NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Bandung tidak pernah ramah bagi kantong seorang perantau. Di usianya yang menginjak 23 tahun, Yasita Humaira harus memutar otak setiap akhir bulan. Demi mengirimkan rupiah untuk Ayah dan Ibunya di kampung, dia rela menahan lapar dan berhemat sedemikian rupa. Yasita sadar diri; dia bukan wanita sholeha, bukan pula muslimah taat yang rajin beribadah. Shalatnya masih bolong-bolong, penampilannya biasa saja. Jauh dari kata sempurna.

​Beruntung, di kota ini dia memiliki Zulaikha—sahabat dekat seumuran yang bak langit dan bumi dengannya. Zulaikha adalah definisi wanita idaman: keturunan Arab-Indonesia dengan mata tajam yang indah, selalu anggun dengan gamis dan hijab lebar yang menjuntai. Tak hanya cantik, Zulaikha adalah putri dari pemilik Mandra Bros J, raksasa industri pakaian muslimah dan perhiasan emas tempat Yasita mengadu nasib. Namun persahabatan itu putus ketika sebuah Tawaran Dari Umi laila Ibu Zulaikha memintanya menjadi istri kedua Ayah Zulaikha yaitu Jalal Ash-Siddiq....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Aku menghapus kasar sisa air mata yang telah mengering di pipiku. Dengan gerakan sepelan mungkin, menahan rasa perih yang teramat sangat di sekujur tubuh, aku bangkit dari ranjang. Kupakai pakaian yang sebenarnya sudah kusiapkan untuk keberangkatan besok pagi.

​Namun, kepulanganku tidak bisa ditunda lagi. Aku harus pergi detik ini juga. Aku tidak sudi berada di dalam satu ruangan sempit yang sama, bahkan untuk satu menit lagi, dengan monster seperti Pak Jalal.

​Setelah selesai berpakaian, kuraih koper dan tas jinjing besarku. Kuputar kunci pintu dengan sangat hati-hati, memastikannya tidak menimbulkan suara yang bisa mengusik pria tua yang masih terbaring lelap dalam pengaruh alkohol itu. Aku melangkah keluar, meninggalkan kamar kos itu tanpa menoleh lagi.

​Subuh ini, tepat jam lima pagi, aku sudah berada di sekitar pelabuhan. Mengingat beberapa jam lalu membuat dadaku kembali sesak. Semalam, setelah berhasil keluar dari kosan, aku terpaksa meringkuk tidur di teras masjid dalam kedinginan. Persis seperti seorang gelandangan yang tidak punya arah tujuan. Begitu tiket kapal laut beralih ke tanganku, aku segera melangkah naik menuju kabin kapal, mencari tempat untuk bersandar selama dua belas hari perjalanan laut yang panjang menuju Sulawesi.

​Di tempat lain, di atas kasur busa yang tipis, Jalal melenguh. Dia terbangun dengan kepala yang terasa pening dan seluruh tubuh yang terasa pegal. Begitu membuka mata, dia tersentak badai kebingungan. Pandangannya menangkap langit-langit kamar yang asing, bukan kamar mewah di rumah gedongannya.

​Saat dia mencoba duduk, matanya perlahan terpaku pada satu titik di atas seprei berwarna biru terang. Bercak merah. Bercak darah yang masih baru.

​Jalal mengernyitkan dahi dalam-dalam. Detik berikutnya, potongan-potongan ingatan semalam berputar cepat dan menghantam kepalanya seketika. Ingatan menjijikkan tentang bagaimana dia, dengan kasar dan tanpa hati, meruda paksa Yasita. Gadis yang berstatus istri keduanya, gadis yang dengan sadar telah dia rendahkan setingkat binatang.

​"Jalal... apa yang sudah kau lakukan?!" desisnya frustrasi, lalu memukul kepalanya sendiri dengan keras.

​Dia benar-benar tidak menyangka hatinya bisa seiblis itu, memperkosa seorang gadis suci yang seumuran dengan putri kandungnya sendiri. Pria berwibawa itu perlahan bangkit, mengabaikan rasa bersalah yang mulai mencekik dadanya. Dia melangkah ragu, lalu memanggil nama wanita itu dengan suara bergetar.

​"Yas... Yasita... Maafkan saya. Saya semalam mabuk, saya khilaf..." Jalal mengetuk pintu kamar mandi yang tertutup rapat. "Yasita, keluarlah. Saya akan bertanggung jawab. Saya akan menerimamu dengan baik sebagai istri saya..."

​Lama menunggu, tidak ada sahutan sama sekali dari dalam. Kecurigaan mulai merayapi benaknya. Dengan gerakan kasar, Jalal mendobrak pintu kamar mandi itu hingga terbuka lebar.

​Kosong. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.

​Jantung Jalal berdebar kencang, rasa bersalah yang menghinggapinya kian membesar hingga membuat napasnya memburu. Dia berbalik, lalu dengan cepat membuka pintu lemari pakaian Yasita yang sedikit renggang.

​Kosong melompong. Tidak tersisa selembar baju pun di dalamnya.

​"Apa Yasita pergi...?" bisik Jalal dengan bibir bergetar. "Ya Tuhan... aku telah menghancurkannya."

​Tanpa membuang waktu lagi, Jalal bergegas keluar dari kamar kos itu dengan langkah panik, mencoba mencari keberadaan Yasita ke segala arah. Namun, pencariannya akan sia-sia. Pria paruh baya itu tidak pernah tahu, bahwa gadis yang tengah dia cari dengan rasa penyesalan mendalam sudah berada jauh di tengah lautan luas, di dalam dek kapal yang perlahan membawanya pulang ke tanah kelahirannya.

1
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
semangat kk cantik 👌 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
cepat sehat yaa KK cantik 😍 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Ummi Sulastri Berliana Tobing
cepat pulih y Thor 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!