(update sesuai mood)
🚫SEBELUM MEMBACA ALANGKAH BAIKNYA FOLLOW DULU AKUN AUTHOR AMATIRAN INI🚫
______________________________
Bila kehidupan ini mengajarimu cinta, maka pengalaman mengajarimu siapa yang kamu cintai dan situasi mengajarkan siapa yang selalu mencintaimu. Begitulah kurang lebih kehidupan mereka saat ini.
Semesta buat mereka kembali bertemu. Menyatukan apa yang belum menjadi satu dan padu. Mengerti dan memahami masa lalu yang pilu. Ada yang membantu dan dibantu keluar dari rasa sakit yang tak pernah bersurai temu. Keduanya akan tetap menyatu walau permasalahan mengiringi kisah kedua insani itu.
____________________________
🚫Mohon maaf bila ada kesamaan tokoh, latar ataupun tempat. Karena itu murni ketidaksengajaan🚫
⛔DON'T COPY MY STORY⛔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itachi Nurjannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 20
Jika anda menyukai bagian ini, silahkan pertimbangkan untuk memberikan: like, comment and vote boleh juga.
...*...
...*...
...*...
Arsenio Randy Yosep
Gimana pun caranya aku harus batalin perjodohan yang direncanakan oleh mami dan papi kalau ga mau hidup aku hancur. Lagian mami sama papi ada-ada saja pakai jodohin aku sama orang yang sama sekali ga aku kenal. Bagaimana jika perempuan yang dijodohkan denganku adalah cewe matre? Kan bakal besar urusannya.
Dan seperti yang ku katakan tadi aku harus batalin perjodohan ini. Apa aku bayar cewe aja yah buat jadi pacar sekaligus calon istri? Tapi kalau papi sama mami tau bisa abis aku. Ada apa denganku?
Labih baik aku ke kantor daripada telat karena memikirkan cara untuk membatalkan perjodohan ini.
Tiba di perusahaan, randy langsung bergegas ke ruangannya tanpa membalas sapaan para karyawan yang menyapanya terlebih dahulu. Ia pagi ini hanya kesal karena masalah perjodohan yang direncanakan oleh kedua orang tuanya tanpa sepengetahuan dirinya. Randy benar-benar tidak suka dijodohkan karena kesannya seperti ia tidak laku saja. Andika yang melihat mood boss nya sama sekali tidak bagus sudah bertekad agar tidak banyak berbicara banyak hal atau itu akan membuat boss nya tersinggung yang akan berakibat fatal terhadap fisiknya.
"Andika, beri aku saran. Bagaimana cara aku menolak perjodohan ini tanpa membuat mami papi sedih?" tanya randy ke andika.
"Kalau masalah kayak gini sorry bro. Aku tidak bisa bantu. Mending jalanin aja dulu pernikahannya, mana tau lama kelamaan bakal cocok. Lagian semua ini salah dirimu sendiri Ran. Kau semalam pergi ke club hampir bermain dengan para wanita-wanita jalang. Jika kau tidak melakukan hal itu semalam, pasti papi juan dan mami mikha tidak akan mencampuri masalah wanita pilihan masa depanmu. Padahal kau juga tau jika papi juan selalu memantau dan memata-mataimu dari jauh. Saran aku sih, mending pasrah dan terima aja". Andika menjawab dengan sok bijak.
Randy yang mendengar jawaban dari andika pun semakin tidak membaik. Bukannya memberi saran, andika malah menjatuhkannya ke dalam lobang kesengsaraan. Bagaimana mungkin ia harus menerima pernikahannya dengan seorang wanita yang tak dikenalinya. Tidak, randy tidak akan menerima pernikahan ini. Ia harus mencari cara agar perjodohannya dibatalkan.
Seketika randy bangkit dari kursi kebesarannya. Ia ingin berjalan-jalan mencari angin terlebih dahulu agar pola pikirannya kembali Fresh dan tenang. Tak lupa randy menyerahkan dan mempercayakan semua berkas-berkas penting kepada andika.
Andika yang seperti biasa, selalu bertanggung jawab untuk semua masalah perusahaan randy pun menerimanya dengan senang hati. Karena menurut andika, lebih baik randy pergi untuk menenangkan diri daripada melampiaskan semuanya ke dirinya.
Malang sekali nasibmu Andika :(
*****
Saat ini yuki seperti biasa bekerja dikantor seharian penuh. Ia sudah terbiasa dengan semua tumpukan-tumpukan dokumen penting yang semuanya adalah hasil kerja kerasnya sebagai seorang sekretaris sekaligus juga sebagai pembantu kakaknya dalam menjalankan proyek-proyek. Kakaknya akan selalu datang sambil menumpuk berkas-berkas kepadanya. Katanya agar ia terbiasa saat mengelola bisnis keluarganya. Yuki tidak lagi menolak atau beralasan untuk tidak menerima tumpukan-tumpukan berkas tersebut dari sang kakak karena menurutnya, bekerja adalah bagian dari hidupnya sekarang. Yuki akan fokus ke kariernya untuk saat ini.
Yuki melirik jam yang ada di dinding ruangannya. Ia pun pergi untuk menemui sang kakak. Di sana ia melihat bagas dengan tumpukan-tumpukan kertas yang membuat bagas lebih sibuk darinya. Ini adalah pertama kalinya ia masuk ke dalam ruangan bagas.
"Kau mengejutkanku" kaget bagas melihat sosok yuki yang datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Maaf kak. Yuki buru-buru" ujar yuki merasa bersalah atas tindakannya yang dapat membuat kakaknya hampir terkena serangan jantung.
"Hmm. Ada hal penting apa kau kemari?" Tanya bagas kemudian.
"Begini kak. Yuki mau keluar sebentar. Ada satu teman yuki dari kanada yang mau yuki jemput dibandara. Soalnya semalam ia meminta yuki untuk menjemputnya. Plisss" yuki meminta izin ke sang kakak sambil mengedipkan matanya tanda berharap agar kakaknya mengizinkannya.
"Cewe atau Cowo?" tanya bagas singkat + dingin.
"Ya cewe lah kak. Kenapa kakak malah bertanya seolah kakak sedang dilanda kecemburuan" yuki berkata dengan sangat percaya diri.
"Cemburu?" tanya bagas tak percaya dengan apa yang dikatakan yuki terhadapnya.
"Iya, cumburu. Bukankan pertanyaan aneh seperti itu akan di utarakan oleh sepasang kekasih? Dan kakak malah mempertanyakan hal itu ke adikmu. Hmmm. Ternyata kakak diam-diam menyukaiku kan?" kata yuki sambil menaik turunkan alisnya.
Bagas seketika memerah mendengar perkataan yuki yang terlalu berterus terang. Saat bagas ingin mengatakan sesuatu, yuki menyelanya.
"Kak bagas jangan masuk kan ucapan yuki ke dalam hati yah! Yuki hanya bercanda. Yuki tau, kak bagas menanyakan hal itu karena tidak ingin yuki salah pergaulan dan dapat memilih teman yang salah. Kan tidak ada pertemanan dia antara pria dan wanita yuki memakai prinsip itu. Jadi selama di kanada, yuki hanya berteman dengan para wanita. kakak tenang saja dan tidak usah khawatirkan yuki seperti anak kecil.
Oke, kalau gitu yuki pamit dulu. Terima kasih atas izinnya kak bagas untuk yuki keluar sebentar menjemput teman yuki". Pamit yuki tanpa mendengar persetujuan dari bagas.
Jangan tanya kondisi bagas yang sudah merasa pias dan kesal dengan sosok yuki yang berani bergurau dengannya.
"Aku pikir dia...Hallah, untuk apa aku pikirkan" kata bagas kemudian.
Yuki langsung ke tempat parkiran. Setelah itu pergi dengan mengendarai mobilnya menuju ke bandara tempat janjian dengan temannya. Tapi yuki tak menyangka, di pertengahan jalan mobilnya akan di hadang oleh beberapa preman. Andai saja yuki tau akan begini kejadiannya, ia pasti akan lebih memilih menunggu kemacetan dijalan raya di banding memilih jalan pintas yang akan membahayakan nyawanya.
Para preman mulai menggedor-gedor kaca mobilnya dan menyuruh dirinya untuk turun. Yuki mencoba mencari benda pipih, saat ini ia ingin menghubungi sang kakak. Agar ia terselamatkan. Tapi nomor kakaknya tidak bisa yuki hubungi sehingga ia pasrah dengan keadaan. Dengan tersisa sedikit keberanian, yuki mencoba untuk membuka pintu mobilnya.
"Kalian ingin apa? Apa uang yang membuat kalian jdi orang yang tidak manusiawi? Jika benar, aku akan memberikannya. Tapi dengan syarat, kalian tidak boleh menggangguku" yuki mencoba untuk bernegosiasi.
"Kami memang butuh uang. Tapi dengan melepaskan wanita cantik sepertimu itu pasti akan sangat rugi sekali" sahut salah satu preman yang membuat preman lainnya tertawa menjijikkan dimata yuki.
Yuki mencoba mundur beberapa langkah. Namun para preman dengan gerak cepat menangkapnya.
"Lepaskan aku. Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu. Seseorang, tolong aku" teriak yuki.
"Teriak saja. Tidak ada orang yang akan menyelamatkanmu gadis. Jadi, menurutlah" kata salah satu preman yang membuat yuki semakin bergidik ngeri.
Yuki mencoba meronta-ronta saat salah satu preman ingin mencium nya. Tapi, tak lama setelahnya seseorang datang untuk menyelamatkan nya. Sehingga para preman tersebut kabur setelah kalah telak beradu fisik dengan sang penolongnya.
"Haduh, terima kasih banyak" cicit yuki ke sosok pria yang belum menoleh ke arahnya.
Tak lama kemudian, pria tersebut menoleh ke arah yuki dengan cengir yang menyebalkan menurut yuki.
"Ternyata kau adalah penyelamatku. Lagi- lagi kau yang membantuku randy. Aku benar-benar berterima kasih padamu" kata yuki sambil meninju pelan pundak randy. Sedangkan randy hanya terdiam untuk beberapa saat sambil memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian, randy berujar dengan nada serius.
"Oh ya? Bagaimana kau akan berterima kasih padaku kali ini? Katakan!"
"Emang kau menginginkan balasan apa dariku randy? Katakan saja, aku akan mengabulkannya untukmu. Kau ingin mobil? tinggal dipilih. Kau ingin uang? katakan jumlah nominalnya. Pokoknya keinginan penyelamatku pasti akan ku kabulkan" kata yuki bangga.
"Aku tidak butuh harta keluargamu. Aku hanya minta agar kau mau menikah denganku. Bagaimana?" kata randy kemudian.
"AAAPAAAA!" - yuki
- TBC -
(^_^)😁