Dika Nugraha seorang CEO di sebuah perusahaan besar. Saat ini dia sudah berusia 30 tahun namun dia belum juga mau untuk menikah. Karena sebuah kecelakaan dia mengalami kelumpuhan dan harus duduk di kursi roda.
Pak Nugraha sebagai papah Dika merasa kasihan pada putra nya itu. Akhir nya dia membeli gadis bernama Nisa Putri Surya yang masih berusia 19 tahun untuk Dika nikahi.
Dika di beri minuman oleh sang papah agar dia berhubungan badan dengan Nisa.
Bagaimana kelanjutan cerita nya?
Tetap setia di sini😊😊😊
Terima kasih banyak 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Gedung mewah tersebut bertuliskan. "Toko Kue Cinta"
Nisa melihat ke arah Dika. Dika merentangkan tangan nya untuk menyambut Nisa yang bahagia melihat toko tersebut.
"Mas Dika" Ucap Nisa terharu.
Nisa memeluk Dika dengan erat. Dika telah mengabulkan impian nya sekarang.
"Selamat ya sayang. Dengan toko ini aku harap kamu selalu bahagia." Ucap Dika.
"Makasih ya mas" Ucap Nisa.
"Apapun untuk kamu bahagia sayang" Sahut Dika.
"Kita masuk yuk" Ajak Dika.
"Iya mas" Jawab Nisa.
Nisa melepaskan pelukan nya. Dika menggandeng tangan Nisa lalu masuk ke dalam toko kue tersebut dengan bantuan Huda yang membukakan pintu untuk mereka lewat.
Nisa melihat interior yang berada di dalam toko. Semua kebutuhan yang ia perlukan juga sudah tersedia di dalam toko tersebut.
Seperti kursi meja dan beberapa sofa untuk bersantai di toko. Kini Dika mengajak Nisa ke dalam dapur. Dia melepaskan genggaman tangan nya pada Nisa agar Nisa lebih leluasa melihat lihat.
"Berkeliling lah. Tapi ingat jangan terlalu kelelahan" Ucap Dika.
"Iya mas" Jawab Nisa bahagia.
Dika mihat Nisa yang berkeliling dengan senyuman bahagia milik Nisa. Nisa sangat cantik dengan ssenyuman nya saat ini.
"Aku beruntung memiliki kamu Nisa. Aku tidak akan pernah melepaskan kamu sayang" Guman Dika dalam hati.
Setelah puas berkeliling Nisa di ajak Dika untuk kembali ke ruang depan. Mereka duduk santai di sofa yang nyaman.
"Sayang bibik akan datang malam ini. Bibik akan menemani kamu dan Tiar di sini. Kamu juga tidak perlu khawatir tentang aku. Aku akan datang ke sini setiap akhir pekan" Ucap Dika.
"Iya mas. Aku akan menunggu mas di rumah" Jawab Nisa.
Dika memeluk Nisa dengan menciumi kening Nisa lembut.
"Makasih ya sayang. Terima kasih karena sudah mengerti keadaan ku. Terima kasih karena sudah menemani ku selama ini" Ucap Dika.
"Sudah kewajiban ku untuk selalu menemani mu mas" Jawab Nisa.
Setelah mereka puas berada di toko milik Nisa. Mereka keluar dari toko untuk kembali ke rumah.
Saat sampai di rumah Nisa dan Dika di sambut hangat oleh pak Nugraha yang sudah berada di rumah.
"Papah sudah lama?" Tanya Nisa menyalami tangan pak Nugraha.
"Yah lumayan lah. Tapi papah juga lihat kalian di toko. Tapi papah nggak mau ganggu saja jadi papah tunggu di rumah" Ucap pak Nugraha.
"Papah pengertian sekali" Ucap Dika.
"Tau lah kamu kan masih ingin berduaan terus sama Nisa" Ucap pak Nugraha memukul bahu Dika keras.
Huda tersenyum puas melihat Dika yang tersiksa oleh pukulan papah nya tadi.
"Puas kan lo" Celetuk Dika pada Huda.
Huda tersenyum dengan memainkan alis nya untuk mengejek Dika. Nisa tersenyum melihat suami nya yang bergurau dengan Huda.
"Mamah papah sekarang Nisa sudah bahagia. Mamah dan papah tidak usah khawatir lagi. Nisa sudah di kelilingi orang orang yang sayang sama Nisa" Guman Nisa dalam hati.
Mereka bercengkrama dengan akrab di ruang tamu. Tawa mereka terasa sangat hangat. Mereka melupakan sejenak masalah yang mereka hadapi.
Nisa juga sangat bahagia. Walaupun dia teringat akan kedua orang tua nya yang telah meninggal dunia. Tapi dia tetap bersyukur memiliki suami seperti Dika.
"Aku sangat mencintai kamu mas Dika. Walaupun umur kita terpaut jauh tapi itu semua tidak melunturkan rasa cinta yang aku miliki saat ini sampai kapan pun" Guman Nisa dalam hati.
Dika yang tertawa lepas melihat Nisa yang selalu memandangi nya. Dia mengusap kepala Nisa lalu mencium kening Nisa lembut.
"Selalu tersenyum lah seperti ini sayang." Ucap Dika.
"Iya mas" Jawab Nisa.
Malam telah tiba. Saat ini Nisa dan Dika berada di teras rumah menikmati malam yang tenang di rumah yang berada di pinggiran kota.
Mereka duduk di tikar yang sudah di siap kan Huda. Mereka duduk di tengah tengah taman dengan menikmati bintang bintang yang terlihat jelas pada malam ini.
"Aku sangat bahagia saat ini sayang. Aku seperti tidak memiliki beban apapun di pundak ku" Ucap Dika memeluk Nisa dari belakang.
"Aku senang jika kamu merasa begitu mas. Tapi aku teringat akan kedua orang tua ku" Ucap Nisa tertunduk.
"Iya mas juga merasa bersalah dengan orang tua kamu sayang. Sejak kita menikah kita belum pernah mengunjungi makam mereka sekali pun" Ucap Dika.
"Tapi aku yakin mereka pasti saat ini sedang tersenyum melihat mas Dika dan aku yang bahagia." Sahut Nisa.
"Tentu saja sayang. Mas yakin mereka pasti bahagia di atas sana" Ucap Dika.
Dika terus memeluk Nisa dari belakang. Mereka di balut dengan selimut yang tebal karena angin di daerah rumah nya terbilang sejuk.
Huda dan Tiara juga tidak kalah mesra. Mereka berada di dalam kamar menikmati malam yang panjang untuk mereka.
Huda semakin yakin akan perasaan yang ia rasakan saat ini. Dia memandang mata Tia yang kini berada di bawah tubuh nya yang kekar.
"Aku mencintai kamu Tia " Ucap Huda.
"Aku tau aku pasti bisa membuat mu jatuh cinta dengan ku Huda" Sahut Tiara.
"Iya dan itu sudah terlaksana sekarang" Ucap Huda.
Tiara tersenyum mendengar perkataan Huda. Huda kembali mencium bibir Tiara. Mereka melakukan hubungan yang membuat mereka semakin dekat.
Ke esokan hari nya.
Huda dan Tiara sudah bangun lebih dulu. Mereka juga sudah selesai membersihkan diri. Mereka duduk di teras dengan di temani kopi dan roti buatan Tiara.
"Di sini dingin sekali. Matahari sudah muncul saja masih sedingin ini" Ucap Tiara.
"Kemari lah" Ucap Huda.
"Untuk apa?" Tanya Tiara.
"Biar aku menghangat kan kamu" Jawab Huda.
"Nggak usah hari ini kamu mau ke kantor. Bisa bisa nanti siang kamu baru berangkat" Tolak Tiara.
"Ayo lah Tia. Aku akan sangat merindukan mu jika kamu tidak mengijinkan ku untuk memeluk mu kali ini" Ucap Huda.
"Sejak kapan lo jadi semanja itu?" Tanya Dika yang menghampiri Huda dan Tiara di teras.
"Kak Huda mulai bucin" Celetuk Nisa.
"Apa iti bucin?" Tanya Dika.
"Budak cinta" Jawab Nisa polos.
Dika mencium bibir Nisa sekilas.
"Kamu gemesin banget sih sayang. Aku bakal kangen nih sama istri kecil ku ini" Ucap Dika mencubit pipi Nisa gemas.
"Aduh ms sakit" Ucap Nisa .
Dika melepaskan cubitan nya. Dia melihat pipi Nisa yang memerah akibat ulah nya itu. Dika langsung merasa bersalah karena telah menyakiti Nisa.
"Sayang kamu nggak papa kan? Maaf ya sayang aku menyakiti kamu ya" Ucap Dika khawatir.
"Mas tenang lah aku nggak papa kok. Sudah nggak papa kok mas" Ucap Nisa tersenyum.
"Beneran kamu nggak papa? Maaf ya sayang tadi aku terlalu senang maka nya nggak sadar melukai kamu" Ucap Dika menyesal.
"Iya nggak papa kok" Sahut Nisa.
Huda Tiara ternganga melihat tingkah Dika yang terlalu mendramatisir sesuatu.
"Lebay" Ucap Tiara.
"Iya setuju" Sahut Huda.
Dika seketika beralih menatap Tiara dan Huda. Mereka yang mendapat tatapan tajam dari Dika seketika membuang muka pura pura tidak tau akan kehadiran Dika.
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏