NovelToon NovelToon
THE LOVE OF NARA

THE LOVE OF NARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:309.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Min Ziy. Minfiatin FauZiyah

Unara Callista, Gadis Remaja Berusia 17 Tahun Yang Terpaksa Bekerja Sebagai Waiters Di Sebuah Klub Malam.

Karna Ulah Teman Seprofesinya Di Klub Yang Memberikan Nara Obat Perangsang Pada Minuman Nara, Libidonya Naik Dan Nara Di Bawa Pergi Oleh Pria Yang Ingin Menyelamatkannya, Tapi Justru Pria Itu Sendiri Yang Tak Mampu Menahan Geloranya.

"Wahai hati. Janganlah engkau menyimpan rasa pada apa yang tak bisa kau gapai. Sebab pemilik Raga ini, tak kan mampu menerima lara yang kan terukir karna kebodohanmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN YANG SALAH

Hawa dingin pagi ini terasa menyejukkan hati dan pikiran. Nara melupakan kesedihannya yang kemarin. Ia kembali dengan dirinya yang ceria penuh semangat.

"Pagi semua.!"

Nara menjatuhkan bo_-*kongnya di sebuah kursi di samping Aditya. Sudah ada Fardan yang berdiri di sebelah Aditya menunjukkan sebuah berkas.

Kebiasaan sederhana seperti biasa. Sarapan bersama lalu naik mobil membelah jalanan kota yang ramai padat.

Aditya juga terlihat lebih semangat. Tentu karna kembalinya Alexa ke dalam pelukannya.

"Oke, aku duluan."

Nara menyalim tangan Aditya. Lalu melambaikan tangan mengiringi kepergian mobil yang semakin menjauh keluar area sekolahan.

Nara melangkahkan kakinya dengan perasaan ceria. Anehnya, setiap pasang mata yang melihatnya seperti memberikan tatapan yang,? Ah,,, entahlah. Di tambah dengan mereka yang berbisik-bisik.

Nara semakin bingung dan tidak mengerti, Senyum yang mengembang tadi kini telah hilang. Ia tak lagi merasa nyaman. Tiba-tiba Jane dan kedua temannya Menghadang jalan Nara. Anak-anak yang lain melihat antusias. Bahkan beberapa mendekat.

"You are the Target. Now."

Nada suara Jane terdengar sinis dan sumbang. Nara hanya diam tanpa membalas ucapan Jane.

Hari ini Eci tidak masuk sekolah. Dia tidak tahu alasannya kenapa. Nara juga tidak memiliki nomor ponselnya. Nara hanya menghabiskan waktu istirahatnya sendiri. Tak ada teman lain yang mendekat. Bahkan pandangan mereka membuat Nara merasa tidak nyaman.

Sejak pagi hingga jam istirahat ini semua berjalan baik-baik saja. Tak ada yang mengganggu dan menyulitkan Nara. Bahkan Valdo pun sama sekali tak nampak batang hidungnya. Nara merasa lega. Tak harus ber urusan dengan Crazy Boy itu.

Jam pulang sekolah 2 jam lebih cepat dari biasanya. Ada rapat mendadak para guru dan staf sekolah. Tapi anak-anak tidak langsung pada pulang.

Atas perintah Valdo. Seluruh anak di sekolah di harapkan hadir di lapangan utama sekolah. Tentu dengan izin dari pihak sekolah.

Bahkan Nara yang ingin keluar dari area sekolah pun tak di izinkan. Beberapa anak siswa menyuruhnya untuk ikut serta hadir di lapangan. Nara pun mengikuti langkah mereka karna tangannya yang setengah di seret oleh mereka.

"Lepaskan.! Gue bisa jalan sendiri."

Nara menepis tangan anak-anak siswa itu.

'Menyebalkan sekali. Siapa dia sampai selalu saja memerintahkan orang seenak jidatnya.'

Saat Nara sampai di lapangan. Seluruh anak sudah pada duduk di bangku-bangku stadion. Nara dibawa ke tengah lapangan. Disana sudah ada Valdo yang berdiri gagah bersama dengan ke 4 tema lainnya. Termasuk. Rio.

Valdo menatap Nara tajam dengan sinisnya. Satu sudut bibirnya terangkat. *Smirk.

"Huuuuuu*..."

Tiba-tiba anak-anak sudah ramai riyuh bersorak ke arah Nara.

Nara hanya bisa melihat mereka sampai badannya berputar dan kembali melihat Valdo.

"Apa ini semua?"

Nara bertanya pada Valdo yang terlihat seperti iblis yang akan menghukum korbannya.

"Ini pesta, Nara. The Party Of My Birth Day."

Nara memicingkan mata. Dahinya mengernyit. Ia tidak memahami ucapan Valdo.

"Apa maksud Lo, Val. Gua gak ada hubungannya sama acara Lo."

Nara hendak melangkah dan pergi. Namun saat Nara berbalik. Tiba-tiba seseorang melemparnya dengan Sebutir telur. Tepat di keningnya.

"Cepluk.."

Nara menghentikan langkahnya, Mulutnya menganga, Ia kaget dengan tindakan buruk yang ia dapat. Tangan Nara menyeka pecahan telur di keningnya itu. Lantas mendongakkan kepala. Jane yang melemparinya pertama kali.

Terlihat anak-anak yang lain tertawa terbahak-bahak. Ada yang juga menunjuk ke arahnya dengan tatapan merendahkan dan mengejek.

"It's Time to Party Guys.???"

Teriak Leo. Dan semua anak mulai melempari Nara dengan Telur. Satu, dua, tiga, bahkan ratusan telur pecah tepat di badan Nara.

"Aaaahhh."

Sesekali Nara teriak kesakitan. Ia berusaha menyelamatkan diri. Namun ada anak-anak siswa yang memegangi tangannya setelah telur yang di lempar habis.

Kini mereka menumpahkan tepung di tubuh Nara mulai dari kepalanya.

"Kita buat adonan kue ulang tahun Valdo.!"

"Yeeaayy."

Nara berteriak dan berontak. Namun sia-sia. Ia tak mempunyai kekuatan untuk melawan begitu banyaknya siswa siswi satu sekolah.

Tubuh Nara sudah tak berupa. Ratusan telur yang menghantam dirinya. Begitu pula dengan tepung yang menambah kotornya diri Nara. Sampai akhirnya semua berhenti ketika satu Tangan kanan Valdo di angkat.

Suasana menjadi sunyi seketika. Nara bersimpuh di lantai lapangan. Ia menangis. Sungguh kasihan, Tak ada satupun yang membantunya. Bahkan Rio hanya bisa memejamkan mata dan memalingkan wajah pilu tak kuasa melihat ketidak Adilan yang di terima Nara.

Valdo mendekat. Ia mengulurkan tangan dengan sebuah sapu tangan.

"Hapus air matamu, Ra. Gua gak suka ngeliatnya."

Suara Valdo terdengar pelan namun begitu jelas di tekankan.

Nara mendongakkan kepala. Ia menerima sapu tangan yang di berikan Valdo. Nara pelan-pelan mengusap air matanya. Ia berdiri mensejajari Valdo yang berdiri gagah menjulang dihadapannya.

Dengan gerakan cepat dan keras Nara memukul wajah Valdo dengan tinjunya.

"Aaahh"

Valdo sampai tersungkur. Semua anak yang melihatnya menganga tak percaya. Ada yang saling pandang dengan temannya. Ada yang menutup mulutnya sendiri. Ada yang berkasak kusuk. Rio memperhatikannya tajam.

"Hanya ini yang bisa kamu lakukan, Val? Inikah hukuman yang kau maksud? Kau adalah orang yang sangat pengecut yang pernah gue temuin, Val. Lo bahkan gak pantes di sebut seorang pria."

Nara melempar sapu tangan Valdo kasar ke arah mukanya.

Valdo meraih tangan Nara. Namun di tepisnya dengan kasar.

"Don't Touch me. Ever."

Nara menunjuk kan jari telunjuknya ke arah muka Valdo. Mata Nara sangat merah dengan air matanya yang terus mengalir banjir.

Valdo memang ingin memberi hukuman pada Nara agar dia takluk di bawah kendalinya. Tapi Valdo salah, Nara justru semakin membantah, melawan dan membencinya.

"I really hate you, Val. Really."

Nara menampar wajah Valdo. Semua anak semakin kaget dan diam. Valdo hanya diam menunduk dengan wajahnya yang melihat ke arah samping karna tamparan Nara.

Nara menabrak tubuh anak-anak siswa yang menghadang jalannya. Ia terus melangkah keluar dari lapangan.

Nara masuk ke kamar mandi sekolah. Ia menangis di sana. Ia memang sudah sering menghadapi pembullyan. Namun tetap saja. Hatinya merasakan sakit yang luar biasa. Nara menangis sambil mencoba membersihkan dirinya. Ia menarik kasar rambutnya yang penuh telur dan tepung.

"Tidak, aku tidak boleh terus seperti ini. Come on Nara, You're a strong girl."

Nara terus menguatkan dirinya sendiri. Ia melangkah keluar. Beberapa anak mulai terlihat keluar dari lapangan memasuki halaman sekolah.

Nara bergegas pergi keluar dari sekolah. Menaiki Taksi onlin yang di pesannya. Ia tidak berani pulang. Bagaimana dia bisa menjawab pertanyaan orang rumah dengan Keadaannya yang sangat buruk. Ia bingung sekarang mau kemana.

Nara mengeluarkan ponsel. Menghubungi Desi tetangga kos nya yang lama. Untunglah Desi mengangkat panggilan Nara. Dan dia juga berada di rumah. Nara menjelaskan keadaannya dan Desi siap membantunya. Nara pun pergi kesana.

...****************...

Anak-anak sudah buyar. Yang menjadi trending topik pembicaraan mereka bukanlah tentang Nara yang menerima hukuman hari ini. Karna sudah menjadi hal biasa adanya pembullyan jika Valdo menginginkannya. Namun Valdo yang dua kali di pukul Nara. Satu pukulan tinju dan satu tamparan lah yang menjadi topik utama.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah pembullyan yang terjadi di sekolah ini atas perbuatan Valdo. Korban melawan dan bahkan menghajar. Biasanya para korban berakhir dengan bersujud dan memohon pada Valdo. Ada juga yang langsung pindah sekolah. Tapi Nara? Dia malah melayangkan pukulan pada wajah Valdo. Sejarah baru di mulai.

...****************...

Valdo masih diam di lapangan. Rio dan ke 3 teman lainnya juga masih menemani disana. Valdo hanya diam tanpa bicara. Ia lantas melangkah meninggalkan tempat, ke arah parkir. Dan melajukan motor sport nya dengan emosi dan kekesalan. Bukan ketaatan yang ia dapatkan, namun perlawanan dan tatapan kebencian yang di berikan Nara.

Sorot mata Nara dan suaranya yang berteriak selalu kembali terngiang kedalam benaknya.

Keputusan yang salah.

1
arfan
up
V
Sudah ku duga, pasti mobil Aditya lawan tabrakan mobil Valdo 😢😢😢
Hai Min Husna
ok
Indiani
kasian valdox jadi mewe mikirin valdo.
Indiani
sedih toor gimana endingx nanti ini kasian jg valdo krna tulusji cintax...
Erdawati 79
👍👍
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor ,,walau aku kasian sm valdo hehe
Aas Azah
thor ko mainan bos mafia gk up up bab nya
padahal aku tungguin tiap hari kelanjutannya🤔
Kak Min: Tidak dapat level dari NT kak. Jadi jujur. sebagai penulis mau ngelanjutin juga males. 🙏🥺
total 1 replies
Akhmad Hadziq
Maaf ya thor sebelum nya sedikit kecewa sama cerita nya,hrs nya walau pun valdo tidur sama naya jangan sampai hamil,jadi kasihan aditya walau sama"pernah menpunyai hubungan bersama orang lain harusnya jangan sampai naya hamil sama valdo,jadi walau pun aditya mau nerima jadi gimanaaa gitu🙏🤭
Akhmad Hadziq
valdo harus nya klu memang bener cinta sama nara jangan neko"tunjukin klu bener"sayang
Akhmad Hadziq
ternyata nara udh mulai jatuh cinta😢😢
Akhmad Hadziq
binun aduh binun thor,klu nara sana valdo gimana yg udh dpt ori nya satya
Akhmad Hadziq
💪💪💪👍👍👍🤩🤩🤩lanjut
Kak Min: ini udah ditulis sampai end kak 😁🙏
total 1 replies
Akhmad Hadziq
jadi berasa masih remaja thor,,baca karya mu yg pasti keren💪💪💪👍👍👍
Akhmad Hadziq
semangat thor bagus koq cerita nya aq suka💪💪💪👍👍👍
Sinaga wulan
hiiii terbaik lah kau Aditya 😍😍😍
Sinaga wulan
hiii thor aku mendarat di kisah Nara
tapi kisah Arend sm zico kok nggak ada thor, aku padahal sudah masuk ke branda author ya, cari judul love or game 😫😫😭😭😭😭 nggak ada thor yg ada nona dan tuan, mainan bos mafia
Evi Nuryani
cusss kita tengok...
Faiza chanz:3 :v
kasian dengan valdo..sebenarnya valdo itu orgnya baik..krn masalah dr org tuanya yg berpisah yg membuat valdo memiliki sifat yg seperti itu..
makasi thor atas novelnya..semangat untuk slalu berkarya🤗
Diankeren
boleh laaaah sisen 2'y rilis tor 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!