Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bekerja Lagi
Pagi - pagi Anna sudah bangun. Udara sangat segar saat dia membuka jendela - jendela dan membuka pintu. Anna menyempatkan diri mengitari lapangan di depan rumah satu putaran. Sambil menyapa beberapa ibu kompleks yang sudah beraktivitas. Daniel bangun tidak menjumpai istrinya. Namun ketika dia keluar dia bisa melihat istrinya lagi joging dilapangan depan rumah. Daniel mengelap mobilnya, karena mobil dinas dibawa Bima parkir di kantor Danyon.
"Mas, hari apa adek lapor ke puskesmas."
"Hari ini jam sembilan. Nanti mas temani."
"Oke suamiku."
Daniel sudah memasak nasi. Anna mulai menyiapkan sarapan buat mereka berdua. Ayam goreng sambal dan sup sayur. Juga ada roti dan kelengkapannya dan Jus. Daniel sudah selesai mandi. Anna pun gantian mandi. Dan masih menggunakan daster. Karena jam sembilan baru di antar mas Daniel ke tempat kerja. Di meja makan sudah ada susu yang disiapkan mas Daniel buatnya.
"Minum susu dulu."
"Siap komandan." Daniel tertawa, lalu di isengi istrinya.
"Malam harus layani komandanmu ya. Jangan tidur."
"Biasanya mas banguni."
"Mas coba, tetapi ngak bisa." Anna tertawa dia langsung menarik muka suaminya dan mencium bibir suaminya.
"Maafkan adek. Kelelahan." Daniel tersenyum.
"I love you."
"Love you more mas."
Jam sembilan Bima, Gio dan Daniel datang menjemput Anna. Di dalam mobil dia bertanya tentang keamanan di luar markas. Karena dia rencana akan mengijinkan istrinya bekerja menggunakan mobil mereka yang di bawa dari Surabaya. Bima dan Gio memberitahu aman.
"Tetapi keputusan ada di tangan komandan. Saya bisa kok komandan antar jemput istri komandan."
"Istri saya, tidak suka menyusahkan orang lain Bima."
"Iya ya. Kemarin itu kami hanya di suruh taruh box kontainer sesuai label pada ruangan - ruangan."
"Istri saya itu senang beberes dan dia ngak mau merepotkan orang lain."
Anna dan Daniel sudah ada diruangan kepala puskesmas. Dan data - data kepegawaian dokter gigi Joanna Josephine Josep sudah masuk. Jadi semua hak - hak Anna akan dia terima di kota ini. Besok pagi Anna sudah bisa bekerja. Tadi sewaktu Daniel berbicara dengan kepala puskesmas Anna sudah lihat ruangannya. Dan melihat peralatan yang ada. Ternyata puskesmas ini bangunan baru dan barang - barang di poli gigi juga masih baru. Anna sudah berkenalan dengan dua asistennya Nico dan Sri.
Anna di ijinkan suaminya menggunakan mobil mereka. Karena jalannya hanya satu jalur pergi dan pulang. Pagi ini setelah rutinitas sebelum pergi kerja selesai, Anna sudah siap dengan baju dinasnya. Dia juga membawa baju cadangan OKA atau Scrub berwarna merah muda. Kontainer untuk meja kerjanya juga dia bawa. Ini barang - barang untuk meja kerjanya. Juga beberapa hadiah buat anak - anak hebat yang pintar di periksa giginya.
Ibu - ibu kompleks mulai memperhatikan dirinya. Tetapi Anna pura - pura cuek saja. Bantal hadiah bapak dan ibu komandan sudah ada di dalam mobil yang Anna bawa. Mobil pribadi mereka.
"Selamat pagi ibu - ibu." Anna menyapa ibu - ibu yang ada di lapangan depan rumahnya. Sengaja di sapa, ternyata ada yang penasaran.
"Selamat pagi ibu."
Jam satu siang ada pertemuan dengan ibu - ibu. Acara tatap muka ibu komandan dengan istri anggota. Dia akan bekerja sampai jam satu baru mengikuti pertemuan itu.
Hari ini pasien dokter gigi Anna hanya lima orang dua orang dewasa tiga anak - anak. Sebelum jam satu semua pasien sudah terlayani. Anna sudah meminta ijin kepala puskesmas. Dan dia langsung berganti pakaian dengan seragam organisasi ibu - ibu tentara angkatan laut atau disebut ibu jalasenastri.
"Wah dokter gigi kita keren ya. Asli mana ya? Seperti orang - orang keturunan Belanda."
"Ibu dokter orang Ambon. Baru pindah dari Sidoarjo."
Daniel mengelengkan kepala melihat bagaimana istrinya memarkirkan mobil. Dia hanya tersenyum.
"Ibu lincah ya komandan."
"Makanya aku ngak mau dia bisa semua. Nanti dia ngak butuh aku."
"Bukannya komandan harusnya senang. Disini istri - istri anggota hanya bisa ghibah orang."
Pertemuan belum mulai, Anna tiba sedikit cepat. Anna sudah menggunakan seragam jalasenastri dan perlengkapannya, dia hanya menggunakan cincin pernikahannya dan jam tangan. Karena rambut keritingnya pendek jadi di biarkan terurai. Acara sudah mulai, tadi sebelum pertemuan ibu sudah bertemu dengan pengurus lama dan mulai menempatkan istri - istri perwira mengepalai setiap seksi di struktur organisasi. Dan Nyonya Joanna Johanes terpilih sebagai ketua seksi sosial. Pertemuan di akhiri dengan foto - foto bersama. Jam tiga kegiatan selesai. Namun ibu Litha Gonsales masih menahan kami pengurus membahas program kerja kedepan.
Jam kerja Daniel sudah selesai. Daniel meminta Gio dan Bima tidak usaha mengantarnya. Karena nanti dia pulang dengan istrinya. Daniel tiba pas ibu - ibu sudah selesai rapat. Bersamaan Hizkia dan Abel yang datang menjemput mami mereka.
"Hallo tante Anna."
"Hai Kia, Hai Abel."
"Mereka menagih janji, di antar ke mini market tante Anna." Ibu komandan menghampiri Anna yang lagi ngobrol bareng anak - anaknya. Anna hanya tersenyum. Dan ibu pun pamit karena mau memenuhi keinginan anak - anaknya.
Keberadaan Anna ternyata tidak di sukai oleh salah satu istri perwira berpangkat Kapten. Dari pertemuan di mulai tadi dia menatap Anna dengan muka juteknya. Anna teringat akan dokter Nurul mantan pacar suaminya, yang punya tatapan sama. Dan lagi - lagi Anna tidak sengaja melihat waktu Daniel membuka pintu mobil, menyiapkan kursi buat istrinya kemudian mempersilahkan Anna naik ke mobil mukanya Judes sekali.
"Mas, ibu yang berdiri di depan pintu itu siapa??"
"Mana mas tahu sayang. Mas dan kamu sama - sama baru kan disini kan."
"Iya sih. Mukanya Jutek, mana dia anggotanya adek di seksi sosial."
"Adek ngak buat salahkan, yang membuat ibu ini tersinggung."
"Ngak lah mas."
"Cueki aja sayang. Nanti bosan sendiri."
Anna berpikir nanti aja baru dia tanya - tanya sama Istrinya Kapten Agus Digantara ibu Dewi. Dia orang lama disini.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang