NovelToon NovelToon
Bingkai Surga Untuk Ellana

Bingkai Surga Untuk Ellana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:623.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rasti yulia

"Aku sudah menutup semua pandanganku untuk dunia yang sementara ini, Ellana. Aku sudah buta, buta akan keindahan yang tersaji di luar sana. Jangan paksa aku untuk melakukan sesuatu yang memang tidak ingin aku lakukan. Jangan paksa aku untuk menjadi seorang suami yang tidak pernah bisa mencium aroma surga karena tidak bisa berlaku adil."

***



Ketika Allah menunjukkan kasih sayangNya dengan menggubahkan segores ujian di dalam bahtera rumah tangga, mungkinkah cinta itu masih tetap terbingkai utuh? Sanggupkah sepasang suami istri menjalani ujian itu dengan penuh keikhlasan? Dengan selalu berpegang teguh pada janji Allah bahwa akan ada surga bagi orang-orang yang sabar dan ikhlas?

Dan ketika sebuah janji telah terikrar untuk sehidup sesurga bersama seorang wanita yang telah ia pilih untuk ia jadikan pendamping hidup, mungkinkah janji itu akan tetap terjaga, meskipun pendampingnya kini sudah tidak lagi sempurna? Masihkah surga itu tetap terbingkai indah di dalam kehidupan mereka?


Rama Gilang Pradana bersama Ellana Alessia Safaraz Ismail akan memulai kisah mereka di sini. Sosok dua manusia yang mendamba surga dalam perjalanan cinta mereka.


Slow Update

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasti yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beri Aku Sedikit Waktu

Keempat pasang mata milik orang-orang yang mendengar penuturan Rama sama-sama terbelalak dan membulat sempurna. Mereka didera oleh rasa terkejut setengah mati. Bola mata mereka menatap satu titik yang sama yaitu wajah pemuda yang baru saja dengan lantang menyampaikan niat baiknya. Suasana hening tercipta, karena mereka semua hanya bisa terperangah dengan bibir yang sama-sama terbuka dan membentuk huruf O.

Pemuda tampan nan sholeh itupun juga sedikit keheranan. Ia benar-benar tidak menyangka jika apa yang ia ucapkan akan menyisakan sebuah efek. Efeknya, membuat sebuah keluarga yang baru sebentar ia kenal dipenuhi oleh keterkejutan yang luar biasa seperti ini.

"Om, Tante, mas Al, El!"

Rama terpaksa harus mengabsen nama-nama yang ada di hadapannya ini satu persatu. Tentunya untuk memangkas segala keterkejutan yang mereka rasakan. Mereka sama-sama mengerjapkan mata dalam ritme yang sama. Seolah bersama-sama meraih kesadaran masing-masing yang baru saja hilang entah kemana.

Rama menelisik wajah-wajah yang ada di depannya ini dengan perasaan yang sukar diartikan. Ia sedikit khawatir jika apa yang ia katakan malah justru menyisakan kesan yang kurang baik terhadapnya.

"Hahahaha... Ram... Ternyata candaan kamu di dalam bus kemarin masih berlanjut?"

Untuk menutupi kegugupannya, Ellana berupaya semaksimal mungkin menganggap bahwa apa yang dikatakan oleh Rama itu hanyalah candaan. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini jantungnya kembali berdegup kencang tiada beraturan.

Rama hanya bisa tersenyum tipis. Meskipun saat ini posisinya sebagai seorang lelaki yang tengah mengutarakan niat baiknya, namun ia sama sekali tidak merasa gugup sama sekali. Pembawaannya tenang bahkan jauh terlihat lebih jantan. "Maaf El, namun sepertinya aku tidak sedang bercanda. Aku benar-benar memiliki niat baik untuk mempersunting mu."

"Maaf nak Rama, apakah ini semua tidak terlalu cepat? Bukankah kamu dan Ellana baru beberapa hari saja saling mengenal?"

Arsyad benar-benar tidak menyangka akan mendapati kejadian yang begitu mengejutkan seperti ini. Rama, satu-satunya seorang pemuda yang baru sekali dipertemukan dan berani melamar sang putri dihadapannya secara langsung. Berbeda dengan laki-laki yang pernah menjalin hubungan dengan sang anak. Mereka lebih banyak menghindar jika akan bertemu dengannya.

"Saya rasa akan lebih baik seperti itu, Om. Itu semua untuk menghindari fitnah."

"Tapi Mas, bukankah kalian baru saja saling mengenal? Pastinya belum terlalu mengenal satu sama lain bukan?"

Al yang sedari tadi terdiam, kini ikut menimpali perkataan sang papa. Sangat sulit dipercaya jika seorang pemuda yang belum lama bertemu dengan sesosok wanita, tiba-tiba memiliki rencana untuk melamar wanita itu.

Masih dengan seutas senyum yang terlukis di bibirnya, Rama terlihat begitu tenang menanggapi pertanyaan dari Al. "Aku dan Ellana bisa lebih mengenal satu sama lain setelah menikah Mas. Bukankah akan jauh lebih baik jika kami pacaran setelah menikah? Dengan begitu apapun yang kami lakukan bisa bernilai ibadah?" Rama mengedarkan pandangannya ke arah Ellana yang saat ini tengah terpaku mendengar setiap ucapan yang keluar dari bibirnya. "Bukan begitu, El?"

Blush.....

Ucapan Rama sukses membuat pipi Ellana bersemu merah. Kata-kata itu terdengar begitu sederhana namun jika dipahami secara detail, menyimpan sebuah makna yang begitu dalam dan begitu manis. Wanita mana yang tidak ingin diajak mencari pahala dengan cara-cara yang dihalalkan oleh sang maha cinta? Yang membuat apapun yang mereka lakukan bernilai ibadah? Genggaman tangan, pelukan, ciuman bahkan saling mereguk kenikmatan yang tersimpan di dalam diri pasangan yang sebelum adanya Ikatan pernikahan merupakan setitik dosa, akan berganti menjadi pahala yang berlipat ganda ketika janji suci itu telah terikrar.

"A-Aku...."

Ellana hanya dipenuhi oleh rasa takjub yang terlalu mendominasi. Ia bahkan belum bisa memberikan jawaban apapun akan niat baik yang disampaikan oleh Rama. Ingin rasanya ia menjawab 'iya, aku bersedia' namun rasanya, masih banyak hal yang harus ia lakukan untuk memantaskan diri, agar pantas menjadi pendamping hidup Rama.

"Bagaimana Om, Tante? Apakah Om dan Tante memberikan restu jika saya berniat mempersunting putri Om dan Tante yang bernama Ellana Alessia Safaraz Ismail ini?"

Arsyad dan Arumi saling melempar pandangan. Di dalam sudut hati wanita paruh baya itu sebenarnya tersimpan rasa bahagia yang teramat sangat, mengingat apa yang menjadi keinginannya memiliki seorang menantu seperti Rama, seketika langsung di ijabah oleh Allah. Namun semua kembali lagi kepada Ellana sendiri.

Arumi menghela nafas dalam. "Tante benar-benar merasa terhormat mendapatkan kejutan seperti ini dari kamu Nak. Wanita mana yang tidak ingin dipersunting oleh lelaki sempurna seperti kamu ini? Tante dan Om menyerahkan semuanya kepada Ellana. Karena kalian lah yang akan menjalani kehidupan pernikahan jadi apapun yang akan menjadi keputusan El, itulah yang akan kami lakukan."

"Saya juga hanya seorang lelaki yang penuh kekurangan, Om, Tante. Oleh karena itu, saya berniat mempersunting Ellana untuk menyempurnakan apa yang ada di dalam diri saya. Dan menyempurnakan separuh dari ibadah saya."

Bukan Rama Gilang Pradana namanya jika setiap ucapannya tidak membuat meleleh bagi siapapun yang mendengarnya. Kata-kata sederhana yang menyimpan sejuta makna di dalamnya.

Arsyad menautkan pandangannya ke arah sang anak. "El, bagaimana? Apakah kamu menerima pinangan dari nak Rama?"

Ellana mengedarkan pandangannya ke seluruh manik mata orang-orang yang berada di dalam ruangan ini. Nampak di mata papa, mama dan saudara kembarnya ini binar kebahagiaan yang terpancar jelas. Mungkin rasa bahagia karena salah satu anggota keluarga mereka yang baru saja mengalami kandasnya sebuah hubungan percintaan di tengah jalan, kini tiba-tiba datang seorang pemuda yang dapat menjadi penawar luka. Dan rasa bahagia karena jika ia menerima pinangan dari pemuda ini, ia akan segera melepas masa lajangnya.

Ellana menghembuskan nafas perlahan. Ia memberanikan diri untuk menatap mata indah milik pemuda tampan yang duduk di hadapannya ini. "Ram... Bolehkah aku menanyakan sesuatu kepadamu?"

Rama mengangguk. "Silakan El! Apa yang ingin kamu tanyakan?"

"Apa yang membuatmu yakin untuk meminangku? Kita baru saja saling mengenal, dan pastinya kamu tahu bukan, aku ini wanita seperti apa? Apa alasanmu memilih aku untuk menjadi pendamping hidupmu?"

Rama tersenyum simpul sembari membalas tatapan mata Ellana dengan tatapan mata teduh. "Jika aku mengatakan bahwa aku telah jatuh hati kepadamu, apakah kamu akan percaya?"

Ellana terkesiap. Selama ini sebuah ungkapan jatuh cinta pada pandangan pertama adalah sesuatu yang sangat sulit ia percaya, kini hal itu justru ia alami sendiri. "Tapi apa alasanmu Ram? Apa alasan kamu jatuh hati kepadaku?"

"Aku tidak memiliki alasan apapun untuk jatuh hati kepadamu, Ellana!"

Wanita berusia 28 tahun itu semakin terperangah. Ia bertanya-tanya di dalam hati, apakah mungkin seseorang jatuh cinta kepada lawan jenisnya tanpa memiliki alasan apapun.

"M-maksud kamu bagaimana Ram?"

Pembawaan Rama masih terlihat begitu tenang. Bahkan mungkin ia akan siap dengan apapun yang akan menjadi jawaban dari Ellana.

"Aku jatuh hati kepadamu tidak ada satu alasan pun yang mendasarinya." Rama menghela nafas dalam sebelum ia lanjutkan kembali ucapannya. "Jika aku jatuh hati kepadamu karena kamu cantik, rasa cinta itu pasti akan memudar ketika kamu tidak cantik lagi. Jika aku jatuh cinta kepadamu karena kamu baik, rasa cinta itu pasti akan pupus saat aku melihat bahwa dalam dirimu ada satu sifat yang kurang baik. Dan jika aku jatuh cinta kepadamu karena kamu adalah wanita yang sempurna, rasa cinta itu pasti akan menghilang saat kamu tidak lagi sempurna. Cintaku untukmu tidak beralasan, Ellana. Aku mencintaimu karena Allah telah menganugerahkan rasa cinta ini untukmu. Aku mencintaimu karena aku ingin mengajakmu bersama-sama menjalani masa depan kita sebagai sepasang manusia yang terikat oleh ikatan suci bernama pernikahan. Tentunya untuk membingkai sebuah surga di dalam kehidupan kita."

Lolos sudah bulir bening yang sedari tadi sudah menganak sungai di pelupuk mata Ellana. Semakin ia mencerna kata-kata yang keluar dari bibir Rama, maka hanya menyisakan sebuah ketulusan yang tersirat di dalamnya. Arumi, yang kebetulan duduk di samping sang anak juga dipenuhi oleh rasa haru yang begitu luar biasa. Entah bagaimana cara orang tua Rama mendidik pemuda ini. Yang membuatnya menjadi sosok lelaki penuh kelembutan, bertutur kata halus, santun dalam berperilaku dan membuat hati siapapun merasa teduh ketika melihat sorot matanya.

Arumi ikut menitikan air mata. Ia tarik tubuh Ellana untuk berada di dalam dekapannya. Sambil memeluk sang anak, wanita paruh baya itu menautkan pandangannya ke arah Rama. "Bagaimana dengan keluarga mu, Nak? Apakah mereka tahu bahwa kamu memiliki niat baik untuk meminang putri Tante ini?"

"Mengenai pendamping hidup yang akan saya pilih, seluruh keluarga saya sudah menyerahkan semuanya kepada saya sendiri, Tan. Kemarin Ellana juga sudah sempat bertemu dengan ayah, bunda dan adik-adik saya. Tante bisa bertanya langsung kepada Ellana bagaimana cara mereka menyambut Ellana."

"Apakah keluarga nak Rama menyambut kedatanganmu dengan baik, Sayang?"

Masih di dalam dekapan sang bunda, Ellana menganggukkan kepalanya. "Iya Ma. Keluarga Rama begitu baik dalam memperlakukan El. El merasa berada di tengah-tengah keluarga El sendiri."

Arumi menganggukkan kepalanya. "Lalu bagaimana, Sayang? Apakah kamu menerima pinangan nak Rama?"

Rasa bimbang kembali menggelayut manja di dasar hati Ellana. Di satu sisi ia ingin langsung menerima pinangan Rama mengingat usianya saat ini yang sudah tidak lagi pantas untuk bermain-main dalam sebuah hubungan percintaan tanpa memiliki komitmen yang jelas. Namun di sisi lain, ia masih merasa rendah diri. Ia merasa belum pantas untuk menjadi pendamping hidup pemuda sholeh yang duduk di hadapannya ini. Ellana masih ingin memantaskan diri terlebih dahulu, sebelum ia benar-benar menyandang gelar sebagai nyonya Rama Gilang Pradana.

Ellana melerai sedikit pelukannya dari tubuh sang bunda. Badannya kembali tegap dan ia kembali menatap Rama. "Beri aku sedikit waktu untuk memikirkan ini semua Ram. Masih banyak hal yang harus aku pertimbangkan sebelum aku memberikanmu keputusan."

Rama tersenyum penuh arti. "Lakukanlah jika menurutmu itu yang terbaik. Aku akan menunggumu, Ellana!"

.

.

. bersambung....

Hehehe belum dijawab juga oleh Ellana.. Sabar ya kak.. Dia juga masih insecure dengan dirinya sendiri. 😅😅

Terimakasih banyak sudah berkenan singgah ke cerita Bingkai Surga ini ya kak.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar di setiap episodenya ya. dan bagi yang punya kelebihan poin bolehlah kalau mau disumbangin ke author dengan klik bunga atau yang lainnya. jika punya tiket vote boleh juga jika ingin disumbangin ke author, hihiihii. dan jika menurut kakak-kakak cerita ini menginspirasi, boleh juga jika di share kepada teman-teman kakak semua..🤗🤗

Happy reading kakak..

Salam love, love, love❤️❤️❤️

🌹Tetaplah yakin setiap cerita yang ditulis sepenuh hati, akan mendapatkan tempat di hati masing-masing para pembaca🌹

1
Heryta Herman
mantap nian ucapan Rama..langsung mengena di hati El,bahkan kita para pembaca kisahmu thor..
lanjut thor...
Heryta Herman
aku mampir lagi mba,ini novel ke 2 mu yg aku baca mba author...
Heryta Herman
Rama itu jodohmu yg sebenarnya El...bersabarlah...dan semangatlah meniti hari dpn mu...yg akan indah pada waktunya...
ika
cantik bgd...
Renesme
Bagus. Mengandung hikmah 👍👍👍
Muhammad Alfan
Alhamdulillah bahagianya yg mau punya baby ..bagus mba othor ceritanya amazing banget suka sekali..semangatt tp maaf ya mba othor itu yang sujud syukur bagusnya kan dirumah punya wudhu dulu terus ada niatnya jg ya mba othor bukan disembarang tempat ..bukan begitu kan mba othor sujud syukur itu kan tandanya kita bersyukur atas anugrah yg diberikan oleh Allah ..maaf ya mba othor ini mah cuma kasih masukan aja semoga ada msnfaatnya ya ...sehat selalu buat mba othor ..dari pertama baca part 1 jg aku sudah suka banget ..
Muhammad Alfan: ya mbak thor ga apa kita saling koreksi aja..maaf ya mbak othor
total 2 replies
Riska Wulandari
ketemu jodoh nih..
Lina Suwanti
🤣🤣🤣
Lina Suwanti
bikin ngiler doank🤤🤤🤤😁
Ka'Unna
semangat kak😍jangan lupa mampir y kak
Sriza Juniarti
lanjutkan rama💕
Diana Budhiarti
ha ha lucu m gemes deh
Diana Budhiarti
duhhh jangan lama lama El..
Diana Budhiarti
Allah pasti mengampuni semua dosa dan kekhilafan hambanya
Diana Budhiarti
mhmm...idaman banget ganteng n Sholeh ya si Rama
Sriza Juniarti
semngat kk,selalu berkarya...bagusss..aku suka💕🥰
Ainuria Maulida Pw
ceritanya bagus bgt 💖
Agus Niati
keren
Anonim
S😢
Renjana
Kerenlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!