Rianna, yang sudah memasuki semester akhir sekolah. Yang tidak percaya akan sebuah cinta. dapatkah dia jatuh cinta, dan mempercayai akan sebuah cinta..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranti Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 20
Di festival banyak banget orang, Bayu sama Dina sudah kabur kemana tau, sedangkan kak Rudi katanya mau beli cumi bakar meninggalkan kita berdua. Aku sama Mori.
" Kamu mau beli apa, di sini setiap tahun atau setiap musim panen pasti ada festival jadi menu makanan nya kebanyakan hasil laut. " Ucap mori menjelaskan.
Aku pun mengangguk.
Mori tahu banyak soal festival. Tentu saja Mori yang dulu tinggal selama 7 tahun, dia selalu dateng ke festival ini. Laut sudah menjadi rumah bagi dia.
Rianna yang tampak kelelahan, tubuhnya penuh keringat, dia menutup matanya sebelah sambil menarik nafas yang terputus-putus.
" Hahh... Kamu jalannya pelan-pelan aku sudah gak kuat lagi, haus bangat. " Ucapku sambil ter' engah-engah.
Bibir Mori terangkat dan senyum.
" Tunggu lah kamu d sini aku beli minum dulu. " Ucap Mori.
Aku cuma mengangguk kecil.
Kenapa di cuaca sepanas banyak bangat orang, siang bolong gini, kenapa kita harus ke sini si. Pikirku.
Rianna yang kehausan sampai tenggorokan nya terasa kering, keringat nya bercucuran.
" Nihh minum lah.. " ucap mori sambil menyodorkan tangannya yang memegang air mineral.
" Kita dari tadi muter-muter terus kamu gak laper apa. " Ucap Mori sambil memegang perutnya, iya hari dah siang dan hampir sore perut kamipun keroncongan.
" Ayo kita makan. " Ucapku sambil melangkah pergi. Kita mampir ke satu-satu stand dan coba makan satu-satu.
" Ayo kita cari tempat duduk, panas bangat. " Ucap Mori sambil bawa makanan kiri kanan.
" Beli sebanyak itu yakin abis. " Ucapku ledek.
Tiba-tiba saja wajah Mori memerah.
" Tentu saja aku kan laki-laki makan ku pasti banyak. " Sambil memalingkan wajahnya.
Sore harinya kita semua berkumpul, Dina dan Bayu sudah belanja banyak banget, kak Rudi pun menyusul.
Selesai kita ber' senang-senang. Kitapun harus kembali ke rumah.
Di perjalanan kita tertidur pulas, karna kecapean. Semampai nya di rumah aku pamit kepada semua.
Sampai rumah langsung mandi, terus tiduran di kasur sambil main hp.
" Ahh habis mandi enak bangat. " Akupun sambil melempar kan diriku ke kasur.
Tiba-tiba ada pesan dari Mori.
( Sudah tidur ) Mori
( Belum sebentar lagi, kenapa. ) Rianna
( Tidur gih, kamu pasti capek ) Mori
( Ok... ) Rianna
( Good night. ) Mori.
( ^_^ ) Rianna
Sejak kita kembali dari villa kita sering chatting ngan, ya obrolan kita kadang suka gak pending, Mori yang setiap malam selalu ucapkan good night.
Seakan aku sudah biasa ngobrol dengannya kadang juga kita pergi nonton berdua, entah sejak kapan aku jadi selalu menunggu kabar darinya.
Tapi hari ini Mori entah pergi kemana dia tidak ada kabar, aku khawatir, perasaan tidak tenang pun menyelimutiku.
Tiba-tiba TLP ku berdering.. sontak aku ambil aku berharap itu Mori. Tapi ternyata Dina.
" Iya kenapa Din " jawabku dengan suara datar.
" Kamu ko gak senang si aku tlp, hayo kenapa? " Ucap Dina sambil merengek.
" Entahlah Din, aku bingung dengan perasaan ku, kami sudah terbiasa ngobrol bersama, chatting ngan, tapi hari ini dia tidak bales chatting, aku jadi gundah gak jelas. " Ucap ku sambil memegang jidat.
" Kamu tau sekarang kamu keliatan kayak apa.? Kaya cewek yang khawatir karena cowoknya gak bales chat. "
" Hahh.. " sontak akupun kaget pipiku sampai memerah dan salah tingkah.
ato lanjut seasen 2 nya gt?
aukaes trs tuk karya2nya thor 💕💕💕💕
sukses...semangat