NovelToon NovelToon
STORY OF ADITYA

STORY OF ADITYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Peningkatan diri -peningkatan kekayaan / Tamat
Popularitas:159.4k
Nilai: 5
Nama Author: GANTENG KALEM

Hi teman, ini adalah karya pertama aku di noveltoon.

Disini saya hanya belajar menulis, dan saya hanya ingin sedikit bercerita, tentang perjalanan kehidupan, seorang Aditya Koesdiansyah.

Seorang pemuda tampan, yang menjadi tulang punggung keluarganya, setelah Dokter memvonis Ayahnya sakit.

Bagaimana kelanjutanya, tetep mampir di karya Author yang baru ini.

Karena insya Alloh Author akan rajin Update tiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GANTENG KALEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINCAU CINTA

"Tamunya mana?" tanya Ratna yang tidak melihat tamu di ruangan Luna.

"Dia sudah pergi." Luna kembali duduk di tempatnya.

"Ouwh, I ya Non. Adit permisi nunggu di tempat biasa aja ya, kalau Non Luna perlu sesuatu hubungi saya saja." Adit pamit dengan sedikit terlihat canggung.

"Ya sudah," Luna mengangguk memandang Adit yang kini keluar dari ruanganya.

"Hubungi saya saja ya," Ratna meniru apa yang di ucapkan Adit untuk menggoda Luna.

"Apaan sih kamu itu." Luna terlihat sedikit gugup di depan Ratna.

"Jujur kalian tuh cocok loh, yang satu gantengnya gak ketulungan, dan yang satunya lagi cantiknya juga udah tingkat kronis." Ratna melipat tanganya di dada.

Luna yang merasa malu dan tak tahan di goda Ratna, dirinya langsung mengambil sobekan kertas lalu meremas dan melemparkanya ke arah Ratna tapi Ratna langsung dapat menghindarinya.

"Kerja.. Kerja." ucap Luna dengan nada marah yang tidak serius.

"I ya, i ya." Ratna berlari keluar menghindari amukan Luna.

"Awas kamu loh," Luna duduk kembali di kursi kerjanya.

Sementara di lain tempat terlihat Abraham sedang duduk menunggu nunggu hasil penyelidikan anak buahnya.

"Cihhh, Sial, lambat sekali kerja kalian. Kerja begitu saja tidak becus." Abraham mendecih kesal.

Dan tak berselang lama, datang kepala security dengan membawa rekaman cctv yang telah di pinta Abraham sebelumnya.

"Cepat putar rekaman tersebut, aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah bajingan yang melakukan kekejianya pada anaku!" titah Abraham. Seraya menghampiri duduk dan mulai Menyimak rekaman cctvnya.

Brakkk..

"Memalukan sungguh memalukan." Abraham berdiri dan menggebrak mejanya karena merasa malu.

Ternyata semua ini murni kesalahan putraku David.

"Apa yang harus kita lakukan, Bos?" tanya kepala security pada Abraham.

Aku tidak boleh tinggal diam melihat anaku terkapar seperti ini. Walau bagaimanapun juga David adalah anak semata wayangku dan penerus keluarga Julian.

"Bos," panggil lagi kepala security pada Abraham.

Abraham tersadar dari lamunan sesaatnya.

"Dimana kepala Bodyguard sekarang?" tanya Abraham.

"Beliau pergi ke Aluna company Bos. Katanya ada sesuatu yang harus ia klasifikasi." jawab kepala security.

"Di saat seperti ini, dia malah tak ada. Sial." Abraham kembali mendecih kesal.

Dan tak berselang lama, kepala Bodyguard datang dan masuk ke ruangan Abraham dengan langkah sedikit membungkuk dan memegang pinggangnya.

"Hei, kenapa lagi kau. Kenapa dengan dirimu?" tanya Abraham pada kepala Bodyguard.

"Saya sudah bertemu dengan pelaku pemukulan putra anda, Bos." jawab kepala Bodyguard yang baru saja duduk dengan perlahan.

"Lantas, mengapa kau tidak menyeret kemari?" ucap Abraham sambil menggedikan kepalanya.

"orang itu sangat kuat dan pandai bela diri, Bos. Dengan mudahnya dia mengalahkanku dengan satu bantingan yang membuatku kini seperti ini." jelas kepala Bodyguard.

"Saya punya ide Bos," ucap salah seorang bawahan Abraham yang tiada lain adalah penasehatnya.

"Cepat katakan padaku!, apa idemu itu." titah Abraham.

Si penasehat menghampiri Abraham dan membisikan ide brilliantnya di telinga Abraham.

"Apa kau yakin semua ini akan berhasil?" tanya Abraham yang masih ragu dengan ide yang baru daja di dengarnya.

"Pasti, Bos." penasehat mengangkat jempol tangan meyakinkan Abraham.

"Baiklah, kau atur semuanya. Dan bawa orang itu hidup hidup ke hadapanku." titah Abraham.

Si penasehat memanggil kepala Bodyguard agar menghampiri dia untuk membicarakan ide brilliant dan langsung mengerjakanya.

"Bagus, cepat kau kerjakan tugasmu." ucap si penasehat sambil tersenyum.

"Bhua..ha..ha," Abraham tertawa terbahak bahak dirinya kini makin optimis dengan ide penasehatnya.

Hari itu tak banyak pekerjaan yang di kerjakan Aditya sebagai driver pribadi Luna. Dia hanya menemani makan dan kembali ke perusahaan, karena memang hari itu tak ada jadwal pertemuan penting dalam Job Luna sebagai Ceo Aluna company.

Waktu sudah menunjukan jam 3 sore, dan pekerjaan Luna pun telah selesai. Luna mengeluarkan ponsel di dalam tas dan menghubungi Aditya.

"Dit, tolong siapkan mobil ya. Sepertinya hari ini kita akan pulang lebih awal." pinta Luna pada Adit di dalam panggilanya.

"I ya, Non. Kalau begitu Adit tunggu di lobi." jawab Adit.

"Ok," Luna mengakhiri panggilanya.

Luna mematikan laptop dan membereskan meja kerja sebelum ia beranjak meninggalkanya.

"Beres deh," Luna bangun dan merapikan pakaianya.

Setelah selesai di mengambil tas dan meninggalkan ruanganya.

"Ratna, kalau sudah selesai. Kamu pulang saja ya, gak usah lembur." ucap Luna yang baru keluar dari ruangan dan jaraknya tak begitu jauh dengan Ratna.

"I ya siap, Bos."

"Ya sudah, saya tinggal dulu ya." Luna meninggalkan Ratna yang hampir selesai dengan pekerjaannya.

Di depan Lobi, Aditya sudah berdiri bersiap menyambut dan membukakan pintu untuk Luna.

"Silahkan Non." Adit membukakan pintu untuk Luna.

Luna berdiri tidak langsung masuk ke dalam mobilnya.

"Kenapa, Non?" tanya Adit.

"Buka pintu depan," pinta Luna yang langsung di kerjakan Adit walau sedikit heran.

Luna membungkuk dan masuk ke dalam mobil, kini ia lebih memilih duduk di samping Adit.

Adit menutup pintu dan memutar menuju bangku kemudinya.

"Tumben, duduk di depan Non." ucap Adit sambil menstarter mobilnya.

"Lagi pengen saja, Dit. Gak boleh ya?" Luna memandang dalam pada Aditya.

"He..he, Boleh atuh Non. Non Luna kan Bos saya. Aku mah apa atuh" ucap Adit sambil melajukan mobilnya keluar dari perusahaan menuju jalan raya.

Entah mengapa, wajah Luna seketika berubah setelah mendengar apa yang telah di ucapkan Aditya padanya.

Luna merasakan adanya tembok penghalang yang tinggi dan besar membatasi jarak antara Aditya dengan dirinya.

"Dit, Apa Galuh sudah pulang sekolah?" tanya Luna sambil menyenderkan kepalanya di head board.

Adit melihat jam digital yang berada di dashboard mobilnya dan memandang Luna.

"Kayaknya Belum, Non." jawab Adit.

"Memangnya kenapa Non, tumben nanyain Galuh?" telisik Adit.

"Emang gak boleh juga saya nanyain Galuh?" Luna memutar bola matanya dengan malas.

"Jangan BT gitu dong, Non. Bolehlah, lagian siapa juga yang larang." Adit sekilas memandang Luna dan beralih kembali pada jalanan yang di lewatinya.

"Dit, kita jemput Galuh dulu ya, dah gitu baru antarkan saya pulang." Pinta Luna dengan terlihat kurang semangat karena teringat ucapan Adit tentang Bos dan bawahannya.

Kenapa Non Luna keliatan murung ya?

Dan tak berselang lama, sampailah mobil yang di tumpangi Adit dan Luna di depan sekolah Galuh.

Dan tak sengaja pandangan Adit menangkap gerobak bertuliskan si ganteng kalem yang tiada lain adalah pedagang Es Cincau, yang kebetulan sedang mangkal di pinggir trotoar dan tak jauh dari gerbang sekolah Galuh.

Adit keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Luna.

"Ayo, Non. Sambil nunggu Galuh, kita nyeger dulu."Ajak Adit yang memandang Luna dan beralih memandang tukang cincau yang sedang mengipas dirinya.

"Nyeger, disana?" tanya Luna yang sedikit takut akan kebersihan dan kesterilan makananya.

"Non, insya allah bersih kok. Adit jamin, Yuk." adit meyakinkan Luna.

Luna mengangguk dan keluar dari mobil mengikuti Adit dari belakang.

"Mang, Es Cincaunya dua ya." pinta Adit yang baru saja datang.

Adit membersihkan bangku plastik dengan sapu tangan yang ia keluarkan dari saku celananya.

"Silahkan duduk, Non." ucap Adit yang baru selesai.

"Terima kasih, sayang." ucapan itu lolos dari mulut Luna tanpa di sadarinya.

"Sayang?" Adit yang kaget ia mengulangi ucapan Luna untuk memastikan apa yang ia dengar.

"Upss." Luna menutup mulut dengan telapak tanganya.

Ini mulut, beneran gak bisa di ajak kompromi. Bikin aku malu saja.

Beruntung tukang cincau datang dengan membawa pesanan yang di pesan Adit sebelumnya dan memberikannya pada Adit dan Luna.

Perlahan Luna dengan ragu dan sedikit takut menyendok cincau kedalam mulutnya. Namun itu ia urungkan.

"Ini," Adit menyendokan cincau ke mulut Luna dengan lembut dan penuh perasaan.

Luna mencercap rasa cincau yang terasa dingin dan manis dan kini bergerak masuk ke dalam tenggorokanya.

"Gimana, enak?" tanya Adit yang mencoba menyendok kembali untuk Luna.

"I ya, Dit. Rasanya dingin dan menyegarkan." Luna tersenyum dan kini bersiap membuka mulutnya untuk suapan yang kedua.

Setelah menyendokan pada Luna, kini Adit menyendokan cincau dan memasukan pada mulutnya.

Oh tuhan, Adit menggunakan sendok yang sama pada mulutnya, dan itu secara tidak langsung mulutku dan mulut Adit bersentuhan.

"Non, ini lagi." Adit menyuapkan cincau kedalam mulut Luna.

Luna terhenyak dan segera membuka mulutnya untuk menerima suapan Adit.

"Kenapa wajah Non, Luna merah?" tanya Adit yang merasa heran.

Luna menunduk malu dan tak berani menatap wajah Adit.

"Cieee cie..," Galuh datang menghampiri Luna dan Adit.

Luna mendongak dan tersenyum memandang Galuh yang kini duduk di sampingnya.

1
simon soemimprang
lanjut
Aguskasnawi Awilea
mampir dulu thor
Beby AMy
Sdah selesai ceritanya
Anonim
kok burung kenari 😂😂😂
ʰⁱᵃᵗᵘˢ 𝔰𝔦𝔟𝔲𝔨 𝔯𝔩
baru mulai baca .. lanjut
muhammad edy purnomo
finish??
CebReT SeMeDi
done
⃟Ꮓus_ℛιηι🌿
semangat akak
🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ
dah ninggalin jejak ya thor... lanjut
LINA
30 like and gift sudah mendarat, semangat up kk 🙂
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
done
🦁R14n@
Emang ga dilanjut lg cerita ini thor sdh lama ga up, ttp semangat👍👍👍
ciby😘
astaga typo si adit
ciby😘
uhhuuukkk si adik blom up ternyata
Beby AMy
Visual nya aldoz n galuh dong thor
muhammad edy purnomo
?????....masih lama thor...update nya?
kai
galuh yg kuatt...😔😔😔
🦁R14n@
yg ditgu sdh up tp pendek ceritanya thor, walau gt aku maklum author msh masa pemulihan, ttp sehat dan sll istrahat tpt wkt. sukses buatmu👍🙏
R⃟ Ratu𝓦⃟֯ ❀🌷🌷🐊
next
ciby😘
uhhhuuukkk luna ngasih kode dit🤭

semanhat bang😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!