Aku naima umurku 19 tahun.Aku tak tau siapa orang tua ku yang aku tau aku hidup bersama ibu panti ku " ibu sari".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21.Semoga jadi kenyataan
Hay para readers sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan untuk itu saya ucapkan mohon maaf bila ada salah kata yang menyinggung hati para readers, semoga di bulan suci ramadhan ini kita bertambah ibadah nya dan iman kita kuat menjalani nya, berkah selalu all.. Aamiin 🙏
🌿 🌿 🌿
Hari demi hari terus berganti Ibu Sari dan mamah Rani kembali sehat dan seperti biasa melakukan aktivitas nya secara berbeda. Ibu Sari yang lebih sibuk di Dapur sedangkan mamah Rani lebih senang melakukan kegiatan sosial nya.
Di malam hari Ibu Sari menemui Naima di kamar nya, secara perlahan dan pasti Ibu Sari mengetuk pintu kamar Naima.
(tok.. tok.. tok)
"Assalamu'alaikum sayang.. Nai sudah tidur ya? " tanya Ibu Sari.
Terdengar langkah pasti dari dalam kamar Naima.. (kreeekkk)
"Ibu, Nai belum tidur bu, Nai lagi buat laporan disuruh sama atasan Nai, ada apa bu? Ayo Ibu masuk " ucap Naima dengan menggandeng Ibu Sari untuk masuk kedalam kamar nya dan mempersilahkan Ibu Sari untuk duduk di sofa kamar Naima.
Ibu Sari pun dengan gugup nya siap untuk bicara karena hal ini tidak mungkin ibu sembunyikan selamanya, karena umur tidak ada yang tau.
Ibu Sari pun menceritakan semuanya dari A sampai z tidak ada satupun yang terlewat, sampai Naima sesenggukan menahan tangis nya. Ibu Sari mencoba menenangkan anak asuh nya di peluk nya Naima dengan penuh kasih sayang, hingga akhirnya Ibu Sari berkata....
"nak, kalung yang kamu pakai udah ada sejak Ibu menemukan mu.. itu tanda bukti dari mamah mu nak, bila kamu bertemu dengan seseorang dengan kalung yang sama bearti itu lah Ibu kandung mu sayang" jelas Ibu Sari sambil memeluk Naima.
" nak, Ibu mohon bila suatu saat nanti kamu bertemu orangtua mu, jangan lupakan ibu ya, sebenarnya ibu tidak rela melepaskan mu sayang.. tapi rahasia ini menyiksa batin ibu nak, ibu takut umur ibu tidak lama lagi.. dengan penyakit yang ibu derita ini "Ibu Sari tak bisa menahan tangis nya.
Dan akhir nya pecah lah suara tangis dua wanita yang beda usia itu, kamar yang dingin menambah kesedihan mereka berdua.
Dilain tempat dengan suasana berbeda.
Nampak kebahagian terpancar di wajah mamah Rani, karena suami nya memberikan berita bahagia yang sejak lama dia tunggu.
Berkali kali mamah Rani mencium suami nya sampai sang suami geleng geleng kepala melihat kelakuan istri nya yang seperti anak kecil.
Wajar saja mamah Rani senang karena berita ini udah lama dia ingin kan.
Akhirnya pak Bayu pun bercerita kalau dia mendapat kan berita ini dari teman nya yang bernama Putra, pak putra dari awal memang tidak tau kalau itu adalah putri dari pak Bayu makanya dia berinisiatif membawa putri ke panti asuhan milik teman istri nya, setelah panjang lebar akhir nya pak Bayu mendapatkan alamat panti asuhan tersebut.
Tentu saja kabar kebahagian ini dia simpan sampai dia pulang ke rumah untuk kejutan istri tercinta nya.
"pa.. besok kita langsung pergi ke panti asuhan anak kita ya pa, mama udah gak sabaran pa, dih senang nya hati mama pa, bagaimana wajah anak kita sekarang ya pa! " mamah Rani terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan suami nya.
"iya ma iya... sabar ya besok kita pasti pergi ke panti asuhan anak kita, udah sekarang kita tidur dulu ya udah malam" papa Bayu dengan mesra nya mencium kening mamah Rani dengan kasih sayang.
***Ayooo kira-kira itu Naima atau bukan ya? 🤔🤔😂
yuk like komen rate gift biar othor semangat 💃💃💃***
next 🌹🌹🌹