Richard Alexander, anak pertama pasangan Rayyan Alexander dan Nabila Ihnaz.
Dengan segala kerumitan kisah cintanya.
Tidak seperti apa yang dulu pernah dilakukan oleh Rayyan. Meski profesi mereka berdua sama, ialah seorang photographer. Tapi sifat dan perilaku mereka berdua jauh berbeda.
Jika dulu Rayyan dikenal sebagai mantan playboy, tapi tidak dengan Rich. Lelaki itu justru terkesan dingin dan anti perempuan.
Akan tetapi, disaat Rich merasakan jatuh cinta, tidak pada perempuan yang tepat. Karena perempuan yang Rich sukai sudah memiliki calon suami.
Demi kebaikan bersama, terpaksa Nabila memaksa putranya agar mau dia jodohkan dengan putri salah satu sahabatnya.
Bagaimana perjalanan selanjutnya kisah percintaan seorang Richard Alexander , juga kisah asmara kedua adiknya yang tak lain adalah Zayn dan Zoey Alexander ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heni Heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Hari ini Nabila dengan terpaksa harus berbelanja keperluan rumah serta berbelanja untuk keperluan baby iyad sendirian tanpa di dampingi Rayyan. Sejak kemarin Rayyan pergi keluar kota bersama Derry. Sebelum pergi ke salah satu supermarket yang berada di dalam sebuah pusat perbelanjaan yang tak jauh dari rumah, Nabila sudah menitipkan baby iyad pada Asisten Rumah Tangga nya.
Tidak banyak yang Nabila beli, hanya membeli beberapa kebutuhan yang memang sudah habis. Sebelum pulang entah mengapa Nabila ingin sekali mampir ke kedai kopi yang dulu selalu menjadi favorit nya. Kebetulan ditempat ini memang tersedia kedai kopi tersebut. Dengan semangat Nabila melangkah dengan masih membawa tiga kantong belanjaan.
" Nabila ....!" panggilan seseorang yang begitu Familiar menghentikan langkah Nabila.
Ditolehkan kepalanya ke samping. Benar saja, Firza sudah berdiri menatapnya dengan pandangan tidak suka.
" Kamu disini rupanya!" kembali Firza berkata sengit.
" Hai Fir. " Nabila berusaha bersikap biasa saja meski di dalam hati dia tidak suka harus bertemu lagi dengan mantan sahabatnya ini. Nabila sudah malas berdebat dengan Firza, karena setiap bertemu, Firza pasti mengajak nya debat dan Nabila sudah malas meladeninya.
" Mau ngopi?" tanya Firza dan Nabila mengangguk.
Tanpa menunggu pembicaraan dari Firza, Nabila sudah kembali melangkah masuk ke dalam kedai kopi tanpa mau repot - repot menanggapi Firza.
Akan tetapi ketenangan Nabila tidak bertahan lama karena Firza mengikuti nya dan juga memesan kopi yang sama dengan yang Nabila pesan.
Mereka berdua duduk berhadapan. Nabila menyesap kopi nya dan Firza menatap Nabila dengan tidak suka.
" Apa ada yang ingin kamu bicarakan denganku Fir." kali ini Nabila mulai jengah karena ditatap Firza dengan pandangan tidak suka.
" Aku heran sama kamu. Bagaimana mungkin kamu masih bisa hidup tenang."
" Apa maksudmu?"
" Kamu tanya apa maksudku? Nabila, kamu jangan berpura - pura bodoh . Seolah semua yang kamu lakukan itu tidak ada hubungan nya denganku. Kamu benar - benar jahat Nabila. Bisa hidup berbahagia di atas penderitaan orang lain. "
" Kamu ini bicara apa Firza. "
" Kamu tahu kan aku ini masih sangat mencintai Rayyan. Lalu? Bagaimana mungkin kamu bisa tanpa peduli, hidup berbahagia bersama Rayyan. Sementara aku, aku harus menderita melihatmu berbahagia. Sahabat macam apa kau ini Nabila. Dengan tega nya merebut kekasih sahabatmu sendiri. "
" Cukup Firza! Aku tidak mau lagi mendengar kata - kata itu. Kamu tidak capek apa selalu membahas hal yang sama setiap kali bertemu denganku. "
" Karena aku tidak rela kau merebut Rayyan dariku. " ucap Firza menggebu - gebu.
Nabila menghela nafas. Dia capek terus mendapat perlakuan seperti ini dari Firza. Seolah dirinya lah yang salah karena telah merebut Rayyan. Padahal. Kenyataan nya tidak lah demikian.
" Firza, dengarkan aku! Mungkin sekaranglah saat yang tepat untukmu mengetahui semua nya."
Kali ini giliran Firza yang mengkerutkan kening nya .
" Mengetahui apa? Bicara yang jelas. Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku Nabila."
Sebenarnya Nabila ragu, apakah dia harus menceritakan perihal masa lalu nya bersama Rayyan? Jika Nabila tidak bercerita, sampai kapanpun Firza akan terus memusuhi ya. Sungguh Nabila tidak menginginkan hal itu. Tidak prnah terlintas di pikiran Nabila bahwa dia dan Firza akan terus bermusujan dan perang dingin seprrti ini.
" Firza, ada sesuatu yang akan aku ceritakan padamu. Tapi kumohon dengarkan baik - baik apa yang aku ceritakan. Dan jangan menyela nya."
" cepatlah katakan. Jangan betbelit belit."
" baiklah aku akan menceritakan nya padamu."
Nabila benar - benar menyiapkan mental nya untuk membuka kembali luka lama yang telah dia kubur dalam - dalam. Dia tidak ingin mengingat nya kembali, toh saat ini dia dan Rayyan sudah hidup berbahagia. Tapi demi Firza, Nabila harus menguatkan diri untuk bercerita tentang masa lalu yang sanggup membuat Nabila terpuruk.
" Sebenarnya.... Sebenarnya aku menikah dengan Rayyan karena..... Karena Rayyan pernah memperkosaku."
Nabila terdiam. Sejenak. Firza tentu saja terkejut.
" Apa yang kau katakan. Rayyan tak mungkin berbuat hal seperti itu."
" Firza, kamu sudah janji untuk tidak menyela ceritaku. "
" Okay... Lanjutkan. "
" Jadi ... malam itu, tepatnya sudah tengah malam saat Rayyan menggedor pintu mencari mu ke rumah. Bodoh nya aku yang justru membukakan pintu untuk Rayyan. Lelaki itu mengamuk karena mendapati mu yang tak pulang ke rumah. Terlebih saat sore hari nya Rayyan memergokimu keluar dengan Max. Dia sangat marah dan menyalahkanku. Dia tahu semua perilakumu yang tega berselingkuh. Bahkan Rayyan pun menudingku jika aku dan kamu itu sama sama wanita murahan. Tentu saja aku tak terima. Rayyan itu bukan lah siapa - siapa tapi dengan kurang ajar nya menuduhku yang bukan- bukan. "
Nabila mengambil nafas sekali lagi sebelum melanjutkan cerita malam mengerikan itu." Rayyan yang sudah diliputi amarah tak dapat lagi mengontrol emosi nya. Dia.... Dia..... Dengan tega melakukan hal terkutuk itu padaku, Fir. Kamu tahu bagaimana hancur nya aku kala itu. Kevirginan yang aku jaga selama masa hidupku harus diporak porandakan begitu saja oleh Rayyan. "
Firza menelan ludah susah payah mendengar apa yang Nabila ceritakan. Firza tidak menyangkal jika memang Rayyan bukanlah lelaki baik. Karena dia sendiri juga pernah melakukan hal gila itu dengan Rayyan meskipun hanya satu kali.
" masa depanku hancur. Aku terpuruk. Aku marah pada diriku sendiri dan aku tidak akan mau lagi bertemu dengan lelaki ******** itu. Oleh karena nya aku resign dari kantor dan aku pindah rumah. Itu semua kulakukan karena aku ingin menjauh dari Rayyan. Aku ingin menata hidupku yang sempat hancur. "
" Nabila. Apa semua ceritamu itu benar. "
" Astaga Firza...! Buat apa aku harus mengarang cerita. "
" Sorry, lalu kenapa kau tidak cerita kepadaku. "
" Mana mungkin aku cerita padamu. Pasti kamu tidak akan mempercayai nya. "
" lalu? "
" entahlah apa yang ada di pikiran Rayyan waktu itu. Mungkin saja dia merasa bersalah karena tahu aku masih Virgin dan dia lah yang telah merusak nya. "
" apa kamu sempat hamil? " tanya Firza.
Nabila menggeleng
" Untung saja aku tidak hamil. Tapi yang kamu harus tahu. Mama nya Rayyan mencariku. Dia memaksaku agar mau menikah dengan Rayyan. Jika aku tidak mau, maka mama Rayyan akan menceritakan pada kedua orangtua ku perihal Rayyan yang memperkosa ku."
" Jadi? Mamanya Rayyan yang memaksamu agar mau menikah dengan Rayyan. "
" Ya. Mama Silvya yang memaksaku, Fir. Dan akhirnya aku setuju untuk menikah dengan Rayyan. "
Firza hanya terdiam mendengar semua cerita Nabila. Jadi sebenarnya Nabila tidak pernah merebut Rayyan. Tapi semua karena ulah nya sendiri yang telah berselingkuh sehingga Rayyan kecewa dan melampiaskna nya pada Nabila.
Firza menatap Nabila dengan pandangan tak terbaca. Dan Nabila berharap dengan semua cerita itu Firza akan berhenti mengganggu dan menyalahkan nya.
tau g rasanya ??????
yg jomblo minggir dulu
koq gk up.. up..😔