🧭 96 km season 1 ⏰
16+
Mina, si langit timur yang mengawali munculnya cahaya, dipertemukan semesta dengan Nagi, si langit barat yang menenggelamkan cahaya.
Mereka memiliki kisah kehidupan yang serba mudah dan megah di pulau kecil. Ambisi jiwa terhadap logika, harta, dan tahta adalah tujuan mereka. Walaupun berbeda cara meraihnya.
Namun, mereka mendapat masalah mengenai ambisi terhadap rasa!
Sekat sejauh 96 kilometer hadir di antara mereka, membuat cahaya kedua langit mulai meredup.
Suatu hari, mereka berhasil menembus jarak dan menyatu!
Tapi hal tersebut justru membuat mereka semakin jauh. Hingga muncullah rasa penyesalan dan berharap bisa membalikkan waktu.
Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang menyebabkan semesta justru memisahkan mereka, di saat telah menyatu?
Cahaya dari kedua langit itu, adalah cinta. Ayo ikuti kisah romansa bertajuk petualangan ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noejan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Teman Spesial
...“Sesulit apapun keadaannya,...
...Semoga sabar mu dan sabar ku bisa saling menguatkan.”...
Sebulan telah berlalu,
Semua telah beres, Mina lega sekali.
Haha, itu hanyalah mimpi belaka!
Semakin mendekati bulan November di tahun 2036, kesibukan Mina dan Nagi semakin padat. Selain sekolah dari pagi sampai pukul dua siang, mereka juga ada les tambahan sampai malam.
Ditambah lagi jadwal sore hari yang diisi latihan menari untuk pentas seni. Semua anak-anak di kelas sepakat akan tampil di pentas seni dengan menampilkan drama musikal.
Pentas seni akan diselenggarakan 2 minggu lagi!
Hampir setiap hari saat setelah sekolah, anak-anak kelas unggulan pertama menuju alun-alun kota untuk latihan menari. Mereka diajarkan menari oleh suatu klub menari yang cukup terkenal di kota Bunga ini. Biaya yang ditarik pun tidak murah sehingga banyak yang tidak setuju.
Mina langsung membicarakannya dengan ibu dan ayah. Ia mengira mereka tidak setuju, tetapi mereka setuju. Mereka justru menentang kegiatan itu akan mengganggu sekolah karena mereka khawatir terhadap kesehatan Mina.
Namun Mina mencoba menjelaskan bahwa dirinya akan menjaga kesehatan. Akhirnya mereka mengiyakan.
Nagi juga membicarakan hal itu pada kedua orang tuanya di rumah, saat sabtu malam. Ternyata orang tuanya memperbolehkan mengikuti acara itu.
“Lebih baik kamu ikut kayak gitu! Biar ngga suntuk dan me-refresh otak... baru fokus lagi ke sekolahmu. Daripada pacaran! Fokus sekolah ngga, tambah pusing iya!” sindir Ibu.
“Iya, Nag. Apalagi ini tahun terakhirmu di SMA. Setelah ini kamu akan lulus dan lanjut ke Perguruan Tinggi. Jadinya manfaatkan waktu sebaik mungkin Nag,” titah Ayah.
Nagi dan Mogi mengangguk. Nagi kaget dan menoleh pada kakaknya yang entah muncul dari mana.
...***...
H-10 pentas seni,
Anak-anak kelas 12-1 telah berkumpul di lapangan. Mereka ditemani oleh para pelatih yang memberikan arahannya untuk berbaris, supaya bisa langsung latihan.
Pelatih memilih siapa saja yang akan diletakkan di tarian pembuka, dan terpilihlah 3 pasangan. Sepertinya semesta tidak ingin memisahkan langit timur dan langit barat. Tiga pasangan tersebut adalah Harish-Hessy, Ven-Leila, dan Nagi-Mina.
Kemudian pelatih menyuruh mereka pergi menuju sisi kanan lapangan untuk dilatih oleh pelatih lainnya yang terlihat masih junior.
Saat pelatih junior memperlihatkan gerakan apa saja yang akan digunakan, Mina mengernyitkan dahi di antara teman-temannya yang mengangguk paham. Lalu pelatih junior meminta mereka ber-6 untuk mulai menari.
Dimulai dari para lelaki yang melakukan gerakan menjentikkan jari, berputar, dan diam. Selanjutnya giliran para wanita yang melangkah sembari berputar sekali menuju samping pasangannya. Barulah mereka serentak menari bersama pasangannya masing-masing.
Mata Mina melirik pada Harish yang fokus menari bersama Hessy. Tiba-tiba kakinya tersandung oleh kaki Nagi. Mina jatuh tersungkur dan membuatnya mendapatkan tawa nyaring dari teman-temannya.
Nagi menolong Mina dan meminta maaf. Ia meraih tangan gadis itu dan menuntunnya untuk pindah ke pinggir lapangan.
Nagi memberikan air botol pada Mina, sembari mengatakan sesuatu yang pedas. “Pikiranmu tadi hilang kemana sih, Min? Tadi gerakan kita cuma seperti itu loh, gampang! Ngga kayak tarian inti yang susah banget.
"Ya... maaf Min. Kalau tadi aku ngga sengaja buat kamu jatuh. Karena 'kan, aku mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh pelatih itu.”
“Iya, Nag. Aku tadi ngga fokus waktu menari. Kamu ngga salah kok. Lain kali aku akan lebih fokus dan berhati-hati,” ucap Mina sembari tersenyum pada Nagi.
Nagi melihat gadis berbando hijau itu yang sedang menyiramkan air ke luka di tangannya. Mina memperlihatkan wajah kesakitannya.
Hal itu membuat Nagi bertanya, “Kamu ada masalah apa, Min?”
“Eh? ngga ada kok!”
...***...
Saat istirahat,
Mina dan Leila saling duduk berdekatan di atas rerumputan yang tumbuh di alun-alun ini. Nagi hanya duduk diam dan mendengarkan celotehan mereka berdua.
Di sela-sela obrolan mereka, Mina menoleh pada Harish yang sedang bercanda dengan teman-temannya. Nagi mengerti mengapa tadi Mina tidak fokus. Ya! Mina melihat Harish dan membuatnya menjadi tidak fokus.
Kapan kamu akan menyukaiku, Rish? batin Mina.
Sedangkan Nagi berharap, Aku ingin dirinya. Tapi kalau Mina menyukai yang lain, tak apalah. Aku hanya berpasrah pada semesta.
...***...
November 2036. Saat hari-H pentas seni.
Kelas Mina dan Nagi tampil dengan nomor urut ke-8 dari 15 penampilan. Tidak terlalu awal ataupun akhir, tapi di tengah-tengah saat penonton mulai muncul rasa bosan. Mereka yakin kalau rasa bosan itu akan langsung hilang saat penonton melihat drama musikal mereka.
Nagi mengobrol dengan teman-temannya sembari melirik kepada Mina. Sedangkan Mina terus saja menatap panggung yang saat ini masih berlangsung penampilan-penampilan dari kelas lain.
...***...
Seusai kegiatan yang menguras tenaga kemarin, semua kembali seperti semula. Mina tetap disibukkan dengan tugas-tugas sekolah.
Ketika hampir mendekati ujian akhir, dirinya dan Harish benar-benar telah jauh walaupun sekelas.
Mina semakin dekat dengan Gita dan Leila. Mereka bertiga menjadi semakin dekat dan saling berbagi tangis maupun tawa bersama.
Mina juga sering kali menghadap ke belakang, karena tidak ingin melihat rupa Harish yang duduk di bangku depan. Alhasil, dia sering menghadap ke Nagi yang berada di belakangnya. Terkadang dia mengganggu Nagi yang sedang menulis.
Seperti saat ini.
Nagi sedang sangat fokus menuliskan data diri. Mina melihat pria berwajah fokus itu menuliskan sesuatu di berkas-berkas yang dikeluarkannya dari dalam map dokumen.
Dari situlah, Mina baru sadar bahwa Nagi berasal dari Desa Ujung Barat yang cukup dekat dengan pelabuhan.
Tatapannya sungguh lekat untuk Nagi yang masih serius menulis. Ternyata aku punya teman dari daerah sana ya. Keren juga! Tapi sekarang sudah ada jembatan, jadi ngga perlu lagi lewat pelabuhan.
“Nag, kamu punya adik?” tanya Mina tanpa ingat kalau sosok di depannya sedang sangat fokus.
Nagi hanya menggelengkan kepalanya. Karena dirinya begitu fokus hingga menjawab 'tidak' sangatlah sulit.
“Kalau kakak?” tanya Mina lagi.
Nagi meletakkan berkas-berkas miliknya ke dalam dokumen. Mina hanya diam menunggu jawabannya sembari memasang wajah anak kecil yang lugu.
Lalu Nagi menjawab pertanyaan Mina. “Aku punya kakak laki-laki.”
“Sekolah di sini juga?” cecar Mina.
“Ngga, kakakku sekolah di SMA lain, Fi. Kalau kamu... punya kakak?” ucap Nagi yang balik bertanya.
“Ngga, aku anak pertama dari dua bersaudara. Adikku perempuan yang sekarang masih SMP, Nag.”
Nagi diam dan mengangguk, ia terlalu gugup untuk tersenyum saat Mina terlalu dekat dengannya seperti ini.
...***...
Saat pulang sekolah.
Leila dan Mina berjalan menuju parkiran motor. Mina mulai menggodanya dengan mengungkit-ungkit gosip yang sedang menyebar di kelas.
Gosip itu tentang Leila yang dekat dengan Nagi!
Mina menggoda Leila bahwa gosip itu memang benar. Namun Leila mengatakan bahwa itu salah, bahkan ia sangat membenci Nagi. Mina terkejut karena Leila mengatakan bahwa mereka sebelumnya pernah bertemu saat kelas satu SMA.
Waktu itu pulang sekolah, dan cuacanya sedang hujan. Leila meminta bantuan pada Nagi untuk meminjamkan sebentar jas hujan pada dirinya. Nagi menolak Leila dengan cara yang tidak sopan dan justru meminjamkannya pada Beby.
Mina mengiyakan bahwa Nagi telah melakukan tindakan yang kurang sopan. “Tapi siapa tahu... suatu saat kamu bakalan suka dengan Nagi!” olok Mina sambil senyum jahil.
“Apa?! Eh, awas kamu yang suka dengan Nagi yah,” jawab Leila.
“Ngga mungkin... masa’ aku? Hahaha! Lihat saja nanti!” balas Mina dengan tertawa.
“Iya, lihat saja nanti!”
Sampai di parkiran motor, Mina dan Leila berpisah karena letak motor mereka yang berjauhan.
Harish, Aro, dan Nagi berjalan menuju parkiran. Obrolan mereka dibuka oleh Harish. Dia membicarakan Beby yang kabarnya telah memiliki pacar baru kepada Nagi.
“Aku dengar, Beby dan pacarnya itu sudah berpacaran sejak kelas dua. Nag, kalian sudah lama putus ya?” tanya Harish.
“Iya. Setelah olimpiade, aku sama Beby putus,” jelas Nagi.
“Wah, sayang sekali. Kamu kan suka anime, sedangkan Beby... menurutku dia seperti karakter wanita di anime yang putih, langsing, tinggi," tutur Harish.
"Terus kamu ngga menyesal, Nag? Pacarnya sekarang tuh kakak kelas yang sudah lulus. Dia pintar dance, tapi menurutku ngga ganteng banget sih. Masih lebih ganteng Aro. Ya kan, Ro? Hehe,” lanjut Harish yang telah mendapatkan informasi dari temannya di kelas unggulan kedua.
“Masih banyak yang lainnya, Rish. Mungkin saja nantinya aku akan menerima seorang perempuan yang sudah kamu rendahkan terus kamu tolak kehadirannya," sindirnya.
Eh... siapa Nag?” tanya Harish yang keheranan.
Nagi tidak menjawab dan hanya tersenyum. Lantas ia segera memisahkan diri dari Harish dan Aro, menuju motornya.
Kisah ini akan sangat indah, jika langit barat mampu mengungkapkan rasa syukurnya terhadap kehadiran langit timur. Andai itu terjadi, mungkin kisah ini langsung selesai.
Namun semesta berkata, bagaimana jika salah memilih lagi?
Semesta ingin mereka saling berbagi dan menghargai kekurangan mereka masing-masing, sebelum mencintai dari hati yang paling dalam.
maaf merusuh😂
salam sayang selalu ❤️
💌To: kak noejan kembaran nama Arsy
kakak dari planet Saturnus yang ketemu di bumi imajinasi
💌
Kangen selalu kak💌
Instagram diriku peluh babalope kakak 😂
Btw, jangan lupa gantian spam novel remahan biskuit Roma kelapa adik❤️
pulau kecil kisah nano-nano ~~~~~
next ❤️
otw spam biar kak noejan nyamuk😅
lama banget hibernasi nya kak.. uhuk.. nunggu new yang tadi di chat❤️❤️❤️
lagi
lagi
saling dukung dan saling mengisi
ayo jangan malas komen
agar semua karya bisa jadi terdepan
seharusnya 841
jejak selalu ada
semoga rating makin meningkat
tapi menuju 21200 like
semoga menjadi 2100 bahkan lebih