Kisah seorang gadis yang terpaksa menikah karena memenuhi keinginan terakhir dari orang tuanya dengan seorang pemuda yang tidak dia kenal dan tidak dia sukai ya.
Seorang CEO terpaksa menikah dengan seorang gadis SMA karena paksaan dari orang tuanya yang mempunyai hutang balas budi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 21
Jonathan mengajak Ema untuk melihat-lihat rumahnya. Memang rumah Jonathan tidak sebesar dan seluas rumah Ema, tapi rumah ini cukup nyaman.
Setelah mengelilingi rumah, Jonathan pun mengajak Ema ke salah satu kamar di lantai atas.
"Bagaimana dengan kamar ini, apa kamu menyukainya ?. "Tanya Jonathan pada Ema .
"Iya aku suka . Apa kamar ini akan menjadi milikku ?. "Jawab Ema yang bertanya kembali pada Jonathan.
"Iya. Tapi lebih tepatnya untuk kita berdua. "Jawab Jonathan.
Mendengar kata kita berdua membuat Ema terkejut. Bukan tidak mungkin kalau sudah memutuskan untuk tinggal dalam satu rumah dan satu kamar yang sama tidak akan terjadi sesuatu diantara mereka , terlebih lagi mereka sudah menikah dan memiliki hak masing-masing.
"Kamu yakin mau satu kamar denganku ?. "Tanya Ema pada Jonathan.
"Iya aku yakin , memangnya kenapa ?. "Jawab Jonathan yang bertanya kembali pada Ema .
"Iya boleh saja kalau kamu mau, lagi pula sudah memang seharusnya . Tapi aku tidak bisa melayanimu di tempat tidur. "Jawab Ema . "Kamu tahu sendiri bukan kalau aku masih sekolah. "Sambung Ema.
"Iya aku tahu . Kamu tenang saja aku tidak akan melakukannya sekarang kalau memang kamu belum bersedia melakukannya."Ucap Jonathan.
"Baguslah kalau begitu ." Ucap Ema .
Setelah Ema melihat kearah Jonathan Ema teringat pada Fikri dan teringat pada janjinya kalau dirinya akan selalu ada disaat Fitri membutuhkannya.
Ema pun akhirnya menceritakan semua tentang Fikri dan keadaannya saat ini pada Jonathan .Namun Jonathan tidak menyetujui kalau Ema selalu ada di dekat Fikri sangat Fikri membutuhkannya .
Jonathan tidak menyetujui nya karena bagi Jonatan itu pasti hanya alasan untuk selalu bisa berduaan dengan Ema .
"Nggak Ema , aku tidak setuju . Lagi pula aku tahu kalau itu hanya akal akalan dia saja untuk bisa berduaan dengan mu ."Ucap Jonathan .
"Jo ayolah jangan mempersulit ku . Lagi pula apa salahnya berbuat baik dan membuat orang bahagia di saat saat terakhir hidupnya ." Ucap Ema .
"Nggak Ema , aku yakin sekali kalau itu hanya salah satu alasan dia saja ."Ucap Jonathan kembali .
"Alasan apanya sih ?."Tanya Ema .
"Ema dia itu menyukaimu , karena itu dia rela melakukan apa pun untuk bisa mendapatkan kamu ."Jawab Jonathan .
"Aku tahu kalau dia menyukai ku dan itu terjadi sudah sangat lama bahkan sejak aku belum melihat mu , bahkan dia sudah mengatakan secara terus terang pada ku . Semua orang juga mengetahui itu , tapi dia tidak pernah memaksa ku untuk menerimanya . Yang dia lakukan hanya bagaimana caranya menjaga dan membaut ku bahagia walau pun dia tidak di sisiku ."Jelas Ema .
"Kenapa kamu membelanya ? Apa jangan jangan kamu menyukainya ?." Ucap Jonathan.
"Jonathan Raditia , aku itu bukan kamu . Aku tahu status ku sebagai seorang wanita yang sudah menikah dan tidak di benarkan bagi ku memiliki kekasih selain suami ku ."Ucap Ema. "Tidak seperti kamu ."Sambung Ema.
Ema pun langsung pergi meninggalkan Jonathan . Ema kesal bisa bisanya dia mengira kalau dia mempunyai peranan pada Fikri . Padahal gara gara dia Ema mengunci hatinya rapat rapat untuk pria mana pun.
Jonathan pun mengejar Ema , namun entah bagaimana Ema langsung menghilang begitu saja padahal Ema baru saja keluar .
Sedangkan kini Ema tengah berada di dalam mobil . Sebelumnya Ema telah memberikan pesan pada Panji , dan Ema pun sudah mengaktifkan jps nya agar Panji bisa melacak keberadaannya .
"Panji aku mau kamu mencari tahu tentang hubungan Jonathan dan Renata . Apakah mereka masih menjalin hubungan atau tidak ."Ucap Ema.
"Baik Nona ."Jawab Panji .
Ema pun kembali ke restoran untuk mengambil mobilnya yang tadi di tinggal di sana . Setelah itu Ema pun pulang menggunakan mobilnya sendiri .
_
Keesokan harinya Ema bangun pagi pagi untuk memasak makan yang akan dia bawa hari ini ke sekolah. Setelah selesai memasak Ema langsung bersiap untuk pergi ke sekolah .
Ema pun pergi ke sekolah menggunakan mobilnya sendiri . Setelah tiga puluh menit Ema pun sampai di sekolah . Ema keluar dari mobilnya dan langsung pergi ke kelas Fikri untuk mengantar makanan buatannya .
"Fikri ."Panggil Ema di depan kelas Fikri karena Fikri baru saja masuk kedalam kelasnya .
"Ema , ada apa ?."Tanya Fikri yang kini sudah berbalik dan menghadap kearah Ema .
"Ini aku buatkan makanan untuk mu , sesuai janji ku pada mu ."Ucap Ema sambil memberikan kotak bekalnya pada Fikri .
"Wah kamu benar benar membuatkannya ."Ucap Fikri yang tersenyum manis pada Ema .
"Tentu saja ."Jawab Ema .
"Kamu sudah sarapan ?."Tanya Fikri pada Ema .
"Belum ."Jawab Ema.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita sarapan bersama ."Usul Fikri .
"Boleh ." Jawab Ema.
Mereka pun akhirnya pergi ke taman sekolah untuk sarapan bersama . Fikri dan Ema pun duduk di kursi taman untuk sarapan.
Saat Ema dan Fikri memakan sarapan mereka , tangan Ema di tarik oleh seseorang sehingga membaut Ema mau pun Fikri terkejut .
"Hai apa yang kamu lakukan ?."Ucap Fikri yang menarik tangan Ema yang satunya .
"Itu bukan urusanmu . Sebaiknya kamu urus diri kamu sendiri dan jangan ikut campur rumah tangga orang lain ."Ucap orang itu yang tak lain adalah Jonathan.
"Kalau kamu memperlakukan Ema dengan baik dan layaknya seorang suami memperlakukan istrinya aku pasti tidak akan pernah ikut campur dalam urusan rumah tangga kamu dan Ema. "Jawab Fikri.
"Tapi kenyataannya apa ? Ema tidak pernah merasakan sebuah kebahagiaan dalam hidupnya lagi setelah menikah denganmu ."Sambung Fikri .
"Kamu pikir kamu bisa membuatnya bahagia ? Dengar ya hidup kamu saja sudah tidak lama lagi , jadi mending kamu pikirkan tentang hidupmu sendiri saja yang akan segera berakhir itu ."Ucap Jonathan.
"Jonathan jaga mulut mu ."Ucap Ema .
Jonathan tidak menggubris ucapan Ema . Jonathan pun langsung menarik tangan Ema untuk segera pergi meninggalkan sekolahan.
"Ingat baik baik Jonathan . Kalau sampai kamu membuat Ema menderita bahkan di saat aku sudah tiada bukan berarti tidak akan ada yang mengambil Ema dari mu ."Teriak Fikri . "Karena pada saat hari itu tiba akan ada seseorang yang akan membawa Ema pergi dari kamu untuk selamanya ."Sambung Fikri .
Mendengar ucapan Fikri , Jonathan langsung menghentikan langkah kaki nya dan berbalik memandang Fikri kembali.
"Kamu mengancam ku ?."Tanya Jonathan pada Fikri .
"Iya aku mengancam mu ."Jawab Fikri dengan sangat tegas dan penuh keyakinan.
"Kamu pikir laki laki mana yang mau menikah dengan wanita yang sudah menjadi istri orang lain atau bahkan mempunyai anak dari orang lain juga ."Ucap Jonathan .
"Iya, kita lihat saja nanti . "Ucap Fikri .
Jonathan pun langsung pergi meninggalkan Fikri dengan membawa Ema . Ema terus berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Jonathan yang semakin kuat padanya namun gagal .