Anak Konglomerat ternama,Dia dicelakai oleh temannya sendiri yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya. Namun berkat kalung giok naga pemberian Nenek, Jiang Are melintasi ruang waktu.
Begitu bangun, Jiang Are menyadari bahwa dirinya masih hidup! dan mendapatkan System yang akan membantunya menggapai puncak keabadaian didunia kultivasi dengan menyelesaikan Quest, agar dapat kembali ke bumi lagi.
Akankah Jiang Are mampu membalas dendam kepada orang yang telah mencelakainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 - Jiang Yan
Bagian 21 - Berbelanja
-- Sesampainya di Pasar --
Semoga tidak terjadi apa apa dengan Jiang Yan, selama aku tinggal sendiri dirumah. Huhh~
Nah sampai juga di toko pakaian, beli pakaianku 10 Style. Belikan Jiang Yan 7 Style saja. Hitung hitung 1 Minggu untuknya, bila habis biarkan dia mencuci, ah iya pakaianku bisa sekalian dicuciin kan? Hehehehe!!
Are berjalan menuju tempat pembayaran "Pelayan aku ingin ambil ini semua"
"Baik Tuan" Ucap Pelayan Kasir
--Menghitung Semua--
"Tuan Totalnya 250.000 Tael, Pakaian Dewasa 100.000 Tael, Remaja 150.000 Tael" Ucap Pelayan Kasir
Pakaian milik Yan mahal sekali huhu T-T
"Baik, bungkus saja semua. lalu ini 250.000 Tael" Ucap Are.
-- Membungkus --
"silakan Tuan ini Pakaiannya, datang lagi yah!!" Ucap Pelayan Kasir
beli pakaian sudah sekarang pergi ke toko bahan makanan
-- Setelah memakan waktu yang cukup lama Are akhirnya membeli semua barang untuk mengisi dapur total biaya yang dikeluarkan 659.500 Tael --
Beli pakaian sudah, beli makanan sudah. sudah semua kan sekarang pulang saja kerumah..
Disaat perjalanan Are terpikirkan sebuah item dan membayangkan untuk membeli beberapa item itu, dan menjualnya ke system akan mendapatkan banyak point kan hehe
System gunakan semua Voucher gratis pembelian untuk membeli palu jiwa
"Voucher tiket yang tuan miliki belum mencapai persyaratan. Tidak dapat membeli barang yang tuan minta" - System
lah mengapa tidak bisa dibeli system? seharusnya barang yang dibeli oleh tiket bisa kan?. dan masa penggunaan tiket juga masih lama!
"karena Palu Jiwa memiliki harga yang tidak wajar maka bisa dibeli dengan memerlukan 10000 Voucher tiket" - System
duh... ternyata memiliki persyaratan pembelian, ya sudahlah harus meningkatkan kultivasi ku dahulu
-- berjalan pulang ke rumah --
-- sesampainya di rumah --
Saat Are memasuki rumah melihat Jiang Yan yang telah menunggu di taman
"Ah guru, kamarku sudah selesai ku rapikan. Apakah sekarang waktunya berlatih?" Ucap Yan dengan Semangat
"Ah tidak sekarang, mungkin besok akan kita mulai" Ucap Are
"Yyyyaaahhhh, guruuu" Ucap Jiang Yan tiba tiba Lesu
"Sebelum mulai berlatih. guru menginginkan mu untuk bisa diwajibkan bisa memasak, dan mencuci pakaian dahulu" Ucap Are
ah aku mengerti, guru menginginkanku melakukan itu mungkin akan berguna di kemudian hari. Mungkin ketika saat diluar dan tidak ada guru, aku harus bisa bertahan hidup sendiri!!
"baiklah Guru, Murid mengerti apa yang guru maksud. dan murid tidak akan berlatih dahulu sebelum memahami cara memasak dan mencuci" Ucap Yan
"Baiklah, ini guru memberikanmu 7 style pakaian." Ucap Are
"Wahh!!, terima kasih guru" Ucap Yan. //Senang
Setelah menerima pakaian Yan berlari menuju ke kamarnya untuk menyimpan pakaian
"Jiang Yan, setelah menata pakaian temui guru di dapur" Ucap Are
"Baik Guru!!" Ucap Yan
Bagian 21.1 - Mengajarinya
Are berjalan menuju dapur, dan segera menata semua barang dengan rapi.
"Guru, murid telah kembali. Hehe" Ucap Yan
"sini mendekatlah kepadaku. akan aku jelaskan kegunaannya, setiap barang telah aku tandai dengan tulisan. bila kamu agak pelupa guru telah menyiapkan buku dengan judul bahan dan kegunaan dalam masakan" Ucap Are
Are mulai menjelaskan satu persatu barang serta kegunaannya secara lengkap.
"apakah sudah mengerti semua yang ku jelaskan Jiang Yan?" Ucap Are
"Guru murid hanya menangkap sedikit saja" Ucap Yan ekspresi Sedih
"Tidak masalah, maka dari itu guru membuatkanmu buku itu untuk dipahami. setelah kamu paham, akan ku ajarkan makan makanan yang enak" Ucap Are
wah makan makanan enak, aku ingin mencoba makanan buatan guru…
Are melihat wajah muridnya yang seperti membayangkan makanan enak tersenyum.
"Pfft~, ada apa denganmu Jiang Yan. Apakah kamu mencoba membayangkan makanan enak" Ucap Are pandangan meneror + senyum
Wajah Jiang Yan Memerah dan bertingkah aneh "Ah, ah, tidak. Aku hanya membayangkan keseruan berlatih hehe"... Perut Jiang Yan tiba tiba berbunyi
"Hahaha, kamu bercoba berbohong yah dari guru karena malu?. sebenarnya sedang membayangkan makanan buatan guru mu ini kan?" Ucap Are Tersenyum
"Ahhh" Ucap Jiang Yan //Malu
"Hahahaha, Guru yang akan memasak untukmu selama kamu berhasil mempelajari buku itu. Ingat jika kamu terlalu lama dalam berlatih maka jangan salahkan guru yah"- Are
"Eh apa maksud guru?" Ucap Jiang Yan //Bingung
" Sudah sudah, Sekarang kamu tunggu di taman saja Guru akan memasak yang enak untuk kita nanti" Ucap Are //Senang
Are menghembuskan Jiang Yan keluar dari dapur, dan menutup pintu dengan Angin
"Ah tunggu guru, apa maksud guru tadi?." Ucap Jiang Yan
Brakkk, suara tutup pintu
"Kamu cari tahu sendiri, ah iya ini bukunya kamu bawa" Ucap Are
Eh apa maksud guru tadi yah?. Sebentar, Jika kamu terlalu lama dalam berlatih maka jangan salahkan guru?, eh bentar ada yang aneh…. Ehhh!! Jika aku lama menguasai memasak maka akan lama juga untuk bisa mempelajari ilmu bela diri dan bisa lebih lama aku meraih mimpiku!! aahhh harus bisa!!
Jiang Yan berlari menuju taman kembali, untuk mempelajari dan menghafalkan kegunaannya.
Are melihat dari jendela, hah ternyata dia sadar dengan perkataanku. Sekarang masakin Nasi Goreng saja
-- Selesai Memasak --
Are membawa 2 piring Nasi Goreng yang dimasak sendiri. Jiang Yan merasakan Aroma sedap yang dibawa oleh Guru
"Jiang Yan, mari makan bersama" Ucap Are
"Baik, Guru" Jiang Yan meletakan bukunya dan mengambil 1 piring "Guru masakan apa ini? Aromanya sangat sedap"
"Ini Guru namakan Nasi Goreng, makanan favoritku. karena masih hangat lebih baik segera dinikmati saja. Nanti kalau sudah kamu lanjut lagi belajarnya" Ucap Are
Jiang Yan Memulai memasukan nasi goreng ke dalam mulut… ah enak makanan buatan guruku, lantas saja guru bilang ini makanan favorit ternyata rasanya luar biasaa
melihat wajah Jiang Yan tersenyum memerah seperti itu membuatku senang.
Yosh!! Aku harus mahir dalam memasak, demi membuat Guru senang
-- Selesai Makan --
"Terima kasih Guru!!, makanannya enak sekali" Ucap Jiang Yan
"Tidak masalah, yang penting sekarang cepatlah belajar untuk bisa menjadi yang terkuat dan mencapai impianmu" Ucap Are. //Mengambil Piring
"Baiklah guru" Ucap Jiang Yan mulai mengambil buku itu dan belajar serta menghafalkannya
Jiang Are melihat muridnya memiliki semangat yang tinggi dan berbakti membuatnya sangat senang
"Jiang Yan, Guru mau ke dapur untuk mencuci piring setelah itu berkultivasi di ruangan. Jika ada sesuatu beritahu saja kepada Gurumu ini yah" Ucap Are
"Baik guru" Ucap Jiang Yan
Bagian 21.2 - Kekhawatiran diri
Jiang Yan, sudah mulai mengingat hampir sepenuhnya isi buku memerlukan waktu beberapa jam untuk mengulang ulang. Ahh sudah mulai mengantuk, lebih baik aku kekamar dan tidur
Are merasakan keberadan Jiang Yan, dan melihatnya dari jendela. sungguh berusaha dengan keras aku tidak tahu sampai mana dia sudah menghafal tetapi sebagai gurunya aku akan terus menuntunnya. Sekarang lebih baik berkultivasi menunggu besok hari dan menyerap kembali Aura ini untuk mencapai Alam Raja
-- Mimpi Jiang Yan --
"Kau dilahirkan sebagai orang tidak berguna lebih baik kamu pergi dari keluarga BO ku!!" Ucap Ketua Marga Bo
"Jangan tidak, aku akan lebih berusaha" Ucap Jiang Yan
"Kau itu hanyalah sampah, tidak pantas bergaul" Ucap Npc G
"Lantas kenapa! Aku hanya ingin dapat keluarga" Ucap Yan //Berteriak sambil tidur
Are yang mendengar suara teriakan Jiang Yan bergegas menuju ruangannya
"Sampah lebih baik mati saja. Daripada menyusahkan orang" Ucap Npc L
"Aku masih ingin hidup, aku tidak mau menyusahkan hwahaha" Ucap Yan
"Sampah sepertimu tidak layak mendapatkan keluarga hahaha" Ucap Npc X
"Seseorang tolong aku hwahaha T-T" Ucap Yan
"Sampah sepertimu lebih baik jangan berharap besar untuk menguasai Dunia" Ucap Npc E
"siapa pun yang mendengarku tolong Aku" Ucap Yan
"Sini Sampah bersujud dan cium kakiku haha." Ucap Npc G
"Guruku, atau siapa pun tolong.. Aku tidak ingin ditindas" Ucap Jiang Yan // Menangis
"Jangan takut dasar murid bodoh!!, gurumu akan selalu melindungi dan menolong mu" Ucap Are
"Terima kasih guru, kamu adalah penerangku!!" Ucap Jiang Yan
Tiba tiba ada sosok bayangan putih muncul memeluknya. Jiang Yan perlahan mulai sadar, bahwa sosok putih yang ada dalam mimpinya ternyata nyata sedang memeluknya saat ini adalah gurunya sendiri
Jiang Yan menangis terharu, mengatakan "Guru, apakah aku dapat mencapai puncak tertinggi bersama Guru?, lalu apakah aku memiliki keluarga Guru?, dan Apakah aku dapat membalas perbuatan mereka Guru suatu hari nanti?"
Are mendengarkan, semua perkataannya. Betapa sakitnya dirimu nak, sehingga kamu melewati penyiksaan seperti ini.
"Muridku percayalah perkataan gurumu ini. jangan dengarkan orang yang ingin menjatuhkanmu. Guru percaya kamu dapat mencapai puncak tertinggi bila banyak berlatih dan bersungguh sungguh, Sekarang anggaplah rumah ini sebagai tempatmu pulang di mana Keluargamu menantikanmu pulang, dan yang terakhir Guru yakin kamu dapat membalas dan membantai perbuatan mereka dengan kejam" Ucap Are
Jiang Yan mendengar perkataan gurunya merasa menangis senang, Guru akan aku sembahkan diriku untuk mu selamanya… "terima kasih guru"
"Sekarang kamu mulailah membersihkan badan dan mulailah berlatih lagi, guru akan memasakan makanan lagi untukmu" Ucap Are
"Baik Guru!!"
karena alur bagus ya lanjut ajalah😌
Contohnya :
"Aku sangat bosan hari ini" Ucap Are sembari menyandarkan kepalanya pada meja.
Kalo versi pikiran tuh pake : "Batin,Pikir"
Contohnya :
'Aku sangat bosan' Pikir Are setelah pulang ke rumah.