"Slebor banget sih jadi orang?" -Delta
"Emang kayak elo? Udah jalan kek Putri Keraton, muka kayak es batu, mana galak lagi. Gak akan ada cewek yang mau sama lo, gue jamin!" -Alpha
Alpha si cewek slebor dengan bentuk super abstrak. Baju berantakan, rambut diikat asal-asalan dan yang paling penting, dia manusia paling kikir sedunia!
Delta dengan sifat batu dan antisosial, tidak ada yang boleh menyentuhnya karena bisa ditebasnya habis-habisan, wajah dingin dengan aura mencekam di sekitarnya membuat semua orang tidak mau berinteraksi cowok itu.
Hingga Alpha membalikkan semuanya.
"Gue bakal buat lo jatuh cinta sama gue! Ingat itu baik-baik!" -Alpha
"Ogah." -Delta
Ngalahin Sang Raja Es? Emang bisa?
Ice Breaker started
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackblue_re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 | Adiba Love Story
Gue beranjak menuju kursi Delta, sesuai janji gue tadi ngasih dia susu kotak. Kek anak kecil, anjir tapi gak apa lah yang penting gue udah nepatin janji.
"De, ini susu kotaknya," kata gue walaupun tahu dia lagi bobo ganteng di mejanya. Gak lama gue lihat dia bergerak, ngambil susu kotak yang gue taruh di sisi mejanya lalu menyimpannya di bawah kolong meja.
"Pfffttt..." gue ketawa tertahan, asli kayak anak kucing. Boleh dikardusin gak sih? Gemes banget.
"Ini... Punya gue," ucap Delta dengan suara serak, entah dia ngigau ataup enggak tapi wajah dia beneran kalem.
Deg.
Eh jantung lu kenapa sih?
Tiba-tiba gue ngerasa kangen, hangat dan entahlah ada sesuatu yang membuat gue kehilangan.
Arrrghhh!!!!
"Cieee!!!"
"Apaan sih nih jenglot semua?!!"
Tanpa diduga Adiba yang nyatanya tukang ghibahin orang sekarang jadi bulan-bulanan mahkluk jenglot di kelas berbasis bacoet is life style.
"Kenapa sih kalian?" geram Reff yang paling eneg sama keributan. "Itu loh Reff, ada yang bertepuk sebelah tangan... Yah gak Zel?" goda Saga melirik Adiba lalu Hazel bergantian.
"Berisik lu monyet!"
"Eh, sans bro jangan panik. Kita tahu kok gimana perasaan lo."
"Apaan sih?!! Gak jelas!"
Oh, sudah saya dugong.
Si curut fal in luv sama cewek bodo-amat, Hazel.
"Iya, kayak perasaan lo Adiba. Gak jelas!" celutuk gue makin meramaikan suasana. Adiba berdecak gak terima, Hazel sibuk menonton Charlotte. "Diem ah!"
Sekarang aja lu galak, Bah. Coba gue yang lu skakmat. Nyinyir naudjubillah.
"Apaan sih kalian? Masalah gak penting aja dibesar-besarin!?" geram Hazelnut kezel apalagi dia cewek super-duper-mega non peka. Ngerasa terganggu dari acara marathon animenya, Hazel pergi meninggalkan kelas.
"Gak penting Bah, kek perasaan lo." gue menggeleng kasihan, Saga mendekat ke gue dengan tampang kasihan juga.
"Bah, setelah sekian lamanya gue pengen bilang ini ke elo," kata Saga mengedipkan matanya ke gue. Gue paham maksud si curut sableng ini.
"MAMPUS, CUIH! CUIH! CUIH!"
"Lo ngajak ribut?!"
"BUAHAHAHHAHAHAHAH!!!!"
Satu kelas ngetawain Adiba, mampus lu Bah biasa juga gue yang lu ngenesin.
Tiba-tiba Delta berdiri lalu keluar meninggalkan kelas, gue menatap punggung dia dari kejauhan.
Gue beneran kangen.
¢¢¢
"Lo kenapa sih Adiba?" tanya Diana sebel lihat cowok itu uring-uringan sejak tadi pagi, gue pun sebenarnya kesel.
"Ck, berisik lo ah!"
"Yeh kok lo ngemeng ke gue sih? Kan yang nanya Diana geblek!" gerutu gue gak terima.
"Arrrgh, mulut lo minta dikepret golok yah, gue pusing nih!" cerca Adiba makin cepet mondar-mandir di depan Diana.
"Yeh malah ngajak ribut nih anak," omel gue lagi, Adiba berhenti menatap gue nusuk.
"Sini ribut sama gue, mumpung lagi luang."
"Eh, sans lah Bah, lo kenapa sih? Sini curhat sama Aa," timpal Joko yang merupakan bespren porevah versi Adiba. Dia menepuk kursi tempat dia duduk sama Adiba.
"Gak."
"Kenapa Bah? Pantat lo udah gak perawan lagi, yah?" tanya Joko yang langsung dibalas tatapan maut Adiba.
"Bawel lu ngalahin buyut gue, asli." Adiba berdecak kesal sambil mengusap wajah putihnya, selang beberapa saat wajah dia berubah pucat.
Hazel lewat di sebelah dia, pastinya dengan gaya khas Hazel.
Monitorin hp teros, padahal aslinya cuma geser-geser beranda doang!
"Zel..." panggil Adiba.
Gue, Saga, Joko dan Diana menyimak sinetron laip striming di depan mata.
Bau-bau pengen nembak ini, uhuy!
Hazel menatap dengan mata pandanya, agak males menoleh tapi demi gak disangka sombong aja. "Apa?"
"Itu... Gue..."
Kriuk kriuk kriuk
Serentak kami menoleh ke Saga, dia asik ngemil tic-tac sambil nyender di tembok. Asiq bener tuh anak, gue ikutan join. Adiba menatap gue plongo, "Lanjut!" komentar gue, cowok itu menatap gue hina.
"Um... Gue... Sebenernya... Mau..."
KELAMAAN WOI!
Kok gue yang deg-degan seeh??!
"Gue... Mau... Um..."
Segitu groginya lu Bah! Kezel gue, kek lagi nonton dora the explorer.
"Mau... Mi-minta bolpoin yang lo pinjem kemaren... Engh, maksud gue---"
"Nih, gue gak enak sama lo. Makasih ya!" ucap Hazel menarik sedikit senyumnya.
Ternyata lo hanying, Adiba! Gue ngarep nih adegan co cwit-twit-did-nya!
"Alah, Al! Lo senyumin gue aja udah serasa terbang rasanya gue di neraka!" kode Saga menertawai senyum Adiba yang gak dia sadari merekah sendiri.
"Kapan Alpha senyum Ga?" tanya Hazel polos, "Perasaan lo aja kali, Ga!" timpal Adiba berlagak menang sambil ngacungin jari tengah.
"Perasaan lo doang makanya lo selalu jadi korban perasaan," ejek gue bertos ria dengan bespren gue.
"Yang friendship-an gak usah ngesok deh! Situ yang hubungannya gitu-gitu aja, padahal udah saling suka diam aja!"
Jleb jleb jleb.
Hening.
Tap tap tap
Selang kecanggungan gue dan Saga, Delta berjalan santai memasuki ruangan. Tatapan dinginnya masih kayak biasa...
Drak!
Semua mata melihat gue terkejut.
"Lo..."
Sukses selalu thor
tapi gila keren kak karya mu👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️