NovelToon NovelToon
Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Tamat
Popularitas:326.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: sang senja

Karya pertama ku. jangan ada plagiat di antara kita❌❌❌


Apa jadinya, jika sang putri mafia, bertransmigrasi ke dalam sebuah novel cinta remaja. Menjadi tokoh figuran sebagai sahabat sang Antagonis wanita.
Yang akan mati di bunuh oleh sang Antagonis pria.
Sang antagonis pria, yang di gambar kan sangat terobsesi dengan sang protagonis wanita.
Dia yang akan membunuh sang antagonis wanita beserta kedua sahabat nya.
Namun sang Antagonis pria pun mendapat kan akhir yang buruk.
Mampu kah sang penjelajah waktu ini, merubah alur novel asli?
Atau, dia akan mati sama seperti di novel yang pernah ia baca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu dengan keluarga Amelia

Amelia menatap pantulan wajahnya di cermin. Sudah ia duga, wajah pemilik raga ini jauh berbeda dari wajah aslinya.

Gadis pemilik tubuh ini memiliki wajah imut khas anak-anak, dengan pipi chubby dan bibir yang penuh. Sementara wajah Amelia di kehidupan sebelumnya memiliki bibir tipis, dagu runcing, dan mata yang lebih sipit.

Tak berselang lama, sepasang suami istri masuk ke dalam ruang rawatnya.

Deg!

"Mommy...!"

Amelia sontak berseru kaget saat melihat wajah wanita yang baru saja masuk. Wajah itu sangat mirip dengan wanita yang telah melahirkannya di kehidupan sebelumnya.

Wanita itu mendongak dan menatap putrinya dengan dahi berkerut.

Tidak biasanya sang putri memanggilnya "Mommy". Selama ini, gadis itu selalu memanggilnya dengan sebutan "Mama".

Begitu keduanya berdiri di hadapannya, Amelia langsung berhambur dan memeluk tubuh wanita itu erat.

"Mommy...!" isaknya.

"Akhirnya Amel bisa ketemu Mommy lagi."

"Amel janji, Mom. Amel bakal jadi anak yang baik. Nggak bandel lagi."

Air mata terus mengalir di pipinya. Ia memeluk sosok yang selama ini sangat ia rindukan.

Di kehidupan sebelumnya, ibu Amelia telah meninggal saat dirinya baru duduk di bangku sekolah dasar.

Sang ibu meninggal karena penyakit asma yang dideritanya.

Melihat tingkah putrinya yang begitu tidak biasa, pasangan suami istri itu saling berpandangan dengan raut bingung.

Tepat pada saat itu, dokter dan seorang perawat masuk ke dalam ruangan.

"Dok, putri kami kenapa?" tanya sang ibu dengan nada cemas.

"Sepertinya ada yang tidak beres dengan putri kami," sambung sang ayah.

Dokter itu menghela napas pelan.

"Tolong Bapak dan Ibu ikut ke ruangan saya terlebih dahulu. Nanti saya akan menjelaskan semuanya."

Sang ayah dan ibu akhirnya meninggalkan ruangan bersama dokter menuju ruang konsultasi.

Sesampainya di sana, dokter mulai menjelaskan.

"Begini, Pak. Seperti yang saya sampaikan kemarin, ada masalah pada kondisi otak putri Bapak akibat benturan yang sangat keras."

Dokter berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Selain itu, sepertinya ada trauma yang cukup mendalam akibat kecelakaan tersebut. Benturan itu menyebabkan sebagian ingatannya menghilang."

"Atau yang biasa disebut amnesia sementara."

"Namun Bapak dan Ibu tidak perlu terlalu khawatir. Seiring berjalannya waktu, kemungkinan besar ingatannya akan kembali pulih."

Pasangan suami istri itu terdiam mendengar penjelasan tersebut.

Sementara itu, Amelia masih memeluk erat tubuh sang ibu.

"Lia... kamu nggak apa-apa, Sayang?" tanya wanita itu lembut sambil membelai rambut putrinya.

"Tumben kamu manggil Mama dengan sebutan Mommy?"

Deg!

Amelia baru tersadar.

Saat ini dirinya berada di dalam tubuh orang lain.

Lalu kenapa ibunya ada di sini?

Ingatan asing yang masuk ke dalam kepalanya perlahan memberikan jawaban.

Wanita di hadapannya memang bukan ibu kandung Amelia.

Ia adalah ibu dari pemilik tubuh ini.

Amelia menelan ludah.

Apa sebenarnya yang terjadi?

Dari serpihan ingatan yang baru saja ia dapatkan, Amelia menyimpulkan satu hal yang membuatnya merinding.

Saat ini dirinya berada di dalam dunia sebuah novel.

Namun ada sesuatu yang tidak sesuai dengan jalan cerita.

Dalam novel tersebut, pemilik tubuh ini seharusnya meninggal dalam kecelakaan mobil yang menimpanya.

Lalu kenapa ia bisa hidup?

Dan mengapa justru Amelia yang berada di dalam tubuh ini?

Apa tujuan dirinya dikirim ke tempat ini?

Berbagai pertanyaan memenuhi benaknya.

Hingga suara pintu yang terbuka membuyarkan lamunannya.

Sang ayah pemilik tubuh ini masuk ke dalam ruangan.

Pria itu mendekati istrinya dan membisikkan sesuatu.

Seketika wajah sang ibu berubah terkejut.

*

*

*

Satu minggu berlalu begitu saja.

Kondisi Amelia kini sudah jauh lebih baik.

Selama dirinya dirawat di rumah sakit, hanya kedua orang tuanya yang selalu setia menemani.

Sedangkan kakak laki-laki pemilik tubuh ini tidak pernah sekali pun datang menjenguknya.

Kini Amelia akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah keluarga Sudibyo.

Saat pintu rumah baru saja dibuka, dua orang sudah terlihat menunggu di ruang tamu.

Mereka adalah Sean, kakak pemilik tubuh ini, dan Shofia, tokoh utama wanita dalam novel.

"Dek..."

Sean berdiri dan mendekat.

"Kamu sudah pulang? Syukurlah."

"Abang minta maaf karena nggak sempat menjenguk kamu. Ujian masuk perguruan tinggi benar-benar sulit dan menyita banyak waktu."

Tangannya terulur hendak menyentuh Amelia.

Namun sebelum sempat menyentuhnya, Amelia langsung menepis tangan itu.

"Alasan."

Suasana ruang tamu mendadak hening.

"Mah, Pah, Amelia mau istirahat di kamar dulu, ya."

"Lia capek. Mau istirahat."

Tanpa melirik sedikit pun ke arah Sean, Amelia langsung berjalan menuju tangga.

Deg!

Sean merasakan dadanya tiba-tiba terasa sesak.

Kenapa adiknya menjadi sedingin ini?

Ada rasa bersalah yang sulit ia jelaskan.

Shofia segera mendekat dan mengusap punggung Sean dengan lembut.

"Kak Sean, jangan dimasukkan ke hati, ya."

"Mungkin Kak Lia masih lelah karena terlalu lama dirawat di rumah sakit."

Sean tersenyum tipis.

"Nggak apa-apa kok."

"Mungkin memang aku yang kurang perhatian sama Lia. Jadi wajar kalau dia kecewa."

"Kak Sean baik banget sih," ujar Shofia sambil tersenyum manis.

"Harusnya Kak Lia bisa lebih bijak. Kak Lia beruntung punya abang sebaik Kak Sean."

"Elo barusan bilang apa?"

Suara Amelia terdengar dingin dari arah tangga.

Langkahnya terhenti.

Tatapan tajamnya langsung tertuju pada Shofia.

Seketika senyum di wajah gadis itu membeku.

Tanpa sadar, Shofia melangkah mundur dan bersembunyi di belakang tubuh Sean.

Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, tatapan Amelia membuatnya merasa takut.

1
Diana Wati
jujur aja alurnya bagus, tapi banyak banget typo dan tanda baca yg nggk sesuai, pengolahan katanya juga kurang. semoga untuk selanjutnya lebih bagus dan rapi lagi thor 👍
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: terimakasih kaka atas masukannya
total 1 replies
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Siti Solikah
bagus
this that PINK VENOM
semangat
est
suka
Lestari Ami'ne Zia
hhhhhh🤣🤣🤣
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: silahkan. maaf kalau tulisan nya berantakan 🙏
total 1 replies
Nurul Aisyah
beda jam terbang nya shay 💅
🌺Ulie
keren Thor makasih yaa,😍👍👍👍🙏
Lina Mei
menarik
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
bagus banget
Siti Solikah
kenapa prajurit bayangannya Amelia tidak dibawa juga ke negara c
Siti Solikah
bagus banget novelnya thor
Siti Solikah
bagus banget
Siti Solikah
bagus banget
Siti Solikah
semangat thor
Siti Solikah
bagus Shofia bisa nerubah
Siti Solikah
kenapa dulu ga milih masuk ke raga yang asli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!