Siapa yang menyangka akan berjodoh dengan seseorang dari masa kecil.
Rendra Adipramana seorang Presiden Direktur dari Perusahaan Adipramana Group. Perusahaan yang dikenal besar dan ternama mampu membuat orang iri dengan yang berhasil bekerja disana.
Berusaha memperbaiki masa depan dan memiliki pendamping hidup yang tepat itulah yang menjadi tujuan hidupnya. Melewati rintangan hidup tidak membuatnya menyerah walaupun di satu waktu Rendra berhenti berjalan karena sahabat yang selalu bersamanya meninggal dengan cara tragis.
Sampai Rendra akhirnya bertemu dengan seorang wanita dari masa kecilnya. Amelia Hanindayana yang ternyata adalah seorang bawahannya sendiri.
Bagaimanakah perjalanan kisah cinta Rendra dan Amelia?
Ikutin aku di Instagram ya, follow @amandyapasha
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Pasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Dia
"Oh iya kak, aku lupa." Raka pun berhenti melangkah dan menepuk dahinya. Amelia yang mendengar adiknya lupa pun ikut berhenti berjalan.
"Jadi, kamu selama empat hari ini belum memberinya air lagi?" Tanya Amelia memastikan.
"Iya belum kak. Hehe... " Jawab Raka tertawa sendiri.
"Kalau begitu ku pastikan tanamanmu itu gagal." Jawab Amelia sambil terus berlalu meninggalkan adiknya itu.
"Kakak terus aku gimana kak? Tugas percobaan menanamnya harus dikumpulkan minggu depan." Raka yang meminta belas kasihan sang kakak.
"Ya sudah kamu tinggal buat lagi saja. Sudah tahu caranya kan." Tanya Amelia yang sudah berada di dekat pintu hendak membuka pintu kamarnya.
"Sudah habis kak kacang hijaunya." Jawab Raka sambil menggaruk-garuk rambutnya.
"Habis?! Bukankah waktu itu masih banyak?" Tanya Amelia heran.
"Iya. Karena, baru saja kemarin malam kacang hijaunya dibuat bubur." Jawab Raka tanpa rasa bersalah tetapi tersenyum.
"Ya tuhan, kamu menyedihkan sekali dalam hal ini adikku. Belilah lagi kacangnya mudahkan." Jawab Amelia sambil masuk kamar dan hendak menutup pintu kamarnya.
"Siapa yang beli kak? Kakak saja yang beli keluar bagaimana?" Tanya adiknya yang kembali meminta tolong kepada kakaknya.
"Apa?!" Amelia yang tidak menyangka harus membantu adiknya sampai sejauh ini.
"Hehe..., mau ya kak?" Mohon adiknya.
"Hemm..., iya iya. Akan aku belikan." Jawab Amelia pasrah karena kasihan.
"Oke, sekarang ya kak. Terima kasih kak." Sahut Raka dan langsung pergi saja meninggalkan kakaknya untuk masuk ke dalam kamar.
Amelia yang masih berdiri di pintu kamarnya hanya diam mematung sambil menggelengkan kepalanya.
Semoga saja adik seperti dia hanya ada satu di dunia ini. Kalau sampai saja ada lebih akan ku bunuh kembarannya. Menyebalkan sekali. Batin Amelia kesal.
Amelia pun masuk ke dalam kamarnya untuk berganti baju. Amelia hanya memakai baju casual saja dan juga menyerap keringat karena hari ini cahaya mataharinya sangat terik.
Setelah siap ia mengambil tas dan juga hpnya. Tidak lupa membawa dompetnya juga. Ia meminta sopir rumah untuk mengantarkan dia ke toko tanaman.
Karena dalam pikirannya hanya terlintas toko yang jual tanaman saja. Jadi, semoga saja disana terdapat benih kacang hijau.
Di jalan Amelia hanya melihat kendaraan-kendaraan lainnya saja yang berlalu-lalang melalui jendela mobilnya itu.
Buukk!
Suara kepala Amelia yang terbentur jendela mobil karena mobil yang digunakan Amelia berhenti mendadak.
"Ada apa pak? Kenapa berhenti mendadak seperti ini?" Amelia yang sebenarnya kesal namun tetap menahan kekesalannya.
"Maaf nona, maafkan saya tidak sengaja. Karena di depan kami ada mobil yang tiba-tiba bannya pecah." Jawab sopirnya Amelia.
"Hemm..., apakah sebaiknya kita membantu orang itu atau tidak?" Tanya Amelia kepada sopir itu karena bimbang.
"Jika nona tidak keberatan kita bisa membantunya." Jawab Sopir itu sopan.
"Baiklah, bantu saja orang itu pak. Ayo kita turun." Amelia yang akhirnya memutuskan untuk membantu mobil orang itu yang bannya pecah.
Mobil Amelia pun di parkiran di pinggir jalan terlebih dahulu barulah mereka turun. Sopirnya Amelia sudah lebih dahulu turun dan menghampiri mobil yang ada di depannya itu. Sopirnya pun mengetuk kaca mobil orang itu sampai orang itu keluar.
Amelia yang baru turun menghampiri sopir yang sedang membantu membuka pintu mobil orang itu. Orang itu pun keluar.
Amelia menutup mulutnya karena kaget tidak menyangka saat melihat siapa yang keluar dari mobil yang bannya pecah tadi.
"Kak Rendra." Panggil Amelia yang melihat orang itu ternyata orang yang mengembalikan hpnya yang terjatuh di supermarket itu.
"Lho, Amel? Kamu sedang apa disini?" Tanya Rendra yang juga kaget dengan keberadaan Amelia.
"Aku tadi berada di belakang mobil kakak. Kita mau bantu kakak. Apa kak Rendra tidak apa-apa?" Tanya Amelia memastikan.
"Iya aku tidak apa. Kalian tidak perlu bantu apa-apa. Aku sudah menghubungi pihak truk derek." Ujar Rendra dengan tenang.
"Oh, baiklah. Kak Rendra benar-benar tidak apa-apa kan?" Tanya Amelia memastikan lagi.
"Iya aku tidak apa-apa." Jelas Rendra sambil tersenyum.
"Kalau begitu tidak apa kan kalau aku tinggal?" Tanya Amelia.
"Iya tidak apa." Jawab Rendra sambil mengangguk dan tersenyum kepada Amelia.
"Aku pergi dulu ya kak." Ucap Amelia sambil meninggalkan Rendra dan kembali ke dalam mobilnya.
"Kami tinggal dulu ya tuan." Ucap Sopir Amelia yang dari tadi hanya diam untuk menyimak.
Duh, kenapa aku tidak meminta nomor teleponnya tadi. Batin Rendra.
Sopir Amelia pun kembali masuk kedalam mobil di bagian kemudi mengarahkannya ke toko tanaman.
Sesampainya di toko tanaman Amelia langsung turun dan bertanya kepada penjual tanaman itu. Tukang tanaman itu pun mengarahkan Amelia ke rak tempat benih kacang hijau dijual.
Amelia membeli dua bungkus lalu membawa nya pulang ke rumah dan memberikannya kepada Raka. Setelah dibayar, Amelia kembali masuk ke dalam mobilnya dan berjalan kembali ke rumahnya.
Di rumah Amelia mencari Raka ke halaman belakang namin tidak ada. Ia pun menghampiri adiknya di kamarnya.
Tanpa mengetuk lebih dahulu ia langsung membuka pintu kamar adiknya itu.
Kreek!
Pintu kamar adiknya pun terbuka. Dilihatnya sang adik yang sedang bermain game online.
"Raka, ini aku sudah membelikan kacang hijaunya lagi. Mau aku taruh mana?" Tanya Amelia sambil memegang kantong plastik berisi dua bungkus benih kacang hijau yang baru saja dibelinya.
"Taruh di atas meja belajarku saja kak. Terima kasih ya. Apa aku harus mengganti uang kakak?" Tanya adiknya itu tanpa menoleh ke arah kakaknya dan tetap fokus bermain game online di hpnya itu.
"Tidak perlu aku ikhlas." Jawab Amelia sedikit malas.
"Tapi, kenapa itu terlihat seperti banyak sekali kakak belinya?" Tanya Raka heran dengan kantong plastik yang terlihat sedikit berat itu sambil menoleh sebentar ke arah kantong plastik itu.
"Iya aku membeli dua bungkus. Aku membeli banyak untuk antisipasi saja jika kamu ingin membuat buku kacang hijau. Jadi, kacang hijaunya tidak habis duluan." Jelas Amelia langsung beranjak keluar dari kamar adiknya.
"Oh, baiklah kak. Terima kasih ya Kak Amel yang cantik." Ucap Adiknya itu.
"Hemm." Amelia pun menutup kembali pintu kamar adiknya itu.
Amelia berjalan kembali ke kamarnya untuk istirahat. Ia masuk ke dalam kamar lalu menutup pintunya sekaligus menguncinya supaya tidak ada yang mengganggunya.
Ia mengganti bajunya dan membersihkan tangan dan juga kakinya sebelum naik ke tempat tidur. Amelia pun berbaring di atas tempat tidur.
Karena ia bosan ia mengambil hpnya dan mulai menggeser-geser lagi sosial media miliknya sambil sesekali tertawa sampai terpingkal-pingkal saat melihat sesuatu yang menurutnya lucu.
Setelah ia merasa lelah tertawa dan juga merasa ngantuk. Ia memutuskan untuk tidur siang dahulu baru nanti setelah sudah bangun ia akan makan siang.
Bersambung.
ah ...sudahlah nikmati aja baca ceritax ...hihihi