Elvano Devan seorang CEO tampan yang cuek dan dingin adalah penerus dari perusahaan ayahnya The Royal Company.
Sang ayah mempekerjakan seorang wanita bernama Irene Stefanie yang sebenarnya adalah gadis yang dijodohkan dengan Devan untuk menjadi sekretarisnya tanpa sepengetahuan sang anak. Apa yang akan terjadi di antara Irene dan Devan? Apakah pada akhirnya Devan akan tau yang sebenarnya? Atau dia akan menolak perjodohan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LOEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Vivian 2
Elvano Devan 👆
Irene Stefanie 👆
Vivian Anastasya 👆
Raymond Alvaro👆
■□■□■□■□■■□■□■□■□■■□■□■□■□■
Lanjut ke cerita Rencana Vivian 2 :
Saat Devan sedang dibawa oleh dua orang pengawal Vivian tiba-tiba seseorang pun datang untuk menghentikan mereka "berhenti! mau kalian bawa kemana Devan?! " teriak Irene dengan lantang Vivian yang berniat untuk menjebak Devan pun terhenti sejenak "ouw jadi kau mencoba menghentikan aku ya, penjaga ikat dia dan kurung dia digudang" perintah Vivian kepada pengawal itu "mau apa kau? lepaskan aku! " ronta Irene mencoba melepaskan diri, Devan yang tidak sadarkan diri karna pengaruh obat pun tidak dapat membantu kekasihnya itu.
Saat pria itu ingin membawa Irene "hei! kau mau bawa dia kemana? " tiba-tiba dari arah belakang datanglah seorang pria tampan dengan setelan jas hitamnya berjalan kearah Irene dan menghajar pria tadi "sekali lagi kau menyentuhnya, aku akan mematahkan kedua tangan dan kakimu " ucap pria itu tegas, pengawal itu pun lari meninggalkan Vivian dan pengawal yang satunya lagi.
Vivian pun takut dan gemetar karna perkataan pria itu "kau tidak apa - apa ? " tanya pria itu kepada Irene "kenapa kau datangnya lama sekali!, aku hampir diculik tau " ucap Irene kesal "hahaha, maafkan aku, kau menghubungiku ketika aku baru pergi dari bandara " ucap pria itu, saat Irene dan pria itu lengah Vivian menyuruh pengawalnya untuk segera membawa Devan pergi diam-diam, namun sayangnya pria itu terlebih dulu menyadarinya "hei! kau mau apa?! mencoba kabur? hah? " ucap pria itu, tak butuh waktu lama pria itu pun menghajar pengawal itu sampai babak belur dan lari ketakutan dan tersisa lah Vivian seorang disitu.
"jadi nona yang cantik, kau mau kemana? bukankah kau mau membawa pria ini tadi? " ucap pria itu sambil jalan mendekati Vivian, Vivian yang ketakutan pun mundur perlahan sampai ia pun terjatuh "haih... kau ini padahal cantik seperti dewi, tapi sifatmu seperti ibu tiri saja, sama jahatnya " ucap pria itu berjongkok di depan Vivian lalu berdiri dan pergi menemui Irene.
"jadi, bagaimana kita membawa Devan? " tanya Irene bingung "tenang saja pengawal ku yang akan membawanya " ucap pria itu lalu memerintahkan pengawalnya dan pergi mereka pun pergi meninggalkan Vivian seorang diri.
Di mobil
"Kak, kita bawa Devan pulang saja ya alamatnya dijalan Deluxe no 12" ucap Irene menerangkan "ehm, bukankah itu rumahnya tuan Rio ya? " ucap pria itu "iya, dia adalah calon mertua ku dan ini adalah tunangan ku " ucap Irene "what?! kenapa aku tidak tau kalau kau sudah bertunangan? " tanya pria itu "kakak kan sibun nengurus perusahaan ayah di luar negeri, aku tidak ingin mengganggumu bekerja " jelas Irene.
Yup, seperti yang kalian baca ayahnya Irene adalah seorang pebisnis terkenal yang membangun perusahaan Shinwa diluar negeri dan dalam negeri di bantu oleh kakeknya Irene yang berhasil mendirikan hotel, villa, dan bisnisnya yang terkenal yaitu tempat casino yang begitu mewah dan hanya untuk kalangan elite saja, dan sekarang perusahaan itu pun termasuk kedalam peringkat 2 perusahaan terbesar didunia setelah The Royal Company yaitu perusahaannya Devan.
Namun, tak banyak yang tau siapa pendiri perusahaan Shinwa ini karna keluarganya Irene memilih untuk merahasiakannya agar ketentraman keluarganya tidak terganggu karena berita diluar sana dan juga agar tidak mempersulit aktivitas dan keseharian mereka di luar.
Dan untuk cabang yang di luar negeri dipegang oleh kakak satu-satunya Irene yaitu Raymond Alvaro yang tadi dihubungi Irene untuk membantunya menyelamatkan Devan.
Irene dan Raymond adalah kakak beradik yang saling menyayangi satu sama lain.
▼△▼△▼△▼△▼△▼△▼△▼△▼△▼△
Sekarang mereka pun tiba di tempat tujuan, segera dibaringkanlah Devan yang sedang tidak sadarkan diri di kamarnya "kakak bersih - bersih saja dulu di sebelah ada kamar tamu, kakak bisa menggunakannya dulu " ucap Irene "eem baiklah aku tinggal ya " ucap Ray lalu pergi keluar kamar.
Saat Irene sedang duduk disofa kamarnya Devan tiba-tiba ada panggilan masuk di ponselnya dan ternyata itu dari Vivian "haih, mau apa lagi wanita ini! " ucap Irene kesal dan ia pun mengangkat telponnya
👩:Irene
👧:Vivian
👩:ada apa, masih kurang dengan pelajaran tadi? *dengan nada mengejek
👧:heh! kau jangan senang dulu ya, aku pasti akan membalasmu!
👩:ya ya ya, aku tunggu hari itu *smirk
dan Irene pun menutup teleponnya dan memilih untuk membersihkan diri lalu tidur disamping Devan yang sudah tertidur lelap.
paling malas baca karakter istri seperti itu kalau merasa dicintai suami, setiap ada maunya harus dituruti dan mau menang sendiri, alasan bosan lah ini itu lahh. hei kebosanan itu bisa kau atasi buat hal2 yg bermanfaat di rumah. dikasih hati minta jantung.
di sini aku pribadi ga bisa menyalahkan org luar, justru salahkan diri sendiri ga bisa jaga diri sendiri