Charlene seorang atlet panahan profesional terdampar di masa kerajaan eropa kuno. Dia memasuki tubuh Puteri Charlene yang memiliki paras seperti dirinya.
Seumur hidupnya, Puteri Charlene harus hidup sebagai Pangeran Arlon dan menjabat sebagai putera mahkota kerajaan Iceberg. Hal ini dikarenakan raja Arcton tidak dapat lagi memiliki anak untuk dijadikan penerus takhta.
Dua tahun sebelumnya, Duke Jason berhasil menggulingkan takhta Raja Arcton. Dia berhasil menghabisi seluruh anggota kerajaan kecuali sang putera mahkota Arlon. Tidak ada yang mengetahui bahwa Arlon adalah seorang wanita dan selama ini berhasil bersembunyi di dalam hutan sampai ajal menjemputnya, dan jiwa nya tergantikan oleh Charlene dari zaman modern.
Cerita ini adalah kisah jalinan cinta antara Charlene yang masih berstatus buronan dengan Raja Jason.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembunuh Gelap
Waktu berjalan begitu cepat, Charlene yang telah terlelap dibangunkan oleh naluri nya.
Seperti nya ada seseorang di dalam kamar nya, ketika Charlene membuka mata nya, benar saja sebuah belati hendak ditusuk kan pada nya.
Charlene berguling ke sisi tempat tidur nya, dia berusaha lari. Tetapi rambut panjang nya tertangkap, dia memekik ketika orang tersebut menarik keras rambut nya.
Dengan sekuat tenaga, dia menendang ******** pria asing di hadapannya. Pria itu tersungkur seketika, Charlene mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.
Pembunuh itu kembali mengejar Charlene, Charlene yang ketakutan terus berlari ke arah tempat nya berlatih memanah.
Dia mengambil panah nya, dan bersembunyi menunggu kesempatan terbaik untuk menyerang pembunuh itu. Punggung nya terasa terbakar, dia kembali merasakan luka nya kembali terbuka dan mengalirkan darah.
Suara langkah kaki terseok terdengar, "Kau ingin bermain hide and seek dengan ku nona? Serahkan dirimu, aku akan membuat kematian yang mudah untukmu."
Terdengar suara yang lain "Kau kenapa? Lama sekali kerjamu, kita hanya perlu menghabisi wanita itu saja. Duke sudah menjanjikan emas yang cukup banyak untuk kita."
"Kita berpencar mencari nya."
Charlene menjadi tegang, entah ada berapa orang yang dikirim untuk membunuh nya. Dia membidik salah satu pembunuh itu dan memanah tepat di dada nya.
Erangan Sang pembunuh membuat teman nya waspada.
Temannya mengetahui persembunyian Charlene dan berlari ke arah nya dengan membabi buta.
Charlene menembakkan kembali anak panah nya, tetapi berhasil di hindari oleh sang pembunuh.
"Wanita sialan! Aku terlalu meremehkan mu!"
Belinda terbangun ketika mendengar keributan, dia melihat dari pintu kamar nya jika ada seorang pembunuh mengejar junjungannya. Belinda berteriak sekencang mungkin supaya para prajurit bisa mendengar nya.
Pembunuh yang mendengar suara Belinda pun panik, dan segera melarikan diri.
Tak lama kemudian para prajurit sudah datang dan menangkap pembunuh yang telah berhasil dilumpuhkan.
Dan ada sebagian prajurit mengejar sisa pembunuh yang melarikan diri.
Charlene mengeringkan peluh di dahi nya, kembali dia bernapas lega, 'Setidaknya ini bukan akhir hidupku.'
Belinda mencari keberadaan Charlene, kemudian membantu Charlene untuk kembali ke kamar nya.
"Nona, apakah perlu saya panggilkan tabib?"
Charlene menggeleng, "Tidak usah. Jangan membuat keributan."
Sembari mengganti perban di luka Charlene, Belinda dengan ragu - ragu bertanya, "Nona apakah kau mempunyai musuh? Kenapa para pembunuh itu mengejar mu?"
"Musuhku seperti nya banyak. hahhhh.. entahlah, aku pun sudah lelah dengan semua ini."
"Apakah nona tahu siapa yang mengutus para pembunuh itu?"
"Lebih baik kau tidak perlu tahu, aku tak mau melibatkan mu. Cukup aku saja yang tahu."
Charlene sekarang paham, bahwa ini adalah salah satu peringatan Duke Lizt. Entah apa jadi nya jika dia mengetahui bahwa tubuh ini sebenarnya adalah pangeran Arlon yang dia cari.
Keesokan hari nya, Jason bergegas menemui Charlene. Dia sempat memarahi Dheen karena tidak memberitahukan perihal pembunuh yang menyerang Charlene.
"Apakah kau tidak apa-apa?"
Charlene mengangguk pelan, "Aku tak apa-apa."
"Apakah para pembunuh itu menyebutkan Duke Lizt?"
Charlene hanya mengangguk kembali, "Jason, jangan mencari masalah dengannya."
"Kau tenang saja. Aku akan mengurus semua masalah ini. Aku akan menempatkan beberapa prajurit di sekitarmu."
Ketika Jason akan pergi, Charlene menahannya, "Apakah ini tidak berlebihan? Jika kau menambah prajurit untuk melindungi ku, sama saja kau memanas - manasi Sang Duke. Lebih baik seperti ini, seperti nya dalam waktu dekat pembunuh itu tak akan kembali."
Jason tak menjawab, kemudian dia pergi meninggalkan Charlene untuk menginterogasi pembunuh yang tertangkap semalam.
Dokter istana datang di kediaman Charlene, rupanya Jason meminta nya untuk memeriksa keadaan Charlene.
Setelah luka nya diperiksa, dan tidak ada lagi pelayanan di sekitar mereka, dokter tersebut membuka suara
"Apakah anda tidak terlalu gegabah yang mulia?"
"Kau mengenali ku dokter?"
Dokter itu kembali tersenyum, "Tentu. Kau pikir siapa yang mengobati penyakit mu sejak kau kecil hingga memasuki usia remaja. Walau kini penampilan mu banyak berubah, tetapi sorot mata mu tak dapat menipuku. Aku tahu kau anak yang berani Charlene, tetapi untuk tinggal di tempat ini terlalu beresiko."
"Dokter, apakah kau tahu bahwa sarang macam adalah tempat persembunyian terbaik."
"Ya aku tahu, tapi kini tidak saja ada seekor macan. Serigala maupun ular pun banyak di sini. Jika kau mau, kau dapat tinggal di pedesaan, aku akan memberikan mu rumah dan sejumlah uang. Kau dapat memulai hidupmu yang baru tanpa intrik istana. Aku yakin permaisuri pun pasti menyetujui hal ini."
Charlene terdiam, mungkin jika Charlene yang sesungguhnya akan menerima tawaran ini, tetapi dia berbeda.
Di zaman yang terasa asing bagi nya, Charlene hanya mengenal dekat Jason. Jika tidak bersama nya, entah bagaimana dia menjalani kehidupan di sini.
"Melihat ekspresi mu, sudah pasti kau menolak tawaran ku. Baiklah, jika kau masih mau menerima tawaran ku, kau tahu dimana mencari ku. Jaga kesehatan mu yang mulia Arlon. Hamba permisi."
Senyum Sang dokter mengembang di wajah nya yang sudah termakan usia.
Charlene akan mengingat pesan ini.
Salah satu pembunuh yang berhasil melarikan diri pun kembali ke kediaman Duke Lizt.
"Kenapa membunuh seorang wanita lemah saja kalian tak bisa!! Dan kau berani menyebut dirimu sebagai pembunuh bayaran? hah?! yang benar saja!!"
"Ampun yang mulia Duke. Anda tidak menyebutkan informasi bahwa wanita itu memiliki keahlian memanah. Dan kemampuannya di atas rata - rata prajurit."
"Apakah kau tidak berlebihan memujinya?"
"Tidak yang mulia. Dia mampu memanah dari jarak yang sangat jauh dan tepat sasaran. Dia tidak dapat diremehkan.
Duke berpikir keras, 'di Kerajaan ini hanya segelintir orang yang memiliki kemampuan seperti itu. Tetapi mereka semua laki - laki. Siapa wanita ini?'
"Sergio, perintahkan seseorang untuk mencari tahu identitas wanita ini."
"Baik tuanku"
"Sergio, menurutmu siapakah di negeri ini yang memiliki kemampuan memanah di atas rata-rata?"
"Tidak banyak tuanku, Count Aland dan Marquis Sebastian. Kedua orang ini selalu menjadi pemenang di arena berburu."
"Apakah kau yakin? Tidak kehilangan info apa pun?"
"Tidak tuanku."
Tak lama kemudian salah seorang prajurit datang dengan membawa surat dari Raja Jason.
"Tuanku Duke, anda mendapat surat dari Sang Raja."
"Sergio buka lah! Dan beri tahu aku apa yang tertulis di situ."
Sergio pun membaca surat tersebut. "Yang mulia, Raja Jason mengetahui jika anda yang mengirimkan para pembunuh. Raja Jason tidak Terima orang suruhan tuan telah menyerang wanita nya. Raja Jason memberi peringatan, jika hal seperti tadi malam terulang, maka hubungan Raja dengan anda akan kandas."
"Hahaha! Anak kemarin sore berani mengancam ku. Baiklah kita lihat saja hasil nya. Abaikan saja berita tak penting seperti itu Sergio."
"Baik tuanku."
mana di awal dateng ke istana dia sok berani, padahal dia status nya seorang pelayan.
lagian dunia yang dia tempati itu jaman monarki bukan dunia modern tempat asalnya, jelas hukum dan segala nya beda tapi dia malah sok berani ngelawan.
hmmmm...rasakan Matilda😠
jujurly aku suka banget i mean like beda gitu sama yg lain.
yah klw menurut aku ya tipe orang yg melihat segala sesuatu itu dari sudut pandang yg berbeda" tidak hanya dari sudut pandang satu orang aja!
karya mu memang beda dan aku suka banget.
disini tuh si villain nya Matilda tapi klw seandai nya kamu buat S2 nya lagi dengan sudut pandang Matilda. sudah pasti yg jadi villain tuh si arlon 😢 jujurly sebenarnya selama aku mmbaca karya mu ini aku slalu memposisikan diri jadi Matilda, dan aku juga ngak menyalakan Jason dan arlon karna memang tempat berlabuh nya cinta tuh ngak ada yg bisa nebak .
klw seandainya kamu buat karya dengan sudut pandang Matilda, yah pasti arlon tu villain nya 🤭
apapun itu karya kamu bagus banget Thor penulisan dan tata bahasa mu juga sopan banget gampang di terima halayak! semakin sukses untuk semua karya mu Thor 😇 tetap sehat dan selalu bahagia Author 🙏