Seorang Gadis yang harus melewati Rintangan Pada saat Malam hari Dengan Rumah Yang tak tau arti Kedamaian di dalamnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fio Ananta Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sisi Gelap Sang Ayah
Ternyata Yang menabrak Elora adalah Ayah kandung nya sendiri tapi mengapa Ayah nya tega melakukan Hal tersebut Kepada Putri Kandungnya sendiri?
Sepeda Gadis Itu segera di Angkut Ke dalam Bagasi Mobil Dan gadis Itu segera Di bawa Pulang Ke Rumah
Sesampainya Di Rumah, Aluna Mendengar Suara Mobil Ayah Nya Dan Segera Mengintip Dari Jendela Ke Arah Luar Dan ternyata Benar Itu Adalah Mobil Ayahnya, Saat Ia Melihat Ke arah Luar Ayahnya Sedang Membawa Tubuh Seorang Gadis Saat ia melihat nya lebih Jelas betapa Kagetnya ia Ketika Melihat Tubuh Gadis yang Ia bawa Adalah Elora Adik Kandung nya sendiri
"Elora?!" Ucap Aluna
saat Aluna Mengucapkan Nama Aluna Ayahnya Tampak Mengetahui Bahwa Gadis itu Melihatnya dari Kaca jendela
Tatapannya Begitu Sangat Menakutkan Seakan Yang Di Depan Bukan Ayah Nya, Gadis itu Tersentak Kaget dan Segera Menutup Tirai jendela Dan Segera Membangunkan Kakaknya
"Kak Bangun kak!, Elora Tertangkap Oleh Ayah di Depan?!" Ucap Aluna dengan Menepuk Bahu Kakaknya yang Sedang Tertidur Lelap
"Elora Tertangkap?!" ucap Alvaro
"iya kak?! Sekarang Elora sedang Di bawa Oleh Ayah Di Depan?!" ucap Aluna dengan Tangan yang Begitu Gemetar
"ayah Tidak Pernah Seperti itu sebelumnya, Ada apa dengan nya?" ucap Alvaro
Saat mereka sedang Berbicara, Ketukan Pintu mulai Terdengar Dari Pintu kamarnya
"TOK! TOK! TOK!" bunyi ketukan pintu Yang semakin lama semakin Keras
"Buka pintunya!! Ini Ayah!!" ucap Ayahnya dengan suara yang Begitu Keras Hingga Mengema di seluruh Ruangan
"Dia Bukan Ayah.." ucap Aluna
"Suara Yang berada Di Depan Sangat Berbeda, Jelas Yang di Depan kita Bukan Ayah" ucap Alvaro
Semakin Lama Suara Ketukan pintu Itu Semakin mereda Dan Lama kelamaan Menghilang Dan Ruangan Mendadak Menjadi Hening
"sudah aman kan?!" Ucap Aluna
"sepertinya sudah" ucap Alvaro dengan membuka pintu
saat membuka pintu betapa kagetnya mereka ketika melihat Elora Yang berada Di Depan Pintu kamar
"Elora?!" ucap Alvaro
"cepat bawa dia masuk?!" ucap Aluna
"Oke" ucap Alvaro dengan mengendong Pelan Tubuh Gadis Itu
Saat mereka ingin memasuki Ruangan, Terdengar Suara Langkah kaki Dari Kamar Ayahnya
Dan Aluna Pun segera Menutup Pintu Dan menguncinya rapat Rapat
"buka kan pintu nya!!" Ucap Ayah mereka
"kak..." ucap Aluna dengan Menggandeng Tangan kakaknya dengan Ketakutan
"Tenang ada kakak disini" ucap Alvaro dengan terus mengendong Tubuh Elora Dan menggandeng Tangan Aluna
Beberapa Saat Kemudian, Gadis Yang tak sadarkan diri itu Terbangun
"aduh...." ucap Elora dengan terus memegangi Kepalanya
"Elora kamu gapapa kan?" ucap Aluna
"gapapa, Tapi....." ucap Elora
"tapi apa?" ucap Alvaro
"Yang Berada Di Rumah Ini Jelas Sekali Bukan ayah kita" ucap Elora dengan suara yang begitu pelan Agar tidak terdengar Dari Luar
"aku juga Yakin Bahwa itu bukan ayah... Ayah tidak Pernah Memukuli kita Ataupun Mencelakai kita" ucap Aluna
"Dimana keberadaan Mama sekarang?" Ucap Elora
"mama?" ucap Alvaro
"iya Daritadi aku tidak Melihatnya dimana dia?" ucap Elora
"Setelah Kamu pergi Dari Rumah, Mama Juga Ikut Mencari mu tetapi dengan mobil yang berbeda dengan mobil yang di kendarai ayah" ucap Aluna
"mengapa ia Belum Juga Sampai Rumah?" ucap Alvaro
"pasti ada sesuatu yang Tidak beres disini" ucap Elora
"kemasi Barang kalian Kita Pergi Dari tempat ini" ucap Elora dengan bangkit untuk mengambil tas nya yang berada di pojok ruangan
"Oke aku ikut dengan mu" ucap Aluna
mereka bertiga Pun Segera Mengemasi barang Barang Termasuk Seragam Untuk dipakai sekolah keesokan harinya
"apakah sudah semua yang kalian bawa?" ucap Elora
"sudah, bagaimana merencanakan Pelarian Malam ini?" ucap Alvaro
"iya bagaimana caranya? Aku tidak Setangguh dirimu sampai bisa Kabur Lewat Atap Rumah Elora" ucap Aluna
"kita bisa langsung turun lewat Jendela dan segera Menaiki sepeda tepat pada pukul 11.00 Malam bagaimana?" ucap Elora
"baiklah apapun rencana Mu lakukan lah kita mengikuti mu" ucap Alvaro
ketiganya Menunggu Waktu yang Pas Untuk melarikan diri malam ini
Pukul sudah tepat 11.00 Malam, Mereka pun segera pergi menuruni jendela Kamar mereka yang terletak Di Lantai tiga
Satu Persatu Mereka turun menggunakan Seikat Tali
Ketiganya segera menuju ke garasi dan segera pergi Menggunakan Sepeda milik mereka Dan segera pergi dari tempat yang sudah tak beres ini
"sepeda mu tidak ada bagaimana?" ucap Alvaro
"Elora sama aku" ucap Aluna
"Aku sama siapa aja sepenting sekarang kita pergi dari tempat ini" ucap Elora
Ketiganya pun segera pergi dari tempat itu menggunakan Sepeda
Saat di perjalanan Elora tampak menelpon seseorang Yaitu sahabat Lamanya Yang Bersekolah di Sekolah yang Sama Dengan Elora
"Arumy boleh aku sama Kakak ku nginep di rumah mu?" Ucap Elora
"Maaf Tapi aku sedang tidak berada Di rumah aku berada di luar kota bersama Keluarga ku jadi yang berada di rumah Tidak ada" ucap arumy lewat sambungan telepon
"baiklah" ucap Elora
Setelah berbicara Gadis itu pun segera menutup telepon nya
Saat mereka memutuskan untuk Pergi ke Rumah Nenek, saat di tengah perjalanan Mereka di hadang oleh sebuah mobil di depan mereka
Seseorang yang berada di dalam mobil itu pun keluar, Seseorang Yang berada di depan mereka adalah Ayahnya
"mau kemana kalian?!" ucap ayahnya
ketiganya Tak Mampu berbicara karena Begitu ketakutan
"ayo masuk ke mobil kita pulang" ucap Ayah
Ayah mereka pun segera mengangkut Sepeda Mereka Dan mengajak mereka untuk pulang ke rumah
Ketiganya Hanya bisa Pasrah dengan Keadaan Yang mereka rasakan saat ini
di sepanjang Perjalanan Menuju Rumah, Elora melihat Ke arah Kaca Yang berada Di Depan Ia melihat Bahwa Tatapan ayah Begitu Kosong
"apa yang terjadi saat ini?" gumam Elora dalam hatinya
Sesampainya di rumah, Ayah mengajak mereka untuk makan di dapur
Ketiganya hanya bisa mengiyakan Ajakan ayahnya Tanpa bisa berbuat apa apa
Saat mereka menunggu Di Ruang tamu
Elora segera membuka pembicaraan
"Seumur hidup ku aku tidak pernah di ajak oleh ayah untuk makan bersama di Ruang makan bersama kalian" ucap Elora
"Ayah bertingkah sangat aneh" ucap Aluna
"siapa Orang yang makan Malam selarut ini..." ucap Alvaro
Pada malam itu Tepat Pukul 12.00
Ayah pun segera memanggil mereka untuk makan di dapur karena hindangan sudah siap
"kemarilah hidangan sudah siap" ucap Ayah
Ketiganya pun segera pergi ke arah Ruang makan
Saat mereka duduk ayah melihat Ke arah Mereka satu persatu Dengan tatapan yang tak dapat dijelaskan
mereka pun segera makan bersama malam itu Juga
tempat duduk yang Elora Duduki Posisi nya tepat di depan ayah
Dengan gugup Gadis itu segera memakan makanan yang ada di depannya
saat Elora sedang makan, Ponselnya yang ia letakkan di sebelah kursinya Menerima pesan dari seseorang
Ia pun melihat pesan itu dari bawah, yang Mengirim pesan padanya adalah Ayahnya
"saya tidak pulang saya ada kerjaan bersama ibu mu" pesan yang dikirim Oleh ayah mereka
membuat gadis itu tampak sangat Begitu ketakutan
"jadi siapa yang berada di depan ku saat ini?!" gumam gadis itu dalam hati nya