NovelToon NovelToon
Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:642.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayzani01

Laura Scarlett adalah seorang gadis yang tidak diinginkan oleh keluarganya, sehingga mereka membuangnya begitu saja sejak kecil, Laura scarlett tumbuh menjadi seorang gadis cantik ceria dan lembut dia di asuh oleh suami istri Johanson yang berasal dari estonia meskipun dia berasal dari British Utara yang kental.

Suatu hari ayahnya di serang sekelompok perompak, ketakutannya semakin nyata dan dia begitu benci dengan perompak, tetapi sayangnya nasib mempertemukannya dengan seorang perompak bernama Sean Nicholas Hoult bermata safir yang terang, seorang perompak yang membuat hatinya dan tubuhnya hanyut dalam gairah dan kesengsaraan.

Kisah perjalanan hidup dan cinta laura Scarlett bersama dengan pria yang membuat hidupnya sengsara tetapi juga mencintainya

Whisper of the Sea 2

Leona Lewstin adalah seorang gadis yang hidup di sebuah pulau hilang atau di sebut pulau berhantu oleh para bajak laut. Suatu ketika dia melihat seorang pria yang tidak sadarkan diri berada di bibir pantai, dia lantas menolong pria bernama Edmund Alexander, yang tidak sadarkan diri setelah ombak menggulungnya, apakah menolongnya adalah pilihan yang tepat bagi Leona?






Bijak dalam membaca, Warning !!! bukan bacaan untuk di bawah umur ya!!!

~Vote Coment and like di tunggu ya tmn2 readers, so author lebih semangat nulisnya☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vol 3

"Berapa lama kau menjadi kapten kapal sean?" tanya rianna yang duduk meregangkan kakinya dengan santai dengan gaun pink menjuntai sampai ke kakinya, meskipun begitu, belahan dadanya begitu rendah sehingga dia begitu tampil menggoda di hadapan sein.

"Baru setahun ini, beberapa awak kapal ikut denganku mengantar orang-orang ke beberapa negara di eropa." Kata sean yang mulai mendekati rianna.

"Apakah kau memiliki kapal sean? selain milik ayahmu?" Tanya rianna yang dengan sengaja membusungkan dadanya agar sean segera mendekatinya.

Sean menggaruk hidungnya, "Emm mungkin sebentar lagi aku akan memiliki kapalku sendiri." Tangannya mulai membelai punggung rianna.

"Oh ya, jadi kapan kita akan pergi berlibur?" Tanya rianna sambil mendekatkan bibirnya ke arah sean.

"Segera, kita akan pergi mengelilingi beberapa negara bagian sayang." Sean langsung saja menyerang bibir rianna dengan rakus, menjelajahi bibirnya dan membelai bibirnya agar membiarkan dia merasakan bibir rianna lebih dalam. Rianna memiringkan bibirnya, membalas ciuman sean dengan ahlinya.

"Kelihatannya kalian menikmatinya." Suara itu membangunkan mereka berdua dari ciuman panas mereka, "Hai Jon kau datang." Sean segera melepaskan ciumannya seketika. Rianna nampak santai dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran Jon.

"Jadi, kapan kita akan berangkat sean, liburan akan segera berakhir kawan." Kata Jon mendesaknya.

"Emm Ok, malam ini aku akan mengambil kapal dad, tenanglah, kalian hanya perlu membawa barang-barang kalian saja. Kalau begitu aku harus pulang kan." Kata sean berlalu pergi begitu saja.

Setengah jalan menuju rumahnya, sean tiba-tiba kembali karena melupakan rompi pemberian bibinya yang sangat disukainya. Sesampainya didepan pintu villa miliknya, dia mendengar suara erangan panjang dan desahan napas yang panjang. Sean mengintip di balik pintu dengan mata safirnya yang tajam.

Melihat Jon dan rianna sedang bercumbu dengan sangat intim, tangan sean terkepal kuat, jantungnya berdetak cepat, melihat mereka mulai melepaskan satu persatu pakaiannya sambil bercakap-cakap, sepertinya hal seperti ini bukan hal baru bagi mereka, sebelum sein mendobrak pintu sialan itu, dia seketika terhenti mendengar apa yang mereka perbincangkan.

"Bagaimana? apakah ayahmu juga berhasil?" tanya rianna yang mulai duduk diatas Jon sambil mendesah, dia mulai menggerakkan pinggulnya mengoda. "Mungkin sekarang ini ayah sedang bersorak, dia berhasil memindah tangankan seluruh kapal-kapal milik Hoult tanpa tersisa sedikitpun." Jon menggeram dengan gerakan rianna.

"Jadi, bagaimana dengan sean?" tanya rianna yang mulai mengerakkan tubuhnya dengan liar.

"Tinggal tunggu waktu saja dan dia tidak akan memiliki apapun lagi." Kata Jon menggeram nikmat.

"Berhenti membicarakan pria ***** itu, sekarang kau harus memuaskanku dan berhenti bertingkah seperti wanita lugu didepan sein, membuatku jijik." Rianna tersenyum menggoda, mereka lalu menikmatinya tanpa pembicaraan apapun lagi.

Sean tidak lagi memperdulikan mereka, dia berlari sekencang-kencangnya menuju rumahnya. Beberapa kereta kuda sudah berada didepan rumahnya, dengan sembunyi-sembunyi dia memanjat pintu belakang menyaksikan banyak pria didepan rumahnya.

"Sean membuka jendela kamar ayahnya dan mendapatinya sedang terbaring di lantai dengan beberapa peluru di perutnya.

"Sein? kaukah itu sein?" Suaranya begitu lemah.

"Dad? apa yang terjadi? dad siapa yang melakukannya?" Kata sean, matanya memanas melihat ayahnya berlumuran darah.

"Kita harus kerumah sakit dad, aku akan menggendongmu".

"Sstt, sean jangan ribut, pergilah!" Desak ayahnya.

"Dad ! apa yang kau bicarakan, aku harus membawamu kerumah sakit, sekarang!"

"Dengarlah sean!" Dia terbatuk lemah sambil menggenggam tangan anaknya.

"Pergi dari sini, bawa kapal ayah yang berada di bawah jembatan Boston, pergilah! jangan sampai mereka melihatmu, dan bawa itu juga". Sambil menunjuk brangkas miliknya.

"Tapi, ayah." Sean mulai menangis, ayahnya betul-betul sangat lemah.

"Jangan kembali ke kota ini sebelum kau betul-betul menjadi orang yang berhasil dan membalas mereka yang menghancurkan kita, ingat kata ayah, Pergi...pergilah sejauh mungkin, arungilah lautan, itu adalah mimpimu."

Suara pintu di gedor-gedor keras, sean menangis dalam diam, kini ayahnya betul-betul tidak bergerak, dia mengecup kening ayahnya, lalu dengan cepat membuka brangkas dan mengosongkan isinya dengan tas yang dibawanya, mengambil beberapa barang milik ayahnya didepan meja kerjanya yang menjadi kenangan terakhirnya. Sean kemudian melompat dari jendela dan segera berlari kencang di kegelapan malam.

~

"Sudah hampir setahun rough menggunakan tongkatnya untuk menopang tubuhnya, meskipun dia tidak lagi bekerja di tempat Wilker tempat pandai besi, rough kini lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Laura yang sekarang berumur 9 tahun, wajah mungilnya semakin terlihat sangat mempesona dan semakin cantik, hal ini sangat disadari oleh Charlotte, dia dengan berhati-hati menjaga putrinya, menjauhkannya dari keramaian dia akan begitu mencolok dengan wajah cantiknya dengan kulit pucat mempesona.

"Kapal berlabuh lagi?" kata rough menatap kapal besar di seberang dermaga yang sudah dibangun sepanjang tahun ini di desanya, sehingga kapal-kapal dapat ditambatkan ketika berlabuh.

"Halo rough bagaimana kabarmu?" Seorang pria bernama Alferd mendekat kepada rough dan langsung saja duduk disampingnya.

"Halo Al seperti yang kau lihat, aku sangat sehat." Mereka bercakap-cakap sehingga pengawasan rough kepada Laura sedikit berkurang.

Laura kecil berlari-lari mengejar kelinci didekat semak belukar, "Ayolah kelinci kecil temani aku bermain, ayolah." Dia sudah setengah jalan ketika Laura berada di dalam hutan.

"Kelinci, kelinci." Teriaknya lagi, suara mungilnya membangunkan seorang pria yang bersandar di pepohonan, dia mengernyitkan alisnya mendengar suara kecil yang mengganggu tidurnya.

Rambutnya hitam panjang sebahu, meskipun acak-acakan dia terlihat sangat tampan, kulitnya berwarna coklat karena seringnya dilautan, pancaran matanya sangat tajam berwarna safir yang indah, tubuhnya begitu tegap dan kokoh, sean mengerling menatap gadis kecil berjalan sambil teriak-teriak membelakanginya.

"Kau ribut sekali gadis kecil." Kata sean menopang tangannya diatas lututnya. Matanya memandang rambut coklat panjang dari Laura. Seketika Laura berbalik, dia menatap pria dihadapannya tanpa rasa takut sedikitpun.

"Kau melihat kelinciku?" Mata tajamnya menatap ke manik mata berwarna tosca cerah milik Laura.

"Kelincimu? tidak ada yang memiliki kelinci didalam hutan ini anak kecil."

"Pergilah ! ayahmu akan mencarimu." Bentaknya. Laura terkejut dia mundur selangkah tidak ada seorangpun yang membentaknya, sehingga dia begitu ketakutan.

"Siapa kau? tanya Laura kecil, sean terkekeh, "Aku seorang perompak, kenapa? sekarang kau takut?"

Laura mundur ketakutan, dia mendengar kalau seorang perompak sangat menakutkan, mereka pernah menyerang ayah dan hampir membunuhnya.

"Tuan sean sembunyilah para pembajak mengejar kita sampai ke desa kecil ini." Pria itu terkejut menatap gadis kecil di tengah hutan.

Dengan santai sean berdiri dia meregangkan tubuhnya, rambutnya yang panjang diikatnya, dia lalu memandang Laura.

"Hei anak kecil sembunyilah ! jika tidak, mereka juga akan membunuhmu."

Laura dengan cepat bersembunyi di belakang semak-semak yang lebat, sean menunggu pria-pria pembajak menghampirinya dengan senjata-senjata di tangannya.

Sean dengan gerakan cepat menebas mereka, sehingga darah bercucuran di tubuhnya, dengan lincah menangkis serangan dan tanpa ragu menghilangkan nyawa para pembajak itu. Laura berjongkok dengan ketakutan. Tubuh sean dipenuhi darah para pembajak, dia lalu mendekat ke tempat Laura bersembunyi.

Dia mengeluarkan liontin kecil lalu dengan tiba-tiba memasangkannya di leher Laura. "Suatu saat kita akan bertemu lagi gadis kecil." Sean kemudian pergi tanpa berbalik menatap Laura yang ketakutan melihat mayat-mayat di hadapannya.

1
℘ℯ𝓃𝓪 Ert²⁸
tuh laura dikasih dp ciiuman😅 sein tidak mengenali laura yang sudah dewasa
℘ℯ𝓃𝓪 Ert²⁸
menarik pertemuan pertama sean langsung memberi laura kenang²an
Noviza Tehuayo
Dan cerita ini ku baca ulang lagi😄😍
Besse Sulfiani
sy baca tahun 2020. balik lagi bacany THN 2024. alurnya menarik. Karakter pembawaan luar negeri. Semoga banyak yang baca nantinya. sukses selalu thorr.
Tri Nurhalimah
berulang kali pun tak pernah bosan
Tri Nurhalimah
kemana sean
Faradita
srmoga laura dan sean bisa bersatu demi max
Simon
the best
ponyey 48
lanjut thor
Yani Cuhayanih
Aku suka lannjuut....
Rose_Ni
bahagianya bisa mengetahui rahasia orang lain
Dilaras Laras
😕😕😒😒😒
COOL_I4N
Alur cerita, narasi & karakter Edmund dan Leona lebih bagus dari kisah Sean & Laura. Plot cerita kisah Sean dan Laura sebenarnya bagus, tapi karakter Sean terkadang kurang match atau tdk berkembang, secara dia Perompak tapi di bbrp adegan terlihat lemah ketika berhadapan dg Edmund yg mau merebut Laura. Pengecut, tdk gentleman dan yg di tonjolkan hanya cerita ketika nafsu di ranjang nya saja. Semoga Author terus mengembangkan karya nya lebih bagus lagi. Semangat
@Dior_bna
aduh .kasar skali kasian Laura,knp dia TDK berjumpa dng laki2 yg lebih lembut dan berperasaan.
GK suka juga sosok Sean klo kasar dng Laura ..dan gak suka dng kelakuannya yg setiap saat memakan Laura..hanya nafsu yg dikedepankan,apakah Krn dia laki2 pelaut Krn kalau pelaut rata2 wataknya kasar dan libidonya kuat harus ada pelepasan setia waktu
@Dior_bna
ah mudah skali Laura jatuh terlena dlm pelukan si mut2 itu.
padahal cintanya buat Sean
seharusnya dia meronta jng terlena hampir sja si mut2 melancarkan rudalnya.
alah Laura kurang percaya pada cinta sendiri..sdh ditidurin Sean berkali2 masih sja mau dibuai si mut2..
seharusnya pastikan dulu klo Sean benar2. TDK mencintainya juga baru cari cinta yg lain.
Nurie
author luar biasa
Ai Yeni
mampir di mariii...novel ke 2 karya mu yg ku baca author
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧ
aaahhh bagus banget ceritanya.. terimakasih thor sudah memberikan salah satu karya yang bisa bikin melek mata.. semangat dan sukses selalu dengan karya karya selanjutnya ya
Ran Aulia
👍👍😍😍
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧ
bagus.. ternyata masih mengalir darah bangsawan.. kisahnya seperti Laura tapi dengan kemasan yang sedikit berbeda tapi sama sama bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!