❤Tahap Revisi❤
Andita Andriani adalah seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya demi perempuan lain. Empat tahun menjalin hubungan jarak jauh, Andita tidak menyangka akan menerima sebuah pengkhianatan.
Dirinya bertekad untuk membalas semua penghinaan dan pengkhinatan yang sudah diterimanya dari sang kekasih.
Disatu sisi, seorang CEO muda yang tampan dan sukses, juga sedang mengalami patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
Zidan Pratama Wijaya, harus merelakan cinta pertamanya pada sang sahabat. Dan karena hal itu pula yang membuat Zidan berubah menjadi pribadi yang dingin dan sulit didekati.
Lalu bagaimanakah kisah perjalanan mereka?
Ikuti ceritanya yaa...
Jangan lupa berikan Like, Komen, Vote, dan Hadiah kalian untuk Author, supaya Author semangat nulisnya..
Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RatuElla11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penolakan Zidan
Baru beberapa langkah Zidan berjalan masuk kedalam rumah, ia dikejutkan oleh keberadaan Tuan Reyhan dirumah Ayahnya. Tuan Reyhan dan Ayahnya sedang berbincang-bincang diruang tamu.
"Zidan kau sudah pulang?" Tanya Tuan Reyhan ketika melihat Zidan baru saja datang.
Tuan Wildan mengikuti arah pandangan rekan bisnisnya itu. Mereka berdua menatap Zidan, begitu juga sebaliknya dengan Zidan yang menatap mereka secara bergantian.
"Ehm. Ya, Paman." Zidan hanya menjawab singkat.
Perasaan Zidan menjadi tidak nyaman ketika melihat Tuan Reyhan ada dirumah Ayahnya.
"Kemarilah, Nak!" Titah Tuan Wildan pada Zidan.
Bukankah tadi pagi Ayah bersikap dingin padaku. Kenapa sekarang sikap ayah berubah?
Zidan mengangguk mengikuti perintah Ayahnya. Dia duduk disofa menghadap kedua lelaki paruh baya itu.
"Zidan, dengarkan ini baik-baik. Ayah dan Tuan Reyhan sudah sepakat akan menikahkan kau dengan Rachel secepatnya."
Duarr
Tubuh Zidan bagai tersambar petir saat mendengar keputusan sang Ayah.
"A-apa yah? Menikah?!"
Tuan Wildan mengangguk.
"Zidan, maaf jika kabar yang disampaikan Ayahmu tadi membuatmu terkejut. Kedatangan Paman kemari untuk membicarakan hubunganmu dan Rachel. Rachel sangat menyukaimu. Dia sudah jatuh hati padamu, sejak kemarin kalian pertama kali bertemu. Paman mohon kau mau menikah dengannya."
Zidan langsung bangkit dari duduknya. Darahnya mendidih mendengar permintaan Ayah dan rekan bisnisnya yang sangat tak masuk akal. Sontak Tuan Wildan dan Tuan Reyhan terkejut melihat perubahan wajah Zidan.
"Maaf Paman, aku dan putri Paman baru saja bertemu. Aku sama sekali belum mengenal karakternya. Lagipula, jujur saja aku tidak bisa menerima perjodohan ini karena aku sudah memiliki calon pendamping hidupku sendiri." Tegas Zidan.
"Zidan!" Bentak Tuan Wildan.
"Maaf Ayah, kali ini aku tidak bisa menuruti permintaan Ayah!"
Zidan meraih tas kerjanya lalu beranjak naik keatas dengan menahan amarah. Nyonya Liyana yang sengaja mencuri dengar pembicaraan mereka dari sudut ruangan tersenyum senang. Akhirnya Zidan dengan tegas menolak Rachel.
Diruang tamu menyisakan Tuan Reyhan dan Tuan Wildan yang masih tidak percaya dengan penolakan Zidan.
"Maaf Reyhan atas sikap Zidan barusan, mungkin dia belum siap menerima perjodohan ini, aku akan membujuknya nanti."
"Tidak apa Tuan Wildan. Mungkin kami yang terlalu terburu-buru. Saya juga akan coba memberikan pengertian pada Rachel."
Jujur saja dalam hati Tuan Reyhan, dirinya merasa tersinggung dengan penolakan Zidan. Dirinya bertanya-tanya siapa gadis yang dipilih Zidan untuk mendampingi hidupnya. Namun bagaimanapun caranya Zidan harus tetap menjadi menantunya.
Jika Zidan dan Rachel menikah tentu itu akan sangat menguntungkan bagi perusahaannya. Derajatnya pun akan naik. Semua orang pasti tidak akan menganggap remeh dirinya.
Sebab perusahaan yang dimiliki Tuan Wildan dan Zidan masuk kedalam salah satu perusahaan terbesar didunia. Apalagi perusahaan yang dipimpin oleh Zidan saat ini sedang berkembang pesat dibeberapa sektor.
"Baiklah kalau begitu Tuan, lebih baik sekarang saya pulang. Terimakasih atas waktu anda!" Pamit Tuan Reyhan.
Saat ia beranjak dari duduknya, tiba-tiba ponselnya berdering. Tuan Reyhan menekan lencana hijau pada layar ponselnya.
"Hallo.." Seketika wajahnya langsung memucat.
******
"Apa kau sudah gila Dirga?!!"
Plakk
"Sudah kukatakan jangan bertindak sembarangan!" Teriak Tuan Reyhan. Ia menarik kerah baju Dirga lalu menghempaskannya.
Tuan Reyhan sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Sejak mendengar penolakan Zidan untuk menikahi Rachel dia berusaha menahan amarahnya.
Dan tadi ketika akan pulang dari kediaman Tuan Wildan, Tuan Reyhan menerima telepon bahwa putranya sedang ditahan oleh pihak kepolisian karena menganiaya seorang wanita, dan itu adalah Andita. Akhirnya Tuan Reyhan pun membebaskan Dirga dengan uang jaminan.
"Maaf Ayah, aku.."
Plakkk ,tamparan kedua mendarat dipipi Dirga.
"Anak tidak berguna! Aku menyekolahkanmu tinggi-tinggi bukan untuk menganiaya seorang perempuan, kau tahu itu?!" Tuan Reyhan menunjuk kepala Dirga. Dirga hanya bisa diam dan pasrah menerima amukan Ayahnya.
"Bagaimana jika kejadian ini diketahui oleh Tuan Wildan? Sementara aku sedang berusaha menjodohkan kakakmu dengan putranya?! Dia pasti akan berpikir seribu kali untuk menerima tawaranku karena salah satu anakku pernah masuk penjara!"
Nyonya Reyhan begitu ketakutan melihat amukan suaminya. Ini semua berawal karena hasutannya pada Dirga tadi pagi. Ia meminta Dirga untuk membalas perbuatan Andita padanya tanpa berpikir panjang. Dan sekarang Dirga harus menanggung kesalahan yang dibuat olehnya.
"Sayang hentikan! Dirga hanya ingin membela ibunya. Apa itu salah?!" Bela Nyonya Reyhan.
"Ini semua pasti kerena ulahmu?! Kau yang menghasut anak bodoh ini kan?! Iyakan?!" Bentak Tuan Reyhan pada istrinya.
Seketika wajah Nyonya Reyhan menjadi pias.
"Ayah cukup! Jangan membentak Ibu. Disini aku yang salah. Kau boleh menghukumku, tapi jangan memarahi Ibu!" Sahut Dirga lantang.
"Kau?! Masih berani kau berteriak padaku?!" Tuan Reyhan memicingkan matanya. "Jadi kalian saling melindungi sekarang?! Lalu bagaimana dengan Rachel? Apa kalian tidak ingin melindungi dia?! Hah?!"
Dirga dan Nyonya Reyhan terdiam. Mereka tidak berani lagi menjawab.
Tuan Reyhan mendesah lalu mendudukan dirinya di sofa. Ia berusaha menetralkan emosinya.
"Asal kalian tahu, hari ini aku baru saja menemui Tuan Wildan dan memintanya untuk segera menikahkan Zidan dengan Rachel."
Tuan Reyhan menatap istri dan putranya bergantian dengan sorot mata tajam. Dirga dan Nyonya Reyhan hanya menundukkan kepala.
"Dan apa kalian tahu apa jawaban Zidan?"
Nyonya Reyhan memberanikan diri melihat kearah suaminya.
"A-apa Zidan menerimanya, suamiku?"
"Cih, mudah sekali kau berharap! Zidan bahkan langsung menolaknya mentah-mentah!"
Praangg...
Terdengar suara benda jatuh dari atas. Semua orang yang berada dibawah menoleh keasal suara. Ternyata Rachel. Dia yang akan turun mengambil air minum tidak sengaja mendengar semua ucapan Ayahnya dan menjatuhkan gelas ditangannya.
"A-apa yah?! Zi-zidan menolak menikah denganku?!"
"Ya!" Jawab Tuan Reyhan.
Dunia Rachel seakan runtuh. Lututnya melemas seketika. Rachel memegang pinggiran tangga untuk menopang tubuhnya agar tidak jatuh.
Perlahan, Rachel berjalan turun menghampiri ayahnya dibawah. Ia berlutut dihadapan ayahnya.
"Yah, aku sangat menyukai Zidan yah! Aku mohon bantu aku memilikinya!" Lirih Rachel sembari memegang tangan ayahnya.
"Kau tenang saja, bagaimanapun caranya aku akan membuat Zidan menikah denganmu. Ini bukan hanya tentang perasaanmu saja tapi juga menyangkut perusahaanku!" Tuan Reyhan mulai memikirkan suatu rencana.
.
ternyata marahnya berkelanjutan karena lagi San*e ya Dita?🤔🫣
Bilang atau rayu suamimu dong..
kan lucu jadinya.. mirip ayam betina suka nyerang tanpa sebab kalau lagi birahi 😁🤣🤣🫣
pada kemana?
jajan bakso ya?😁🫣
sebelum nikah saja Dita sudah dikawal bodyguard bayangan untuk mengetahui pergerakannya.
kok sudah nikah, malah nggak ada pengamanan sama sekali walaupun dari jauh
kamu harus bisa buktikan omongan keluarga Dirga bahwa fokus kamu cuma uang bukan janji itu adalah benar
wajar dong dia mencari keuntungan ganda..
ibu sehat, sisa uang ada.. malah dapat suntikan dana dari camer yg nggak setuju.
kaya dan bebas dari tanggung jawab.
janji dan hutang Budi urusan belakangan ya Dita🤣🤣🤣
menang 2x kamu..
kalau terpojok tinggal keluarkan jurus andalan..
status sosial, tidak ada restu dan tidak ada cinta..
buktikan kalau kamu muna sejati
jadikan status sosial sebagai alasan 👍
toh uang juga sudah diterima..
jangan pikirin perasaan orang lain, pikirkan perasaanmu saja dan juga kepentinganmu..
ibumu sudah sehat, saatnya ngelunjak
baru kali ini baca novel yang mana sekeluarga hobinya menjegal kaki orang 😁
mereka keluarga pebisnis apa keluarga pemain sepak bola antar kampung?🤣🤣🤣