NovelToon NovelToon
My Secretary

My Secretary

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Sekretaris lamanya tiba-tiba mengundurkan diri. Dion menyuruh asisten pribadinya untuk merekrut sekretaris baru.
Dia terkejut ketika tau bahwa sekretaris barunya adalah sangat mantan istri yang telah kembali setelah hampir 5 tahun meninggalkannya.

Dion kecewa, dia menaruh kebencian pada mantan istrinya yang pergi dalam keadaan hamil tanpa sepengetahuan dirinya. Kemudian datang kembali dengan membawa anak laki-laki berusia 4 tahun.

Bagaimana Dion bisa fokus bekerja ketika harus bersanding dengan sang mantan istri setiap hari.?
Mungkinkah rasa benci akan kembali berubah menjadi cinta.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Keyla memasukkan dokumen yang akan dia bawa untuk bertemu dengan klien. Memasukkan kedalam tas yang di siapkan oleh kantor.

Dia berjalan cepat menyusul Dion yang sudah keluar dari ruang kerja.

Entah apa membuat mood Dion kacau sejak pagi. Keyla hanya melihat sisi jelek Dion yang tiba-tiba cepat marah dan selalu ketus padanya.

Padahal biasanya Dion selalu cuek. Tidak begitu mempersalahkan hal-hal kecil yang tidak penting.

"Kenapa lama sekali." Protes Dion kesal. Dia langsung melangkahkan kaki dengan cepat, membuat Keyla semakin kesulitan menyesuaikan langkah Dion yang buru-buru.

"Maaf," Keyla hanya bisa meminta maaf. Dia sudah berusaha untuk bekerja cepat, tapi kemampuannya memang hanya sebatas itu untuk saat ini lantaran baru mulai bekerja lagi.

Dia masih butuh penyesuaian untuk bekerja cepat seperti dulu.

Permintaan maaf Keyla hanya menjadi angin lalu. Dion sama sekali tidak menanggapinya.

Sampainya di luar kantor, Jonathan terlihat sudah siap dengan mobil yang akan mereka tumpangi.

Dia duduk santai di kursi kemudi sembari menatap ke arah Dion dan Keyla yang berjalan ke arahnya.

Sudah hampir 10 menit Jonathan standby di mobil itu, menunggu atasannya yang biasanya selalu keluar tepat waktu ketika akan bertemu dengan klien.

Namun sesuatu yang tidak biasa lagi - lagi terjadi pada atasannya itu. Keterlambatan Dion dan Keyla keluar kantor jadi menimbulkan pikiran mesum di benak Jonathan.

Dia yang beberapa kali berbuat mesum di kantor, akhirnya memliki pikiran yang sama terhadap orang lain yang terlihat mencurigakan.

"10 menit mana puas." Gumam Jonathan begitu Dion masuk dan duduk disampingnya.

Dion yang paham ucapan Jonathan, seketika mendelik tajam penuh amarah.

"Berisik.!" Ketusnya.

Jonathan langsung diam, tidak berani lagi memancing amarah Dion.

Tidak berselang lama, Keyla masuk kedalam mobil dengan suara deru nafas yang tersenggal-senggal karna harus berlari mengejar Dion.

"Habis ngapain kamu Key.? Capek banget sepertinya." Tanya Jonathan dengan nada menyindir. Dia melajukan mobilnya sembari menatap wajah Keyla dari kaca spion.

Keyla hanya tersenyum tipis, belum ada tenaga lebih untuk berbicara. Dia masih berusaha mengatur nafas dan detak jantungnya yang berdetak kencang karna mendadak lari.

"Jo.!!" Tegur Dion dengan tatapan membunuh. Nyali Jonathan seketika menciut. Dia tersenyum kaki dan memilih untuk tidak membahas hal itu lagi.

Pikiran Jonathan sudah melayang kemana-mana, membayangkan adegan hot yang terjadi didalam ruangan kerja Dion yang hanya ada Keyla dan Dion didalamnya.

Jika dulu Jonathan tidak mencurigai Dion dan sekretaris lamanya lantaran sekretaris itu jauh lebih tua dari Dion dan sudah memiliki anak, kali ini tidak dengan Keyla yang Jonathan tau statusnya masih single.

Terlebih Keyla memliki wajah yang cantik dan tubuh yang ideal bahkan terkesan seksi di mata Jonathan. Rasanya tidak mungkin Dion tidak berbuat apapun pada Keyla.

Sayangnya apa yang dipikirkan Jonathan salah besar. Jangankan terjadi hal - hal mesum, keduanya bahkan tidak melakukan kontak fisik sama sekali sejak pagi.

Sepanjang perjalanan menuju restoran, ketiganya saling diam. Tidak ada yang berani memulai obrolan lantaran merasakan hawa dingin yang menguar dari tubuh Dion. Wajah serius dan dinginnya, membuat Jonathan dan Keyla enggan mencari masalah.

Keyla mengekori Dion dan Jonathan di belakang. Mereka sudah sampai di restoran dan sedang menuju ruang VIP yang sudah di booking untuk meeting dengan perusahaan Vin's Group milik Vano.

"Selamat siang. Silahkan masuk." Pelayan restoran membukakan pintu ruang VIP untuk mereka bertiga.

Dion dan Jonathan masuk begitu saja tanpa merespon ucapan pelayan restoran yang sudah menyambut kedatangannya.

"Terimakasih Mba." Ucap Keyla sembari mengukir senyum tipis, kemudian menyusul Dion dan Jonathan.

3 orang yang sudah ada di dalam ruangan itu langsung menyambut kedatangan Dion. Mereka perwakilan dari Vin's Group yang dipercaya oleh Vano untuk menyelesaikan kerjasama yang baru pertama dilakukan oleh dua perusahaan besar itu.

"Selamat siang Pak Dion,,,"

Arkan membungkuk hormat pada Dion, lalu menjabat tangannya.

"Siang." Dion menjawab singkat. Lalu beralih pada dua orang yang berdiri disamping Arkan.

"Siang Jo,," Ucap Arkan sembari mengulas senyum dan menjabat tangan Jonathan. Arkan dan Jonathan sudah saling mengenal sebelumnya.

"Jangan terlalu kaku Bro." Ledek Jonathan. Dia menepuk pelan bahu Arkan.

"Tidak untuk urusan pekerjaan Jo." Balas Arkan.

Sekalipun dia tidak biasa bersikap formal pada Jonathan, tapi jika sudah menyangkut pekerjaan, Arkan tetap harus bersikap formal.

"Selamat siang,,," Ucap Keyla ramah begitu sampai di depan mereka. Dia tersenyum lebar sembari membungkuk hormat.

Suara Keyla menarik perhatian Arkan yang langsung menatap ke arahnya. Dia terkejut melihat Keyla ikut menghadiri meeting.

"Keyla,,,??" Ucap Arkan dengan sedikit keraguan. Meski bisa mengenali wajah Keyla, tapi merasa bingung dengan kehadiran Keyla bersama perwakilan perusahaan Adiguna.

Arkan tidak pernah tau kalau Keyla bekerja di perusahaan miliki Adiguna.

"Siang Pak Arkan." Keyla menyapa ramah. Dia tidak punya niatan untuk berjabat tangan, namun Arkan mengulurkan tangan lebih dulu.

"Siang. Senang bisa bertemu denganmu disini." Ucapnya tanpa mengalihkan pandangan dari wajah cantik Keyla. Dia menatap dalam tanpa kedip, bahkan menahan tangan Keyla beberapa detik.

"Ekhemm.!"

Keyla langsung menarik tangannya setelah mendengar deheman Dion. Dia tersenyum kikuk pada Dion yang menatap tajam ke arahnya.

"Bisa kita mulai meetingnya.?" Ucap Dion kemudian.

"Ah, ya tentu saja." Arkan juga terlihat kikuk dengan situasi kaku yang sempat terjadi.

"Silahkan duduk." Dia mempersilakan mereka untuk duduk.

Mereka mulai fokus membahas kerjasama yang sudah direncanakan beberapa bulan lalu.

Keyla juga serius mencatat poin poin penting yang di bicarakan oleh Dion dan Arkan.

Setelah hampir 2 jam, Dion dan Arkan menutup pembicaraan setelah membuat beberapa kesepakatan bersama.

"Kemungkinan lusa sudah bisa meninjau lokasi."

"Pak Dion bisa atur jadwalnya." Ucap Arkan.

"Akan saya hubungi lagi nanti."

Dion beranjak dari duduknya. Pamit dan menjabat tangan mereka, lalu beranjak dari sana di susul Jonathan dan Keyla.

"Huftt,,," Keyla menghela nafas lega setelah keluar dari ruangan itu.

Hari pertama kerja sekaligus pertama kali terjun kelapangan, semuanya berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.

"Keyla tunggu.!" Teriakan Arkan menghentikan langkah Keyla sekaligus Dion dan Jonathan yang sudah lebih dulu berjalan di depannya. Ketiganya sama-sama mutar badan, hanya saja Keyla tidak menyadari kalau Dion dan Jonathan juga melakukan hal yang sama.

"Iya, ada apa Pak.?" Tanya Keyla dengan wajah polos dan terlihat formal seperti saat meeting bersama.

Arkan langsung tersenyum lebar, merasa lucu dengan sikap Keyla.

"Jangan panggil Pak, panggil Arkan saja." Pinta Arkan. Dia masih mengulas senyum.

"Ini bukan masalah pekerjaan." Jelasnya.

Keyla mengangguk paham.

"Nomor ponselmu." Kata Arkan. Dia menyodorkan ponsel miliknya pada Keyla.

"Boleh ketik nomor ponselmu.?"

"Waktu itu aku memberikan kartu namaku padamu, aku pikir kamu akan menghubungiku." Arkan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia sambil menahan malu mengatakan hal itu karna terang terangan menunggu Keyla menghubunginya waktu itu.

"I,iiya,,," Keyla mengulurkan tangan untuk mengambil ponsel Arkan. Berkat Arkan, Leo bisa mendapatkan peetolong pertama dengan cepat setelah tenggelam. Tidak ada salahnya jika memberikan nomor ponselnya pada Arkan.

"Permisi Pak Arkan, ini masih jam kantor." Ucap Dion yang tiba-tiba datang.

"Kalau ada hal pribadi yang ingin kalian bicarakan, silahkan bicarakan saja nanti." Ujarnya penuh penekanan.

"Permisi." Dion menarik tangan Keyla dan menggandengnya pergi dari hadapan Arkan.

Padahal Keyla hampir saja memegang ponsel milik Arkan.

"Maaf Pak,," Ucap Keyla sedikit berteriak.

Arkan hanya mengulas senyum smirk menatap kepergian mantan suami istri itu.

"Menarik, mengejar wanita yang masih di cintai mantan suaminya." Gumamnya dengan senyum geli.

1
Netty Netty
good
Netty Netty
coba posisi name di balik😤
Netty Netty
Lucu pakAi banget dah kayla,,, 🤣🤣🤣
Netty Netty
Baca pesona sang Duda dulu 💪
Netty Netty
masih bingung ya ceritanya
Lina RA
sebenarnya agak kasian ya liat keyla, g diizinkan u punya kputusan sendiri. tempat tinggal saja sll diatur2
SLina
vano dan celine kan sama2 udh putus urat malu kalau masalah enak2an 🤣🤣🤣
SLina
lanjutkan, km tim hore mu mas arkan 🤣
Ahmad Fawaid
lho kasian sih jho, lho udah niat aja udah kalah start sama dion
🤣🤣🤣
ayu cantik
suka
antha mom
happy ending
Gintania nia
bagus
Anonim
ini cerita nya kaya loncat loncat apa ada bab yg udh di hps sama outhor
Rahmi Mamimima
pantes aja william se marah itu
km sndri jg salah key
laki2 mana yg mau di peralat
irma hidayat
ternyata Dion nyelup perempuan lain
MamDeyh
Knp ya Keyla ini kok lembek bgt. Dion jg pedes bgt kata2 nya serasa yg paling tersakiti.
MamDeyh
Bego ahhh Keyla
Linda Antikasari
Luar biasa
Atisa
Buruk
tuti sriyono
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!