NovelToon NovelToon
Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Contest / Patahhati / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:222.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ina az-Zahra

BLURB:

Setiap manusia bukankah memiliki rupa yang berbeda-beda, baik rupa fisik juga perangainya. Bila Tuhan saja membedakan manusia dari amal perbuatannya tanpa memandang siapa dan seperti apa fisiknya, lantas kenapa manusia yang sesama makhlukNya lebih memilih menilai manusia lain dari segi fisik dan hartanya saja? Untuk sayap yang patah karena penilaian orang, terlebih karena fisik yang katanya tak sedap dipandang, seperti Kiyara Mentari misalnya, gadis gendut yang sering terabaikan dunia yang kini tengah menyiapkan sayapnya kembali, sayap yang lebih indah dari yang lalu tentunya. Mari terbang bersama, mengepakkan sayap dengan asa dan keyakinan, bahwa di depan sana akan ada kehidupan yang lebih baik dan akan ada manusia lain yang dengan senang hati menerima segala kekurangan, pelengkap ketidaksempurnaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina az-Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bodo Amat

~Bersikap bodo amat, kadang perlu untuk diterapkan. Bukan berarti apatis, tapi hati sendiri perlu untuk dijaga~

Matahari mulai muncul diufuk timur, menebarkan sinarnya di seluruh penjuru negeri. Diiringi kicau burung dan dinginnya suhu udara Lembang, tidak membuat segerombolan anak muda yang sedang menginap di salah satu villa kehilangan semangatnya untuk menyapa dunia, di bawah sang surya, segerombolan anak muda itu tengah

meliuk-liukkan tubuhnya … bukan untuk menari, tapi mereka sedang melakukan senam dengan gaya yang sedikit nyeleneh karena diinstrukturi Heri, anak mentor yang paling heboh sendiri seperti namanya.

“Wah, parah sih … si Heri, bener-bener nggak ngotak gerakkannya bikin usus tambah melilit bentukkannya,” seloroh Bagas pada Cakra yang kini hanya berdiri dengan menggeleng-gelengkan kepalanya menatap sang instruktur yang masih heboh dengan gerakkannya sendiri di depan sana, tanpa ada yang mengikuti.

Suara musik pengiring senam kini sudah berubah dari dangdut koplo menjadi lau maumere yang berasal dari Indonesia Timur, Anggun dan Sarah tiba-tiba berlari ke depan memaksa Heri untuk turun dari singgahsananya …

O … e le le le

Putar ke kiri e

Nona manis putarlah ke kiri

Ke kiri, ke kiri, ke kiri, dan ke

kiri, ke kiri, ke kiri, ke kiri manis e

Sekarang kanan e

Nona manis putarlah ke kanan

Ke kanan, ke kanan, ke kanan, dan

ke kanan, ke kanan, ke kanan …

Setelah 10 menit berlalu senam bersama Heri, baru ketika Heri turun dari singgahsananya gerakkan senam mulai wajar dan diikuti oleh semua anak mentor maupun kating yang menyusul semalam.

Mengabaikan rasa sedihnya semalam, Kiyara tampak sangat menikmati acara pagi ini … senyum dan tawa selalu menghiasi wajah putihnya. Menjadi orang yang terlalu serius dan terlalu pemikir, kadang tidak baik juga pikirnya, musti diselingi dengan sedikit bercanda agar tidak mudah stress, yang terpenting sih pandai menyesuaikan dengan sikon yang ada, pandai-pandai menempatkan diri sajalah.

“Luwes banget ternyata si Anggun, padahal gayanya tomboy banget,” ucap Tiwi dan diangguki oleh beberapa teman yang mendengar selorohannya.

Keringat sudah mulai mengucur banyak, matahari pun sudah perlahan terlihat sempurna tidak muncul sedikit seperti tadi. Senam disudahi dimenit ke 25 oleh kedua instruktur, akibat teriakkan lelah dari teman-temannya, lalu ada yang memilih duduk-duduk di halaman belakang untuk meluruskan kakinya selepas berolahraga, ada yang langsung bermain ayunan sembari berfoto, menagabadikan momen, ada juga yang langsung berlari menuju dapur untuk mencari makanan. Tapi tidak dengan Kiyara, dia memilih ke halaman depan villa untuk menemui Asti, salah satu kating dari jurusan arsitektur yang semalam datang bersama rombongan Tama. Semalam sempat sedikit mengobrol, membicarakan tentang desain café yang kekinian tapi tetap mengutamakan keasrian lingkungan sekitarnya.

“Teh …,” sapanya ketika melihat Asti tengah sibuk membidik gambar kupu-kupu yang sedang menghisap nektar bunga.

“Ah, iya … gimana udah ada konsep matengnya belum?” tanya Asti yang kini sudah memasukkan gawainya ke dalam saku.

Kiyara mengikuti langkah kaki Asti menuju gazebo kecil dekat musholla. “Sudah, gini sih Teh aku pingin, konsepnya itu tetep kekinian, tapi harus ada kesan ramah lingkungan, dan aku pingin ada tempat yang bener-bener bikin tenang nah ini targetku buat orang-orang yang lagi kena masalah atau lagi down gitu, ini sih yang bikin bingung. Aku pinginnya tuh, orang keluar dari ruangan itu, semangat hidupnya kembali nyala.”

Asti memandang takjub konsep yang Kiyara buat, meski berujung dia yang harus merealisasikan konsep yang berupa angan menjadi suatu maha karya, tapi tak masalah baginya … karena dia pun suka dengan apa yang Kiyara rencanakan.

“Bagus, konsepnya. Nanti aku cari-cari referensi dulu buat ruangan khusus itu, mungkin butuh psikolog juga sih missal nanya warna, atau aroma yang biasanya bisa merelaksasi orang, atau apapun itu lah. Em, tapi kenapa tiba-tiba milih konsep seperti ini? Katanya kamu lagi mengembangkan kebun sayur hidroponik, kenapa nggak pakai konsep itu aja dijadikan café yang bisa mengedukasi pelanggan?” tanya Asti.

Kiyara tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya. “Sempet terpikir itu juga, tapi satu sisi sepertinya konsep yang awal lebih urgent. Karena aku pernah ngalamin masalah dan susah mencari tempat untuk menangkan diri, setelah salat, setelah mengadu kepada Allah, kadang tubuh dan pikiran kita masih butuh tempat yang nyaman dan tenang untuk memulihkan energi yang terbuang.”

“Wah, bener-bener … memang seperti itu, setelah salat, setelah mengadu kepada Allah, hati sudah tenang karena sudah berdekatan dengan sang pencipta, tapi memang kadang tubuh dan pikiran masih perlu doppingan dari luar, salah satunya tempat yang nyaman dan tenang selain kasur tentunya, soalnya nggak semua orang bisa

langsung tidur, butuh waktu untuk merilekskan pikiran sebelum bertemu dengan bantal dan kasur biar tidurnya berkualitas. Sepertinya kita harus bikin, usaha bareng nih Ki … aku suka banget cara berpikir kamu.” Asti berkata dengan tulus, jarang sekali bertemu dengan anak yang lebih muda tapi pemikirannya jauh di depan dia dan merasa sangat cocok mengobrol dengan Kiyara.

“Boleh Teh, dengan senang hati … asal Teteh nggak malu aja sering jalan sama aku yang gendut gini hehehe …,” ucap Kiyara.

“Eh, ngomong naon atuh … suka ngasal gini. Kamu ini mah keseringan dengerin omongannya orang, jangan insecure atuh … inget, semua orang punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing, jangan merasa rendah diri karena memiliki kekurangan yang tampak tapi musti mikir buat jadiin kekurangan nggak memberi efek negative buat kehidupan kita kedepannya. Kita sebagai manusia biasa, musti punya skill untuk bersikap bodo amat, bukan berarti apatis ya. Coba lebih fokus sama diri sendiri, jangan selalu dengerin apa kata orang yang selalu merongrong membicarakan kekurangan kita, yang tahu diri kita sendiri itu ya kita, jangan terlalu memaksakan untuk terlihat sempurna di mata sesama, karena hal itu akan sangat mustahil, seorang Nabi aja pada masanya banyak yang tak menyukainya apalagi kita, seorang manusia biasa Ki.”

Kiyara mengangguk, membenarkan ucapan dari katingnya itu. Entahlah sejak pertama bertemu dengan Asti, Kiyara merasakan jika Asti adalah orang baik, sehingga dia nyaman saat berbicara dengan Asti, mungkin karena wajah teduh juga ketulusan yang memang terpancar dari sosok gadis bertumbuh jangkung itu.

“Kalian dicariin ternyata malah asik ngobrol di sini. Sana sarapan dulu, dihabisin si Heri baru nyaho dah ...,” seloroh Bagas yang baru saja tiba di dekat gazebo.

“Eh, iya … belum sarapan … ayo kita masuk dulu, nanti disambung lagi Ki …,” ucap Asti sembari menggandeng Kiyara dan meninggalkan Bagas yang kini menatap keduanya dengan pandangan kesal, karena ditinggalkan.

“Untung, materinya udah selesai semua semalam, sekarang tinggal nyantainya,” ucap Kiyara dan diangguki oleh Asti.

***

Hai ... hai ... terima kasih yang  masih setia nungguin up cerita "Sayap Patah si Gendut" ... maaf upnya jadi sedikit nggak rutin beberapa hari belkangan ini. Lagi persiapan buat sidang skripsi, mohon do'anya ya teman-teman semua ... biar berjalan lancar sampai selesai ... readers juga, semoga diberi kelancaran dalam mewujudkan hajat-hajatnya ... tetap semangat berkarya ditengah keterbatasan ruang gerak secara nyata, semoga pandemi lekas berlalu dan kita bisa beraktifitas selayaknya sebelum ada wabah.

Salam hangat dan sayang dariku ...

Zahra ... (H.A)

1
Hera sasuwe
👍
Wiliam Zero
bagus dan happya ending 👍
allvaro Putra
suka kak apalgi tentang cewek gemoy
Dyah Shinta
Khadijah...
Dyah Shinta: kok jadi khadijah?
Aku ngetiknya 'luccuuukkk'...
total 1 replies
dila
karyanya bagus ringan banget bacany jdi gk monoton 💖
dila
aq komen ya 🥰 tpi gk tau mau ngmong apa, ini cerita bagus alurnya enak ringan banget tpi knp yg like dikit
yaty
bestt
Megumi
dave ya?
jangan bucin ya dave nanti 🤭
Megumi
baru mampir.
Biasanya kalo cowok hobi gangguin cewek itu cuma caper, padahal mah naksir
MA¹²queen
hai kak aku ma¹² mampir kenovel, jangan lupa mampir kenovel ku ya kak,, sukses selalu🤗🤗🥰
Senajudifa
salken dr kutukan cinta. mampirlah jika berkenan
siti hasanah
Alhamdulillah tks ya thor cerita bagus
Zahra: kalau berkenan silakan mampir dicerita saya lainnya di apk fizzo Kak dg nama pena yg sama
total 2 replies
siti hasanah
Karena keasyikan baca sampe lupa ngasih komen thor. alur ceritanya bagus banget. Semangat terus thor
🐾COCO🐾
mampir baca thor..
danisweet
hamidun tuh si ara
Zahra: Baca novelku di Fizzo juga Kak, judulnya Kutukan Cinta Inggrid, gratissss
total 1 replies
Almira Mira
next
Zahra: Baca novelku di Fizzo juga Kak, judulnya Kutukan Cinta Inggrid, gratissss
total 1 replies
re
Rendra ditaksir cewek
Zahra: Baca novelku di Fizzo juga Kak, judulnya Kutukan Cinta Inggrid, gratissss
total 1 replies
anna araroffatully
kiyowo triplets nya😍
Zahra: Baca novelku di Fizzo juga Kak, judulnya Kutukan Cinta Inggrid, gratissss
total 1 replies
re
next
re
Lahiran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!