu dari luar.
mendengar ada yang mengetuk pintu nimmy pun membuka pintu kamar.
"ada apa ma " tanya nimmy pada bu susanti.
"mama hanya mau bilang hari ini mama dan papa kamu akan ke sekolah lidya untuk acara sekolah, bilangin ke indra untuk gantiin papa ke kantor ya " kata bu susanti yang menyampaikan pada nimmy
"ohh iya ma, nanti nimmy bilang ke mas indra" nimmy kembali ke kamar dan menutup pintunya kembali.
bu susanti bersama pak Bimo dan lidya berangkat ke gedung aula sekolah menggunakan mobil yang diantar oleh supir.
ketika akan berangkat lidya menyuruh bu susanti dan pak Bimo untuk tidak membawa mobil, karna pasti teman_teman sekolahnya akan banyak pertanyaan.
akhirnya mereka bertiga berangkat dengan menggunakan angkutan umum yaitu angkot.
"papa terakhir kali naik angkot pas SMA nih ma " pak Bimo yang saat itu membicarakan kenangan sekolah semasa SMA nya.
"agak bau nih pa " lidya yang saat itu menutup hidungnya saat didalam angkot.
"hussttt lidya kamu gak boleh kaya gitu, kamu harus terbiasa dengan lingkungan sekitar, jadi suatu ketika mama dan papa tidak mampu membeli mobil kamu bisa naik angkutan umum" kata bu susanti yang saat itu menasehati putrinya itu.
maaf jika author tidak upload setiap hari,karna ada pekerjaan lain.
terimakasih yang sudah vote❤