NovelToon NovelToon
ISTRI KEDUA

ISTRI KEDUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:705.3k
Nilai: 4.5
Nama Author: story adult7

WARNING MENGANDUNG ADEGAN 21+❗
HARAP BIJAK DALAM MEMBACA.
Arunayu Putri Ramadhani adalah seorang gadis yang memiliki kepribadian tomboy. Sering di panggil Aruna atau Una. Aruna tak terlalu mementingkan yang namanya masalah percintaan. Dia juga bukan gadis yang selalu caper atau suka menggoda kepada setiap laki-laki. Justru cenderung introvert pada kaum adam.Namun hingga suatu saat, ia bertemu seseorang yang dapat mengalihkan perhatiannya. Seseorang yang seharusnya tak boleh ada dalam hatinya, seseorang yang akan membuat dirinya dilibatkan Dengan berbagai macam masalah perasaan yang ia selalu hindari selama ini.
“Kenalin Runa, ini Galang… “ ujar Mika. Aku hanya mengangguk dan tersenyum simpul. Tanpa tau pandangan pertama itu akan jadi boomerang untuk hatiku di kemudian hari.
“Gimana Na? Mau nggak gua jodohin sama galang? Ganteng loh.” Ujar Mika sahabat dari Aruna.
“Apaan sih lo mik. Nggak ah! Orang dia minatnya sama elo ngapain lo kasih ke gua?” ujar ArunaDengan acuh. Ia sedikit tercubit Dengan tawaran mika

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon story adult7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. DEMAM.

Sesampainya dirumah, wajah galang semakin pucat. Galang di sambut dengan bik sumi. Lalu ia di papah ke dalam kamarnya. Bik sumi hanya membantu membuka baju galang dan celana panjangnya. Ia tak berani membuka sepenuhnya pakaian galang walapun ia tau itu basah. Akhirnya bi sumi menelpon mika untuk memberitahu kalau galang sakit karena sarah dan Albi orang tua galang sedang pergi keluar kota. Bik sumi menelpon mika sampai panggilan ke lima namun tak diangkat. Akhirnya bik sumi mencoba menelpon aruna.

“Hallo.. Assalamualaikum..” sapa aruna.

“Walaikumsalam. Mbak aruna ini saya bik sumi” ujar sumi. Ia menggunakan telpon rumah sarah.

“Iya bik. Ada yang bisa aruna bantu?” tanya aruna

“Mbak, tolong mbak aruna cepet pulang ya. Mas galang sakit mbak. Dia demam. Terus bajunya basah semua, bibik nggak berani buka seluruh pakaiannya. Bibik Cuma buka baju sama celana panjang mas galang aja mbak” tutur sumi.

“Ya.. yaudah, aruna pulang sekarang ya bi. Jangan panic. Bibi masakin air panas aja sekarang. Aruna pulang sekarang”

“Iya mbak. Makasih ya mbak. Hati-hati dijalan mbak” ujar bibik sumi.

“Iya bi makasih. Assalamualaikum”

“Walaikumsalam.

Aruna bergegas langsung membereskan meja kerjanya, ia jadi khawatir jika nanti demam galang semakin naik jika baju basahnya di biarkan menempel di tubuhnya.

“Na, lo mau kemana? Kok beres beres? Gua baru aja mau ngasih elo cemilan” ujar putri.

“Duh sorry put, gua harus balik.”

“Balik? Emang kenapa? Ada masalah?” tanya putri penasaran

“Husband tiba-tiba sakit” bisik aruna. Lalu segera pergi meninggalkan putri yang terbengong

“Husband? Pak galang?” cicit putri.

Aruna bergegas memasuki rumah, ia langsung disambut bik sumi yang sedang membawakan teh hangat untuk galang.

“Assalamualaikum bik… gimana keadaan pak Galang?”

“Walaikumsalam mbak… pak galang kedinginan mbak, terus ini bibik baru buatin teh hangat.”

“Yaudah biar aruna aja yang bawa. Bibi tolong masakin air, terus campur air panas sama air dingin sampe anget. Abis itu bawa handuk kecil ya bik. Makasih” ujar aruna dan langsung membawa teh untuk galang. Aruna memasuki kamar galang, ia memeriksa suhu tubuh galang. Dan ya, tubuh galang sedikit memanas namun galang menggigil.

“Dd..di..dingin” keluh galang.

“Sabar ya mas.aku ambilin kamu sweater atau jaket dulu ya”

“Ccc..ce..lana ku basah” tatih galang. Seketika aruna teringat, bahwa bik sumi tak berani membuka celana galang. Bik sumi saja yang sudah tua tidak berani, bagaimana dengan dirinya? Gawat! Tapi jika tak diganti bisa iritasi. Aruna menggelengkan kepalanya. Masabodo, ia harus bertanggung jawab. Ini tugasnya sebagai istri, bukan untuk genit atau nakal, tapi untuk kesembuhan galang.

“Duuhh.. di mana ya celana nya?” aruna mengobrak-abrik lemari galang. Lalu ia mengambil ****** ***** berwarna abu-abu. Juga setelan sweater abu-abu. Perlahan aruna mengangkat tubuh galang dan memasukan sweater dari kepala, tangan dan menutupi badan. Lalu, aruna membuka selimut dan melihat dalaman celana pendek galang basah tembus hingga kasur. Aruna mendekati dan menarik nafasnya dalam-dalam lalu memejamkan matanya. Aruna menarik celana galang yang basah akibat air hujan dengan sekali hentakan bersama dalamnya lalu melemparnya ke lantai. Ia meraih handuk yang ia ambil dari walk in closet, lalu mengelap area perut hingga ujung kaki sambil terus memejam kan matanya. Terasa ada gundukan kecil dari barik handuk yang ia pegang. Saat ia melihat, ternyata ia sedang mengelap tepat di bagian tengah junior galang. Hampir saja menjerit namun aruna tahan. Aruna berniat membersihkan area itu dengan sedikit mengusap junior sampai ke sisi sisi selangki nya, namun galang malah sedikit melenguh dan gemetar. Aruna menghentikan bersihannya dan memakaikan celana dalaman dengan menutup mata lalu memakaikan celana panjangnya.

“Haaahh… gila ya, ck! Keringet dingin gua.

“Mika..” rintih galang. Aruna menoleh, terdengar kembali galang menyebut nama mika, istri pertamanya.

“Ternyata kangen sama mika” cicit aruna. Ada sedikit rasa tercubit di dadanya namun aruna tak menghiraukan. Terdengar ketukan pintu, aruna membuka pintu dan terlihat bik sumi membawa yang aruna minta.

“Mbak.. tadi Ibu sama Bapak telpon, besok pagi baru sampai kesini” lapor bik sumi.

“Oh iya, makasih. Terus tolong bibi rendam beras satu canting ya. Nanti saya mau masak bubur” ujar aruna.

“Oh iya mbak. Ada lagi?”

“Hmm.. kita ada ayam kan?

“Ada mbak… mau bik sumi masakan sesuatu?”

“Nggak bik. Biar nanti aruna aja. Aruna mau bikin kuah buburnya sendiri” ujar aruna. “Terima kasih ya bik.

“Iya mbak sama-sama” jawab bik sumi dan keluar dari kamar.

Aruna berjalan membawa alat kompres untuk galang. Aruna mulai mengompres galang dengan telaten. Ia jadi ingat dulu saat ayahnya sakit, dia yang akan merawat ayahnya sepenuhnya. Tiba-tiba ponsel aruna berbunyi.

“Hallo, Assalamualaikum Bunda”

“Walaikumsalam sayang. Aruna, gimana keadaan galang?” tanya sarah

“Mas galang masih demam bun. Apa saya bawa aja ke rumah sakit ya?” tanya aruna dengan nada cemas. Sarah tersenyum.

“Nggak usah. Bunda udah telpon dokter keluarga untuk datang kerumah. Kamu tunggu aja ya”

“Iya bunda. Terima kasih”

“Sama-sama aruna. Tolong jaga galang ya, dia kalau demam suka rewel dan lama. Insha Allah besok pagi bunda sama ayah baru sampai” ujar sarah.

“Iya bun. Hati-hati di jalan ya bunda sama Ayah. Assalamualaikum”aruna menutup sambungan telepon. Aruna kembali pada galang, ia kembali mengompres sekali gus mengelap wajah hingga leher galang.

~Tok..tok..tok..~

“Mbak aruna, ini ada dokter Raya” ujar bik sumi.

“Masuk aja Bik” jawab aruna. Bik sumi masuk membawa dokter raya yaitu sepupu galang dari keluarga sarah, dokter pribadinya keluarga galang. Dokter raya masuk dengan membawa tas prakteknya.

“Selamat siang Mbak aruna. Apa kabar? Perkenalkan nama saya Niraya Ananda sepupu Mas galang. Maaf saat pernikahan kalian saya tidak datang” tutur raya.

“Ah iya selamat siang. Jangan panggil mbak, Saya Aruna, istri…. Istri pak galang” aruna tampak ragu dan malu memperkenalkan dirinya. Raya tersenyum melihat aruna yang malu padanya.

“Tidak usah malu. Aku lebih suka kamu yang jadi istri mas galang dari pada Mika” ujar raya, membuat aruna terkejut. Raya lalu memeriksa galang dengan seksama. Lalu ia menghela nafas.

“Mas galang hujan-hujanan?” tanya raya.

“Sepertinya iya. Soalnya kata bik sumi pak galang pulang bajunya basah.” Jawab aruna.

“Kenapa mas galang bisa hujan-hujanan? Kamu tau aruna, mas galang itu sensitive sama hujan” jelas raya.

“Maaf… saya tidak tau kenapa dia bisa hujan-hujanan” jawab aruna. Raya lalu memeriksa kembali.

“Ini aku kasih obat untuk mas galang. Ada tiga macam. Semua di minum setelah makan. Pastikan di minum obatnya, karena dia susah banget kalau disuruh minum obat.” Jelas raya.

“Baik mbak. Terima kasih. Nanti saya paksa pak galang minum obat” jawab aruna.

“Jangan terlalu formal sama aku. kita udah jadi keluarga, kamu boleh panggil aku mbak. Karena kayaknya kamu lebih muda, tapi jangan pakai ‘saya’ itu terlalu kuno!” ujar raya sembari tersenyum. Aruna pun ikut tersenyum.

“Iya mbak. Terima kasih sekali lagi”

“Oh iya… nanti kalau panasnya susah turun, kamu tolong peluk dia ya. Kalau bisa skin to skin. Galang kalau udah deman susah turun, agak rewel dan manja!” ujar raya sembari memberika senyum aneh di mata aruna.

“Iya mbak. Nanti saya.. eh.. aku coba lakuin apa yang mbak raya sarankan” jawab aruna. Raya pun pamit sambil memeluk aruna dengan hangat.

Setelah aruna mengantarkan raya sampai depan pintu utama, aruna kembali ke kamar dan berniat memberi makan galang. Namun ia harus membuat bubur dulu, jadi aruna langsung pergi ke dapur.

1
Wuri Handayani
yg buat saya aga bingung ini di awal Rina agama non muslim sama kaya si Gilang tapi tambah kesini ko selalu bila percakapan runa seakan muslim
Fe
gue udah nikah, gituloh aruna selesai beres
Rahma Putri
males thorr cerita jelek
Rahma Putri
cerita yg menarik
Ena Yati
ceritanya ngebosenin..jengkelin..
pena_sf:)
othor jahat bikin cerita yg menodai harga diri perempuan
fitriani
gila y si gerald aka harison balas dendamnya salah org kasihan bgt aruna yg jadi korbannya
fitriani
y iyalah mika skr udh gak guna bagi harison aka gerald secara target dy skr kan aruna secara dy kan mau balas dendam bwt hancurin galang dan keluarganya
fitriani
rita sialan selalu itu ancamannya... ancamannya selalu mau jual rumah... gak kreatif🤦‍♀️😡😏
fitriani
good aruna puas bgt lht aruna yg bisa ngelawan mulut emaknya si mika
fitriani
ayo dnx galang Coba d teliti baik2 tuh foto masa iya kamu gak hapal sm siluet mika... itu udh spill loh sm org ttg perselingkuhan mika k kamu
fitriani
bnr2 circle pertemanan yg toxic🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
fitriani
wkkwkwwkwkwk si alan sa ae dah ah ambil kesempatannya😁😁😁😁
fitriani
mika marah padahal galang baru hampir nidurin aruna yg notabene adalah istrinya galang apa kbrnya mika yg dgn sadar tdr sm laki2 lain
fitriani
bagus dah kl aruna nyerah biar si galang taw rasa kehilangan yg tulus
fitriani
good aruna.... org modelan si galang itu ma emang harus d tegasin
fitriani
y elah si mika mulutnya bnr2 dah ah pakai segala ngomong kl perasaan dy k galang udh expired🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
fitriani
pasti galang lagi d bodohin sm mika... pasti si mika lagi enak2 sm horison
fitriani
kasihan bgt seorang CEO seperti galang d bodohi sm istri sendiri
fitriani
bagus alan emang tmn kamu itu ma harus d kasih ceramah biar hatinya sm otaknya kebuka... bnr bgt kata alan wanita itu butuh kenyamanan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!