NovelToon NovelToon
My Husband, My Teacher

My Husband, My Teacher

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Dosen / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:645.8k
Nilai: 5
Nama Author: Usan

Follow dulu yuk sebelum baca..

.

.

Tidak pernah menyangka dengan alur hidupnya yang harus menerima jika sekarang dirinya sudah menjadi seorang istri.

Menikah karena dasar perjodohan yang lebih dominan karena Ayahnya yang menentukan semua ini tanpa sepengetahuan dirinya.

Aqila Hanannia Darma.

Gadis cantik dengan hijab yang membalut kepalanya serta bunga melati dan siger khas pengantin adat jawa membuat seorang Hana lebih terlihat cantik.

Dan seorang pria dengan balutan baju adat jawa berwarna putih senada dengan Hana sudah siap untuk mengatakan ijab kobulnya.

Prasetyo Darma Ayahnya Hana menjabat tangan pria yang akan menjadi menantunya hari ini.

Farzan Abqari Mahardika.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara/Ananda Farzan Abqari Mahardika bin Bram Sagara Mahardika dengan anak saya yang bernama Aqila Hanannia Darma dengan maskawinnya berupa Emas dan uang tunai sebesar $99,21, Tunai." Prasetyo Darma.

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Aqila Hanannia Darma binti Prasetyo Darma dengan maskawin tersebut, tunai." Farzan Abqari Mahardika.

"Sah!"


______________

Ini murni kisah karangan aku sendiri..
Jangan lupa follow dan vote cerita ini..
Boleh komen sebanyak mungkin...
❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke Supermarket..

Maaf telat update 🌸🌸

.

.

.

"Bapa yakin kuat??" Pertanyaan ini sudah ratusan kali Farzan dengar, tapi istri kecilnya ini masih meragukan jawabannya.

"Aku baik baik saja.. Ayo kita berangkat katanya bahan bahan di kulkas udah abis?" Farzan mengambil kunci mobilnya yang ada di ruang nakas sampinh ranjang.

Hana yang berdiri sedari tadi dengan tangan saling bersilang didepan dada. Hana bertanya seperti itu karena khawatir pada Farzan yang baru saja sembuh.

Tapi lihatlah, pria ini sudah berpenampilan tampan dan juga sedang memandanginya.

"Hahh.. Iya iya! Ayo berangkat!" Hana mengela nafas pasrah, dahlah gimana nanti saja Farzannya sendiri terlihat semangat untuk keluar rumah.

"Nah, begitu dong.. Ayo!" Hana mengambil tas selempang pemberian Farzan, tanpa sadar Farzan merangkul pundak Hana membuat mereka berdua berhenti seketika.

"Ah! Maaf, aku gak sengaja!" Farzan mengangkat tangannya keatas.

Hana diam merasakam jantungnya yang kembali berdebar, Hana menunduk dan kembali berjalan.

"Gak papa!" Ucap Hana pelan namun masih terdengar.

Farzan mengusap wajahnya, bisa bisanya dirinya melakukan hal yang meemalukan. Tubuhnya benar benar replek dengan sendirinya.

Farzan pun berjalan keluar kamar menyusul Hana yang sudah sampai di pintu rumah mereka.

"Heii tunggu!" Ucap Farzan di tengah tengah saat menuruni tangga.

Hana terus berjalan keluar dan menunggu disamping mobil Farzan.

Farzan pun membuka kunci mobilnya dengan menscan jarinya.

Klik.

Pintu mobil terbuka.

Hana pun segera masuk dan disusul oleh Farzan.

Akhir pekan ini rencana Hana ingin berbelanja bahan bahan yang sudah habis di dapur sendiri saja, namun sedari pagi tadi Farzan memaksa ingin ikut.

Saat Hana meminta izin keluar pria itu sangat semangat ingin ikut dan terus memohon agar di izinkan sampai Hana lelah menanyakan jika Farzan tidak akan apa apa.

Beginilah sekarang, mereka sudah tiba di supermarket dekat perumahannya.

"Aku bawa troli dulu!" Hana mengangguk dan menunggu Farzan.

Tak lama Farzan pun datang dengan trolinya, "Ayo!"

"Ke sebelah sini dulu ya!" Tunjuk Hana pada bahan bahan dapur. Farzan mengikuti istri kecilnya dari samping.

Hana tidak menyangka hal yang sering dia lihat di drama drama korea kini kenyataan dan di alaminya sendiri.

Berbelanja ditemani dengan suami, meskipun cinta belum tumbuh diantaranya tapi Hana merasa senang.

Tidak ada yang tau kan jika mereka sebenarnya sudah memiliki perasaan yang sama.

Hanya saja sulit untuk mengenali rasa itu sendiri, bahkan tanpa mereka sadari.

Troli mereka sudah setengahnya terisi.

"Pak, capek gak?" Tanya Hana.

"Engga kok! Ayo mau cari apa lagi biar sekalian ya!" Jawab Farzan tidak terlihat lelah sama sekali.

Hana diam diam tersenyum, ternyata Farzan tidak sedingin saat disekolah bahkan Farzan banyak bicara.

*Duhh manis banget mereka..

Pasangan muda kali ya..

Tapi kok ceweknya kaya yang masih sekolah deh..

Adik Kakak mungkin!

Tapi kok lihatnya gemes ya..

Coba ada satu lagi cowok kaya dia, saya mau satu buay di bawa pulang..

Huss.. Kamu ini ada ada saja..

Hahahaha*...

Hana dan Farzan mendengarkan semua bisikan dari orang orang sekitarnya, ada rasa kecewa saat dikira mereka adik dan kakak. Namun, tak urung jantung Hana kembali berdebar.

"Eh!" Hana terkejut saat Farzan tiba tiba memegang tangan dan menautkan jari mereka.

"Yu, lanjut!" Ucap Farzan, Hana hanya memgikuti tarikan lengan Farzan karena dirinya yang masih terbengong.

Hana menatap jari mereka yang saling bertautan, seutas senyum mengembang di wajah cantik Hana, wajah Hana rasanya panas sekali, gadis itu menutupi wajahnya dengan satu tangan yang bebas.

Hingga mereka melanjutkan mencari keperluan rumah juga, keranjang troli pun sudah penuh Hana dan Farzan menuju kasir.

Farzan tidak sedikitpun menjauh dari Hana, sedari awal hingga kini selesai pun Farzan disampingnya.

Heii boleh kan aku memberitaukan kalian? Kalo aku sedang senang saat ini. Teriak Hana dalam hati.

🌸

🌸

Setelah lelah berbelanja kini mereka sudah tiba di rumah, Hana langsung mencuci tangan dan kakinya di toilet dekat dapur.

Gadis itu langsung membereskan semua belanjaan tadi dan menyimpan sesuai dengan tempatnya.

Farzan memperhatikan Hana dari ruang tengah, Farzan merasa beruntung memiliki Hana yang mandiri. Bahkan beberapa hari ini Farzan benar benar melupakan masalah besarnya yang masih belum dia selesaikan.

Bahkan Bima pun masih belum memberikan kabar apapun.

Farzan pun berpikir, apa sekertaris Papa mengurusnya dengan baik? Batin Farzan.

Farzan tidak yakin orang itu akan benar benar kapok dengan perlakuannya. Farzan harus bisa menangkap orang itu agar tidam berulah lagi.

"Pak.. Pak.. PAK FARZAN!!"

Farzan terkejut saat Hana berteriak, gadis itu sedang memandangnya dengan nafas terengah.

"Ke-kenapa?" Tanya Farzan menghampiri Hana kedapur.

Wajah gadis itu berubah menjadi cemberut, "Aku panggilin loh dari tadi." Ucap Hana lalu mengembungkan pipinya.

"Maaf, aku lagi ke inget soal perusahaan.. Jadi kenapa?" Tanya Farzan lagi.

"Ini lohh, gak sampe!" Hana menjinjit berusaha untuk membuka pintu lemari bagian atas, namun usahanya tetap tidak bisa sampai.

"Sini biar aku saja.. Apa yang di simpan disini?" Farzan dengan mudahnya membuka pintu lemari itu membuat Hana semakin kesal.

Kenapa harus setinggi itu sih..

"Ini sama ini! Makasih!" Ucap Hana namun sedikit ketus.

"Ada yanh bisa aku bantu lagi?" Tawar Farzan melihat wajah Hana yang cemberut seperti sekarang ini membuatnya merasa gemas.

"Gak ada!" Jawab Hana melanjutkan memasukan sayuran kedalam kulkas.

"Jangan cemberut gitu dong bibirnya.. Nanti aku gigit ketagihan loh!" Mata Hana membulat mendengar ucapan Farzan.

Saat matanya memandang Farzan, pria itu tersenyum dan menaik turunkan kedua alisnya.

"Ihhhh.. Nyebelin!" Hana melemparkan wortel yang barusan dia pegang untuk di masukan ke kulkas.

Namun Farzan bisa menangkapnya, "Bilang aja gak papa kok!" Pria itu berjalan menghampiri Hana.

Hana langsung menutup pintu kulkas dan akan kabur namun Farzan langsung memgukung dirinya.

"Giaman?? Mau??" Jarak mereka sangat dekat sekali membuat pasokan udara terasa menipis. Bahkan Hana sulit bernafas karena yakin nafas mereka bisa saling berbagi.

Wajah Farzan kini semakin dekat..

Semakin dekat..

Hana menutup matanya dengan kening yang mengkerut.

Farzan tersenyum melihat ekspresi Hana yang sedang waspada begini.

Padahal mereka beruda sudah halal.

Cup.

Farzan pun meninggalkan Hana yang mematung meninggalkan rasa yang campur aduk.

Tangan Hana terulur mengusap keningnya yang barusan Farzan cium.

"Hangat!" Lirih Hana, menyadari jejak Farzan hangat di keningnya.

Wajahnya memerah sempurna dan jantung berdegup kencang, tubuh dan kakinya lemas kini Hana terduduk di lantai.

"Ihhhh... Nyebelinnn!!!!" Hana menundukan wajahnya di sela sela lututnya sambil memukul mukuli lantai.

.

.

.

.

TBC.

**Haduhh gemes gak sih...

Mau juga di cium kening sama Farzan??

Jangan lupa like dan komen juga yaa..

See you**..

OOTD hari ini..

1
Amin Srgfoo
kapan up lagi ini,. tetep semangat
Amin Srgfoo
karyanya bagus konflik ngak bertele2
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Tina Nine
😅😅😅hana
Tina Nine
Uda terkontaminasi ya Hana otaknya...😅😅 sama yang kenyal.kenyal..
Qaisaa Nazarudin
Iiddiiihh ntar berjodoh nih😂
Qaisaa Nazarudin
Farzan juga harus belajar mengganti panggilan Nama Hana ke yg lebih romantis juga loh,,,😃
Qaisaa Nazarudin
gak paham aku,,ikuti terus alurnya.,semoga ada kejelasan dei Outhor😂
Qaisaa Nazarudin
Loh yg menyebabkan Farzan mengamuk itu soal keselamatan Hana atau soal pekerjaan kantor sih?? Hana kan baik baik aja🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Hana coba lah ikhlas karena Allah utk menerima pernikahan kalian,In sha Allah semua nya akan menjadi indah,,,
Qaisaa Nazarudin
visual Hana cantik tapi terlalu dewasa.gak kayak cewek 18 tahunan🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Qaisaa Nazarudin
Panggil GUTAMI aja (GUru TApi suaMI). biar gak ada yg curiga😂😂🤭
Qaisaa Nazarudin
Mampir thor,,,nyimak dulu,kayak seru🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️
Erna Pujii
bagus baru baca tor.... bikin mesra tor masa suami istri kaku gitu sikap nya
Erna Pujii
tak baca dulu .... semangat tor
Melia_naaaa♡
panggilannya jangan Pak dong thor,cocok dipanggil Mas daripada Pak
Anggraini Lestari
aku juga belajar darimu kok thir😁😁
piah Hasan
senengnya jd hana... 😍
Tenti Asanti
lanjutlah thorrr
Kurnia Bubut kayu
boleh senyum gak thor lihat pak guru ajibbbb klepek klepek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!