Novel ini berkisahkan tentang pernikahan yang terjadi karena adanya perjodohan,
Namun pernikahan yang mulanya berjalan tanpa Cinta itu, dapat berubah. Dua insan yang mulanya tidak saling mengenal, kini saling tidak ingin meninggalkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANISA RANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EVENT
Hari berlalu begitu cepat, dan hari ini adalah hari Senin. Dimana sekolah Zahra menyelenggarakan Pesta Pelajar. Perlombaan yang ada dievent Pesta Pelajar itupun banyak sekali, Cabang lomba Pramuka, LCT SAINS, LCT MATH, dan Cabang lomba ceramah (Dai'/ Da'iyah)
Tampak semua dewan guru, para juri, para Anggota OSIS dan juga para peserta lomba berkumpul didalam Aula besar sekolah. Mereka sedang Opening Event, yang akan dibuka oleh Zahra
"Zahra, apa kamu sudah siap?" (Tanya Sissy pada Zahra yang sedang merapikan hijabnya)
"Sebenarnya sih agak kurang percaya diri Ssy, tapi don't mind about it. Doakan aku ya Ssy" (Jawab Zahra sambil memegang kedua pundak Ssy)
"Iyaa iyaa.. pasti aku doain kok, ayoo cepat kamu sudah ditungguin tuhh" (Ucap Sissy dan membuat Zahra menganggukkan kepalanya mengiyakan)
Dengan langkah yang sedikit gugup, Zahra memberanikan dirinya untuk memberi sapaan pada semua yang ada diAula itu
"Selamat pagi semua, Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada para peserta lomba yang sudah berpartisipasi dalam meramaikan event tahunan ini. Dan saya juga ingin berterimakasih pada Pak Irfan, selaku pemilik dan pemimpin yayasan atas diberikannya ACC Event yang sangat baik dari mulai setting kepanitiaan, perlengkapan hingga konsumsi. Saya juga sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu mempersiapkan event ini, tapi saya tidak bisa menyebutkannya satu persatu. Dan, memulai Event... Izinkan saya menyanyikan sebuah lagu untuk membuka pergelaran acara ini" (Ucap Zahra sambil terus memasang senyum ramah pada semua hadirin)
Zahra pun mulai bernyanyi. Dia membawakan sebuah lagu yang berjudul 'MAKNA CINTA', Rizky Febian
"Pagi hari menyapa dengan indah"
"Ku tersenyum melihat kau masih lelah"
"Sudah dengan berbagai cara"
"Agar tak terlewatkan hari yang indah"
"Banyak hal yang tlah, kita lewati"
"Disetiap.. Harinyaa.."
"Denganmu ku mengerti arti cinta"
"Arti cinta sesungguhnya"
"Tumbuh disetiap saat"
"Dan mengerti makna cinta"
"Makna cinta yang abadi"
"Kan ku jaga cinta ini..."
Zahra bernyanyi dengan suara yang sangat Merdu, dan mendapat tepukan tangan dari semua hadirin. Mereka sangat kagum mendengar suara Zahra yang seakan membuat mereka terhipnotis,
"Wahh kakak itu selain cantik, suaranya juga indah yaa.."
"Merdu sekali suaranya, siapa namanya pak?"
"Suaranya seindah wajahnya"
Ucap beberapa hadirin memuji Zahra
"Sekarang, kamu sudah benar-benar membuatku sangat mencintaimu Zahra Syifatunnisa" gumam Izzan dalam hati sambil menatap Zahra
***
Akhirnya Acara inti pun dimulai. Zahra tampak mondar-mandir dengan membawa file-file penilaian para juri terhadap para peserta lomba. Dan ketika Zahra sudah selesai nenata file-file itu dengan rapi, Zahra pun menghela nafasnya
"Huffftt, lelahnyaa..." (Ucapnya seorang diri)
"Kalau lelah, jangan terlalu dipaksa sayangg..." (Ucap seorang pria dengan suara baritonnya)
Dengan cepat, Zahra menoleh kearah si pemilik suara yang sudah sangat familiar ditelinganya
"Tadii, kamu panggil aku apaa??" (Tanya Zahra pada pria itu)
"Sayang" (Jawabnya singkat, membuat Zahra memonyongkan bibirnya)
"Jangan seperti itu. Kalau kamu seperti itu, rasanya aku ingin sekali memakannya" (Ucap pria itu, membuat Zahra menyebut namanya sedikit berteriak)
"ABDUL IZZAN MUFALLAH!!!" (Teriak Zahra disamping telinga Izzan)
"Aduuhh Zahraaa... suaramu itu membuat gendang telingaku pecahh" (Gerutu Izzan sambil mengelus kasar telinganya)
"Abisnya kamu nyebelin banget sih, asal manggil sayang aja" (Sahut Zahra dengan nada yang sangat ketus)
"Tapi kamu suka kan? heemm?" (Tanya Izzan sambil tersenyum menggoda Zahra)
"Hiisss.. dasarr pria anehh!" (Tukas Zahra yang hendak pergi meninggalkan Izzan, tapi dengan cepat Izzan menghalangi jalannya)
"Eeiittss.. kamu mau kemana? masa begitu saja marah sih" (Ucap Izzan)
"Kamu tuh bercandanya jorok tau!" (Sahut Zahra bersungut)
"Iyaa iyaa aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi. Tapi kalau kita sudah menikah, aku tidak akan melewati satu haripun tanpa menggodamu sayang" (Ucap Izzan yang diakhiri nada berbisik diakhir perkatannya)
"Kenapa bisik-bisik? oohh aku tauu, kamu berniat menggodaku terus yaa?" (Tanya Zahra menebak-nebak)
"Shiitt, apa dia ini dukun? kenapa dia selalu tau isi fikiranku? masa iya dukun secantik ini" gumam Izzan dalam hati
"Tidak tidakk. Siap yang berbisik sihh, Aku ituu tadi cuma mengingat-ingat jam meetingku besok" (Jawab Izzan berbohong)
"Heemm.. baiklah, meskipun aku tidak terlalu percaya.. but, no problem" (Tukas Zahra)
"Syukurlahh dia tidak berkelanjutan membahas ini. Kalau sampai iyaa, habislah aku" gumam Izzan dalam hati
"Emm Zahra, sebenarnya aku kesini itu untuk mengajakmu makan siang dikantin" (Ucap Izzan canggung)
"Pasti nanti dia menyertai senyuman manisnya ketika merayuku, atau dengan mengancamku" gumam Zahra dalam hati seolah tau apa yang nanti akan Izzan lakukan untuk merayu Zahra agar mau makan siang bersama
"Please Ra...Nanti aku belikan soto lagi deh" (Pinta Izzan sambil memasang wajah memelas pada Zahra)
"Benarkan apa ku bilang" gumam Zahra lagi
"Yasudah, tunggu sebentar disini. Aku akan memanggil sekretaris koordinator kesini untuk menjaga file nilainya" (Ucap Zahra yang diiyakan oleh Izzan)
☘☘☘
Zahra dan Izzan pun kini sudah ada dikantin. Seperti pertama kalinya, Izzan memilih kursi paling pinggir
"Ini, makanlah" (Perintah Izzan pada Zahra)
Mereka berdua tampak sedang asik menikmati makan siang bersama, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang beradu diantara keduanya
"Haahh... kenyangnyaa" (Ucap Izzan sambil mengelus perutnya yag merasa sangat kekenyangan itu)
"Kamu suka soto juga Zan?" (Tanya Zahra)
"Awalnya si engga, tapi karena melihatmu makan soto dengan lahapnya. Jadi aku ingin mencobanya" (Jawab Izzan sambil terus menatap Zahra, membuat Zahra tersipu malu)