NovelToon NovelToon
FRIENDS WITH BENEFITS

FRIENDS WITH BENEFITS

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Chida

Spin off Kawin Lari & Langit Jingga

Kegagalannya dalam menjalin hubungan dengan seorang gadis, membawanya ke dalam keterpurukan yang terasa menyakitkan.

Demi ambisi dan egonya dalam meneruskan perusahaan keluarga yang sedang berkembang pesat, dia menyia-nyiakan cinta seorang gadis yang selama dua tahun selalu menunggunya kembali. Dan pada akhirnya dia benar-benar harus melepaskan cintanya pergi.

Pertemuannya dengan gadis lain yang merupakan anak dari teman bisnis orang tuanya, membawanya kembali terhanyut akan ambisi nya yang sempat tertunda.

Hingga perjanjian itu pun muncul di kepalanya dan di setujui oleh gadis bermata indah itu, demi keuntungan kedua belah pihak.

Akankah perjanjian itu berubah menjadi cerita indah antara mereka berdua? Ikuti kisahnya di karya ke enam Chida.

Enjoy reading 😘

update santai ya, kalo khilaf bisa sampe 1 minggu full up🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Patah Hati

"Zurra ... Ra, kamu juga nggak bisa nyalahin aku 100 persen, Ra!" seru Bima saat mereka bertemu di apartemen lelaki itu.

"Terus mau salahin siapa? aku atau Raka. Mikir nggak sih kamu kalo nggak ada Raka di sana apa jadinya kita, kamu yang aku andelin aja nggak ngerti apa-apa. Aku kira kita kesana bisa membuat hubungan kita jadi baik ... tapi apa? malah sebaliknya."

"Seenaknya kamu ninggalin aku, alasan kamu marah dengan perlakuan Raka ke aku, wajar dia memperlakukan aku baik karena memang dia teman yang baik."

Napas Azzura masih menggebu-gebu, amarahnya yang tertahan selama beberapa hari ini akhirnya terlontar tanpa ada rem yang menghalangi.

Bima menyandarkan bokongnya pada sudut meja bar kecil yang tak jauh dari tempat Azzura berdiri. Berkali-kali dia menghela napasnya seakan ingin mengatakan sesuatu.

"Kenapa? kamu mau ngomong sesuatu? ngomong aja—" Azzura menghentikan kata-katanya ketika bel pintu apartemen itu berbunyi.

Wajah Bima berubah menjadi salah tingkah, bel itu berbunyi berkali-kali. Azzura mengernyitkan dahinya, ada sesuatu yang sepertinya Bima sembunyikan.

"Kamu nunggu seseorang?"

"Nggak," jawab Bima ragu-ragu.

Azzura melangkah ingin membuka pintu apartemen itu, namun buru-buru Bima mencegahnya.

"Biar aku aja," ujar Bima. "Kamu duduk aja," ucap Bima.

"Nggak perlu, aku mau pulang."

Cklek

"Elo? Riska? ngapain?" tanya Azzura saat membuka pintu dan melihat seorang temannya yang dulu mengenalkan Bima pada Azzura satu tahun yang lalu.

"Zurra? kok kesini? Mata gadis itu ikut terbelalak saat melihat Azzura membukakan pintu apartemen Bima.

"Kenapa? harusnya gue yang nanya gitu, ngapain lo kesini?" Azzura mengangkat satu alisnya lalu menoleh pada Bima.

"Ada kerjaan bareng sama Riska, dia yang handle event aku."

"Event?" apa? dimana? kok aku nggak tau kamu ngerjain EO sekarang?"

"Ya ini udah bilang kan ... baru tiga bulan, aku kerjasama dengan Riska."

Kening itu kembali berkerut, Azzura seolah berpikir. Dia dan Riska hanya teman biasa, kedekatan Bima dan Riska pun setahu Azzura hanya teman nongkrong. Bertemu dengan Bima setahun yang lalu juga tidak di sengaja, saat salah satu teman mereka ada yang berulang tahun di sebuah cafe.

"Harus gitu ngobrolin kerjaan di apartemen kamu?"

Bima dan Riska seakan tercekat, seakan kesusahan untuk menelan ludahnya sendiri.

"Kan aku belum punya kantor, Ra ... kamu tau sendiri orang tua aku belum percaya sepenuhnya sama aku. Semenjak kamu jarang kesini beberapa anak buah aku juga ngerjain kerjaan mereka ya di sini," sanggah Bima.

"Anak buah? anak buah yang mana? makin nggak jelas kalian," ujar Azzura dengan ekspresi wajah yang datar lalu melangkah keluar dari apartemen Bima.

"Kenapa nggak jujur aja sih, Bim." Riska yang sedari tadi berdiri di ambang pintu apartemen itu lalu angkat bicara.

"Jujur apa ini? jujur apa Bim?" Azzura seperti dipermainkan oleh kedua orang itu.

"Diem, Ris!" bentak Bima.

"Apa? kenapa? mau berapa lama lagi aku nunggu, Bim?"

"Sebentar ... sebentar ... ini kalian maksudnya— oh jangan bilang kalo kalian—"

"Iya, kita pacaran," seloroh Riska. "Sudah dua bulan, dan gue—"

"Cukup, Ris!" hardik Bima.

"Dua bulan? oh pantes ... jadi benar yang aku rasain beberapa bulan terakhir ini. Bukan aku yang menjauh karena kesibukan aku, Bim ... ternyata kamu duluan yang udah bermain di belakang aku, pinter banget kamu ... terus seolah-olah nyalahin aku, nyalahin Raka."

Plak

Satu tamparan keras mendarat di pipi lelaki itu, "sebenarnya ini nggak cukup untuk membalas perlakuan kalian ke aku, tapi ya sudah lah setidaknya aku tau busuknya kalian seperti apa."

Azzura meraih tasnya di meja bar kecil itu, "oh ya satu hal, biasakan bersihkan dulu apartemen setelah kalian memadu kasih, jangan sampai berserakan seperti itu."

Azzura menunjuk tangannya ke arah bawah meja, sebuah bra hitam masih berada di sana. Lalu dia melangkah keluar apartemen itu meninggalkan Bima yang terdiam tak dapat membantah apapun.

Sakit? jelas ... hati siapa yang tidak sakit diduakan, bahkan dengan orang yang dulu mengenalkannya dengan Bima. Azzura berkali-kali menarik napasnya, memukuli dadanya. Air matanya mengalir begitu saja, kenapa ini sering sekali terjadi padanya.

Sebelum bertemu Bima pun dulu dia pernah menjalin hubungan dengan seorang lelaki, teman bisnis Arkana, sang sepupu. Cinta untuk lelaki itu begitu besar namun sayang hanya bertepuk sebelah tangan, hingga akhirnya dia mengetahui lelaki itu akan segera menikah.

Lalu bertemu Bima, yang di sangkanya akan menjadi pengganti dan terakhir dalam petualangan cintanya, namun nyatanya semua sama.

"Ya ampun ... kenapa masih terasa sakit," gumamnya.

Azzura menyalakan mesin mobilnya, menghapus air matanya. Helaan napas itu begitu berat, cuma ada satu tempat yang akan dia tuju, dia butuh Raka. Lelaki itu biasanya akan menghiburnya.

Ruko tiga lantai yang berjajar dengan beberapa ruko lainnya itu, termasuk ruko yang terlihat kesibukannya. Memilih ruko yang memang diperuntukkan untuk perkantoran, Raka memang tak pernah salah memilih tempat. Walau hanya sebuah ruko, namun bangunan itu terlihat beda sendiri.

Memasuki kantor itu, Azzura di sambut dengan seorang resepsionis yang ramah, ini kali kedua Azzura datang ke kantor Raka. Setelah mengutarakan maksudnya, Azzura dipersilahkan menunggu di sebuah ruangan dengan desain epik.

"Ibu, mari ikut saya," ujar resepsionis tadi.

Menaiki tangga kelantai dua, Azzura melewati dua ruangan yang bertuliskan tim HRD dan tim Proyek di dinding menuju lantai tiga maka akan terlihat tulisan Keuangan dan meeting room. Azzura tersenyum, jelas terlihat perusahaan Raka di bentuk dengan tim manajemen yang baik. Baru kali ini Azzura memperhatikan ini dengan sangat detail.

Resepsionis membawanya menuju satu ruangan di lantai dua paling pojok berdaun pintu kokoh warna coklat.

"Silahkan," ujar resepsionis tadi.

"Makasih, Mbak."

"Ra ...." Raka berdiri dari tempat duduknya. "Kok nggak— eh, mata kamu kenapa?" Raka memegang pundak Azzura yang masih berdiri. "Nangis? kenapa? sini ... duduk dulu." Raka meraih tangan Azzura mengajaknya duduk di sofa untuk bicara.

"Aku— ya ampun, Ka ... sakit banget hati aku," ujar Azzura dengan mata berkaca-kaca.

"Kan ... bener kan, aku bilang juga apa nyakitin kalo sampe tau siapa orangnya." Raka menepuk-nepuk bahu gadis itu.

"Aku nggak nyangka ternyata teman aku sendiri." Kali ini Azzura sudah mulai terisak.

"Temen?" Raka menepuk keningnya. "Aduh, sakit ya?"

"Kok nanya sih, ya sakit lah ... jahat banget, pake nanya sakit ya." Gadis itu bersungut kesal sementara Raka tertawa. "Kan ... percuma kan aku kesini, aku di ledekin gini, nyebelin sih Ka."

Azzura memukul dan mencubit tubuh Raka bertubi-tubi. Raka tahu itu cara agar Azzura melampiaskan kemarahannya.

"Sakit loh, Ra." Raka menahan tangan Azzura. "Udah puas?" tanyanya menyeka air mata di pipi Azzura. "Laki-laki seperti Bima nggak patut kamu tangisi, meski rasa kesal kamu bukan semata karena dia, ada sesuatu disini—" Raka menunjuk dada Azzura. "Dihati kamu, sesuatu yang mengganjal dengan kata-kata kenapa bisa? jelas bisa, karena manusia tidak akan pernah puas."

Azzura terisak kembali, Raka merangkul pundak Azzura, membelai rambutnya. Gadis itu menyandarkan kepalanya pada pundak Raka.

"Aku sebel," ujar Azzura.

"Iya, aku tau."

"Sakit hati aku."

"Aku ngerti."

"Tega dia, Ka."

"Biarin aja."

"Aku pengen acak-acak muka mereka."

"Jangan nanti bisa-bisa di penjara."

Lalu mereka tertawa, Azzura mendongakkan wajahnya mengarah pada Raka.

"Makasih, ya. Makasih sudah meluangkan waktu buat orang yang patah hati."

Raka hanya tersenyum, sejurus pandang mata mereka saling bertatapan. Raka kembali menyeka sisa air mata di pipi Azzura. Jarak wajah yang begitu dekat, dengan suasana hati yang sedang tidak menentu, saling mengisi saling menghibur.

"Ups ... sorry, gue kira lo sendiri."

"Syaiton ...."

have a nice weekend 😘

1
Puput Gendis
kisah nami sm kala ada gak author 🥰
Ira Suryadi
Luar Biasa
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Dina Okta
hallo kk cida kk teman nya KK jus kelapa yaaa??? aku pembaca nya karya kk njusss.izin mampir ya di karya kk🙏🙏🙏
Vlink Bataragunadi 👑
woooow kereeeeen asliii/Angry/
Vlink Bataragunadi 👑
hooh ih, ribet deh wanita.... termasuk aku /Facepalm/
snow Dzero
Luar biasa
SariRani
Baguuus ❤️
SariRani
Baguus bangeeet 😭
Kezie fitri
chida kemana ya?

ini udh 2024 lloh hampir 2025, udh lama ga apdate novel baru, semoga KA chida baik2 Ajja ya
May Keisya: dmn Thor yg KBM bkn
total 2 replies
Aisyah Zahra
ganggu aja sih tedy bear /Joyful/
Aisyah Zahra
kasian juga diposisi jenna
Wina Destania
ihh Raka nyebelin kesannya jadi azura yang nyosor
Wina Destania
baca ulang 2024 sangat menghibur untuk aku yang lagi kehilangan baca ini berulang ulang ngerasa benar ada sosok seperti raka
Chida: lelaki redflag banyak kak makanya kudu kita green in🤭
total 1 replies
May Keisya
apakah bima???
mamaqe
keren
Lee Yana Mariyaanie
omooo...genk duda akutt...omooo..kangen dean iiih......
Mega Girl
smua certa y bagus² semua, semangat sellau thor
Mega Girl
maniss bgt cerita² y, semamgat selalu thor
w03lan7ulian
Luar biasa
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
aaaaaa gk nyangka akhirnya aq baca sampai end....
konfliknya ringan tapi sweet 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!