NovelToon NovelToon
Sepasang Mantan 2 One Night With Mantan

Sepasang Mantan 2 One Night With Mantan

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: moon

Siapa sangka Riana kembali bertemu dengan Brian, mantan suaminya, pria yang benyak menoreh kan luka pada pernikahan mereka terdahulu.

Rupanya semalam itu membuahkan hasil, dan kini demi status sang anak, mereka terpaksa kembali menikah, tentunya dengan banyak perjanjian dan kesepakatan.

Tanpa sepengetahuan Riana, Brian punya niat terselubung, setelah anak yang dia inginkan lahir.

Bagaimana reaksi kedua orang tua Riana, manakala mengetahui pernikahan Riana yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Bagaimana kelanjutan pernikahan mereka setelah Riana mengetahui niat jahat Brian menikahinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

BAB 3.

Di hadapan para peserta kini tampak layar lebar yang menampilkan nama samaran ke dua puluh peserta, dan dengan bantuan komputer nama nama tersebut diacak secara random, hingga masing masing peserta kini mendapatkan pasangan.

Pria bernama Gold tampak mengulum senyum smirk nya karena ia berhasil mendapatkan wanita yang ia inginkan.

Riana berusaha keras menetralkan debaran jantungnya, bagaimana tidak, baru beberapa menit saja Gold seakan sedang menelisik sekujur tubuhnya tanpa terkecuali, tatapan nya pun aneh, terus terang Riana merasa risih, dengan tatapan pria itu.

Usai memisahkan diri dari keramaian, kini keduanya berada di lantai sepuluh Gold Hotel, salah satu restoran ternama di Singapura yang memiliki private room.

Tak hanya Ice dan Gold yang berada di private room, rupanya beberapa pasangan lain pun memilih melanjutkan kencan buta mereka di lokasi yang sama, agar tak kehilangan banyak waktu.

“Berapa usiamu?” tanya Gold.

Ice menyunggingkan senyumnya, “Haruskah kita membicarakan usia? aku rasa tak ada wanita yang suka jika ada yang bertanya berapa usia mereka.”

“Hahaha … maaf, aku melupakan hal itu.” Gold tertawa keras, pria itu tampak asyik memainkan gelas  anggur nya, sementara Riana atau Ice, tetap memasang mode waspada, ia hanya meminum air putih saja, rupanya hal itu disadari oleh Gold.

“Kenapa hanya minum air puth? tak menyenangkan jika hanya meminum air putih ketika sedang kencan.” ujar Gold terus terang.

“Aku kurang menyukai alkohol,” jawab Ice singkat.

Gold mengangguk. “apa yang membuatmu tertarik mengikuti acara kencan buta seperti sekarang?”

“Sejujurnya aku tak tertarik, tapi seorang teman memaksaku, karena katanya ia bosan melihatku menyendiri.” Ice tertawa, kali ini sungguh natural, tak seperti topeng yang sedang ia kenakan, dan dalam pandangan Gold, tawa itu sangat seksi dan memiliki aura magis yang memikat, membuat Gold semakin penasaran.

“Oh iya, maaf jika aku lancang, tapi boleh ku tahu apa pekerjaanmu?” tanya Ice.

“Pekerjaanku berhubungan dengan banyak orang, dari berbagai kalangan.” 

“Human Resource Development?”

“Tidak spesifik itu, tapi masih saling berhubungan, kalau kamu?”

“Aku bekerja di rumah sakit.”

“Dokter?” kali ini Gold menebak dengan yakin.

“Ada banyak profesi di rumah sakit, bukan hanya dokter.” 

Gold mengangguk anggukkan kepalanya.

“Perawat, security, cleaning service, bahkan bagian administrasi.” 

“Baiklah, apa kamu seorang cleaning service?”

“Kecewa Kah kamu jika aku seorang cleaning service.”

“Entah … terlalu dini untuk kecewa, sementara itu hanya sebuah dugaan.” 

“Tapi tiba tiba aku penasaran, bagaimana jika aku benar benar seorang cleaning service?”

“Aku tidak percaya, wanita secantik anda bersedia menjadi cleaning service.”

“Bisa saja, aku tidak malu jika harus menjadi cleaning service, selama pekerjaan itu menghasilkan uang halal, akan ku kerjakan.”

“Wah ternyata kamu memiliki pribadi cukup menarik.” Gold tidak berbohong ketika mengatakannya, ia justru memuji wanita yang saat ini menjadi lawan kencannya, jaman sekarang wanita semenarik Ice, tak mungkin rela menjadi cleaning service.

Pembicaraan mereka terus berlanjut, bukan pembicaraan berat, hanya pembicaraan ringan hingga tak terasa keduanya merasa nyaman dengan pasangan kencannya.

Tak lama terdengar sebuah ketukan, seorang pramusaji datang membawa dua gelas cocktail.

"Kami tidak memesannya, kami bahkan belum memesan makanan." Seru Gold.

"Oh benarkah, kalau begitu maaf, sepertinya saya yang salah." Pramusaji itu memohon maaf, dan berbalik.

"Tunggu, tak apa, tinggalkan itu untuk kami, kamu bisa membawa yang baru untuk mengganti nya," pinta Gold. "Kamu tidak keberatan kan?" Pria itu bertanya pada Ice.

Ice mengangguk

"Masukkan saja dalam tagihan ku." 

"Baik tuan, saya permisi." Pramusaji itu pun pergi meninggalkan kedua tamunya.

"Silahkan …" Gold mempersilahkan Ice untuk mengambil gelas nya.

"Cheers…" ucap keduanya sebelum mulai menyesap cocktail tersebut.

Karena sudah mulai merasa nyaman dengan lawan bicaranya, Ice bersedia menyesap cocktail nya, walau sedikit.

Melihat teman kencannya bersedia meminum cocktail nya membuat Gold sangat senang, kini ia pun mulai rileks, ia merasa sedang beruntung malam ini, karena lawan kencannya sangat jauh dari ekspektasi nya sebelum datang ke Gold Hotel.

Gold mulai merasa bahwa kemungkinan mereka bisa terus berlanjut untuk kencan kencan selanjutnya.

"Cheers…" ucap keduanya sebelum mulai menyesap cocktail tersebut.

Gold mulai merasa dan sangat berharap bahwa kemungkinan mereka bisa terus berlanjut untuk kencan kencan selanjutnya, terus terang ia sangat kesepian setelah istrinya meninggal  bersama anak mereka, dan ia mulai bosan berpetualang dari satu wanita ke wanita yang lainnya, hanya untuk membunuh rindu berbalut sepi.

Lantunan musik sendu sungguh menghanyutkan, seakan mengundang para pengunjung restoran untuk turun ke lantai dansa.

Tentu kesempatan ini tak di sia siakan oleh Gold, pria itu berdiri, sedikit merapikan pakaiannya, kemudian ia mengulurkan tangan.

"Bolehkah … suatu kehormatan bagiku jika kamu bersedia menemaniku berdansa." 

Ajakan itu, cukup membuat Riana berdebar, ia belum pernah intim dengan pria manapun sejak perceraian nya, kini tiba tiba ada yang mengajaknya turun ke lantai dansa.

"Aku tak bisa berdansa." Tolak Ice.

"Percayakan padaku," Gold mengerlingkan sebelah matanya.

Debaran jantung Ice mulai berpacu, tiba tiba ia merasa tubuhnya memanas, manakala Gold mengerling ke arahnya.

Dengan senyum Ice menyambut uluran tangan Gold.

Keduanya pun turun ke lantai dansa.

Walau kikuk, Ice nampak diam tak menolak, manakala Gold merapatkan tubuh mereka, lengan kanannya memeluk pinggang Ice dan tangan kirinya menggenggam erat tangan wanita yang kini menjadi partner dansa nya.

Gold menatap bening mata wanita yang ada di hadapannya, sesuatu yang tak asing mulai ditangkap oleh retina matanya, ia pernah melihat wanita ini, tapi dimana? siapa? Gold pun tak tahu.

"Apakah gayaku berdansa memalukan?" 

"Untuk seorang pemula yang tak bisa berdansa, kamu cukup lumayan."

Pujian itu, entah kenapa membuat Ice larut dalam bahagia, padahal biasanya, Ice tak begitu saja percaya pada sebuah pujian.

Semakin lama irama musik semakin menghanyutkan, keduanya pun seolah merasa semakin dekat, bahkan Ice mulai merasa ada yang aneh dengan tubuhnya yang sejak tadi memanas, kini bahkan ia sangat menikmati pelukan pria yang baru saja ia kenal, usapan lembut yang Ice rasakan di pinggang pun membuat ia semakin merapatkan tubuhnya, hingga ia tak menolak ketika tiba tiba Gold menyambar dan me****at bibirnya.

Sementara itu, di belakang restoran sedang terjadi keributan, salah seorang tamu memarahi waitres karena salah mengantarkan pesanan minumannya.

🤭 pelayan mereka benar benar merugikan tamu.

.

.

.

.

.

.

.

othor kembali ke mode slow update yes, lagi sibuk banget

.

.

.

.

sarangeeeeee 💛❤️

1
Wahyu Kasep
gwa sampe sini baca nya tokoh cewek nya lemah
Yulvita Darnel
senang dengan ceritanya Thor, menggambarkan wanita-wanita tangguh, bukan wanita yang tertindas dan menangis.
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Sri Widjiastuti
siap2 kevin digantung 🤣🤣
Sri Widjiastuti
ktm sih yg beli rumah buat kabur🤣🤣, pdhal si Brian sakit ingatan.. gpp deh ben tbh bucin pd akhir nya
Sri Widjiastuti
blm aman ni? si Ronald dimana? sdh matikah???
Sri Widjiastuti
armand2 kamu pergi disaat yg salah
Sri Widjiastuti
udah sekonyong-konyong nii brian
Sri Widjiastuti
Brian nguping.. segitu besar kel riana menghormati orang tua Brian. meski sdh tiada
Sri Widjiastuti
sekretaris seksoy nya brian kah?? 🤭🤭
Sri Widjiastuti
weleh2 si Brian ternyata😇😇
Sri Widjiastuti
Brian songong. minta digetok👍👍😄
Sri Widjiastuti
riana anaknya Richard???
moon: iya, kak
total 1 replies
Yunika Christina Minggu
Toppppppp
Hamiani
Hmmmm.... aku baru bca karya Kak Bulan Awal 2026🤭.ini beberapa hari lagi mau menyambut bulan suci Ramadhan. selamat menyambut puasa kak Moon.Aku suka sama karya karya Kakak, apalagi ceritanya saling terhubung satu sama lain.
moon: 😍😍😍

hahahha... sampai sini juga

selamat berpuasa juga kak.

alhamdulillah, ada yang suka karya othor

terimakasih atas atensinya kak 😍😍
total 1 replies
fee_chu
trimakash ka...ceritanya keren.. 4,9/5 👌👌👌😍 kita lanjut crta selanjutyaaaa🤭🤭🤭
moon: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
fee_chu
kerweennnnnnn👌👌👌
fee_chu
jd sediiihhhhhh🤣🤣🤣
fee_chu
kereeennn crtanya..... wlopun pnjng tp asyiiikkk
moon: 🥰🥰🥰🥰🥰

terima kasih kak
total 1 replies
fee_chu
sepertinya q slh bc urutanya....q bca anaknya arjuna trs ksni jd agak bingung🤣🤣🤣🤣
moon: brtul kak, 👻
total 1 replies
fee_chu
ang ngeseln bgt orangya... tp ya gmn yaa😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!