NovelToon NovelToon
KONTRAKAN BERHANTU [ END ]

KONTRAKAN BERHANTU [ END ]

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Rumahhantu / Roh Supernatural / Hantu / Tamat
Popularitas:440.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: siyuk sie

(Novel Kedua = KOS-an BERHANTU)

Bagas melompat senang karena berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai staff accounting di salah satu pabrik gula sesuai dengan cita-citanya. Meski lokasinya berada di pedesaan, tidak menyurutkan semangatnya sama sekali. Sebenarnya, Bagas mendapat fasilitas tempat tinggal atau mess namun sengaja ia tolak. Bagas lebih memilih tinggal di kost atau kontrakan karena menurutnya, lebih nyaman dan bebas. Sungguh keputusan yang akan ia sesali seumur hidup. Sebab inilah awal mula dari serentetan pengalaman mistis di luar nalar yang menimpanya hingga meninggalkan trauma berkepanjangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 - Kontrakan Berhantu

Hari kedua Bagas bekerja, terdapat banyak tugas yang harus ia kerjakan namun, semua tetap berjalan dengan lancar. Meski sedikit kerepotan tapi Bagas cukup bisa beradaptasi dengan cepat.

"Gas.." panggil Andre di tengah-tengah kesibukan mereka.

"Iya Ndre kenapa?"

"Aku kok jadi penasaran sama kontrakanmu. Nanti aku ikut kamu pulang ya sekalian nginep di sana?"

"Boleh, lumayan aku jadi ada temen."

"Kalau cocok sih, rencananya aku mau ikutan ngontrak sekalian. Kan lumayan tuh patungan sama kamu, masing-masing dua juta."

"Iya, yaudah nanti ikut aja! semoga cocok biar aku gak sendirian di sana."

"Oke."

***

Seperti yang telah disepakati, Andre turut ikut ke rumah kontrakan Bagas dan benar saja, Andre langsung suka.

"Ini sih bener-bener kejatuhan durian runtuh namanya."

"Kan udah kubilang, rumahnya luas dan fasilitasnya lengkap."

"Mana rekeningmu Gas, aku transfer sekarang dua jutanya?"

"Yakin nih? gak mau nyoba nginep sehari dulu baru ambil keputusan?"

"Yakin, ini sih bener-bener kayak rumah sendiri. Nyamanlah pokoknya."

"Yaudah, ini nomer rekeningku."

"Oke tunggu sebentar!"

"Udah Gas, coba kamu cek!" pinta Andre kemudian.

Bagas meraih ponselnya lalu mengecek saldo melalui mobile bankingnya.

"Oke sudah masuk, makasih ya! Ohya, karena kamu sudah resmi tinggal di sini juga, mau makan atau minum langsung ambil sendiri ya gk perlu aku suguhin!"

"Eh sialan!'

Bagas dan Andre pun tertawa bersama.

***

Selepas maghrib, Andre mengajak Bagas untuk mencari makan di warung bebek langganannya yang lekas Bagas setujui.

"Disini, cuma ada bebek dan ayam goreng doang Gas dan yang paling juara bebeknya."

"Oke deh aku pesen bebek aja."

"Mantap, buk nasi bebek dua ya!"

"Iya mas."

"Eh, di rumah ada beras. Gimana kalau pesen lauk aja. Es juga bikin di rumah. Tinggal beli teh terus taruh kulkas."

"Hemm boleh deh. Buk maaf gak jadi pakai nasi. Dua bebek goreng aja ya dibungkus!"

"Iya mas."

***

Sesampainya di rumah, Bagas bergegas memasak nasi. Sedangkan Andre membuat es teh manis.

"Besok beli plastik es deh Gas, bisa bikin es batu sendiri di rumah."

"Boleh, sekalian nanti kalau berasku habis. Gantian kamu yang beli."

"Beres."

Bagas dan Andre memilih untuk menonton televisi di ruang tengah sembari menunggu nasi matang. Tak lama kemudian bunyi "klik" terdengar yang artinya nasi telah siap dihidangkan.

"Makan-makan," ucap Andre sembari berjalan mengambil piring dan nasi di dapur yang lekas diikuti Bagas dari belakang.

"Wah bener, enak ini, enak sekali," ujar Bagas sembari menyuapkan nasi beserta potongan daging bebek ke mulutnya.

"Apa kubilang? sudah jadi langgananku sejak pertama kerja di pabrik."

"Mantap."

"Besok sepulang kerja, temani aku ke mess buat ambil barang-barang ya Gas! sekalian izin ke pak Yahya kalau aku gak tinggal di mess lagi."

"Oke."

"Kamar yang satu ini jatahku ya? Males banget tidur bareng kamu."

"Iya-iya, siapa juga yang berharap tidur sama situ."

Sekitar pukul sembilan malam, Bagas dan Andre beranjak ke kamar masing-masing untuk tidur. Malam hari ini terasa sangat tenang. Bagas bisa tidur dengan nyenyak. Terlebih, dia sudah tidak sendirian. Lain Bagas, lain lagi Andre. Entah pukul berapa, Andre mendengar pintu depan diketuk berkali-kali. Karena tidak berani membukanya sendiri, lantas Andre membangunkan Bagas.

"Ada apa sih Ndre? gangguin orang tidur aja. Jangan bilang, kamu minta ditemani kencing!"

"Eh.. enggaklah! denger tuh ada yang lagi ngetuk pintu."

"Lah terus, kenapa gak dibuka?"

"Takut begal."

"Ya masak begal nyamperin ke rumah?"

"Maling Gas atau jangan-jangan itu pak RT yang nyangkain kita lagi melakukan perbuatan tidak senonoh."

"Gila! otakmu tuh ya. Udah ayo kita buka!"

Saat Bagas membuka kunci pintu, suara ketukan seketika berhenti dan saat pintu dibuka, tak ada siapa pun di luar rumah. Bagas dan Andre celingukan lalu terdengar suara pintu dapur yang gantian di ketuk.

"Loh, suaranya dari sana Gas. Orangnya pindah ke belakang kayaknya."

"Yaudah, ayo kita ke sana!"

Bagas mengunci pintu depan dan bergegas menuju dapur. Suara ketukan masih terdengar jelas namun saat pintu dibuka, lagi-lagi tidak ada orang.

"Loh, kok gak ada sih?" tanya Andre bingung.

"Mungkin orangnya udah pergi karena kita kelamaan bukanya."

"Tapi kok cepet banget, masak iya dia lari?"

"Iseng doang kalau gitu. Udah lah tidur lagi! ngantuk."

Bagas mengunci pintu dapur dan kembali masuk kamar untuk tidur, begitu pun dengan Andre.

Keesokan harinya, Andre bercerita kalau semalam ia merasa seperti ada yang mengusap kakinya. Namun karena ia sudah terlampau ngantuk, akhirnya, ia abaikan.

"Ah itu sih paling gara-gara kamu lagi mimpi jorok ya?"

"Enggak, enak aja."

Meski Bagas menanggapinya dengan candaan namun jauh di dalam hatinya mulai merasakan keanehan. Apa yang Andre alami sama persis seperti yang ia alami sewaktu pertama kali menempati rumah kontrakan tersebut. Perlahan, Bagas mulai menarik benang merah dari serangkaian hal ganjil yang selama ini turut ia abaikan, termasuk ketukan pintu semalam. Entah kenapa, Bagas mulai merasa bahwa itu bukanlah hal iseng yang dilakukan manusia.

Sore hari sepulang bekerja, Bagas menemani Andre untuk izin ke pak Yahya selalu penanggungjawab mess karyawan lalu dilanjutkan dengan mengemasi barang-barang Andre di mess. Rumah mess tergolong cukup besar dan tiap karyawan diberikan satu kamar. Ada ruang tengah, beberapa kamar mandi dan satu dapur.

"Bukannya di sini juga luas Ndre, kenapa milih pindah?" tanya Bagas.

"Terlalu ramai, kayak kost-an mahasiswa."

Bagas tertawa,"Benar juga."

Setelah mengembalikan kunci kamar. Andre dan Bagas berpamitan pada pak Yahya lalu bergegas kembali ke rumah kontrakan.

Ketika Bagas melewati lokasi warung soto tempat ia makan saat mencari kontrakan dulu, tiba-tiba rasa penasaran kembali datang. Bagas memperhatikan lokasi warung yang masih tak berubah. Hanya ada ilalang setinggi lutut di sana. Ternyata, tingkah Bagas memancing rasa penasaran Andre yang lekas menanyainya ketikan mereka sampai di rumah kontrakan.

"Kamu tadi ngliatin apa sih di pinggir jalan?"

"Oh itu, rasanya dulu ada warung soto di situ. Aku sempat makan di sana dan bahkan bapak si pemilik warung itu juga yang menunjukkanku kontrakan murah ini tapi pas aku ke sana lagi malah hilang tak berbekas."

"Itu namanya hilang digrebeg satpol PP Gas."

"Masak iya?"

"Iyalah."

"Lah kenapa warung bebek langgananmu enggak?"

"Itu karena rasa bebeknya enak, makanya gak digrebeg. Malah satpol PP nya ketagihan makan di sana."

"Konyol."

"Eh.. gak percaya?"

"Terserah," jawab Bagas sembari melenggang menuju kamar mandi.

😎 BAB TIGA SELESAI 😎

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
suka
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Tamat... itulah tipu muslihat iblis dan sebangsa'y, yg banyak menjerumuskan manusia. disini kita bisa mengambil pelajaran, jika segala sesuatu pasti ada konsekuensi'y..
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
serba salah jadi'y..
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
ngeri bener di kintilin mulu ma poci👻
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
dihh ngeri juga ya, masa Juan di taksir demit sih🤔
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
nah kan, ternyata memedi👻👻
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
dasar, temen gak ada akhlak🙄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
haduhhh, kalo aku bisa semaput deh kaya'y..
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
pantesan aja, wong itu bekas rumah dukun tho..
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
duh, ko ngeri ya😣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
untung ada pak Harun yg jadi wasit😅
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
padahal jan di berantakin ya, kalo bisa mah justru bantuin tu Bagas ma Andre beres² kontrakan🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
walau pun tau novel ini dah end, tapi tetep aja gatel pen ikut komen🤭
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣🤣 ada² aja kamu Andre
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
untung gak kena tampol sama Bagas ya, tu demit. seenak'y aja nongol depan muka orang😆
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
kaya'y tu demit pemalu deh, masa yg nampak cuma tangan doang😅
mampir kak..
Zxr_MinZea⁰⁸
Nama Ku Andini :)
dream
Alurnya bagus, sederhana, mestinya dapet
dream
Yeay.... bukan buru2 di tolongin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!