Kanaya merupakan seorang gadis penulis novel terkenal di kota Bandung, semua orang mengenal Kanaya, siapa yang tidak mengenalnya seorang gadis yang sedang populer di kota Bandung.
Tapi karena hanya sebuah novel yang harus Kanaya buat di sebuah desa membuatnya kehilangan nyawa dengan sangat tragis.
Sampai dia kembali terbangun di tubuh seorang gadis yang umurnya hanya selisih satu tahun dengan dirinya.
"Siapa kau?"
"Aku pemilik tubuh, yang kau tempati sekarang, nama ku Dara"
"Ohh tidak, jadi gue transmigrasi gitu? dan kenapa tubuh lu culun banget sih?"
Bagaimana cara Kanaya menjalani hidup barunya?
Dari pada penasaran mending baca
Follow instagram: @Ilmanadia26
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelesaikan penelitian terlebih dahulu
Arka yang mendengar kabar restorannya telah dibobol seseorang harus menyikapinya dengan tenang tidak boleh terburu-buru begitu lah Arka.
"Lu suruh orang restoran tutup dulu aja untuk beberapa hari ini Gas, tapi jangan sampai ada yang tau kalau restoran kita ada masalah"
"Terus kita mau menangani masalah ini kapan Ar?"
"Kita selesaikan satu-satu dulu Gas, kita udah terlanjur ada disini, jadi kita selesaikan penelitian dulu habis itu kita baru urusin restoran"
"Tapi bukannya lebih baik segera diselesaikan Ar?"
"Gue tau Gas, tapi kita harus menyusun rencana dulu jangan terburu-buru"
"Bener apa yang Arka bilang Gas jangan terburu-buru, karena biasanya jika kita mengerjakan sesuatu dengan terburu-buru maka hasilnya tidak sesuai ekspektasi yang kita inginkan" tambah Bayu.
"Dari tadi kalian bilang restoran, restoran yang mana?" Kanaya sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya sedari tadi dia hanya menyimak ketiga laki-laki tersebut yang sedang membicarakan masalah serius.
"Lu masih disini?" Arka kembali beratnya bukannya menjawab pertanyaan Kanaya. "Menurut lu dari tadi gue disini patung gitu?" kesel Kanaya.
"Gak gitu Dara…."
Saat Arka akan kembali berbicara suara cempreng Tania membuat Arka mengurungkan niatnya.
"Dara….. Cantika…..!"
"Allahuakbar, gue nggak budek, kagak tuli Tania!! ngapain sih lu teriak-teriak kayak di hutan aja"
"Lah emang ini hutan" sahut Bayu.
"Lu siapa sih gue kagak nanya juga sama lu, dan lu kenapa nyari gue Tania?"
"Dari pagi gue nyari lu ternyata disini sama tiga cogan lagi"
"Tadi gue gak sengaja disini terus tiba-tiba si Arka dateng jadi gue ngobrol deh, eh, pas belum lama ngobrol si Bagas sama ini cowok dateng bawa kabar kalau restoran milik Arka kebobolan, lu tau restoran mana?" Kanaya sambil menunjuk Bayu saat mengatakan. "Si Bagas sama ini cowok datang"
"What! restoran favorit maksudnya?" heboh Tania, karena Kanaya dan Tania sudah terlanjur tau maka ketiga laki-laki itu menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Tania.
"Restoran favorit yang sering gue datengin maksudnya? itu ownernya beneran lu Ar?"
"Menurut lu?"
"Mana gue tau"
Dua menit kemudian terjadi keheningan antara kelima orang tersebut.
"Lu tumben deket sama si Dara biasanya juga julid" cepelos Bagas.
"Kenapa emang masalah buat lu?" Tania menyahut dengan lantang.
"Santai kali kayak mak lampir lu"
"Mulut lu gue tabok ya bagas" emosi Tania.
Ketiga orang yang lain tidak berniat untuk memisahkan Bagas dan Tania yang sudah mulai adu mulut.
"Jadi apa ide lu Ar?" Bayu tidak mempedulikan Bagas dan Tania lagi.
"Entah lah entar gue pikirin lagi, jam sepuluh malam nanti kita kumpul"
"Gue ikut! harus gue juga mau bantu Kalian" ucap Kanaya cepet.
Mendengar Dara menawarkan diri tentu juga Tania tidak ingin ketinggalan.
"Gue juga ikut"
Arka membolehkan Kanaya atau Dara dan Tania ikut, mau bagaimana lagi mereka sudah tau tentang ini semua.
"Oke deal berarti entar malam kumpul di tempat biasa" ucap Bayu.
"Buset main kumpul tempat biasa aja, mana gue tau" sungut Kanaya.
"Santai entar lu sama dia" menunjuk Tania. "Dijemput sama si Bagas"
"Ogah gue jemput Tania"
"Siapa juga yang mau dijemput sama lu gue juga ogah"
Karena hari sudah semakin siang Kanaya mengajak Tania pergi, sebentar lagi kegiatan mereka akan dimulai hari ini harus benar-benar meneliti dengan sangat ekstra. Apalagi Kanaya sudah tidak betah dengan perdebatan Bagas dan Tania yang selalu memperdebatkan masalah kecil.
'Nanti kalian berdua akan bersama' batin Bayu yang dia maksud Bagas dan Tania.
Arka sudah pergi dari tempat itu, tepatnya saat Dara dan Tania sudah pergi juga, karena Arka ingin segera menyelesaikan penelitian skripsinya untuk segera kembali ke kota Tangerang agar bisa mengurus segera kekacauan yang terjadi di restoran miliknya.
"Hati-hati lu suka sama dia" setelah Bayu mengucapkan hal itu dia pergi begitu saja meninggalkan Bagas yang tidak maksud dengan perkataan Bayu.
"Kalian ini gue harus bantu Arka, walaupun dia terkesan cuek tapi bagaimanapun nyawa Dara pernah dia selamatkan" gumun Kanaya.
"Oke kalian hanya punya waktu tiga jam dari sekarang untuk penelitian terakhir kita, semaunya mengerti" sura pak Arya membuat Kanaya kembali ke alam sadarnya.
"Paham pak….!!" walaupun para mahasiswa-mahasiswi itu tidak paham tapi mereka tetap mengatakan paham saja, biar cepat beres.
Kanaya dan seluruh teman-temannya fokus pada pekerjaannya mereka begitu juga dengan Tania.
***
Di gubuk sawah yang tidak jauh dari rumah Bayu dan kakeknya Arka baru saja menyelesaikan penelitiannya untuk skripsi.
"Kelar juga akhirnya, gue ketemu kakek Darim dulu abis itu mikirin rencana selanjutnya buat restoran" ucapnya sambil berlalu pergi menuju rumah Bayu. Arka sebenarnya sudah memiliki rencana sendiri tapi rencana ini tidak untuk yang lain.
"Kakek Darim" panggil Arka yang melihat kakek Darim sedang menjala ikan di kolam punya kakek Darim sendiri.
"Arka udah lama disini?"
"Baru semalam kok kek, tadi malem mau ketemu kakek tapi kata Bayu udah tidur, karena aku sama Bagas juga datang lumayan malem" jelas Arka.
Kakek Darim tersenyum sambil sesekali kembali fokus pada jalan nya. "Iya tadi kakek ketemu si Bagas lagi ngerjain skripsi sambil katanya, sambil ngopi biar enjoy"
"Kalau gitu Arka ke rumah dulu kek ketemu Bayu sama Bagas"
"Iya Arka"
Setelah tiga jam lamanya Kanaya akhirnya berhasil menyelesaikan penelitiannya tentang desa kecil itu begitu juga Tania.
"Capek banget gue, cuman kayak gini dong padahal" keluh Kanaya.
"Tumben lu ngeluh Dar, bisanya juga kagak pernah" sambung Tania.
"Gue juga manusia Tan, kapan aja bisa ngeluh"
'Gue bilang apa kuliah itu capek, mending kerja dapet duit, tapi kalau orang tuanya kayak sih lebih baik kuliah, tapi kalau orangnya kayak gue, pasti yang namanya kuliah males' batin Kanaya hanya tapi, tapi, tapi dan tapi.
***
Seperti janji mereka berlima tadi siang kini mereka sudah berkumpul ditempat yang Bayu maksud, ya gubuk tempat Arka menyelesaikan penelitian skripsinya tadi.
"Jadi gimana kalian pulang besok?" tanya Bayu. "Pasti Bay kita juga udah beres sama tugas disini, lu juga harus ikut" sahut Arka.
"Kita juga pulang besok, jadi gimana besok kita langsung kumpul dimana?" Tania ikut nimbrung.
"Nyambung aja lu kayak kabel" suara Bagas membuat Tania ingin sekali menaboknya.
"Jangan berantem terus entar jodoh gimana?"
"Kita kumpul di cafe dekat kampus" Arka mengalihkan topik pembicaraan Kanaya, karena dia juga dengan Dara sering ribut bisa gawat kalau diserang balik sama si Bagas..
"Oke tapi gue datangnya nyusul ya pas malem aja"
"Beres Bay"
Sekitar jam sebelas malam mereka baru menyelesaikan diskusi tentang rencana yang sudah mereka susun dengan sangat matang.
kbnyakan monolog nya