NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3. KABAR TAK SEDAP

Hari ini Mama tak aku izinkan untuk didapur,biar Bik Ani aja, Mama istirahat di kamar,agar tidak kecapean.Aku membantu Bik Ani, apa yang bisa aku bantu.

Jujur pikiranku mulai pecah' melihat kondisi Mamaku yang setiap hari semakin kurus.Hari ini ada darah yang keluar dari hidung Mama aku tak tenang, aku takut Mama kenapa-kanapa.

"Ya Allah sehatkan Mamaku"

Doa dan harapan selalu aku ucapkan dalam sholatku, aku tahu disaat seperti ini Mama butuh dukungan dari kami anak-anaknya,terutama sekali Papa sebagai suami Mama.

Sudah tiga hari Papa belum pulang, Papa jarang memberi kabar, boleh dikatakan tidak ada sama sekali. Aku tahu Mama gelisah memikirkan Papa dan ini diluar kebiasaan Papa.

Malamnya Papa tanpa diduga datang, dari dinasnya. sekitar pukul setengah Dua belas Malam.

"Papa....kok kemalaman Sampainya"

"iya Ma macet dijalan karena libur Panjang, HP Papa mati, makanya tidak bisa menghubungi Mama"

Mama bahagia karena Papa sudah kembali dengan selamat. Paginya Papa berangkat lagi akan kekantor, kami memulai aktifitas kembali dirumah itu setelah libur, aku kuliah, Dut sekolah dan Papa Kerja.

"Assalamualaikum .."

"Waalaikum Salam" terdengar suara dari luar pintu masuk.

"Masuk Meta" Mama tahu itu suara Meta yang seperti biasa mengantarkan lepat Poci Mama buatan Neneknya.

"Apa kabar Tante"

"Baik Meta, kamu sendiri apa kabar"

"Meta Baik Tante"

"Syukurlah, Tante dengar kamu dapat proyek Photo dari teman SMA kamu"

"I ..ii ya Tante" Meta sedikit grogi atas Pertanyaan Buk Bunga yang tahu tentang ucapannya kepada Dinar.

"Wah... Kamu hebat dong Meta, semangat ya"

Papaku tiba-tiba menyela dan memberi selamat kepada Meta"

"I..iya Mas, eh ...Pak"

"Aduh jadi grogi di tanyain pagi-pagi "

"Hahahha tumben Kamu grogi Met, biasanya kamu kan ceplas ceplos"

"Hmmmm, ah Kamu ada aja Di"

"Uda ya Tante Meta jalan dulu, mau kekampus "

"ngak ikut sarapan Met"

"ngak Tan....udah sarapan tadi"

"Aku dulu ya Di, soalnya janji sama dosen pagi ini"

"Iya, aku kebetulan siang nanti, ngapain cepat kali ke kampus.

Meta meninggalkan rumah itu dan melajukan mobilnya menuju kampus.

"Udah Ma Papa berangkat dulu, Ayo Iqbal"

Pak Rudiansyah bersama Dut pergi meninggalkan ruangan makan dan bersiap untuk berangkat,sedangkan aku menuju kamar mempersiapkan segalanya mau kekampus nanti, setelah aku ngantar Mama kerumah sakit.

"Udah Di ,ayo kita berangkat Papamu sudah pergi"

Aku dan Mama yang berencana kerumah sakit tanpa setahu Papa, karena Mama tak ingin Papa cemas. Akhirnya kami berangkat ke rumah sakit swasta yang besar dikota kami dimana tanggungan Dari kantor Papa disana.

Sekitar setengah jam perjalanan kami sampai dan Mama ingin memeriksakan dirinya.Mama dianjurkan periksa Darah, tansi dan jantung. Setelah pengambilan darah yang besok akan dikabari secara online oleh petugas. Secara fisik Mama sehat bahkan sangat sehat.

Mama senang mendengar hasil cek up nya, tinggal besok hasil pemeriksaan darah yang ditunggu, Kami pulang dalam keadaan senang aku mengantar Mama sampai rumah, lalu aku langsung berangkat kekampus menemui Dosen.

Sesampainya dikampus aku menemui Dosen pembimbingku untuk naskah skripsiku. Aku sampai sore dikampus. InshaAllah tahun ini aku harus wisuda dan bekerja dulu, Baru.melanjutkan ke S2, seperti mimpiku. Aku ingin jadi Dosen. Atau CEO diperusahaan, kayak Drakor😆. Mimpi yang kejauhan.

"Dinar......Dinar" terdengar suara seseorang memanggil aku dari belakang.Saat aku menoleh aku melihat Bobby teman SMA ku dulu yang juga kuliah dikampus ini jurusan Kedokteran? Bobby ditaksir oleh Meta, tapi Bobby tidak menyukai Meta karena Bobby merasa Meta ngak Good lucky.

Aku ngak tahu apa penilaian Bobby kepada Meta padahal Meta itu cantik banget...dari aku. Meta sangat kecewa, waktu itu aku sempat menjodohkan mereka dari SMA, karena Meta sahabat aku dari SMP dan Bobby teman SMA, jadi kami sering bertemu , bahkan kami sekampus bertiga. Tapi aku gagal jadi Mak Comblang, Meta dengan Bobby yang terang-terangan menolak Meta. Dia tidak ingin mengatakan alasannya tapi dia ingin aku katanya secara becanda.

Bobby sangat asyik diajak berteman dia perduli , ganteng dan tajir. Diusia muda dia sudah memiliki usaha sendiri,memang sih Papinya terkenal kaya dikota kami.Papa ku kenal Dengan Papinya Bobby, karena urusan Pajak.

"Iya Bob"

"Duh kamu kemana saja"

"Handphone aku ngak dibalas lagi"

"Hahahahah , Maaf aku kemarin sedikit sibuk menyelesaikan skripsi aku"

"Ohhh"

"Ada apa Bobby nyari Dinar, biasanya kalau ngak ketemu pasti nyari Dinar dirumah tumben kamu Bob"

"Iya aku blom sempat kemarin libur aku keluar kota ada sedikit bisnis disana, tapi....tapi"

"Kenapa Bob"

"Ah ngak jadi, Bobby nampak ragu menyampaikan sesuatu rahasia yang ingin disampaikan nya.

"Oh ya kebetulan aku ada rezeki aku traktir kamu ya, udah lama kita ngak makan bareng, kamu kosongkan hari ini"

"Iya"

"Ok, kita ke Resto ayam cabe hijau kesukaan kamu"

"Boleh"

Aku dan Bobby berangkat menuju Resto yang dimaksud kami satu mobil, Bobby memakai mobilku sedangkan mobilnya ditinggal dikampus.

Sesampainya disana Bobby memesan ayam kesukaan aku dan Es Jeruk ice cream, Bobby sangat tahu selera aku yang sudah lama dekatnya, tapi kami ngak pacaran.

Sementara dirumah Mamaku membereskan Tas dan Baju Baru Papa yang dipakai untuk. Berangkat dinas, yang dadakan sehingga Papa tak membawa baju langsung dari kantor berangkat.

"Kok bajunya beda wangi ya, ini kek bukan bau parfum Papa"

"Kek parfum perempuan"

Buk Bunga mencium aroma baju Pak Rudiansyah suaminya yang kemana-mana Membawa parfumnya tapi ini beda varian dengan parfum yang dimiliki oleh suaminya.

Buk Bunga merasa curiga dengan temuannya.

"Apakah Papi pergi dengan perempuan..? Ah ngak mungkin Papi kan biasa begitu beli parfum aroma yang beda,tapi parfumnya kok ngak ada."

Kecamuk pikiran Buk Bunga melawan batinnya sendiri agar dia tak curiga pada suaminya.

Dikemasi barang-barang itu untuk dicuci oleh Buk Ani, pakaian baru suaminya yang dibeli waktu keluar kota.

Sementara Dinar dan Bobby yang sedang makan saling becanda.

"Oh ya Nar ,Mama kamu apa kabar sekarang

"Baik Alhamdulillah, tapi Mama aku semakin hari kurus Bobby"

"Kok gitu ada yang dipikirkannya kali"

"Ngak tahu, akhir-akhir ini aku lihat Papaku memang sibuk kali sejak jadi kepala cabang dikantornya.

"Oh gitu, kemarin saja dihari ulang tahun Pernikahan Papa dan Mamaku, Papa pergi keluar kota"

"Untuk Apa Dinar kan semua Instansi cuti"

"Iya aku juga heran Papa pergi ke kantor cabang"

Bobby menatap Dinar ada yang ingin disampaikannya tapi mulutnya seakan terkunci.

"Oh Ya apa kabarnya Meta, apa masih saling kumpul kalian"

"Dia tiap hari kerumahku,ngantar pesanan Mama"

"Hubungan kamu dan Meta semakin akrab ya Di"

"Iyalah dia kan sahabat aku dari SMP"

"Kamu aku jodohkan ngak mau diakan cantik Bob"

"Ngak ah, aku kan maunya sama kamu tapi kamu ngindar terus "

"Hahahha ngacau kamu Bob aku mana tipe kamu"

"Dinar maaf ya aku bukannya ingin ikut campur sebaiknya kamu lihat kali Meta baik-baik"

"Maksud Kamu Bob"

"Aku bukan curiga tapi....tapi...."

"Tapi apa Bob ?"

"Aku lihat Papa kamu sama Meta kemarin diluar kota dicafe aku ngantar pesanan minuman Kesehatan"

"Maksud kamu kemarin Papa aku lagi sama Meta"

"Ah kamu jangan Ngada ngada lah Bob"

"Benaran Di"

"Aku kan kenal Papa kamu dan Meta"

"Aku pas dibelakang pintu masuk lihat mereka lagi makan"

Aku terdiam sejenak, bukankah Meta juga keluar kota kemarin sama Papa juga keluar kota.

"Saran aku kamu jangan percaya sama Meta dan selidiki lagi"

"ingat Dinar kadang orang terdekat bisa jadi duri buat kita"

"Ah...ngak...ngak mungkin kamu salah lihat kali Bob "

"Aku berharap iya tapi nyatanya tidak Dinar, itu memang Meta dan Papa kamu"

"Apakah filling mama selama ini benar bahwa Papa memiliki Wanita lain dan wanita itu Meta" batin ku bergejolak antara percaya atau tidak.

"Aku harus selidiki ini"

Tak mungkin Meta yang dari SMP kenal Papa aku selingkuh karena Papa udah anggap Meta anaknya sendiri.

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!