Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14
setelah mengantar Rigel, Regan tidak langsung pulang, melainkan ia pergi menemui teman temannya , yang sudah menunggu di tempat biasa mereka nongkrong,
" wuih Gan tumben gak molor, biasanya lu dateng paling terakhir " Dirga salah satu teman Regan
"tuh muka, kusut amat kenapa lu,,?
" gak apa, gw sekalian keluar cepet tadi nganter seseorang " sahutnya
"dimana Jeri,,?
" belum dateng dia" Sahut Raka yang baru saja bergabung setelah dari kamar mandi,
Kurang lebih lima belas menit akhirnya Jeri datang dan ikut bergabung ,
" lho tuan Regan sudah disini,?
" sekalian jalan tadi Jer, lu jangan panggil gw tuan lah Jer , ini kan diluar kantor "
" Oh ya Jar gue mau minta tolong sama lu, coba lu cari informasi dia" ucap Regan sambil memberikan sebuah foto ke Jerri,
Jerri pun segera menerima dan melihat foto tersebut, jerri mengernyit keningnya saat melihat foto yang di berikan oleh Regan, " lho inikan sekertaris baru Regan, ada hubungannya apa mereka " ucapnya dalam hati Jerri,
" baik, Gan saya menerima perintah "
" tunggu Foto siapa sih" Dirga Yang penasaran Ia pun segera merebut foto yang ada di tangan Jerry,
" Lho ini kan Anara kalau nggak salah dia itu satu sekolah sama kita cuman beda kelas kalau kita ini kan kelas 3A di bagian unggulan Nah kalau Nara dia dari 3B, "
"lu kenal Ga,,?
" gw gak begitu kenal Gan, cuma sepintas kenal aja, yang kenal kembaran gw, kebetulan dia satu kelas" jelas Dirga
" emang kenapa si, tumben amat lu nyari info perempuan,? tanya Raka yang penasaran dengan Regan tidak seperti biasanya mencari tentang wanita,
sebelum menjawab Regan menarik nafasnya dengan berat,
" entahlah, Gue cuman curiga kalau dia perempuan itu"
" tunggu-tunggu Maksud lu tuh cewek ada sangkut pautnya sama kejadian 6 tahun yang lalu atau jangan-jangan perempuan itu yang waktu itu Menghabiskan malam sama elu" Jelas Dirga
" gua nggak tahu Lu kan tahu Gue nggak ingat tuh wajah perempuan itu dan gue juga nggak ngeliat karena saat itu kondisinya gelap"
" terus gimana caranya elu bisa yakin kalau Nara perempuan yang pernah tidur bareng sama elu, Gan ?
" gue juga bingung Raka yang gue inget tuh aroma parfumnya yang sama persis seperti aroma parfum milik Nara"
" gini aja deh kalau lu Gan mau cari informasinya lu tanya aja sama Disa kebetulan dia kan satu kelas sama Nara Siapa tahu kita bisa dapet infonya" saran Dirga
" betul itu Gan kalau gitu mending lu panggil aja saudara kembar lu ke sini Ga, "
...****************...
mau tidak mau Akhirnya Dirga Mah minta saudara kembarnya untuk menyusul mereka,
" Ya ampun Abang ada apa sih ganggu orang lagi kumpul aja nyuruh kita datang ke sini" suara cempreng milik desa terdengar dari pintu masuk,
Dirga mendengus jengkel setelah terdengar suara adiknya yang yang berisik itu,
" kalau bukan karena Regan juga gua nggak mungkin manggil lu ke sini Berisik tahu suara lu"sewotnya
" eh abang Regan tumben amat bang, manggil Disa kesini,,?
" iya Dis, abang ada yang mau di omongin sama lu Dis, "
"apa itu bang " serunya
" Dis Duduk dulu kenapa nggak capek apa berdiri terus" cetus Lita
" eh maaf Lit, ayok duduk disini aja "
" Abang mau nanya apa, , ?
" Jerry berikan foto itu ke Disa"
mendapatkan perintah dari bosnya Jerry memberikan foto Nara ke desa.
" Lho ini kan Nara ,Kenapa kalian bisa dapat foto Nara, ?
" Lu kenal nggak Dis?
" kenal lah bang , dia kan salah satu teman gue tapi sayang waktu masuk kuliah ada kejadian sehingga membuat dia dikeluarkan di kampus" jelas Disa dengan suara murung
" Kok bisa, dikeluarin di kampus Emang bikin kesalahan apa si Nara Dis,,?
Disa menghela nafa ia mengingat kejadian 6 tahun lalu salah satu temannya Anara, mereka bertiga berteman dengan sangat baik sampai lulus sekolah entah apa yang terjadi dengan temannya tiba-tiba saat masa masuk kuliah temannya dinyatakan hamil mau tidak mau pihak kampus mengeluarkan temannya dia ingin bertanya dengan temannya Tapi saat dia ingin menemuinya di rumah justru Ia mendapatkan kabar Kalau Nara telah diusir dari rumah sampai saat ini ia tidak tahu dia tinggal di mana,
" ceritanya gue juga nggak tahu tapi yang jelas Kami berteman baik kita masuk kuliah juga sama-sama kan Li, "
" Iya Kak waktu kita masih sekolah kami sudah berjanji akan masuk di kampus yang sama hingga akhirnya terwujud kita masuk kampus bareng-bareng, hingga kejadian itu yang membuat kita terpisah"
Disa dan Lita tidak bisa membendung air matanya, Tiba-tiba saja keluar dengan deras saat mengingat Nara"
" saat itu kami sedang menjalankan tugas kuliah, sampai di dua minggu kami menjalankan kuliah tiba-tiba saja Nara jatuh pingsan, dan Kebetulan sekali di situ Di kampus ada kunjungan dokter, dan akhirnya Nara diperiksa oleh dokter tersebut, tapi tiba-tiba dunia terasa runtuh saat dokter yang memeriksa Nara mengatakan jika Nara hamil, Awalnya kami tidak percaya Begitu juga dengan Nara ia memaksa dokter untuk memeriksa kembali diagnosanya takut salah tapi lagi-lagi dokter mengatakan jika hasilnya positif, setelah dokter mengatakan itu terdengar beberapa dosen yang juga ikut melihat kondisi Nara mereka tahu akhirnya Nara keluarin dari kampus, dan setelah itu kami tidak tahu Nara pergi kemana, kami datangi rumah Nara, lagi lagi kabar yang tidak baik, ayah Nara telah mengusir Nara dari rumah " jelas Lita dengan derai air mata,
semua yang mendengar cerita Lita menunduk tidak ada yang bersuara,