Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulut yang Tak Bisa Diam
Warga desa terutama para peserta pengajian sudah sangat hafal dengan tingkah Oscar.
Tanpa ragu dan malu. Oscar selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para tamu pengisi kajian sampai menjadi percakapan yang lama.
Melebihi jam malam yang membuat para hadirin lain kesal.
Wataknya memang kritis. Tapi membuat hati warga yang lain meringis karena lekas ingin pulang.
Profesor Albus bersedia datang jauh-jauh dari kota besar seberang pulau demi memberikan ceramah kepada orang-orang yang baru saja mengalami balak.
Kabarnya profesor yang terbilang muda ini datang tanpa meminta pesangon.
Suka rela supaya hati jamaah terhibur dan sejuk karena ilmu yang hak dan merasakan manisnya keimanan.
Bahkan profesor dan tim membawa bingkisan yang akan membantu mengenyangkan perut warga untuk beberapa hari.
"Sikap seorang muslim kepada musibah",
Begitulah tema kajian yang disampaikan oleh profesor Albus kepada para jamaah pada malam hari ini.
Sesudah materi habis diutarakan, masuklah ke sesi tanya-jawab antara penceramah dengan para pendengar.
Sudah barang pasti Oscar yang paling bersemangat. Ia menjadi satu-satunya peserta yang mengajukan pertanyaan.
Warga yang lain bergumam di dalam hati dengan jengkel.
"Bajingan Oscar",
"Bakal lama ini si anjing",
"Dasar tidak bisa diajak berkompromi",
Jamaah yang lain tidak bisa pulang terlebih dahulu.
Mereka tertahan karena berkat dan bantuan akan diberikan serentak setelah keseluruhan acara pengajian berakhir.
"Namaku Oscar profesor",
"Silahkan mas Oscar",
"Pertanyaan ku, kenapa di dunia ini banyak sekali agama dan kepercayaan?",
"Bagus sekali pertanyaan mas Oscar",
"Jadi seperti ini jawaban untuk pertanyaan mas Oscar",
Ketika Allah SWT menciptakan Adam dan Hawa kemudian menurunkan mereka ke bumi. Hanya ada satu agama atau kepercayaan.
Yaitu tauhid (Islam), beribadah hanya kepada Allah tanpa menyekutukannya.
Kemudian anak cucu keturunan Adam menyebar ke seluruh penjuru bumi.
Kita sepakat bahwa kebutuhan dasar seorang manusia untuk hidup adalah makan, minum dan kebutuhan biologis atau kawin (pernikahan).
Ada satu hal lagi yang luput dari kebutuhan dasar manusia yang memang sudah ada di dalam hati nurani seorang manusia. Yakni keyakinan. Yaitu agama atau kepercayaan.
Jadi alasan mengapa di dunia ini banyak sekali agama dan kepercayaan. Karena manusia membutuhkannya. Dan itu sangat alami.
Maka dari saking banyaknya orang-orang yang menyebar ke seluruh penjuru bumi. Sadar atau tidak sadar mereka mencari keyakinan itu sendiri.
Agama atau kepercayaan yang berhubungan dengan hal-hal di luar nalar pikir manusia.
Karena kalau sebatas akal dan pikiran. Manusia tidak akan sanggup.
Maka dari itu ketika manusia tidak bisa menemukan jawaban yang hak. Mereka akan melarikannya ke hal-hal yang bersifat gaib atau tidak masuk akal.
Jadilah banyak agama dan kepercayaan.
Ada yang menyembah api, hujan, berhala, hutan, pohon, gunung, lautan dan bintang-bintang.
Ada juga yang menuhankan burung-burung dan binatang-binatang.
Dan mereka yang membuat tuannya sendiri.
Maka dari itu Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan kebenaran yang hak. Kembali kepada tauhid (Islam), beribadah hanya kepada Allah tanpa menyekutukannya.
Itulah pentingnya berdakwah bahkan sampai sekarang.
Lalu apa yang terjadi kepada mereka yang masih terjebak dengan keyakinan atau kepercayaan-kepercayaan kuno yang bersifat tradisi yang dibuat-buat?
Karena mereka masih tertutup dan belum mengenal Islam.
Berdakwah lah dengan penuh ketulusan dan kesabaran.
Lalu bagaimana dengan mereka orang-orang barat yang takut kepada Islam yang mereka anggap radikal?
Islam adalah ajaran yang terbaik. Jika orang-orang barat melihat Islam sebagai agama yang radikal suka membunuh dan mengkafirkan orang lain. Itu karena fitnah.
Agama Islam yang sempurna ini pun tidak luput dari fitnah.
Ada kelompok-kelompok yang mengaku sebagai orang Islam. Tapi mereka bertindak radikal dan anarkis. Suka membunuh, berperang dan merusak.
Mereka adalah kelompok orang-orang Islam yang menyimpang dan jauh dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah yang rahmatan lil alamin. Berkasih sayang dan saling bermanfaat kepada sesama umat manusia.
Kelompok-kelompok radikal inilah yang diperlihatkan sebagai orang-orang Islam kepada orang-orang di barat yang menjadikan mereka takut kepada agama dan ajaran Islam.
Yang mereka pikir tentang Islam adalah kelompok seperti teroris dan kelompok kejahatan berkedok agama Islam yang lain.
Kelompok yang memakai nama agama Islam sebagai topeng atau simbol untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi.
Mereka orang-orang barat seakan terhalang untuk bisa melihat umat Islam yang hidup dengan penuh kedamaian, kerukunan, berdampingan dan keikhlasan dalam hidup.
Sekali lagi. Berdakwah lah dengan penuh ketulusan dan kesabaran.
Semoga semua orang di dunia ini segera mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
"Maaf profesor Albus",
"Satu pertanyaan lagi",
"Silahkan mas Oscar",
"Sialan, mulut tidak ada remnya",
"Tai Oscar, jadi tidak pulang-pulang",
"Semuanya sudah pada ngantuk, masih betah bacot terus",
"Bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya adanya Allah, atau orang-orang atheis profesor?",
Atheis adalah paham orang-orang yang ingkar kepada kebenaran.
Mereka akan terus hidup bersama kepusingan.
Tubuh dan otak mereka lama-lama akan rusak.
Akal dan nalar pikiran manusia tidak akan sanggup melampaui kebesaran, keagungan dan kemuliaan Allah SWT.
Mereka akan mencari-cari jawaban untuk membuktikan logika mereka yang tidak membutuhkan Allah SWT.
Sedangkan lubuk hati dan naluri alami mereka sangat sadar kebutuhan yang sedang mereka cari-cari.
Yakni sebuah keyakinan, agama atau kepercayaan.
Pengajian pun berakhir sampai larut malam
Oscar benar-benar senang dengan jawaban dari profesor Albus.
Wajah Oscar sumringah.
Sedangkan muka jamaah yang lain adalah banyak menguap karena sangat mengantuk.
Tapi ada kabar gembira yang membuat semua orang lekas bangkit dan seketika bersemangat.
Para pengurus daerah yang juga turut hadir dalam kegiatan pengajian di desa yang sedang bersedih ini memberitakan kabar baik.
"Akan dibuat jalur baru untuk mengantikan jalan raya yang terputus",
"Bapak-bapak bisa ikut bergabung untuk bekerja dan mendapatkan upah",
Sebuah tawaran pekerjaan.