aryan adiwilaga adalah anak semata wayang penerus perusahaan keluarganya,aryan mempunyai istri yang cantik tapi tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga tersebut
kakek meminta arya untuk berpoligami,
dan menikahi seorang gadis cantik bernama anya,tapi saat melahirkan anya meninggal dunia karena pendarahan
setelah beberapa tahun naura istri pertama aryan pergi meninggalkan rumah,mereka kembali bersama karena kegigihan aryan mengejar cintanya kembali
tapi naura tidak mau tinggal bersama keluarga aryan,naura lebih memilih hidup sederhana di sebuah kontrakan yang jauh dari rumah keluarga aryan
maura memberikan syarat,jika aeyan kembali padanya mereka tidak akan kembali ke rumah keluarga aryan,naura mau membuktikan uang bukan lah segalanya
apakah mereka bisa melalui kehidupan yang serba kekurangan?
apakah aryan akan setia kepada naura setelah sebelumnya melakukan poligami?
apakah kisah cinta naura dan aryan akan kembali di usik orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sapu ijuak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tak mau di sentuh
semua ini sangat berat untuk ku lalui ingin ku menyerah tapi hatiku masih bersama dengan naura,jika aku menyerah tentu aku akan kehilangan dia untuk selamanya,bahkan mungkin aku tidak akan di izinkan walau hanya mengenang namanya
aku duduk di lantai bersama penghulu yang akan menikahkan aku dan naura kembali dan dua orang tetangga yang menjadi saksi,ku lihat di wajah mereka terpancar rasa bahagia dengan wajah yang sangat ceria walaupun mereka hidup kekurangan tapi mereka menikmati setiap waktu yang di lalui
"maaf apa bisa kita mulai sekarang pernikahannya" penghulu itu bicara padaku dengan senyuman
"oh baik pak"saya lantas memanggil naura yang masih di dapur menyiapkan cemilan dan minuman untuk tamu
tak lama naura membawa minuman dan beberapa gorengan yang di tata di atas piring
"minum dulu pak sebelum kita mulai"kata naura tersenyum kepada tiga orang bersama dengan ku
naura duduk di sebelah ku dan menggendong rindu di pangkuannya
"minum bisa saja nanti yang penting sekarang kalian halal kembali nak,supaya hati kita menjadi lega"tutur salah seorang dari mereka
"kalau begitu kita mulai sekarang saja pak"tutur naura sembari memperbaiki posisi duduk nya
aku bersalaman dengan pak penghulu dan di sebelah ku ada naura dan rindu
setelah aku dan penghulu mengucapkan ijab kabul, kedua saksi mengatakan sah,aku melirik naura dan rindu dengan senyuman lega
kami berbincang bincang sampai jam sepuluh malam
"kalau begitu kami pamit pulang dulu nak,semoga kalian langgeng ya" kata mereka pamit untuk pulang
"oh iya pak ini ada sedikit rezeki, tidak banyak sih pak tapi mohon di terima ya pak"kata naura memberika satu amplop masing masing orang
"oh terimakasih banyak nak,kami membantu dengan ikhlas,sebaiknya pergunakanlah uang ini untuk yang lebih bermanfaat,jika ada apa apa panggil saja kami,kami akan membantu sebisa kami"kata tiga orang itu menolak pemberian naura
"kalau begitu terimakasih banyak pak" naura menjawab dengan lembut
setelah ke tiga orang itu pergi naura menutup pintu dan menggendong rindu
"anak bunda pasti ngantuk ya,ayo kita cuci tangan cici kaki lalu bobok sama bunda"kata naura pada rindu
setelah mencuci kaki rindu mereka pergi kekamar untuk menidurkan rindu,aku masih di luar melamun dengan segelas kopi dan beberapa gorengan sisa acara yang belum sempat di bereskan naura
"ayah ayo tidur sama rindu dan bunda" kata naura di dalam kamar,kamar kami tidak jauh dari ruang tamu,di tempat aku duduk sekarang akan terlihat naura dan rindu jika pintu tidak di tutup
"iya sayang rindu bobo dulu, ayah mau merokok dulu di luar
aku pergi ke luar untuk merokok dan memikirkan pekerjaan yang cocok dengan ku sekarang,karena naura juga melarangku kerja di kantoran
tiga puluh menit berlalu aku masih duduk di balkon rumah kontrakan,memandang kekanan dan kiriku,semua rumah ini sangat mirip,dan ada beberapa pot bunga di balkon tetangga ada juga jemuran di tarok di depan rumah nya
"mas ngapain disana" aku menoleh melihat naura yang membereskan gelas kopi dan piring gorengan tadi
"tidak apa, di sini suasana nya beda ya" kata ku mengalihkan pembicaraan agar naura tidak tahu kalau semua ini sangat berat untuk ku
"ayo masuk mas udara malam tidak bagus untuk rindu"
aku tersenyum dan menuruti permintaan naura,dia pergi kedapur menyimpan sisa gorengan dan mencuci piring dan gelas
"mas besok kamu jualan bakso aja ya,aku sudah membeli gerobak bakso,tapi belum di bayar mas,kata orang yang punya pakai dulu aja,kalau sudah ada uang baru di bayar" kata naura sambil membereskan piring cuciannya
"jualan bakso keliling maksud mu?tapi aku tidak bisa dalam hal memasak sayang" jawab ku menolak dengan halus
"tidak apa apa mas,untuk pemula aku sudah mencari satu orang karyawan untuk mrngajarimu bagaimana cara membungkus dan mengajarai cara memasak kuah bakso dan cara ngebulatin baksonya mas" aku diam tanpa kata yang bisa ku lakukan hanya menggangguk
sekarang hidupku sangat sulit tidak semudah yang aku bayangkan
"ayo mas kita tidur "naura beranjak dari dapur dan ku ikuti dari belakang
setelah sampai di kamar aku memeluk pinggang naura dari belakang,aku mencoba mencumbuinya
naura membalikkan badan padaku,ku pikir dia juga menyukainya,tapi aku salah sangka semua tidak seperti yang aku pikirkan
"maaf mas aku tidak bisa,sejujurnya aku menikah dengan mu hanya karena rindu mas,bukan karena nafsu,aku tau kita sudah sama sama dewasa,berhubungan intim juga sebuah kebutuhan,tapi maafkan aku untuk saat ini aku belum bisa mas"
"tapi kenapa naura,bukan kah kita sudah halal?
"yaa kita sudah halal ,aku tau jika aku menolak adalah dosa tapi aku benar benar minta maaf,aku bisa menerimamu secepat ini mas,tapi aku tidak bisa secepat itu melakukannya mas"
aku berbalik kecewa rasanya hasrat ku sudah di ubun ubun aku benar benar sudah tidak tahan lagi,aku pergi kekamar mandi dan melepaskan semuanya di sana
***
aku mendengar suara berisik dari dapur,ku buka sedikit mata ku ternyata haru sudah siang,aku berjalan sambil mengucek mata ,ku lihat semua rumah berantakan,dibalkon rumah sudah ada gerobak
di ruang tamu sudah penuh dengan bahan bahan,aku mencium harum nya kuah bakso,aku berjalan ke dapur,di sana sudah ada naura dr
dengan seorang laki laki berumur sekitar dua puluh lima tahun
"eh mas sudah bangun ya"naura tersenyum padaku sambil memotong daun seledri
"rindu mana nau? kata ku pada naura
"rindu main di rumah tetangga mas,ini di sebelah,oh ya mas nanti siang sudah mulai jualan ya,kenalin ini ican semua peralatan ini punya dia,dan resep bakso juga dari dia,untuk sementara kita bagi hasil dulu,dia mau bagi hasil dengan kita untuk memdapatkan modal,sedangkan kita akan belajar bumbu bakso dari dia,icab kenalin ini suami mbak mas aryan"
aku dan ican saling berjabat tangan,aku hanya tersenyum dan duduk di lantai dekat naura,
"mandi dulu itu kopi sudah aku siapain,habis itu bantu aku menaruh kecap sama sambel kedalam botol ini ya mas" kata naura masih sibuk
"aku cuci muka aja nau air nya dingin nggak ada air panasnya"aku berlalu ke kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur,ku lihat naura dan ican hanya tersenyum
setelah mencuci muka aku minum kopi seteguk dan membantu mereka menyiapkan jualan untuk nanti siang
ku ambil seplastik kecap dan satu buah botol,rencana mau menaruh ke dalam botol,tapi sayangnya ini pertama kali aku melakukannya,aku memotong ujung plastik kecap sedikit lebar,waktu aku memasukan kedalam botol semuanya tumpah
aku melihat wajah naura yang sedikit seram,karena naura melihatku seperti harimau yang akan memakan mangsanya,aku berdiri hendak meninggalkan mereka
malang sekejap mata aku menginjak tumpahan kecap di lantai membuat kaki ku terpeleset,aku terjatuh ke dalam baskom mihun yang sedang di rendam air panas
mohon maaf thor kalau memang gak di lanjut saya agak menyesal bacanya karena saya masih terngiang ngiang dengan kisahnya naura.setiap hari saya cek sudah beberapa bulan tapi up terbarunya gak pernah muncul
Dimohon thor untuk kelanjutan novelnya pliss🙏