NovelToon NovelToon
Scandal Cinta Majemuk

Scandal Cinta Majemuk

Status: tamat
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Austin 'tak peduli. Dia mencintai Jasmine. Walaupun perut wanita itu membuncit di usia hampir trimester tiga kehamilannya. Tidak ada yang salah dengan hubungan keduanya. Jasmine tak bersuami. Kehamilannya adalah hasil tragedi penculikan yang justru menimbulkan simpati di hati Austin.

Tapi bagaimana jika suatu waktu, pria yang melakukan penculikan itu tiba-tiba datang.
Akan bagaimana hubungan mereka ke depannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

"Buseh, Le. Cape banget gua!" Tara berujar seraya mengempaskan tubuhnya menelungkup di atas kasur milik Austin.

Le adalah kependekan dari sapaan 'Bule', panggilan Bintara khusus untuk Austin. Mereka berdua bersahabat. Persahabatan yang nyaris tanpa disadari kapan kedekatan itu dimulai.

Bintara, pria muda berambut gondrong sebahu itu adalah manusia yang paling berpengaruh untuk segala sisi perjalanan hidup Austin selama berada di negara ini--hingga kini.

Austin si beku jenis kulkas lima pintu, kini lebih ekspresif sama seperti Tara--sama-sama tak beres.

"Gua kagak !" balas Austin sekenanya. Ia memilih sofa untuk menyandarkan tubuh yang sebenarnya sama penat dengan Tara.

“Cihh!” decih Tara.

Jam sebelas lewat dikit malam ini.

Tara membalik tubuhnya menjadi telentang. Melipat kedua tangan untuk ia jadikan penyangga kepala. Lampu dengan bentuk jantung pisang di atas langit-langit menjadi sejurus tatapnya saat ini. "Le, menurut lu, tu cewek bakal baek-baek aja gak, ya?" tanyanya dengan sirat sedikit khawatir.

Berbeda dengan Tara, lengan sofa dijadikan Austin sebagai bantalan untuk menyangga kepala. "Emang kenapa, Tar?" Austin balik bertanya, bernada tanpa minat. Dia mulai sibuk memainkan ponsel yang dua detik mengeluarkan suara dering singkat, pertanda sebuah pesan chat baru saja masuk melalui aplikasi Wangsapp miliknya.

"Gua takut tu cewek jadi gila, Le."

"Apaan sih, lu!” hardik Austin. “Salah dia sendiri ngapa berdiri di situ. Pan gua jadi keterusan," decak kesalnya seraya menggeliatkan tubuh sedikit naik, mencari posisi nyaman di atas sofa.

"Beneran, Le. Gua serius." Tara mengangkat bangkit tubuhnya, dan mendapati Austin ternyata tak begitu fokus pada dirinya. "Heleh, si Kampret! Bacod gua dianggurin!" Sebuah bantal dilemparkannya pada si Bule yang saat ini mulai menunjukkan gejala seperti orang tak waras--terkekeh-kekeh sendiri bersama ponselnya. "Yodah dah, gua mandi dulu. Pedut bacod sama lu!" Dia turun dari ranjang seraya bersungut-sungut.

"Hmm ...." Sesingkat itu Austin menyahuti.

"Taek emang lu!"

"Memang! Pan elu yang ajarin!"

"Gua gibeng, jelek lu!" Tara melanting masuk ke kamar mandi. Sedangkan Austin masih terlena dengan goyangan jarinya di layar ponsel.

....

Tak perlu menunggu sampai subuh, Tara sudah keluar dari dalam kamar mandi yang masih berada dalam petak ruangan yang sama itu.

Rambut basah dengan aroma manly terasa menyeruak di sekitaran, dikeringkan Tara dengan sehelai handuk berwarna putih bergambar kartun Woody dan kawan-kawannya--tokoh-tokoh animasi Toys Story. "Mumpung baru mau tengah malem, karaoke yuk, Le!" Tara mengajak seraya duduk nyerempet di sofa yang ditiduri Austin.

"Lu ngapa mepet-mepetin gua, sih?!" hardik Austin sembari menarik baring tubuhnya menjadi duduk.

"Ikut yak yok!" Sepasang alis Tara dibuatnya naik dan turun.

"Kagak! Pala gua sakit, Tar!" tolak Austin dramatis. Telapak kiri tangannya mulai naik melakukan gerak memijat di bagian kening dengan siku tertumpu paha. “Lagian katanya lu capek!”

"Kagak! Pan uda mandi!” ujar Tara. “Sakit pala lu pasti sembuh kalo udah ketemu cewek-cewek gemoy di sana! Ayolah, Leee ...."

"Ayu aja blon ampe kelar gua garap. Dan itu gegara lu, Sialan!" Sekali hentak dorongan, tubuh Tara tersungkur ke lantai di bawah kaki Austin.

"Bang-ke! Gua sesep muke lu, ambyar!"

"Muka gua tampan permanen!" Austin membalas seenak udel. "Lagi elu, lembek dipiara!" Ia bangkit dari tempatnya. Melangkah menuju sebuah nakas di mana charger ia letakkan di sana. Ponsel yang nyaris ko'it mulai ia isi.

"Kalo Pak Lurah tahu, anak gadisnya mo lu obrak-abrik, modyar lu, Le!" Tara mengacak isi lemari Austin yang berdiri berdampingan dengan sofa yang tadi mereka singgahi, mencari sesuatu untuk membalut tubuhnya yang masih setengah lanjang.

"Mana ada!" sanggah Austin. Dengan langkah tenang, si bule mendekati Tara lalu berbisik tepat di depan telinganya, "Lu gak amnesia, 'pan?" katanya menyeringai. "Gua ini mafia. Dan Pak Lurah yang lu kata itu ... cuma upil.”

Tara membeliak. "Ya ya ya ... Mafia pasar gembrong!"

Gelak Austin membahana lantang menendang sunyi. "Ya udah deh! Gua mo mandi. Abis tu molor. Tenaga gua kudu full besok."

“Ya udah lah, sono! Baek-baek lu ngadepin Sigi besok.”

 

Keesokan harinya.

Pukul 02.00 pm.

Suasana di Sirkuit Sentul bagian timur kota Bogor itu telah nampak penuh disesaki orang-orang yang perlahan memadati balkon penonton di sekelilingnya. Bendera-bendera berkibar saling melambai satu sama lain di tiap kubu pendukung, bertuliskan nama pembalap idola mereka masing-masing.

Austin Bennedict dan Bastian Sigi.

Hanya dua nama itu yang ramai dielu-elukan. Meskipun di lintasan jelas tak hanya mereka yang bertanding memacu kuda besi khas MotoGp tersebut.

Bintara telah siap dengan team-nya di pihak Austin tentu saja. Rambut yang diikat serampangan nampak keren menunjukkan sejuta karisma dalam dirinya.

Pun dengan Austin yang juga siap di posisi garis start.

Sejenak Austin beradu pandang dengan lawan balap di sebelahnya--Bastian Sigi. Ekspresi mereka tak dapat dilukiskan karena terhalang helmet.

Dan fokus mereka kembali setelah seorang grid girl mulai bersiap mengibarkan bendera kode memulai laju.

Dan ....

BREEEEEEETTTTT ....

Suara berderet motor dengan pautan gas penuh semangat, menggelegar menyentak telinga.

Lap demi lap, dilewati dengan persaingan ketat.

Hingga di sekian waktu kemudian ....

"LEEEEEEEE ...!!!!!" Teriakan Tara membahana. Dengan langkah-langkah lebar berkecepatan turbo, ia berlari menyongsong Austin yang berguling-guling di area lintasan.

Roda motor yang dipacu Austin nampak masih brputar mandiri, setelah terpelanting cukup jauh akibat tersenggol motor milik pembalap lainnya yang kehilangan kendali cukup keras.

"Le, bangun, Le!" Telapak tangan Tara mengguncang-guncang tubuh Austin yang telah terkulai, tak sadarkan diri. Wajah Tara cemas bukan kepalang. Helm yang menutupi kepala Austin telah dilepas salah seorang lainnya yang berperan sebagai mekanik dari team-nya. Terlihatlah wajah naas Austin dengan rambut berantakan yang menutupi bagian wajahnya.

"Le ... lu jangan bikin gua takut, dong?! Jangan mati dulu!"

1
engkoz83
harus kahhhhh..seperti ini thor...
engkoz83
tuhhhh..ketemu Andrew dehhh... kacauuuuuuu
engkoz83
ihhh...bakalan amburadullll deh klu ketemu Andrew
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe..biar gk flat, Kak.

btw, mkasih udah maraton baca karya2 aku.
sehat selalu, Kak🥰
total 1 replies
Yudith Lahay
Good
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: makasih, Kak.
kaget aku, novel sepi ini tiba2 ada yg baca😄
total 1 replies
Emak Femes
𝚠𝚊𝚊𝚊𝚑 𝚐𝚊𝚔 𝚛𝚎𝚕𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚘 𝚜𝚒 𝚊𝚞𝚜𝚝𝚒𝚗 𝚝𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚔
𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚋𝚘𝚗𝚞𝚜2 𝚗𝚐𝚊𝚙𝚊𝚊𝚊𝚊
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Kgk, Mak.
mengcapek
total 1 replies
🌺💐H@5#🌺💐
hari di hafal luar kepada ya ozt bahwa Sanya perempuan itu maha benar 😃 walaupun salah tetap maha benar karena bakalan garing hari² Lo kalo mode ngambek nya udah keluar
Emak Femes
entah kenapa masih kebayangnya si ozt sama.jasmine dah mak
Emak Femes
satu kata
yasalaaaaaaammmmm
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Wkwkwk.

kenapa, Emak?
total 1 replies
🌺💐H@5#🌺💐
dasar bule songong tak ada romantis² nya ngelamar anak orang sejam yang lalu aja udah hampir buka paha artinya kalo jebol tadi tuh gawang sembilan bulan kedepannya udah punya adek tu si Lily versi Deddy songong
🌺💐H@5#🌺💐: 🤭🤭🤭🙈🙈🙈🙈
total 2 replies
🌺💐H@5#🌺💐
udah kentang harus banyak ngeles lagi gimana gk lapar coba?🤭😃😃 ngeles juga butuh tenaga kaliii wkwkkkk
Emak Femes
sepertinya elu kena karma Le...
skrg jan celap celup lagi
halalin satu Le trus elu celup smp mampus 🤣🤣🤣
Emak Femes
hadeeeeh
tobat napa Le Le
kok malah khilap
pusing eke
Emak Femes
hahahaha dunia nya selebar daun kelor
🌺💐H@5#🌺💐
menang banyak di bule songong adek rival mo di embat juga
🌺💐H@5#🌺💐
udah baca nya tegang tegang eh . malah next 😔😔kentang kentang
🌺💐H@5#🌺💐
hilal bahagia dah hampir muncul seperti nya 😊 berdamai dengan diri dengan keadaan memaafkan takdir menjalani hidup seperti air yang mengalir pasti bahagia sudah menanti
🌺💐H@5#🌺💐
sebetulnya damai itu indah tapi beda pemikiran yang kadang membuat nya menjadi rumit semoga Jasmine juga sepemikiran dengan niat ozt
🌺💐H@5#🌺💐
wiihhh bisa eror otak nya Jasmine njalani takdir hidup nya...oh tidak!!! jika kita yang dihadapkan dengan masalah seperti ini bisa apa coba... jangan ditanya tentang sabar tentang ikhlas entah lh
..
🌺💐H@5#🌺💐
da ellahh....apa musti Jasmine pindah lagi ke pelukan pria lain ape ya...aku rasa cinta yg udah di patri Ke Ben gak akan sama kwalitas nya dengan ke Andrew kalo Ben menolak Jasmine ...yg ada Jasmine bisa gila beneran kalo tau yg niduri waktu di enggres itu malah pria yang pernah nyulik dia
🌺💐H@5#🌺💐
inget Ben Abang Lo baru tiba tengah malam dari enggres.. kapan Lo terakhir vc ame jas mikir pura2 aja tanya ke resepsionis mana tau ada nm Andrew sebagai tamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!