NovelToon NovelToon
Rujuk Bersyarat

Rujuk Bersyarat

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Anak Genius / Keluarga & Kasih Sayang / Angst / Tamat
Popularitas:541.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kirana Pramudya

Dalam perkawinan ada dua pihak yang sama-sama berperan hingga terjadinya perceraian, sehingga untuk rujuk pun niat harus datang dari kedua pihak. Keduanya juga harus mau melakukan usaha yang sama besar untuk memperbaiki hubungan yang pernah cidera. Kondisi inilah yang dirasakan Zaid Syahputra dan Erina Listyana. Menikah dan mempertahankan biduk rumah tangga, nyatanya pernikahan mereka hanya bertahan lima tahun saja.

Namun, suatu hari karena peristiwa yang menimpa putra semata wayangnya yaitu Raka Syahputra, akhirnya Zaid dan Erina memutuskan untuk rujuk kembali dengan syarat yang diteken bersama.

"Rujuklah denganku, Rina ... untuk Raka, anak kita. Sebab, di dalam perceraian ini, dialah yang paling menderita."

Benarkah rujuk hanya akan terjadi untuk memastikan kondisi Raka tetap baik-baik saja. Atau mau dibawa ke mana akhirnya rumah tangga Zaid dan Erina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pisah Rumah

Ketika seorang anak mengatakan bahwa suapan Papanya dengan Mamanya berbeda, jujur saja membuat Zaid merasa sedih. Apa sebenarnya yang berbeda, padahal Zaid juga menyuapi Raka dengan sepenuh hati. Walau hatinya sakit, tetapi Zaid berusaha untuk tetap tenang dan menyembunyikan kekalutan hatinya.

"Apa di meja ini hanya akan ada kita berdua Pa?" tanya Raka demikian.

Sebab, Raka yang sudah berusia 4 tahun, bisa mengamati sekitarnya. Juga tahu bahwa di meja makan ini hanya ada dirinya dan Papanya saja. Padahal tadi pagi masih ada Mamanya yang duduk di sampingnya. Sekarang hanya tinggal dirinya dan Papanya saja saja.

"Jika iya, bagaimana Pa?" tanya Zaid kemudian.

Raka menunduk dan mengaduk-aduk nasi dengan sup yang ada di piringnya. Mungkinkah itu artinya bahwa orang tuanya sudah berpisah, dan juga dirinya hanya bisa tinggal dengan salah satu diantara kedua orang tuanya. Tidak bisa seatap lagi dengan kedua orang tuanya.

"Lalu, Raka bisa ketemu Mama kapan Pa?" tanya Raka kemudian.

"Kalau Mama ke sini, Raka ... pintu ini akan selalu terbuka untuk Mama kamu. Papa janji, bahwa kapan pun Mama kamu datang dan menemui kamu, selalu boleh," ucap Zaid.

Ya, sebagaimana kesepakatan bersama dengan Erina. Bahkan kedua belah pihak telah sama-sama berjanji tidak akan menutup akses komunikasi dengan Raka. Sebab, mereka juga ingin Raka merasakan kenormalan hidup dengan memiliki Mama dan Papa, walau Mama dan Papanya sudah tidak lagi tidak seatap.

"Kalau kadang-kadang Raka mau ikut Mama, boleh juga ya Pa?" tanya Raka kepada Papanya.

"Iya, boleh juga ... kita mulai semuanya bersama ya Nak ... beradaptasi dari awal," balas Zaid kemudian.

Raka menganggukkan kepalanya. Walau aspek penerimaan dalam dirinya tidak begitu paham dan tidak bisa menerima, tetapi dia tetap menganggukkan kepalanya. Makan siang yang membuatnya tidak berselera, tapi Raka berusaha menghabiskannya.

Hingga menjelang malam, rupanya ada mobil yang berhenti di depan rumah mewah milik Zaid. Tampak wanita muda yang tak lain adalah Erina, turun dari mobil berwarna hitam itu. Kemudian Erina segera turun dari mobil, dan mengetuk pintu rumah Zaid itu.

"Zai," sapanya begitu sudah sampai di depan rumah.

Bukan Zaid, tetapi ada ART di rumah itu yaitu Mbok Tini yang membukakan pintu untuk Erina. "Nyonya Erina ... silakan Nyonya," ucapnya mempersilakan Erina untuk masuk.

"Di mana Zaid dan Raka, Mbok?" tanyanya.

"Bapak sedang di kamarnya Mas Raka, Nyonya," jawab Mbok Tini dengan menundukkan wajahnya.

"Oh, ya sudah ... saya mampir sebentar untuk mengambil koper," ucap Erina.

Sebagai ART, tentu Mbok Tini mempersilakan sang Nyonya rumah untuk masuk. Walau Mbok Tini sudah tahu gonjang-ganjing rumah tangga majikannya selama satu tahun belakangan. Namun, untuk ikut campur, sama sekali bukan ranah Mbok Tini yang hanya sebagai seorang pembantu rumah tangga.

Erina pun segera menaiki lantai dua, dan kemudian dia mengetuk pintu kamarnya. Setidaknya Erina masih beretika karena memang kamar itu sekarang sudah bukan lagi miliknya.

"Zai ..., aku Erina," ucapnya dengan mengetuk pintu kamar.

Tidak berselang lama, Zaid muncul dari kamar sebelah yang tentunya adalah kamar Raka di sana. Kemudian Raka menatap Mamanya, "Mama," sapanya dengan berlari kecil dan memeluk Mamanya.

Erina pun berlutut di lantai dan memeluk Raka agar tinggi badan mereka setara. Raka yang memeluk Mamanya, hingga membenamkan kepalanya di dada Mamanya itu.

"Mama ..., Raka kangen sama Mama," ucapnya dengan suaranya yang terdengar lebih lirih.

"Iya, Raka ... Mama hanya pulang sebentar untuk mengambil koper Mama. Nanti lain waktu Mama main ke sini yah," ucap Erina.

Perlahan Raka mengurai pelukannya di tubuh Mamanya, dan dia berjalan mundur, mendekat dengan Papanya. Perasaan apa seperti ini. Yang pasti Raka merasakan sangat sedih sekarang.

"Aku mau mengambil barang-barang aku," ucap Erina kemudian.

Zaid menganggukkan kepalanya perlahan, "Silakan, ambil saja," balas Zaid dengan menatap wajah Erina sekilas.

Lantas, Zaid menggendong Raka di sana, dan mengalihkan kesedihan putranya itu. "Yuk, Raka ikut Papa yah ... kita bermain ya Nak," balasnya.

Raka kemudian menganggukkan kepalanya. Ada kalanya di saat seperti ini anak kecil yang belum tahu harus diperhadapkan dengan realita yang sukar dan mekebihi kemampuan emosionalnya. Raka menatap wajah Papanya dan menganggukkan kepalanya.

"Iya Papa ... temenin nyusun Lego ya Pa," balasnya.

"Iya, yuk ... sama Papa," balas Zaid.

Erina segera masuk ke dalam kamar dan kemudian mengambil koper besar. Dia memasukkan baju-baju miliknya, perlengkapan make up, dan barang-barang lain miliknya. Sebab, dengan berakhirnya pernikahan mereka, berakhir sudah masa tinggal Erina di rumah mewah itu.

Hampir satu jam berlalu, dan Raka yang bermain Lego berlari keluar dan mengintip Mamanya yang masih berkemas, lantas dia memanggil Mamanya dengan suara yang begitu lirih. "Semunya Mama kemas di dalam koper, apakah Mama akan keluar dari rumah ini Ma?" tanya Raka yang menunjukkan wajah yang bingung.

"Iya, Raka ... mulai sekarang Mama akan keluar dari rumah ini. Jangan khawatir, Mama akan sering mengunjungi kamu," balas Erina yang justru terlihat begitu tegar.

Kemudian Raka berdiri di depan pintu kamar orang tuanya, anak laki-laki yang sekarang mengenakan piyaman Dinosaurus itu mengamati koper-koper hitam milik Mamanya, dan kemudian kembali berbicara.

"Kalau Papa bekerja, Raka ikut siapa Ma?" tanyanya.

Sebuah pertanyaan bahwa kekhawatiran pun dirasakan seorang anak. Selama ini, ketika Papanya bekerja dan mencari Rupiah, pengasuhan anak adalah pada Mamanya. Namun, ketika Mamanya pergi dan keluar dari rumah. Lantas, siapakah yang mengasuh Raka? Bocah kecil itu merasa khawatir dalam hati dan tentunya sedih karena Mamanya akan pergi dari rumah itu.

1
Erina Munir
susah emang klo egois yg d kedepankan
Erina Munir
waaduuhh bnr2 nih s.mak...ga punya persaan apa...ngalah dikiit demi anak luuuh
Erina Munir
mak gendeng anak sskit malah ga dateng2
Erina Munir
kamaneee tuh s mak ngilang muluu
Erina Munir
lagian s xaid snak.umur 4 thn d tinggal biarbada guru juga kan ga bisa ngawasin satu2 murid...jdi gunamya ortu ikut d ditu untk bantu2 ngawasin ..ga bisa juga guru yg ngawasin...mana acaranya d luar lgi...hadehhh
Erina Munir
klo udh kejadian maen salah2an deeh yeeeh
Erina Munir
itulaah...susah klo udh ngga cocok mau d apaiin lgii
Erina Munir
karna k egoisann ortu anak jdi korban...
Erina Munir
ya beda kali raka...tiap orang ya beda2 ga bisa sama raka...
rini rosmayanti
anak 4 tahun ke timpa pohon apa ga the end thor???/Skull//Hammer/
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
Hosniyah Niyah
👍👍👍👍👌👌👌💞💞💞💞
Hasti
Apa tidak ada eyang atau keluarga lainnya yang menunggu
Andy Ningsih
Akhirx mereka sama2 dewasa🤭
Opa Sujimim
aku suka kalau baca novel ada anak kecilnya ,aplgi dilaognya pakai bahasa cedal ,gemes aja jadinya
Opa Sujimim
dokter Indri juga yg bantu Anaya ,mamanya citra lahiran😄
Opa Sujimim
biasanya kalau diduta kalau istri Uda tany²ttf mantan pasti ujung²nya ngambek trus barantem🤭🤭,
Opa Sujimim
aku blajar dari novel ini kalau suami istri itu mmg Harus saling memahami,bertukar cerita itu adalah kunci rumah tangga yg langgeng.makasi KK Kirana ,GK cuma sekedar hiburan baca karya KK tapi juga nasihat yg positif❤️
Andy Ningsih: Banyak ilmu yg didapat dari novel ini..
Belajar menjadi wanita yg dewasa ibu yg penyanyang dan istri yg baik untuk suami..🥰🥰
total 1 replies
Opa Sujimim
aku baru nyangkut disini KK,setelah baca kisah raka
Dewa Dewi
welcome to the world baby Raline😍😍 congrats to Zaid & Erina for the baby girl 🤗🤗🎉🎉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!