NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Playboy

Menikahi Mantan Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:212.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Syafri Yanti

Apa jadinya jika saat acara reuni SMA engkau berjumpa kembali dengan seseorang yang dulu pernah engkau sukai? Akankah mengungkit dan mengungkap kembali segala rasa dan kenangan yang perbah ada?

Mas Han, lelaki sholeh dan baik hati begitu mencintai istrinya, Mawar. Hidup berbahagia dalam biduk rumahtangga, meski belum dianugerahi seorang anak. Namun sayang, kebahagiaan itu harus berakhir, ketika diketahui bahwa dia mengidap tumor otak. Dari hasil scaning baru disadari bahwa tumor yang bersarang di kepalanya itu juga menyerang hormon kedlsuburannya. Sehingga menyebabkan Mas Han selamanya tidak akan pernah bisa memiliki keturunan.

Johan, seorang lekai tampan yang memiliki wajah mirip bintang film Bollywood Amir Khan. Pengusaha sukses memiliki tiga orang istri. Meski telah menikah ketampanannya tetap memikat hati kaum hawa. Sehingga tak heran dia selalu dipuja dan digilai banyak perempuan.

Siapa sangka dalam acara reuni SMA, Johan dan Mawar kembali dipertemukan. Ternyata sedari dulu, Johan sudah menyimpan rasa cinta kepada teman sekelasnya, Mawar. Tak ingin kecolongan kali kedua, Johan kembali menyatakan cinta dan berniat menikahi Mawar. Akan kah Mawar menerima?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafri Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Acara Bebas

Ruangan bergemuruh, ketika seseorang yang duduk di barisan paling depan maju melangkah dengan tenang naik ke atas panggung. Melambaikan kedua tangan, lalu berdiri di belakang podium. Sejenak pandangan matanya yang tajam menyapu ke seluruh sudut ruangan, seolah hendak memastikan, sesiapa saja yang datang menghadiri acara reuni yang dia gagas ini.

Deg. Tak sengaja pandangan mata kami bertemu. Segera aku menunduk. Beristighfar. Tak ingin terseret arus tatapan yang menggetarkan itu.

"Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh." Johan memulai dengan salam. Semua menjawab salamnya dengan kompak dan semangat. Sedang aku hanya menjawab dalam hati saja. Sungguh aku tak berani dan tak mau mendongak, melihatnya berbicara di depan sana.

Tetiba aku merasa tidak nyaman berada di ruangan ini. Untuk menetralisir perasaanku yang mulai gelisah, kucoba meraih ponsel. Membuka laman facebook. Nampak beberapa notifikasi yang belum sempat kubaca. Alhamdulillah ... tulisanku yang berjudul "Cara Mudah dan Sederhana Mengenali Emosi Anak" sudah dimuat di salah satu portal Islam favorit. Membuatku semakin tenggelam dengan gawaiku.

Aku tersadar, saat semua hadirin bertepuk tangan. Untuk pertama kalinya, aku mengangangkat wajah lalu memandang berkeliling. Ternyata acara kata sambutan dari ketua panitia telah usai. Kulihat Johan sudah turun dari panggung, entah apa yang dia sampaikan tadi. Aku tak menyimak.

"Sekarang acaranya bebas. Yuk, kita duduk di tepi kolam renang itu," tunjuk Lela, mengarah ke sederatan kursi malas yang tertata rapi mengelilingi kolam. Belum sempat beranjak dari duduk, beberapa orang teman menghampiri kami. Ada Amel yang selalu tampil modis dan anggun. Jika dulu kerap memakai rok sedikit di atas lutut. Kini sudah menutup seluruh tubuhnya dengan hijab, meski kerudung yang dipakainya tidak terlalu panjang atau lebar. Di kelas dulu dia gadis yang paling menarik, termasuk golongan "papan atas" karena pembawaannya yang supel dan lincah. Sering dia mengungkapkan kecemburuannya padaku, karena tak sanggup menyaingiku memperebutkan rengking satu. Dia terpaksa harus puas di posisi rangking tiga, setelah Johan.

Menyusul muncul Ara, Ely, Nita dan Asri. Kami saling mengucapkan salam, cipika-cipiki dan berpelukan hangat. Melepaskan rindu yang sudah sekian tahun tidak bertemu. Tak henti-hentinya aku mengucap syukur dalam hati. Kini teman-teman perempuanku semuanya telah berjilbab. Sebagai tanda hidayah Islam sudah menyentuh qolbu mereka. Semoga saja pengetahuan dan wawasan keislamannya juga semakin bertambah, harapku dalam hati.

"Hai, Mawar. Apa kabar? Ckckck ... makin cantik dan tetep langsing aja, nih." Amel menatap dari ujung kepala hingga sepatu hitamku. 

"Bisa aja. Ah, kamu dari dulu emang selalu berlebihan." Aku meringis. Jujur, aku memang tidak terlalu suka dipuji. Khawatir apa yang mereka sangkakan, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Karena aku merasa banyak sekali kekurangan. Yang apabila diketahui orang, akan membuat aku malu tujuh turunan. Halah, lebay lah.

"Sudah berapa orang momongan?"

Ara memulai percakapan ke arahku. Aku kembali meringis, tersenyum getir.

"Belum ada," sahutku pendek, hampir tak terdengar.

Semua terdiam. Saling berpandangan, seakan turut bersimpati dengan apa yang kualami.

"Apa ada masalah kesehatan di antara kalian berdua?" Amel bertanya penuh perhatian.

"Alhamdulillah, kata dokter ahli kandungan kami berdua sehat. Hanya mungkin butuh waktu dan usaha yang lebih maksimal lagi, untuk segera punya anak." Aku berusaha untuk selalu bersikap tenang dan biasa saja, jika pertanyaan ini muncul. Walau bagaimanapun naluri keibuanku, terus merindukan hadirnya sang buah hati. Sebagai penolongku di hari perhitungan nanti. Karena berkat do'a anak-anak yang sholeh dan sholeha yang lahir dari rahimku.

"Ooo ... lah, ya, pantes masih langsing sinset begini. Lha, belum pernah bongkar mesin, sih," celetuk Ely mencairkan suasana.

"Apa tuh, bongkar mesin?" tanya Nita dengan wajah polosnya. Mendengar pertanyaan itu, kami semua tergelak. 

"Ya ampun Nita. Kamu, tuh, ya. Selalu aja kudet dengan istilah bahasa gaul zaman now." Asri meledek.

"Bongkar mesin, tuh. Istilah untuk kata melahirkan, Mak Nita." Lela menimpali. Nita mengangguk-angguk, sambil menggaruk jilbabnya.

"Ah, nggak gitu juga kalee. Buktinya aku, nih. Meski sudah punya lima orang anak, tetap masih langsing terus nggak pernah melar." Ely menyela.

"Kalo kamu, emang dari dulu termasuk species kutilang alias kurus tinggi langsing, hihihi."

Kami terkikik geli mendengar jawaban Asri.

"Sudah, sudah. Kok kita jadi ngebahas masalah body, sih." Amel melerai.

"Trus ... kamu sekarang kerja di mana, Mawar?" sambung Amel lagi.

"Aku nggak kerja, cuma di rumah aja."

"Loh, sayang dong. Perempuan pinter seperti kamu nggak kerja, apa nggak bosen cuma di rumah aja?" selidik Ara.

"Alhamdulillah dengan di rumah aja, aku punya banyak waktu mengurus Mas Han suamiku. Untuk mengisi waktu luang, aku menulis free line di sebuah portal Islam."

"Oh, ya? Tulisan tentang apa?" Asri bertanya antusias.

"Parenting."

"Rasanya nggak pernah danger ada nama Mawar di tulisan parenting?" Amel terlihat.

"Iya, aku malah sering baca ilmu parenting dari tulisan Kamila." Ara menambahkan.

"Betul. Kamila itu nama penaku."

"Wah, hebat kamu, ya. Udah jadi penulis terkenal. Eh, tapi kok bisa kamu begitu lihai menulis tentang parenting? Padahal kan belum punya anak?" tanya Ara lagi.

"Terkadang, seorang penulis tidak selalu harus mengalami dulu apa yang hendak dia tulis. Cukup mencari referensi dengan membaca atau mendengar pengalaman orang-orang di sekitarnya," jawabku menjelaskan.

"Ooo ... jadi begitu, ya."

Semua mengangguk membenarkan.

Pembicaraan pun terus berlanjut semakin seru, khas emak-emak masa kini. Setelah puas berhaha-hihi, Amel dan yang lainnya melangkah keluar aula menuju tepi kolam renang. Di sana sudah berkumpul semua teman. Mereka sibuk menyiapkan acara makan siang, dengan membakar ikan di beberapa tungku yang telah disediakan. Aku dan Lela bermaksud hendak bergabung dengan mereka. Tapi entah kapan datangnya. Tiba-tiba sosok Johan sudah berdiri tegap di hadapan kami. Aku terkejut bukan main, tak mengira dia akan menghampiri kami. Dan tanpa bisa kukendali, debaran jantungku berdetak lebih kencang. Perasaan gugup dan salah tingkah kembali menyerang.

"Lela. Bisa tinggalkan kami sebentar?" pintanya to the point. 

Lela memandangku ragu, meminta persetujuan. Aku menggeleng cemas. Berharap semoga Lela tidak meninggalkanku. Walau bagaimanapun aku tak ingin berdua-duaan dengannya. Apapun alasannya. Lagi pula hal penting apa yang hendak dia sampaikan? Kenapa harus mengusir Lela agar menjauhi kami? Tidak hanya gugup, tapi rasa cemas lebih menghantui. Aku takut Johan akan menyampaikan sesuatu, yang aku sendiri tidak sanggup menerimanya.

"Please, Lela. Ada hal penting yang harus kami bicarakan." Kali ini nada suaranya lebih tegas. Aku semakin cemas, mendadak tubuhku terasa lemas karena nervous.

"Oke. Mawar. Aku ke sana dulu, ya. Kalo ada apa-apa nanti, panggil aku."

Lela melambaikan tangannya dan segera berlalu.

Tinggallah aku yang mematung bisu.

Bersambung

1
nobita
like like like... mantap
nobita
ya Alloh... kasihan Mawar... tak sanggup ku berkata kata thor.. alur ceritanya apik... ada pelajaran agama... tulisannya rapi. author nya berwawasan luas... hebattt
nobita
mas Handoko itu suami yg bijak menurut ku... pengertian juga
nobita
jawaban yg bagus Mawar.. aku tidak akan pernah meninggalkan suami ku...
nobita
jgn mau Mawar. nti kamu akan jd istri ke4... tetap lah setia pd Handoko...
nobita
benar ini sesuai dg kisah nyata.. riilll.. biasanya setelah reunian... saling bertukar nomor ponsel... trs cattingan... curhat... nyaman dg teman lama... merasa di perhatian... trs mengabaikan rumah tangganya... lalu bercerai... seperti itu menurutku.. aah jd curhat thor
nobita
aku mampir... awal yg menarik
Novnov
Jujur, saya pernah ada di posisi sekar, dan itu sungguh sakit dan sulit… bahkan sampai sekarang pun saya masih belum bisa meraih ikhlas, walau cerita itu sudah berlalu tapi saya selalu tertarik dengan cerita2 seperti ini, hanya ingin menyelami setiap hati2 wanita yg diduakan ☺️
Syafri Yanti: yang sabar, Mbak☺
total 1 replies
kavena ayunda
hmmm.gk.rela.dapet johan yg banyak istri
Alex Caryono
bguuussss bgt,alhamdulillah allh
Alex Caryono
alhamdulillah bgus banget jln crtnyakereeeeeeennnm👍👍👍👍👍
Her@ Soelistya
sebetulnya sy biasanya paling males baca cerita soal selingkuh ato poligami..tp ceritamu bikin penasaran..hingga sy baca smpai selesai..semangat dn sehat selalu ya thor💪
Ria Mariani
beda ceritanya dari yang lain .,bagus
Cha Zakira Rasdi
Benkulu nya di mna thor..?
Nani Nie
seru kayak nya klau ada di dunia nyata , ,
Rofi'ah An-nashihah
akhirnya nemu juga novel islami disini....
Naura Rayyani
suka ceritanya bagus banget,
Sani Romlah
lanjut dong
Syafri Yanti: Terima kasih udah mampir😊
total 1 replies
Nuri
suka terimakasih
Syafri Yanti: sama-sama
total 1 replies
Aneu Irsyad
cerita nya oke banget..jadi ingat waktu jaman sekolah,tpi cinta aku nya gak kesampai kaya ending nya cerita nawar dan johan,,😁😁
Aneu Irsyad: 👌sama-sama😍😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!