NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Mantan Pacar Kakak

Terpaksa Menikah Dengan Mantan Pacar Kakak

Status: tamat
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Menikah Karena Anak / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:277k
Nilai: 4.9
Nama Author: tami chan

Tiara Putri harus membesarkan keponakannya yang bernama Bintang, karena kakaknya -Rani- yang merupakan ibu kandung Bintang, telah meninggal. Tiara sangat menyayangi Bintang hingga rela bekerja siang dan malam demi bisa mencukupi kebutuhan anak sambungnya itu. Namun tiba-tiba muncul seorang lelaki bernama Troy Richard Kardinal yang mengaku sebagai mantan pacar Rani dan ayah biologis Bintang. Dia menginginkan Bintang dan akan merebutnya dari Tiara.
Akhirnya demi bisa terus bersama Bintang, Tiara terpaksa menikahi Troy.
Bagaimanakah lika liku kehidupan pernikahan pasangan tanpa cinta itu? akankah cinta tumbuh di antara keduanya suatu saat nanti? yuk, ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiara Putri

“Huaaa!!!” Teriakan seorang bocah laki-laki bertubuh gemuk, menggelegar di sebuah taman yang ramai karena banyak anak-anak bermain di sana.

“Jhoni, sayang. Kenapa?” seorang wanita paruh baya bertubuh gemuk persis seperti anak yang menangis itu, mendekat dan memeluk anaknya yang terus menangis.

“Dia pukul aku, Ma...” adu si bocah gemuk bernama Jhoni.

Sang Ibu tampak marah, dia pun menoleh dan menatap bocah yang di tunjuk anaknya.

Bocah laki-laki berumur sekitar lima tahun dan berwajah sangat tampan dengan mata berwarna hazel dan potongan rambut berponi yang berwarna kecoklatan, hanya terdiam saat dirinya di tunjuk-tunjuk oleh Jhoni.

“Oh... jadi ini si anak nakal yang suka memukul? Pantas nggak sopan, anak nggak punya orang tua, makanya nggak ada yang ngajarin sopan santun!” ketus Ibunya Jhoni.

“Aku punya Mama!” teriak si anak yang berwajah tampan, dia tak terima dirinya di sebut tak punya orang tua.

“Hah? Mama? Mama mu masih terlalu muda, makanya dia nggak bisa ngajarin kamu dengan benar! Anak sama Ibunya sama saja! Nggak punya sopan santun!” ketus si Ibu gemuk itu terdengar mengejek.

“Cuma punya Mama, tapi Papa nya nggak jelas! Dasar anak haram!”

“Hey, Bu! Jaga omonganmu di depan anak kecil!” tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat lantang, mengagetkan Ibunya Jhoni.

Si anak tampan menoleh dan tersenyum senang, “Mama...” teriaknya.

Perempuan yang masih memakai seragam kerja sebuah minimarket, yang di panggil Mama itu, dengan segera berlari mendekati anaknya dan kemudian menggedongnya.

“Kamu nggak apa-apa, sayangku?” tanya si perempuan sambil memperhatikan wajah anak lelaki itu dengan seksama, takut ada luka memar atau apapun.

“Nggak papa, Ma. Aku pukul si gendut itu tadi. Soalnya dia ngejek Mama,” adu si bocah.

“Memangnya dia bilang apa?”

“Katanya Mama itu pengemis, kerjanya cuma di toko kecil, nggak kaya Ayahnya yang kerja di gedung bertingkat.”

Si perempuan menoleh ke arah Ibu-ibu bertubuh gemuk sambil melotot, “Anakmu itu yang lebih nggak tahu sopan-santun! Masih kecil sudah pintar menghina!” kata si perempuan berseragam mini market dengan ketus.

“Lain kali, kalau ada orang menghina kamu, pukul perutnya! Biar dia tahu rasa!” perintah perempuan berseragam mini market itu dengan tegas. Dia justru membela perbuatan anaknya yang berani membela dirinya. 

Si bocah tampan tersenyum, “Siap, Ma!”

“Bintang, anak kesayangan Mama...” Si perempuan memeluk anaknya erat, sambil menciumi pipinya dan membawanya pergi meninggalkan taman diiringi tatapan tajam dari si ibu bertubuh gemuk.

Kriing...

“Sebentar, sayang. Mama terima telpon dulu ya,” Si perempuan tadi menurunkan anak tampannya yang bernama Bintang, agar dia bisa mengangkat panggilan telpon.

“Halo?”

“Halo, Tia. Kamu di mana? Aku ada info loker, nih. Kamu mau ambil apa nggak?” cerocos sebuah suara dari seberang telpon.

“Gila ya, mau lah. Dimana?”

“Kamu ke sini, kita ngobrol sambil makan.”

“Kamu yang traktir!” tegas Tia.

“Iyalah, bawel! Bawa juga ponakan ku yang ganteng, gemes aku sama dia!”

“Ok!” Tia mematikan telponnya, lalu memasukkannya ke dalam saku celana jeansnya.

Kemudian dia menatap anak gantengnya yang masih diam sambil memandanginya.

“Tante Prita ngajakin kita makan, Bintang mau?”

“Mau dong..” seru Bintang sumringah.

***

“Bintang... keponakan Tante yang ganteng...” Sambut seorang wanita berambut sebahu yang masih mengenkan setelan kerja berwarna coklat muda.

Bintang tersenyum, namun dia memeluk Mamanya dengan erat walau si wanita bersetelan itu memaksanya agar mau pindah ke dalam gendongannya.

“Bintangnya nggak mau, Prita!” Tia tampak kesal sambil menjambak rambut indah Prita.

“Auw! Dasar emak-emak galak!” Pekik Prita sambil mengusap-usap kulit kepalanya yang terasa pedas karena jambakan Tia. Namun karena mereka berdua sudah berteman sejak masih duduk di bangku SMP, baik Prita maupun Tia tak pernah punya dendam atau marah pada perbuatan satu sama lain.

“Ma, Bintang mau main prosotan, boleh?” Bintang meminta ijin sambil menunjuk area bermain mini yang ada di tengah restorant siap saji itu.

“Boleh aja, tapi nanti kalau makanannya sudah datang, Bintang makan dulu, oke?”

“Ok, Ma!” Bintang mengangkat tangannya seperti memberi hormat pada Mamanya, lalu dengan cepat dia berlari menuju area bermain.

Tia mendesah sambil melihat anak tampannya, dia tersenyum bangga karena anaknya tumbuh dengan baik dan sehat.

‘Kak Rani, lihatlah anakmu yang semakin besar. Dia tampan sekali, kan?’ batin Tia sambil menatap Bintang yang tampak bahagia bisa bermain.

“Heh! Ngelamun, ya!” Prita menabok punggung Tia dengan keras, membuat Tia merasa perih dan berdenyut-denyut saking sakitnya.

“Gila ya, tenagamu! Aku kaya di tendang kebo!” pekik Tia sambil mengelus punggungnya, walaupun tak tergapai oleh tangannya.

“Hahaha, tadi kan kau jambak rambut ku!” kelakar Prita sambil berjalan menuju mejanya dan duduk di sana, diikuti Tia yang masih komat kamit karena kesal.

“Aku nggak nyangka, kamu bisa ngerawat Bintang sampai sekarang. Tadinya aku pesimis loh,” kata Prita memulai percakapan.

Tia mendesah, “Memang aku punya pilihan apa? Masa iya, aku telantarkan anak kakakku yang paling baik itu,” Tia memandang Bintang dengan tatapan sedih.

“Aku inget, dulu kamu hampir saja berhenti sekolah karena harus merawat Bintang yang saat itu masih bayi, dan kita masih duduk di bangku kelas dua SMA,” Prita menyangga dagunya sambil ikut menatap Bintang dari kejauhan.

“Kamu sudah tau, siapa bapaknya?”

Tia mengangkat kedua bahunya, “Belum. Dulu kakak memang pernah punya pacar, tapi aku sama sekali belum pernah bertemu dengannya.”

“Bapaknya pasti ganteng, lihat saja Bintang, masih kecil tapi sudah seganteng itu!”

Tia hanya terdiam.

Prita melihat kesedihan di wajah sahabatnya itu, akhirnya dia mengganti topik pembicaraan. “Eh, mau pesan apa?” tanya Prita.

“Aku nasi ayam aja sama Bintang, dua porsi. Punyaku pakai Cola, punya bintang pakai susu coklat.”

“Iye! Tunggu bentar, biar aku pesen dulu,” Prita bangkit dari duduknya dan pergi untuk memesan makanan.

Tak lama, Prita pun muncul sambil membawa nampan yang berisi makanan. Lalu dia pun meletakkan semuanya di atas meja.

“Silahkan...” ucapnya sambil tersenyum dan duduk.

“Bintang, ayo makan dulu,” panggil Tia pada anaknya.

“Oh iya, Prit. Memangnya ada lowongan kerja di mana?” tanya Tia sambil menyeruput collanya.

“Oh, iya. Hampir lupa sama tujuan ku. Di perusahaan aku ada lowongan jadi office girl, kamu mau nggak? Lumayan kan kerjanya cuma dari pagi sampai sore. Nggak kaya di minimarket ada sift malamnya. Gajinya juga UMR. Tapi ya itu, kerjanya jadi tukang bersih-bersih di kantor, kamu malu nggak?” tanya Prita.

“Kamu nggak tau? Sejak kecil aku sudah biasa bersih-bersih rumah. Memang dari kecil aku sudah di didik bermental babu. Jadi nggak mungkin aku malu kerja jadi OG apalagi di perusahaan besar seperti tempatmu kerja,”  ucap Tia bersemangat.

Prita mendesah sambil tersenyum, tadinya dia sempat berpikir dua kali untuk menawarkan pekerjaan ini pada sahabatnya itu. Dia takut sahabatnya marah atau merasa di rendahkan. Ya, Tia memang tak melanjutkan kuliah seperti dirinya. Setelah lulus SMA, Tia langsung sibuk mencari uang agar bisa menafkahi keponakan dan Ibunya yang sakit-sakitan. Dulu, kakak Tia lah tulang punggung di keluarganya, kini karena kakaknya sudah tiada, Tia harus menggantikkan posisinya di saat usia Tia masih belasan tahun. Dan Tia memang hebat, dia bisa bertahan hingga sekarang.

“Oh ya, nama perusahaanmu apa? Biar aku langsung tulis surat lamarannya nanti malam,” tanya Tia sambil mengambil kertas struk pembelian makanan yang ada di atas nampan dan pulpen, dia akan menuliskan alamat yang dia minta di kertas itu.

“Richard Cardinal Company.”

1
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙡𝙚𝙗𝙖𝙮 𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙞 𝙩𝙞𝙖 𝙘𝙚𝙢𝙗𝙪𝙧𝙪 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙨𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞, 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙣𝙮 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙡𝙖𝙡𝙪, 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙥𝙣 𝙣𝙮𝙖, 𝙩𝙝𝙖𝙩𝙨 𝙨𝙞𝙢𝙥𝙡𝙚 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙡𝙞𝙣𝙩𝙞𝙧😭😭😭🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙝𝙤𝙧𝙚𝙚𝙚𝙚𝙚 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙍𝙖𝙣𝙞 𝙜𝙠 𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙪𝙖𝙣𝙜 1𝙈 𝙣𝙮𝙖 😭😭😭𝙠𝙖𝙨𝙞𝙖𝙣 𝙍𝙖𝙣𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡 𝙜𝙧2 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙖𝙧𝙖𝙝𝙖𝙣, 𝙥𝙙𝙝𝙡 𝙖𝙦 𝙟𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙝𝙢𝙡 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙜𝙪2𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙥 𝙜𝙠 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙣𝙥 𝙠𝙡𝙤 𝙖𝙙𝙖 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡 𝙠𝙧𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙙𝙞𝙝𝙠𝙖𝙣, 𝙠𝙧𝙣 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙨𝙞𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙮𝙖𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙣𝙠𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙜𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙠𝙖𝙧 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖𝙣𝙮𝙖 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙗𝙧𝙪 𝙣𝙚𝙢𝙪 𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖2𝙢𝙪 𝙠𝙖𝙠 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 😊😊🤝🤝
Tamie: gaskeun🤭🤭
total 1 replies
Sri Ariyanti
aku suka2 karyamu thor. tapi knp ceritanya gantung, jadi pengen nya lanjut
Tamie: aaf ya kak klo kurang berkenan dengan endingnya 🙏🙏 Terima kasih sudah setia baca karya receh ku ini. 🥰🥰
total 1 replies
Sri Ariyanti
gumush sama tia. tidak berpikiran jernih
sunshine wings
Yaaa pastilah author 😍😍😍😍😍💪💪💪💪💪
sunshine wings: Iyaa sayang.. Banyak urusan dunia nyata.. ✌️✌️✌️❤️❤️❤️
total 2 replies
Radiah Hassan
Happy ending.. Tq thor.. Semoga terus sukses didalam bidang yg diceburi💪💪
Tamie: terima kasih kk 🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Radiah Hassan
Usah dicemburui org yg sdh tiada.. Jlnani apa yg dihadapan mu
ELy Purwanti Elf
legaaaa banget happy ending , makasih thor sudah mengisi hariku dengan novel ini , cepat bikin novel yg lain ya , luvvv authorrr
Tamie: lop yu tu... 🥰
total 1 replies
Eva Karmita
apapun keputusanya aku selalu mendukungmu Mak ttp semangat di tunggu karya"mu yg baru semangat 💪🥰

dan untuk keluarga Tiroy semoga bahagia selalu dan punya anak yg banyak biar rumah kalian rame 🥰🥰🥰
Eva Karmita: lop yu to 🤗😘
total 2 replies
Risa Amanta
looh kok sudah tamat...yaaah bakal kangen nih sama cerita2 kak Tami
Risa Amanta: i lop you gass pull jg😍😍😍😍
total 2 replies
Tamie
Terima kasih ka... ❤❤
sunshine wings
I love you too author to the moon and back ♥️♥️♥️♥️♥️😘😘😘😘😘
sunshine wings
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
sunshine wings
Nikmatilaaaaa hidupmu mommy 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣
sunshine wings
👍👍👍👍👍👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
sunshine wings
Love you too Troy.. 🥰🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘
sunshine wings
Yeayyy.. 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Happy Ending ya author.. ♥️♥️♥️♥️♥️
Makasiii.. 😘😘😘😘😘
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
♥️♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!