NovelToon NovelToon
Karena Kamu Jodohku

Karena Kamu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Ketos
Popularitas:886
Nilai: 5
Nama Author: Witan Alfariski

bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Tak ada respon apapun dari Lisa, dan akhirnya mereka memutusakan untuk pergi.

"Cabut guys bosen gue di sini lihatin muka kampungan, si pembuat onar, dahh.. selamat menikamati hukuman," ujar clara sambil tersenyum mengejek.

"Woy.. Loe kira gue mau lihat muka receh loe itu cihhh," ucap Lisa dengan sedikit berteriak.

Ejekan Lisa mampu membuat Clara terhenti, saat mendengar Lisa merespon ucapannya.

"Hey cewek murahan, kali ini gue lagi males berdebat sama loe," ucap Clara yang hendak melanjutkan langkahnya untuk pergi

Perkataan Clara barusan, mampu menyulut emosi Lisa yang sejak tadi dia tahan.

"Maksud loe apa ngomong kaya gitu haaa," ucap Lisa sambil menarik tangan Clara, alhasil Clara berbalik kearahnya.

"Ya tentu saja loe murahan, rela dihukum terus, hanya demi bisa dekat dengan para most wanted disekolah ini. Udahlah gue udah tau ko akal-akalan loe ini," Tuding Clara dengan senyum mengejek.

Lisa benar-benar tak bisa menahan emosinya lagi kali ini.

Brakkk....

"Jaga omongan loe," Kesal lisa setengah berteriak, sambil menendang kursi dihadapannya.

Tanpa sengaja kursi yang ditendang olehnya, mengenai kaki Clara.

"Awwwsss...," ringis Clara.

Entah dari mana dan sejak kapan, Roy dan juga Rendy, sudah berdiri tak jauh di belakang mereka semua.

"Bawa Clara ke UKS," perintah Roy kepada lila dan teman Clara lainnya.

Setelah kepergiaan Clara bersama teman-temannya, Roy beralih menatap lisa biasanya dengan tatapan tajam,tapi kali ini tanpa expresi apapun.

Setelah itu, Roy pergi meninggalkan gudang tanpa mengucap sepatah kata apapun kepada lisa.

"Baru juga selesai masalah satu, sudah buat masalah baru lagi," ucap Rendy sinis, dan berbegas pergi mengikuti Roy.

Setelah kepergian Roy dan Rendy, gadis itu beranjak pergi menuju kantin, kebetulan dia merasa sangat kehausan setelah mengerjakan hukumannya tadi.

"Lisa ..sini," teriak Sinta, sambil melambaikan tangannya ketika dia melihat lisa berjalan memasuki area kantin.

"Gimana udah selesai kan, ini tadi gue udah pesenin loe es jeruk diminum gih," ujar Wanda sambil menyodorkan gelas berisi es jeruk tersebut.

"Thanks ya guys,"

Drrrtttt...Drrtttt

Baru setengah tegukan meminum es jeruknya, phonselnya bergetar tanda notifikasi pesan masuk. Lisa membuka pesan tersebut, tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi sendu, dan moodnya menjadi buruk, pesan tersebut tak lain dari Bundanya, yang memberi tahu bahwa dirinya dan sang suami hari ini akan pergi keluar kota selama beberapa hari kedepan, untuk urusan bisnisnya.

"Nasib gue gini banget ya, punya orang tua lengkap tapi gak pernah bisa ngerasain kasih sayang, sekedar berkumpul aja susah walaupun cuman sekejap," ucap lisa di dalam hatinya.

Setengah bel berbunyi lisa dan teman-temannya bergegas kembali kekelas, berhubung pelajaran berikutnya akan segera dimulai sebentar lagi.

Saat jam pulang tiba, roy berjalan memasuki kelas lisa. Hal itu tentunya mengundang perhatian banyak pasang mata siswi-siswi dikelas tersebut.

"Kak Roy," sapa Wanda sambil tersenyum manis, pasalnya Wanda juga sama seperti siswi lain yang juga mengidolakan Roy tapi laki laki itu hanya menanggapinya dengan senyum tipis.

"Loe ikut gue keruangan OSIS sekarang," ucap Roy datar, sambil menatap kearah lisa.

"Apa lagi sih, buruan gue mau balik," ujar lisa dengan malas.

Roy berjalan pergi menuju pintu keluar kelas, diikuti lisa di belakangnya.

Rasa penasaran menyeruak dari kedua sahabat lisa, mereka bingung pasalnya lisa telah menyelesaikan hukumannya hari ini. Lalu untuk apa lagi Roy memanggil lisa, itulah yang sedang difikirkan Wanda dan Sinta sekarang, karena mereka berada dikantin sejak tadi, jadi mereka tidak tahu menahu tentang pertengkaran lisa dan Clara saat digudang tadi.

*******

Tepatnya di ruang OSIS, sudah ada Clara, Rendy, Arya dan juga anggota OSIS lainnya disana, mereka semua tengah duduk menunggu kedatangan Roy dan lisa.

Lisa hanya diam tak tau apa yang akan dilakukan ketua OSIS itu kepadanya, dia memang mengakui dirinya bersalah, namun dia tidak sengaja melakukan itu.

Beberapa menit diam, akhirnya Roy mulai angkat bicara.

"Loe tau kan peraturan disekolah ini, bahwa tidak boleh ada yang melalukan tindak kekerasan," ucap Roy memulai pembicaraan dengan nada tegas.

"Yang loe lakuin itu sudah melanggar peraturan sekolah, loe ngertikan?" tanya Roy, namun gadis itu masih tetap saja diam.

"Karena loe yang salah, jadi gue ingin loe minta maaf sama Clara, dan berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan loe hari ini," perintah Roy kepada lisa.

Lisa yang dari tadi hanya diam saja, sekarang gadis itu mulai ikut berbicara karena merasa dirinya dizholimi disini.

"Engga, gue gak mau. Mending gue diskors dari sekolah, dari pada harus minta maaf sama mak lampir kaya dia, lagi pula gue gak akan kaya gini kalau dia gak mulai duluan," jawab lisa sambil menunjuk Clara, lalu beralih menatap tajam kearah Roy.

Sejenak laki laki itu terdiam, orang-orang yang berada diruangan tersebut juga ikut diam menyaksikan kedua orang yang tengah berdebat itu.

Roy mengambil amplop dari laci mejanya, lalu dia menuliskan sesuatu diamplop tersebut.

Hening, sampai akhirnya Roy mulai angkat bicara lagi.

"Oke, karena loe yang minta, nih gue kasih surat panggilan untuk orang tua loe, sebelum loe bener-bener kena skors," tutur Roy yang mulai jengah menghadapi kelakuan lisa.

Lagi-lagi orang tua, hati lisa sedikit ngilu saat membahas kata orang tua, lisa jadi teringat kepada kedua orang tuanya yang selalu sibuk dengan bisnis dan melupakannya sesuatu yang sedang membutuhkan mereka, bagaimana bisa orang tuanya datang apa lagi untuk hal buruk seperti ini, untuk yang positif saja orang tuanya tidak bisa.

"Oke. buruan mana suratnya," ucap lisa sambil mengambil surat tersebut, dan bergegas pergi dari ruangan sambil membanting keras pintu ruang OSIS tersebut.

Roy hanya menarik nafas dalam, lisa sangat keras kepala fikirnya.

"Hey loe belum minta maaf sama gue," teriak Clara,tapi tak di indahkan lisa,gadis itu terus saja meninggalkan ruangan OSIS itu.

Pasalnya Clara sengaja membesar-besarkan masalahnya dengan berencana ingin mempermalukan lisa didepan anak OSIS, dengan meminta Roy agar gadis itu mau meminta maaf kepadanya.

Sesampainya lisa dirumah, lisa disambut oleh bi mi.

"Sore non, non udah pulang ya, ayo non ganti baju terus makan ya, bibi udah siapin makanan untuk non," kata bi mi dengan lembut.

"Iya bi, makasih ya. Oiya,bunda sama ayah udah berangkat ya bi,?"

"Sama-sama non. Iya non tuan dan nyonya sudah berangkat sekitar 3 jam yang lalu non,"

"Gitu ya, yaudah aku keatas dulu ya bi." pamit lisa, sambil berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.

"Iya non, silahkan."

Didalam kamar, lisa duduk dibalkon kamarnya sambil termenung fikirannya menerwarang jauh, dalam fikiran gadis itu sekarang apa segitu gak berartinya hidup dia dimata orang tuanya sendiri, bahkan kedua orang tuanya pergi tanpa menunggunya pulang terlebih dahulu, tanpa diminta air mata lisa luruh begitu saja membasahi wajah cantiknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!