NovelToon NovelToon
Transmigrasi Claudia

Transmigrasi Claudia

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:105.9k
Nilai: 5
Nama Author: Amelia Chisuga

Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.

sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.

Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.


Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia

yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 21

Jangan lupa like dan komen, terimakasih 🙏

.

.

.

.

Happy reading!

Kali ini Alferd menerobos masuk kedalam kamar Claudia, ia masuk kedalam kamar Claudia tanpa permisi.

Beruntungnya Claudia sedang duduk dikamar sendiri dan ia dibuat terkejut oleh Alfred.

"kau!" bentak Claudia.

Alfred :

"kau, apa kau baik-baik saja? aku mendapat kabar jika kau menjalin kontrak bersama peri?" tanyanya.

Claudia :

"kenapa kau bisa tahu?" tanyanya bingung melihat wajah Alferd yang begitu khawatir.

Alferd :

"kau tahu? menjalin kontrak saat berbadan dua akan berakibat fatal?!" ucapnya sedikit membentak.

Claudia :

"kenapa kau bisa tahu soal itu? Roxi berkata jika menjalin kontrak dengan cepat akan lebih baik dan aku tahu semua tentang nya"

Alferd :

"shiitt...! kau harusnya memberitahu padaku dulu! aku sudah tak bisa membuat pencegahan untukmu, kau sama-sama mirip dengan mendiang ibumu"

Claudia :

"kau tahu tentang ibuku?"

Alfred :

"tentu saja, lalu dimana peri kecil itu?"

Claudia :

"aku akan memanggilnyaaa...." ia memejamkan matanya lalu memanggil Roxi.

"anda memanggil saya yang mulia?"

Claudia hanya menganggukkan kepalanya lalu menunjukkan Roxi pada Alferd. saat peri kecil itu melihat Alferd ia langsung bersembunyi dibalik tubuh Claudia.

"**t-tuan penyihir?"

Claudia** :

"kau mengenalnya Roxi?"

"**iya, dia yang membantu nenek saya untuk menyelamatkan mendiang ibu anda yang mulia"

Claudia** :

"seberapa banyak rahasia dibalik hidupku?"

"anda bisa membaca buku itu lagi yang mulia"

Alfred :

"buku? buku yang kau maksud buku tua bersampulkan kayu mulia?"

Claudia menganggukkan kepalanya untuk jawabannya.

Alfred :

"tentang buku itu tidak boleh kau ceritakan pada siapapun termasuk suamimu Claudia"

Claudia :

"mengapa?"

Alferd :

"dalam buku itu sudah ditulis jika itu mengenai dirimu dimasa depan, buku itu buku terakhir dari mendiang ibumu, selama ini aku yang telah menyegel mana yang ada pada dirimu, setelah kau melahirkan anak pertama Mana akan terbuka dengan sempurna akan tetapi...."

Claudia :

"akan tetapi? apa ada rahasia lagi?"

Alferd :

"tentu saja, anak pertama akan mewarisi kemampuan mu dimasa depan"

Claudia :

"lalu setelah itu aku akan mati?"

Alfred :

menggelengkan kepalanya,"tidak! kau akan tahu dalam buku itu Claudia"

Lalu Alferd mendengar suara langkah kaki berat yang berada diluar menuju kamar Claudia. dengan segera Alferd keluar melewati balkon.

"aku akan kembali nanti"

Claudia melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.

Raphael masuk ke kamar Claudia dengan gerak gerik seperti mencari seseorang.

"kau sedang mencari apa?" tanya Claudia.

Tak ada jawaban yang terlempar dari mulut Raphael, ia terus mencari seseorang dari sudut ke sudut kamar Claudia.

"Suamiku???!" ucapnya sedikit membentak Raphael.

Dengan wajah gelagapan Raphael langsung menghentikan aktivitas nya dan berjalan menuju kearah Claudia.

"tadi aku mendengar ada suara pria dikamarmu? dimana dia?"

Deg.....

Sontak Claudia kaget dengan ucapan Raphael lalu iya segera menetralkan rasa kagetnya dan seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. ia mengerutkan dahinya seolah tak mengerti apa yang dikatakan Raphael.

"pria? hanya ada aku disini. aku tadi mengobrol dengan bayiku" ucapnya bohong lalu mengusap perutnya dengan wajah tersenyum.

"maafkan ibu mu nak, kau harus menjadi sasaran fitnah ibu" batinnya.

"kau sedang tidak berbohong bukan?" ucapnya lalu memegang kedua lengan Claudia.

Claudia dengan cepat menggelengkan kepalanya.

"tidak suamiku percayalah, jika aku tidak punya teman pria aku hanya punya kau sebagai suamiku dan kak Ardhan sebagai kakakku" ucapnya meyakinkan Raphael.

"hah... ya sudahlah aku percaya denganmu, kau sepertinya merindukan kakakmu bukan? hari ini dia akan mengunjungi mu, dia sudah mengirimkan surat pada ku kemarin" ucap Raphael lalu mengecup kening Claudia.

"benarkah? kenapa kau tidak bilang padaku?!"

"ha... karena kemarin kan aku tak ada waktu, kau meminta seekor harimau" ucap Raphael sedikit menghela nafasnya.

"ah iya benar juga, gara-gara itu kau terluka" ia menampakkan matanya berkaca-kaca.

"sudahlah lupakan itu, sampai lupa harimau itu ada di belakang mansion aku sudah membuatkan kandang besi untuknya, kau mau lihat?"

Claudia menganggukkan kepalanya lalu berangkatlah mereka menuju kebelakang mansion.

"yang mulia aku ingin lihat juga boleh?"

Claudia menatap kearah Roxi seakan memberikan jawaban pada peri kecil itu.

"oh iya anda cukup bicara pada pikiran anda, tidak perlu takut"

"benarkah apa kau mendengar suaraku Roxi?"

"tentu saja yang mulia, kita sudah terikat jadi jika ada seseorang bersamamu kau bisa bicara dalam pikiran anda"

"baguslah kalau begitu aku tak perlu bingung lagi mau menjawabnya bagaimana, canggih sekali dunia ini"

Raphael yang terus memanggil Claudia namun tak ada respon pada istrinya itu lalu ia mengecup bibir Claudia untuk menyadarkan istrinya yang sedang melamun.

Claudia terkejut dengan apa yang dilakukan Raphael dihadapan banyak maid dan juga para pengawal. terlihatlah wajah bersemu merah dan segera menenggelamkan wajahnya itu pada dada bidang milik Raphael.

"apa yang kau lakukan? aku malu...!" bisiknya pada Raphael.

lalu Raphael merangkul pinggang Claudia "haha dari tadi aku memanggilmu tapi tak ada jawaban dari mu, apa yang sedang kau pikirkan?"

"em... aku sedang memikirkan kue apa yang cocok untuk kakaku nanti" jawabnya bohong.

"hm benarkah? serindu itukah dirimu pada kakakmu istriku?" ucapnya memandang Claudia.

"iya, aku ingin bermanja pada kakaku" ucapnya dengan santai tidak tahu jika pria didepannya mulai menyalakan api dihatinya.

"kau kan bisa bermanja padaku, tidak perlu lagi bersama kakakmu!" ucapnya sedikit tak senang.

"em itu beda suamiku, dahulu orang tua berkata jika kakak laki-laki adalah jodoh di kehidupan lalu.. kkkk.." ucapnya sedikit terkekeh.

"tidak! jodohmu itu aku! kata siapa kakak adalah jodoh dimasa lalu, jodohmu dimasalalu maupun di masa depan itu hanya aku Raphael!"

"haha iya iya jodohku adalah dirimu seorang" ucap Claudia, ia sedikit menjinjitkan kakinya lalu mengecup pipi kanan Raphael.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

"ini harimau yang kau minta" ucap Raphael.

Claudia melihat kearah sangkar yang terbuat dari besi baja dan terlihatlah seekor anak harimau yang sedang meringkuk karena banyak luka ditubuhnya.

"ya Tuhan! apa sudah diberi obat?" ucap Claudia kaget melihat keadaan harimau itu.

"kau tenang saja, dia sudah diobati sekarang dia sedang tertidur"

"hm baiklah, ah iya aku tidak melihat Luca"

"dia sudah pergi ke academy, dan aku lupa memberi tahumu jika dia selalu pergi tanpa pamit"

"yah padahal aku ingin memperkenalkan dia pada kakakku" ucapnya kecewa.

"tenanglah dia sudah tahu tentang Luca, dia sendiri yang selalu mengajarkan pedang pada Luca"

"aku bahkan tidak tahu tentang ini"

"kau tidak bertanya padaku" ucap Raphael santai.

"......."

🍃🍃🍃

Kali ini Claudia seorang diri sedang dirumah kaca tentu saja sebelum itu ia sudah menyiapkan kelengkapan untuk menyambut sang kakak.

saat ini ia sedang bersantai pada rumah kaca yang telah dibuatkan oleh suaminya itu.

"hah rasanya segar sekali disini" lalu ia membuka buku usang itu lagi.

Muncul lah sedikit cahaya pada buku itu, lalu sedikit demi sedikit buku itu memunculkan tulisan dari kata ke kalimat.

"haaaa....." Claudia membulatkan mulutnya seolah terkejut dengan isi dalam buku itu.

...

kira-kira apa ya isi buku itu? tunggu next chapter ya?!!!

JANGAN LUPA SUPPORT AUTHOR DENGAN LIKE DAN KOMEN KARYA AUTHOR!

1
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
cerita taiiiiiiiiiiikkkkkk
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
haduhhhhh...kenapa alurnya jadi begini......saya pusing bacanya
Qur Assyifa Sutanato
ok
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Siti Nurain
selalu tunggu cerita ni up....
Lia
akhirnya up juga❣️
Seira: Terimakasih 🙏🏻
total 1 replies
Lia
lanjoottttt
Lia
up dong thor!!!!
Seira
masih rame gak nih?
Rieanty
Nex thor
Rieanty
buat cerita ini gua sangat mendukung kaisar barat buat jadi pembinor 😂😂😂😂
Rieanty
kesel banget sama Raphael ,,,
nuke
ambil aja tuh raphael. duke kok goblok
nuke
Raphael goblok
Almira Homestore
jangan mati thor, mending cerai aja sama raphael.
vania
penuh banyak misteri
Rieanty
semoga aja ntar Duke pulang ga, bawa bini baru
Riskiya depot
yang salah itu bukan ceweknya tp cowoknya, karena gak punya pendirian.. yah gitu lah cowok 😌
vio~~~~
aku kira raphael lebih baik dari putra mahkota.. eh ternyata lebih buruk... ingatlah hubungan yg diawali dengan ketidak jujuran tidak akan berjalan dengan baik apalagi pernikahan...😔😔
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
☠️えぅしあ。じぇっしえ
MATI LAU J*LANG B*NGSAT!!!
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!