NovelToon NovelToon
Hipotalamus

Hipotalamus

Status: tamat
Genre:Masalah Pertumbuhan / Bad Boy / Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan / Anak Lelaki/Pria Miskin / Tamat
Popularitas:47.8k
Nilai: 5
Nama Author: BellaBiyah

Vin yang terlahir dari sebuah keluarga sederhana, terpaksa pindah ke International High School atas pindah seorang pria yang baru saja ia kenali.

Di sana, ia kembali bertemu dengan Yura, seorang gadis berandal yang sering bertengkar dengannya.

Siapa sebenarnya pria yang membiayai Vin bersekolah di sana? dan apa tujuan pria itu melakukan semua ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BellaBiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3 Yura Menangis

Dengan kesal Yura menarik ikat rambutnya dan mengikat rambut itu dengan tatapan yang masih menancap ke wajah Bu Tiyas. "Gue tandain lo, Bajingan!" tegas Yura dalam batinnya. "Lo kira nggak sakit kepala gue dijambak kayak gitu?" lanjutnya.

Awal perkenalan yang sangat bagus untuk seorang Yura di sekolah elite yang diisi oleh para anak orang kaya tersebut. Karena kejadian itu, Yura jadi banyak dikenali oleh murid lain. Cerita tentang Yura yang dijambak Bu Tiyas juga menjadi topik utama di sekolah tersebut.

***

Di kelas 2 ruang 1, terdapat seorang pria keren berwajah chinese. Sedang berkumpul dengan dua temannya yang lain.

"Yura? Kayak nama orang Jepang," ucap pria itu dengan logat khas orang Korea yang mencoba untuk berbahasa Indonesia.

Ia adalah Kim Tae Young, atau sering disapa Arnold. Ia merupakan anak blasteran Indo-Korea. Kedua orang tuanya bekerja di sebuah perusahaan kosmetik. Ibunya merupakan seorang dokter ahli kecantikan wajah dan kulit. Sedangkan ayahnya merupakan CEO di suatu perusahaan kosmetik yang lumayan tersohor di Korea Selatan.

Kim Tae Young terpaksa untuk ikut ibunya tinggal di Indonesia karena pekerjaan. Sedangkan ayahnya sibuk bekerja dan tak bisa mengurusi anak laki-laki itu di Korea.

"Emang orang Jepang kali! Mukanya aja kelihatan banget," imbuh temannya yang bernama Dewa.

"Banyak banget yang blasteran masuk sekolah kita," ucap temannya yang bernama Edo.

***

Dua hari sudah Yura jalani dengan bersekolah di sekolah elite tersebut. Namun, ia tak kunjung mendapat teman. Gaya Yura yang amburadul, membuat semua murid yang sekelas dengannya merasa enggan untuk menyapa atau berinteraksi dengan gadis itu.

Yura hanya menghabiskan waktunya dengan menggambar. Bakat itu ia dapatkan dari sang ayah yang merupakan seorang ilustrator komik dan animasi di Jepang. Yura telah berhasil membuat puluhan komik yang ia gambar secara manual dan ia simpan di rumahnya. Yura bukan sosok wanita yang manja seperti ibunya (Putri). Yura malah merasa tidak menyukai sosok wanita seperti ibunya yang manja dan selalu mengandalkan ayahnya untuk semua urusan.

Gadis itu menuangkan semua keluh kesah yang ada di hidupnya ke dalam sebuah komik. Menggambar juga dianggap oleh Yura sebagai terapi untuk meringankan beban pikirannya.

Hari itu, Yura merasa lelah menggambarkan suasana hatinya. Ia menggambar seorang gadis yang duduk di sebuah bangku sekolah dan sekelilingnya terdapat berbagai macam perhiasan dan uang namun semua itu diselimuti bayangan hitam dan gadis itu berbaring di atas mejanya.

Sebagaimana perasaan Yura hari ini. Presidential Internasional High School memang terdengar sangat mewah dan berkelas. Semua orang yang bersekolah di sini memiliki kasta. Mereka bisa membandingkannya dengan biaya bersekolah di sana dengan biaya di sekolah umum.

Namun, kesepian itu tetap saja masih menyelimuti tubuh dan pikiran Yura. Tak ada Vin di sana. Tak ada lagi pria yang sering ia ajak bertengkar dan membuat kedua orang tua mereka dipanggil oleh pihak sekolah.

"Jadi kangen mukulin muka Vin," ucap Yura menghela napasnya. Kini ia sadari bahwa tangannya sudah kotor akibat pensil dan pena yang ia gunakan untuk menggambar.

Yura berjalan ke toilet, hendak mencuci tangannya.

"Lo ngapain di sini?!" teriak seorang pria di koridor dan membuat Yura terkejut. Saat ia menoleh ternyata pria itu adalah Vin.

"Lo?!" balas Yura yang terperangah sambil menunjuk pria tersebut.

"Lo bisa mati aja nggak sih?!" Vin menghampiri gadis itu dan menepis tangan Yura yang mengikuti arah wajahnya.

"Lo ngapain di sini?! Banyak duit lo, sekolah di sini?!" balas Yura.

1
Helmi Sintya Junaedi
wajib baca,,,
santai
ringan
lucu
gregetan sm vin dan yura
Helmi Sintya Junaedi
astagaaaaa,,,, sampai tamat pun tetep ribut mulu... mantap tor.. aku suka karyamu, ada sedih ny ad lucu nya , ada greget ny... cuz bikin karya baru😘
BellaBiyah: 🤭 terima kasih banyak dukungannya kak
total 1 replies
Helmi Sintya Junaedi
bisa2 ngomongin naruto buat perlombaan... woah tontonan anime suamiku itu mh
Helmi Sintya Junaedi
yuraaaaa,,, ngajak berantem ko maksa.... ya ampuuuuun lucu bngt🫢🫢
Helmi Sintya Junaedi
seru banget,,, si yura berani bngt jadi cewe... siapa aj dilawan
Gorego
next kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!